Selasa, 15 Mei 2012

Marina Lystseva & Kecelakaan Sukhoi

Siapa sangka, foto dan video hasil bidikan kamera Marina Lystseva, berubah dari sekadar foto 'biasa', menjadi sangat bernilai tinggi.

Lewat foto-fotonya, kita menjadi tahu bagaimana suasana kegiatan roadshow pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia. Dari videonya, kita juga dapat gambaran hidup mengenai suasana demo flight pesawat itu. Bahkan, Marina merekam detik-detik ketika pesawat nahas itu lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, dan tidak pernah kembali lagi.

Marina adalah seorang fotografer Rusia yang ikut dalam rombongam roadshow pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia dan ke sejumlah negara lainnya. Foto dan video hasil bidikannya lalu diunggah di blog pribadinya yang berbahasa Rusia.

Marina baru mengunggah video yang merekam seluruh kegiatan pesawat produksi Rusia itu di Indonesia, pada hari Senin kemarin, atau enam hari setelah kecelakaan. Saya menemukan video ini ketika sedang melihat-lihat blog Sergey Dolya, blogger Rusia lainnya yang juga turut dalam rombongan Sukhoi. Di sebuah postingan Sergey yang berisi foto-foto para pramugari Sky Aviation di dalam pesawat Sukhoi, Sergey lalu memberi tautan ke blog Marina.

Bagi yang belum melihat video Marina yang juga sudah diupload ke Youtube, inilah video tersebut:


Marina Lystseva adalah salah satu saksi hidup yang mungkin punya banyak kisah mengenai pesawat Sukhoi Superjet 100 yang telah hancur berkeping-keping di puncak Gunung Salak. Karena itu, saya pun mengirim pesan di blognya. Dalam pesan yang saya tulis di bagian 'comment' artikel mengenai videonya itu, saya mengatakan turut berduka cita atas musibah yang menimpa pesawat Sukhoi, dan ingin bertemu dengannya di Jakarta.

Dengan bantuan Google Translate, saya menulis pesan dalam bahasa Rusia. Selengkapnya, pesan saya tersebut berbunyi:

Ваше видео было очень трогательно. Я могу представить себе получать именно то, что случилось с Сухой во время полета из аэропорта Halimperdanakusuma. Я глубоко извиняюсь за эту трагедию. Привет. Я Гинтинг изданий, журналист из Индонезии. Если вы все еще в Джакарте, как я могу связаться с Вами. Пожалуйста, помогите у вас ..... Спасибо.
Rupanya, blogger asal Rusia ini, terus memantau blog pribadinya itu. Tidak sampai satu jam, Marina telah membalas pesan yang saya kirim. Tidak dalam bahasa Rusia, tapi tulisan bahasa Inggris. Rupanya, tidak hanya bahasa Rusia yang dikuasai oleh blogger penggila dunia kedirgantaraan ini. Sayangnya, ia mengaku tidak bisa memenuhi permintaan saya untuk bertemu, karena sedang dalam perjalanan kembali ke Moskow dari Jakarta. “Sorry, now I am come back to Moscow,” tulis Marina.

Marina Lystseva
Di dalam blognya, Marina memberikan testimoni mengapa ia baru menyebarluaskan video rekamannya mengenai kedatangan Sukhoi ke Indonesia. Blogger yang juga menggemari traveling ini mengatakan, ia butuh waktu cukup lama untuk meyakinkan dirinya agar mengambil keputusan. Apalagi, banyak yang memberi saran kepadanya agar tidak menyebarluaskan video itu dengan alasan menjaga perasaan keluarga para korban.

“Tapi, saya pikir, mereka juga tidak boleh dihalangi mendapatkan kesempatan melihat orang-orang yang mereka kasihi untuk terakhir kalinya ketika mereka hidup,” tulis Marina, yang menurut saya, adalah alasan yang sangat brilian.

Marina selamat dalam kecelakaan Sukhoi karena tidak ikut dalam penerbangan joy flight kedua. Sebelumnya, ia telah ikut dalam penerbangan perdana dan mengabadikannya dalam sejumlah foto-foto cantik serta video yang bermakna sekali.

Beberapa foto karya Maria adalah:





Untuk melengkapi koleksinya itu, maka Marina memutuskan untuk tidak ikut pada penerbangan kedua. Ia bermaksud untuk memotret pesawat ketika take off dan landing di Bandara Halim Perdanakusuma.

Marina berhasil mengabadikan pesawat ketika take off, namun tidak ketika landing. Pesawat tidak pernah kembali ke Halim, karena hancur berkeping-keping di puncak Gunung Salak…

Foto-foto: dari blog Marina Lystseva
Selengkapnya...

Senin, 14 Mei 2012

Sergey Doyla Abadikan Para Pramugari Sukhoi Itu

Adalah Sergey Doyla yang banyak mengabadikan suasana kedatangan pesawat Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia. Begitu pesawat terbaru keluaran Rusia itu diberitakan menghilang saat mengadakan joy flight atau penerbangan gembira pada Rabu, 9 Mei 2012, foto-foto hasil jepretan Sergey segera menyebar. Situs-situs berita memajangnya, koran dan majalah mengutipnya, dan semua televisi menayangkanya.

Foto hasil bidikan Sergey memang sangat bercerita. Di sejumlah foto terlihat bagaimana para calon pramugari PT Sky Aviation asyik bergaya di depan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang parkir di Bandara Halim Perdanakusuma. Di sejumlah foto lain, para pramugari itu bergaya di dalam kabin pesawat. Mereka terlihat sangat senang.

Tawa kebahagiaan terlihat di wajah mereka. Entah siapa yang bisa menyangka, pesawat tersebut akhirnya hancur berkeping-keping setelah menabrak puncak Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat. Tragisnya, sejumlah pramugari yang sempat dipotret Sergey, turut di dalam pesawat yang jatuh tersebut.










Di beberapa foto lain, Sergey memotret sejumlah aktifitas lain mengenai kunjungan tim Sukhoi ke Indonesia. Ia memotret pesawat ketika sedang parkir di Bandara Halim Perdanakusuma, memotret suasana presentasi tim Sukhoi di hadapan sejumlah pejabat di terminal bandara, memotret aktifitas teknisi pesawat, atau memotret sejumlah orang Indonesia yang sedang membersihkan badan pesawat Sukhoi Superjet 100.

Sergey mensebarluaskan sebagian fotonya itu lewat blog pribadinya. Sedangkan foto-foto lain yang jauh lebih banyak, ia bagikan di sebuah situs penyimpanan foto. Sergey tampaknya bukan seorang fotografer amatiran. Fotonya sangat jernih dengan angle-angle yang tidak biasa. Dari foto-foto lain yang menghiasi isi blognya, Sergey tamapaknya adalah seorang fotografer profesional dengan jam terbang yang sangat banyak, serta sudah melancong ke banyak polosok bumi ini.

Aksi Sergey ketika berada di Indonesia sempat terekam dalam salah satu foto Marina Lystseva. Dalam foto tersebut, tampak Sergey sedang berbincang-bincang dengan pilot yang menerbangkan Sukhoi, Alexander Yablontsev. Dalam caption fotonya, Marina menulis kalau Alexander sedang menjelaskan kepada Sergey tentang arah penerbangan yang akan ditempuh pesawat buatan Rusia itu saat melakukan joy flight.


Sergey Doyla bukanlah bagian tim dari Sukhoi. Ia adalah seorang blogger dan fotografer yang ikut dalam rombongan roadshow Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia dan sejumlah negara lainya. Karena itu, Sergey punya akses yang sangat luas terhadap seluruh kegiatan promosi pesawat berpenumpang sekitar 100 produksi Sukhoi tersebut.

Ia bisa memotret kabin pesawat dari tempat yang sangat dekat, memotret kegiatan di dalam kabin, bahkan memotret pilot di dalam ruang kemudi pesawat. Sangat dekat, sehingga mungkin tidak ada yang menyangka kalau Sergey Doyla hanyalah seorang blogger dan fotografer yang memang hobi berpetualang.







Sama seperti Marina Lystseva, Sergey selamat dari kecelakaan karena tidak ikut dalam joy flight yang berakhir tragis itu. Sebelumnya, ia telah ikut dalam penerbangan pertama yang dilakukan pada Rabu pagi. Pada penerbangan kedua ia tidak ikut karena ingin memotret Sukhoi Superjet 100 saat terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma. “Saya tidak ikut terbang, dan tinggal untuk memotret pesawat dari dari bawah,” tulis Sergey dalam blog pribadinya.

Sergey terus meng-update blognya mengenai peristiwa jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Dalam sebuah artikel, ia berbagi cerita mengenai perjalanan yang telah ia tempuh bersama pesawat Sukhoi ke sejumlah negara. Tidak lupa ia mengulas mengenai kenangannya bersama sejumlah pramugari Sky Aviation yang tampak begitu senang difoto oleh Sergey.

“Orang naik ke dalam pesawat dan terbang menjauh. Di antara mereka adalah pramugari yang banyak saya potret sebelum penerbangan. Saya melihat mereka dari balik kaca ketika mereka naik ke pesawat. Saya ingin berlari untuk memotret mereka di dalam kabin pesawat, tapi tidak bisa. Pintu pesawat sudah ditutup,” tulis Sergey dalam artikel terbarunya.

Dan, ia pun tidak bisa lagi menyapa para pramugari itu. Pesawat tidak kembali lagi ke Halim Perdanakusuma untuk selama-lamanya…

Foto-foto: koleksi Sergey Dolya dan Marina Lystneva
Selengkapnya...

Selasa, 08 Mei 2012

5 Travel Blog Indonesia Paling Oke

Akhir-akhir ini, saya sedang senang mengisi waktu senggang saat di kantor dengan melihat-lihat situs traveling. Hanya dalam waktu beberapa hari saja, saya telah menemukan begitu banyak situs, baik yang berbahasa Indonesia maupun Inggris. Dari yang kelola secara profesional sampai yang hanya berupa blog gratisan. Dari yang tulisannya hanya asal-asalan, sampai berisi tulisan yang sangat menggugah dan begitu indah untuk dibaca. Pokoknya, macam-macam…

Namun, dari semua situs yang saya temukan, hanya ada beberapa situs yang paling enak dikunjungi. Entah kebetulan atau tidak, semuanya adalah blog-blog pribadi. Saat ini, memang telah banyak blogger yang membuat blog dengan materi hanya berupa tulisan perjalanan alias traveling. Blog seperti ini biasa dikenal dengan sebutan travel blog.

Belakangan, banyak travel blog yang dikelola secara keroyokan oleh sejumlah penggila traveling. Bahkan, blog tersebut juga menerima tulisan dari orang luar. Siapa sangka, ternyata peminatnya sangat ramai sehingga akhirnya melahirkan komunitas-komunitas. Ada blog khusus penggila backpacker, blog khusus tempat wisata menarik di Indonesia, dan lain-lain.

Saya menemukan gairah tertentu dengan membaca dan melihat foto-foto yang terpampang di semua travel blog yang saya kunjungi. Si pengelola blog menulis setiap tulisan dengan sentuhan sangat personal. Saat membaca, para pembacanya sepertinya merasakan berbagai pengalaman, sensasi, ketegangan, tawa, tantangan, dan apapun yang dialami oleh si penulis. Apalagi, foto-foto yang sangat indah ikut menyertai setiap artikel. Saya yakin, siapapun yang membacanya, pasti timbul hasrat untuk merasakan pengalaman yang sama seperti yang dilakoni si penulis. Semua travel blog tersebut menyebarkan virus mematikan kepada pembacanya untuk ikut melakukan traveling.

Nah, dari hasil ‘jalan-jalan’ ke berbagai travel blog yang entah berapa banyak jumlahnya, saya akhirnya menemukan beberapa travel blog yang paling saya sukai. Kali ini saya akan menyebutkan 5 travel blog berbahasa Indonesia, yang menurut saya, paling menarik dibandingkan travel blog lainnya.

Ada banyak pertimbangan sehingga saya menjatuhkan pilihan kepada 5 travel blog berikut. Yang pertama adalah kesan paling enak dilihat (tata letak, warna, pemilihan bentuk huruf, penempatan foto, dan sebagainya). Lalu dari segi tulisan. Tata letak oke tapi tulisan amburadul, tentu sangat tidak enak untuk dinikmati. Faktor lain adalah foto-foto yang melengkapi tulisan.

Nah, 5 travel blog yang paling saya sukai tersebut adalah:

Ransel Kecil
Saya suka dengan travel blog ini karena bentuknya yang sangat enak di mata, mulai tata letak, perpaduan warna, bentuk huruf, dan posisi penempatan foto. Rangsel Kecil dikelola oleh bebeberapa orang dan menerima kiriman artikel dari siapa saja. Travel blog ini berisi laporan perjalanan ke mana saja, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Tidak hanya perjalanan backpacker, tapi juga traveling jetset dengan penerbangan kelas bisnis ataupun kelas pertama. Tampaknya, setiap tulisan yang dimuat di blog ini, sangat diseleksi secara ketat, baik dari sisi penulisan maupun cerita yang disampaikan. Tidak hanya berisi artikel perjalanan ke sebuah tempat wisata, namun juga hal-hal lain yang berkaitan dengan traveling. Misalkan saja soal transportasi, penginapan, atau pernak-pernik lain saat melakukan perjalanan. Banyak inspirasi yang saya peroleh dengan membaca artikel-artikel yang ada di travel blog ini.

Dua Rangsel
Travel blog ini milik Dina, orang Indonesia yang bertahun-tahun hidup sebagai backpacker bersama Ryan, suaminya. Mereka berjalan dari satu negara ke negara lain dengan membawa perbekalan seadanya. Dina kemudian membagi setiap cerita hasil keliling dunianya tersebut di dalam blog ini. Sangat lengkap, termasuk bagaimana ia mensiasati setiap kesulitan yang terjadi. Misalkan saja, bagaimana mencuci pakaian di wastapel kamar mandi umum. Begitu banyak inspirasi yang saya peroleh dari blog ini. Ternyata, ada ‘orang gila’ seperti Dina dan Ryan di dunia ini, yang rela menjual harta benda mereka saat masih tinggal di Kanada, dan rela hidup sebagai tuna wisma. Sekitar 41 negara sudah mereka kunjungi, dan entah kapan akan berhenti. Edan!

The Backpacker’s Note
Travel blog ini tidak hanya berisi artikel jalan-jalan. Tapi, banyak hal yang masih berhubungan dengan traveling, khususnya backpacker. Dari blog ini, saya juga menemukan banyak tips traveling yang semakin menambah wawasan saya. Yang pasti, banyak artikel di blog ini yang semakin membakar hasrat saya untuk traveling kemana-mana. Saya juga menemukan banyak artikel mengenai sosok-sosok yang dekat dengan dunia traveling, khususnya travel blogger di blog ini. Kalau dari penjelasan di blog, The Backpacker's Notes menyebut dirinya sebagai blog yang memberikan tips backpacking, catatan & foto-foto perjalanan, informasi tentang suatu destinasi, ide & inspirasi untuk melakukan traveling, berita-berita terbaru tentang traveling, dan apapun tentang backpacking. Lengkap sekali.

The Naked Traveler
Travel Blog ini mungkin sudah begitu terkenal bagi para penikmat traveling di Indonesia. Pemiliknya bernama Trinity, seorang perempuan yang hobinya jalan-jalan. Sejumlah buku dengan judul yang sama dengan blognya ini, juga telah terbit. Kini, The Naked Traveler tidak hanya berisi artikel hasil tulisan Trinity. Ia pun menerima tulisan orang lain dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Artikel yang disajikan tidak hanya soal backpacker, tapi bisa apa saja yang berhubungan dengan traveling.

Lalu, apa travel blog favorit Anda?
Selengkapnya...

Jumat, 04 Mei 2012

Makna Dalam Setiap Huruf

Bagi saya, huruf dan angka itu sangatlah indah. Huruf dan angka adalah penemuan manusia terbesar, di samping internet. Lewat keduanya, orang mengutarakan kata-kata. Menyampaikan isi hatinya. Kemudian, orang yang mendengar atau membacanya, bisa memahami maksud orang tersebut dengan sangat jelas. Entah bagaimana caranya orang purba dulu berkomunikasi ketika huruf dan angka belum ada.

Karena itu, kemanapun saya pergi, huruf dan angka menjadi objek yang sangat menarik di lensa kamera. Tidak peduli dimana pun, saya selalu ingin meluangkan waktu untuk memotret huruf dan kata, yang menurut saya, terlihat beda daripada yang lain. Bisa berbeda dari bentuknya, warnanya, isi tulisannya, atau adanya benda lain yang menyertainya dan membuatnya lebih indah. Salah satunya adalah lampu. Ya, pancaran cahaya lampu bisa membuat kata-kata yang terpampang menjadi lebih indah ditatap dan dinikmati. Tidak percaya? Silahkan Anda buktikan sendiri.

Nah, kali ini saya akan memperlihatkan beberapa foto koleksi saya tentang huruf dan kata. Selamat menikmati...

















Selengkapnya...

Rabu, 02 Mei 2012

Edi Ginting Muncul Lagi di Majalah Travel Fotografi

"Gua suka foto lu yang gereja itu. Karena ada orang-orang sedang beraktifitas di depannya. Karena itu, gua pasang foto itu sampai satu halaman," kata Yuliandi Kusuma, awal pekan lalu.

Malam hari yang diselimuti mendung itu, kami sedang bercakap-cakap di sebuah mall terkenal di kawasan Tangerang, Banten, mengenai majalah Travel Fotografi yang bakal terbit beberapa hari lagi.

Tidak banyak komentar saya atas ucapan Joel, begitu Yuliandi Kusuma biasa saya panggil. Namun, dalam hati saya semakin penasaran dan tidak sabar menunggu beredarnya majalah Travel Fotografi edisi kedua tersebut. Pasalnya, untuk kedua kalinya, tulisan saya akan menghiasi halaman-halaman majalah itu.

Hari Jumat, 27 April 2012, Kirno, pedagang majalah di kantor, datang menghampiri dan memberikan saya satu majalah Travel Fotografi yang sudah beberapa hari ini saya pesan kepadanya. Saya pun langsung membuka plastik yang membalut majalah terbitan Kompas Gramedia tersebut. Tidak butuh waktu lama, saya pun menemukan artikel yang saya tulis.

Di edisi kedua majalah Travel Fotografi itu, muncul tulisan saya yang diberi judul 'Lukisan Alam dari Tanah Karo'. Tulisan saya itu mejeng sepanjang delapan halaman, lengkap dengan sejumlah foto hasil jepretan saya. Saya pun segera membacanya sampai habis. Walau saya sendiri yang menulisnya, namun saya masih tertarik untuk membaca kata demi kata yang tercetak.

Sambil membaca, saya pun memperhatikan segalanya, mmulai bentuk huruf, warna, posisi foto, dan sebagainya. Entah mengapa, saya malah menemukan beberapa kesalahan kecil. Misalkan saja, salah penulisan kata, caption foto yang kurang tepat, dan beberapa kesalahan kecil lainnya. Tidak apa-apa. Kesempurnaan hanya milih Tuhan. Yang pasti, saya sangat bahagia menerima majalah tersebut.

Ini adalah tulisan kedua saya. Pada edisi perdana Travel Fotografi yang terbit pada Februari 2012, tulisan saya yang dimuat berjudul 'Sejuta Pesona Jayapura', yang bercerita mengenai keindahan dan pengalaman berwisata yang ditawarkan Jayapura, Ibu kota Papua. Tulisan saya itu juga muncul delapan halaman yang dipercantik oleh beberapa foto koleksi saya.

Isi dari tulisan kedua saya di Travel Fotografi ini tidak jauh berbeda dengan apa yang saya ungkapkan di tulisan mengenai Jayapura. Saya bercerita mengenai pesona alam, budaya, dan masyarakat Tanah Karo, sebuah daerah di Sumatera Utara.

Karena muncul di rubrik Jelajah, maka saya menulis pengalaman saya dalam menjelajahi Tanah Karo dalam sejumlah kesempatan yang pernah saya peroleh. Tidak hanya alamnya yang memang sangat indah, namun juga penjelajahan wisata kuliner, budidaya pertaniannya yang sudah begitu terkenal di dunia, dan tidak ketinggalan mengenai reportase spot-spot yang menarik untuk hunting foto di dataran tinggi Sumatera Utara itu. Sangat lengkap, karena saya cukup tahu dan kenal Tanah Karo dibandingkan daerah lainnya. Maklum saja, Tanah Karo adalah tanah kelahiran saya.

Sebenarnya, beberapa bagian dalam artikel itu, termasuk sejumlah fotonya, sudah pernah saya posting di dalam blog saya ini. Saya tinggal menyatukan keping-keping cerita tersebut dan menuliskan lagi dengan bahasa yang lebih enak dibaca. Maklum saja, menulis untuk blog tentu harus berbeda dengan menulis untuk media mainstream, yang ada tujuan bisnis di dalamnya.

Saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat saya, Yuliandi Kusuma, yang juga sebagai editor majalah Travel Fotografi, atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bisa berpartisipasi dalam majalah yang khusus dibuat sebagai panduan fotografi bagi yang hobi jalan-jalan atau traveling tersebut.

Menurut saya, Joel telah mampu menjadi editor yang mumpuni, sehingga Travel Fotografi bisa terbit dengan sangat cakep. Isinya sangat informatif, tidak hanya sebagai panduan jalan-jalan, namun juga memberikan pengetahuan yang lengkap dalam hal fotografi ketika menjalani traveling tersebut. Sebab, jalan-jalan dengan foto adalah dua hal yang sepertinya tidak terpisahkan. Apalagi pada era serba praktis seperti sekarang ini.

Oya, selain artikel saya, masih banyak artikel lain yang menarik di edisi kedua ini. Misalkan saja, kita ajak untuk berpelesir ke obyek-obyek lokal dengan tradisinya yang khas. Tujuan pertama adalah sebuah pasar tradisional di pinggiran Solo di mana Anda bisa memotret aktivitas jual beli trebak, bibit, hingga merekam para pandai besi beraksi dan sabung ayam. Saya sangat menikmati tulisan ini, terutama foto-foto yang melengkapinya.

Kita juga diajak ke desa tradisional berusia ratusan tahun di Nias, pemandian para raja di Yogyakarta, dan juga merekam tradisi Keboan di Banyuwangi. Fotografer profesional, Arbain Rambey juga berbagi perjalanannya ke Myanmar yang penuh dengan Pagoda di edisi kedua ini.

Berikut ini adalah halaman demi halaman Travel Fotografi yang membuat hasil karya saya…














Selengkapnya...