Senin, 14 November 2005

TAKSI RAMPOKAN DIPAKAI POLISI

Ah, setelah dari jam 3 siang tadi aku bergulat di depan komputer, akhirnya tugas inipun selesai aku kerjakan. Naskah telah selesai, berarti beban juga telah lepas. Ah...alangkah leganya. Walau, aku harus menyelesaikannya hingga pukul 1 dinihari.

Hari minggu ini aku harus menyelesaikan naskah tentang perampokan sopir Taksi Express. Si sopir taksi yg bernama Sarino itu, dibunuh oleh tiga penumpangnya. Yang mengherankan, beberapa hari kemudian, taksi ditemukan telah dipakai oleh seorang polisi. Padahal, saat itu nasib Sarino belum jelas ada dimana.

Ternyata, Sarino telah dimakamkan sebagai mayat tidak dikenal oleh polisi. Entah mengapa, polisi seperti malas mengusut jati diri sarino dari pakaian yang dikenakannya saat dibunuh. Mungkin polisi malas karena saat itu masih bulan puasa. Atau, jangan-jangan polisi sedang sibuk ngejar THR buat lebaran yang memang tinggal beberapa hari lagi.

Lagu Right Here Waiting dari Richard Marx ikut merayakan selesainya tugasku ini. Namun, entah mengapa, lagu ini membuat aku teringat akan sesuatu. Lebih tepatnya mungkin ingat akan seseorang yang ada jauh di sana.

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

Tidak ada komentar:

Posting Komentar