Sabtu, 10 Desember 2005

AMOY SINGKAWANG

Hari Rabu, tanggal 30 November 2005, tepatnya menjelang pukul empat sore, aku tiba di Singkawang. Sudah lama aku mendengar tentang kota yang berada di utara Kalimantan Barat ini. Namun, baru kali ini aku memiliki kesempatan untuk berkunjung ke sini.

Yang selalu aku dengar tentang Singkawang adalah mengenai kecantikan amoy-amoynya. Gadis keturunan Cina asal Singkawang begitu tersohor kemana-mana. Bahkan, banyak berita di TV maupun koran atau majalah yang mengulas panjang lebar tentang bagaimana amoy-amoy Singkawang sampai diekspor ke Taiwan. Orang luar aja mengagumi kecantikan amoy-amoy Singkawang, apalagi orang lokal kayak aku ini.

Empat hari berada di Singkawang cukuplah bagiku untuk membuktikan semua yang aku dengar tentang amoy-amoynya. Dan, memang tidak salah apa yang aku dengar selama ini. Hampir semua amoy yang aku temui di jalan-jalan kota Singkawang, memiliki ciri-ciri yang sama. Rambut panjang, body langsing, dan baju ketat. Kuningnya kulit mereka tidak perlu diragukan lagi. Saking putihnya kulit mereka, dari jarak 5 meterpun aku bisa melihat bintik hitam di lengan mereka.

Itu baru keindahan fisik mereka. Soal wajah, mmm..... tidak diragukan lagi. Mayoritas amoy-amoy yang dijumpai di jalan-jalan berparas aduhai. Wajah mereka bersih dan pada umumnya berbentuk oval. "Gue mau deh tinggal di sini kalau pemandangannya begini," kata kawan yang sama-sama berangkat dari Jakarta.


Tidak siang ataupun malam hari, banyak amoy-amoy singkawang yang memakai baju tengtop. Dada mereka terbuka. Sepertinya mereka tidak takut masuk angin. Dengar-dengar, mereka memang tahan masuk angin karena tubuh mereka selalu hangat akibat gemar memakan bawang putih. Benar tidaknya rumor ini, aku tidak sempat membuktikannya.

Kota Singkawang juga sangat bersih. Dibandingkan Jakarta, Singkawang jauh lebih unggul. Karena itu, untuk membuang puntung rokok pun rasanya aku tidak tega. Kebersihan kota Singkawang rasa-rasanya terwujud karena kedisplinan masyarakatnya. Jangan harap kita akan menemukan pengendara motor yang lupa memakai helm di sini. Sebab, walau hanya naik motor beberapa meter, setiap warga Singkawang akan selalu memakai helm.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar