Selasa, 31 Januari 2006

SMS TAK TERDUGA

30 Januari 2006
Pukul 17.19 WIB

(+) Saya mohon pamit. Di metro cuma sampai senin depan. Mohon maaf segala kesalahan. Terima kasih atas kebersamaan.

(-) Mas, smsnya td sy terima saat mw wawancr dg wagub riau. sy langsg lemas mas. kok tiba2 sekali mas?

(+)Waaah. Kita akan tetap bersahabat. Sahabat selalu jadi sahabat, hingga akhir hayat.

(-) Wah, gak bener tuh mas. Sy sedih bgt gak bs satu tim lg dg mas uwo.

(+)Muantav. Semoga

(-) Baiklah mas. Dg rasa sedih yg sgt mendalam, sy berterima kasih bs satu tim dg mas selama ini. Suatu hr, kt hrs satu tim lg.

(+) Selengkapnya...

Jumat, 13 Januari 2006

ADAM YANG TIDAK ADEM

Hari Rabu, 4 Januari 2006, aku terbang ke Surabaya. Tiket yang kupegang adalah Adam Air penerbangan jam 09.30 WIB. Namun, karena terjebak macet di tol Kebon Jeruk, akhirnya akupun tiba di konter Adam Air pukul 09.04 WIB. Si petugas menolak melayani karena sudah telat. Aku berusaha memohon namun tidak ada respons. Akhirnya, seorang petugas datang menawarkan aku untuk naik pesawat Adam Air jam 11.00 WIB. Akupun dibawa ke bagian reservasi. Akhirnya, akupun naik Adam Air yang pukul 11.00 WIB dengan penambahan biaya 20% dari harga tiket.

Setelah oke, akupun langsung check in. Tiga barang-barang aku masukkan ke bagasi. Beres proses check in, aku pun segera menuju ruang tunggu keberangkatan di C6. Lumayan gak enak juga menunggu hampir 2 jam. Namun, aku mengakui inilah akibat kesalahan yang aku perbuat. Aku berusaha menerimanya.

Lewat pukul 11.00 WIB, aku pun berangkat ke Surabaya. Tidak ada yang aku lakukan selama penerbangan. Apalagi, jarak bangku yang aku duduki dengan bangku di depanku, sangat sempit. Aku berusaha tidur, namun tidak bisa. Akhirnya, aku hanya curi-curi pandang ke pramugari yang sering hilir mudik di dalam pesawat.

Sejam kemudian aku tiba di Bandara Juanda. Aku termasuk penumpang yang paling cepat turun sehingga paling pertama juga masuk ke ruang pengambilan bagasi. Ternyata begitu aku masuk ke ruang itu, tiga barang yang tadi aku masukkan ke dalam bagasi, sudah ada di sana. Rupanya, barang-barangku tetap naik pesawat jam 09.30 WIB!!!!!

Minggu, 8 Januari 2006,aku kembali ke jakarta. Aku kembali naik Adam Air, karena memang tiket yang aku beli PP adalah Adam Air. Aku naik pesawat pukul 17.15 WIB. Kali ini aku tiba di konter check in pukul pukul 16.30 WIB. Artinya, aku tiba 45 menit sebelum berangkat. Namun apa yang terjadi. Menurut petugas, kursi sudah penuh. Bagaimana ini? Bagaimana mungkin aku tidak dapat bangku kalau aku sudah pegang tiket. Aku akan dibantu untuk berangkat dengan pesawat pukul 19.00 WIB. Tidak bisa! Aku harus berangkat pukul lima! Akhirnya, aku dipindahkan ke pesawat Batavia Air pukul lima.

Oh,Adam yang tidak adem.... Selengkapnya...

Senin, 09 Januari 2006

SELAMAT DATANG BENCANA

Hari Minggu, 1 Januari 2006, seharusnya menjadi hari yang bahagia. Ini adalah hari pertama pada tahun 2006. Kalau kita memulai langkah dengan ceria, akan semakin menguatkan kita untuk terus melangkah pada 364 hari lainnya. Namun, kalau memulainya saja dengan kesedihan, maka kesedihan-kesedihan lain akan terus membayangi kita hingga hari terakhir pada tahun 2006 ini. Memang sih, tidak ada jaminan. Namun, ibarat pengobatan dukun yang tidak ada kajian keampuhannya, hal ini juga akan mendatangkan sugesti pada kita.

Ini juga yang terjadi Jember, Jawa Timur. Pada hari pertama di tahun 2006, tepatnya pukul 22.00 WIB, terjadi banjir bandang di Jember. Sekitar 120 orang tewas dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Hari Rabu, 4 Januari 2006, akupun terbang ke Surabaya untuk kemudian menuju Jember. Selama lima hari aku mengamati apa yang telah terjadi di Jember. Selengkapnya...