Senin, 13 Maret 2006

18 HARI KE SUMATERA UTARA (1)

Hari ini, aku kembali bisa membuka blog ini. Sudah 18 hari aku tidak membukanya. Selama 18 hari aku pergi ke Sumatera Utara dan Aceh Tenggara. Lumayan banyak yang bisa aku lihat di daerah-daerah itu. Aku baru kembali pada hari Sabtu malam lalu.

Dalam perjalananku itu, aku bisa melihat suasana Belawan dan Tanjung Balai, dua pelabuhan ternama di Sumatera Utara. Sungguh aneh melihat Belawan. Aku tidak menyangka suasananya akan sesepi itu. Yang aku bayangkan selama ini adalah suasananya tidak akan jauh berbeda dengan Pelabuhan Tanjung Priuk. Begitu juga dengan Tanjung Balai. Yang ada di kepalaku tentang Tanjung Balai adalah sebuah pelabuhan yang ramai dan modern. Rupanya, aku salah. Sama sekali tidak modern. Pelabuhannya saja berada di sungai Asahan.

Yang paling berkesan menyusuri Tanjung Balai adalah ketika kapal motor yang aku sewa, kehabisan bahan bakar di sungai. Selama 2 jam kapal terombang-ambing menuju laut. Malam juga secara perlahan-lahan datang. Sedangkan tidak satupun kapal lain yang mau menolong menarik kapalku. Aku sempat membayangkan kapal akan terbawa ke laut lepas. Bagaimana tidak, laut Selat Malaka sudah ada di depan mata. Si nahkoda kapal berusaha mendayung kapal dengan potongan papan dari lantai. Tapi, kapal bukan maju malah terus terbawa arus sungai menuju laut. Beruntung sebuah kapal patroli Polair datang menolong. Kapal pun ditarik menuju lokasi penjualan bahan bakar terdekat. Aku tidak akan melupakan kenangan buruk yang lucu ini.

Yang mengasyikkan, aku pergi ke Medan saat durian sedang musim di sana. Udah tau dong gimana enaknya makan durian Medan. Tinggal pilih rasa yang dimau. Manis atau pahit. Kalau aku sih, rasa yang pahit. Aku tidak melupakan untuk menikmati durian asli Medan. Harganya juga sangat murah. Paling mahal 8.000 perak perbiji. Tapi, rata-rata 5000 perak. Udah gitu, beberapa kali aku berkesempatan makan durian gratis dari para teman-teman di Medan. Asyik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar