Selasa, 25 April 2006

MEREKA MASIH SEPERTI DULU


Orang-orang itu masih ada di sana. Tiada yang berubah. Masih sama saja. Mungkin hanya satu yang berubah pada mereka, yakni jabatan yang kini mereka sandang. Mereka juga masih mengenali aku. Mungkin mereka hanya lupa dengan namaku, seperti aku juga sudah lupa beberapa nama mereka.
Aku memang sudah lama tidak berkunjung ke sana. Aku sendiri sudah lupa kapan terakhir datang. Kalau tidak salah, terakhir aku kesana, sekitar satu setengah tahun lalu. Itu juga hanya singgah sebentar, sehingga hanya sedikit orang saja yang aku jumpai di sana. Namun, hari ini, aku berjumpa banyak orang. Orang-orang lama yang dulu sudah kukenal.
Aku mengenal mereka sejak tahun 1998. Dan, aku hampir setiap hari bertemu mereka, sampai aku harus tidak ke sana lagi pada tahun 2001. Cukup banyak kenangan yang aku rasakan selama kurun waktu tiga tahun itu. Dari kenangin manis, pahit, hambar, asam, pedas, sampai yang tidak berasa. Semua masih terekam baik di memori ini. Tidak ada yang terhapus. Karena, aku memang tidak ingin menghapusnya. Aku ingin tetap mengenangnya. Aku tetap ingin mengenang setiap jejak kakiku yang ada di sana.
Aku bertemu lagi dengan dia. Akupun tahu kalau dia sudah punya anak. Bentuk tubuhnya memang menunjukkan hal itu. Dia sedikit agak gemuk, seperti wanita lain yang sudah melahirkan anak. Aku berusaha ramah padanya, dan dia pun membalas keramahanku. Sekitar sepuluh menit kami berbicara. Aku masih melihat senyuman manis yang dulu sering aku lihat setiap aku jumpa dengannya.
Aku juga kembali bertemu dengan dia yang lain. Dia tidak berubah, kecuali rambutnya sudang panjang. Yang lainnya sama saja. Dia pun masih cantik, seperti yang dulu.
Dan, seminggu ini, mungkin aku akan setiap hari pergi ke tempat itu....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar