Minggu, 07 Mei 2006

PENJARA UNTUK ORANG MISKIN DAN BODOH

Hotma Sitompoel datang menghampiriku. Ia datang bersama istri, mertua, dan tiga orang lainnya yang kuduga pasti anaknya. Satu orang aku kenal, yakni Bams, anak Hotma yang menjadi vokalis grup Samsons. Bagaimana aku tidak kenal, aku juga sangat menyukai tembang "Kenangan Terindah", lagu andalan Samsons yang kini banyak diputar radio-radio.

Kepada Hotma, aku tidak berbicara mengenai gosip yang kini sedang ramai diberitakan infotainment mengenai Bams dan pacarnya yang juga artis, Nia Ramadani. Aku memang sempat menyinggungnya pada sang pengacara top itu, terutama masalah 'monyet' yang dibawa-bawa saat ia mengomentari anaknya berpacaran dengan Nia.

Siang tadi, aku menemui sang pengacara itu berkaitan dengan kaburnya Gunawan Santoso, pembunuh Direktur Utama PT Asaba. Hotma terkait karena ia adalah tamu terakhir si napi dalam catatan buku tamu LP Narkotika Cipinang, Jakarta Timur.

Ada satu ucapan Hotma dalam pertemuan kami, yang begitu membekas dalam ingatanku. "Penjara hanya untuk orang bodoh dan miskin. Penjara bukan tempat untuk orang Kaya dan pintar."

Kalimat yang terucap dari mulut sang pengacara itu, sangat dalam maknanya. Memang, orang kaya dan pintar akan selalu menggunakan kekayaannya dan kepintarannya untuk menghindari apa yang namanya penjara. Gunawan Santoso sudah membuktikannya. Ia kabur dari penjara terketat di negeri ini!!!!!!

Sungguh kasian para abdi negara ini. Wajahmu kembali tercoreng arang yang paling hitam di jagat ini....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar