Kamis, 07 September 2006

PERTEMUAN DENGAN DUA SAHABAT

Aku kembali bertemu dengannya. Kalau tidak salah, aku terakhir kali bertemu dengannya sekitar tahun 2001. Sudah cukup lama bukan? Saat pertemuan terakhir itu, aku tidak sempat berlama-lama ngobrol dengannya. Saat itu, ia sedang bersama suami dan anaknya. Lagi pula, bukan hanya ada aku dan keluarganya. Ada banyak teman-teman lain di tempat itu, sehingga tidak banyak waktu untuk mengobrol dengannya.

Hari Rabu kemarin, aku kembali bertemu dengannya. Pertemuan ini sebenarnya sudah tertunda selama seminggu, karena rencananya kami janjian bertemu hari Rabu minggu lalu. Namun, ia mengaku sedang sibuk saat itu.

Aku pergi ke lokasi janjian bersama seorang kawan yang juga jarang bisa aku jumpai. Sejak sepuluh tahun terakhir ini, ia merantau ke negeri orang. Jarang sekali ia pulang ke Indonesia. Karena itu, kita ia mengajak aku untuk janjian ketemu kawan tadi, aku langsung mengiyakan.

Kedua kawanku ini adalah teman SMA. Yang satu perempuan dan satu lagi laki-laki seperti aku. Dulunya, aku sangat akrab dengan mereka berdua. Sangat mengenakkan untuk berteman dengan mereka. Mereka adalah orang-orang yang selalu memandang dunia ini dengan penuh senyum dan tawa. Masalah tidak boleh mengganggu nikmatnya hidup ini.

Si kawan wanita ini dulunya tergolong cantik di sekolah. Dan, ketika aku kembali bertemu dengannya kemarin, aku merasakan gaya dan penampilannya sama sekali tidak berubah. Ia tetap cantik walau postur tubuhnya sudah sedikit besar. Sekilas, aku tidak merasakan perubahan pada dirinya. Ia tetap 'bocor' kalau bicara, selalu tersenyum, dan punya banyak gosip-gosip yang belum pernah kudengar sebelumnya. Padahal, sekarang ia sudah memiliki dua anak. Maklum saja, ia tergolong kawin muda, tahun 1999.

Sedangkan kawan yang satu lagi adalah kawan karib ketika sama-sama aktif di majalah sekolah. Aku punya hobi yang sama dengannya. Bahkan, dulu kami sering bolos sekolah hanya untuk melihat kedatangan artis luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta. Ia adalah seorang kawan yang menyenangkan, sampai sekarang.

Sekitar tiga kami kami bertiga larut dalam obrolan di sebuah tempat makan di BSDCity. Obrolan sering diselingi dengan tawa-tawa. Maklum saja, kami bertiga sepertinya miliki sifat yang sama, yakni tidak bisa bicara serius. Waktu tidak terasa sudah pukul setengah sembilan malam, dan kami memutuskan untuk berpisah.

Terima kasih kawan-kawan. Kalian berdua adalah sahabat terbaikku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar