Jumat, 11 April 2008

Air Mata Tung Desem Waringin

Tidak ada yang bersuara ketika Tung Desem Waringin menceritakan kisah saat-saat terakhirnya bersama ayahnya. Semua terpaku dengan kisah itu. Bahkan, ketika Tung Desem Waringin bercerita sambil menangis, banyak yang ikut menitikkan air mata. Sesekali gw mengamati orang-orang yang ada di sekeliling gw. Di sebelah kiri gw ada seorang wanita. Terlihat ia beberapa kali menghapus matanya dengan selembar sapu tangan. Di sebelah kanan gw seorang laki-laki yang berumur sekitar 350an. Matanya juga tampak memerah dengan air mata yang berlinang. Mungkin saja, 5000 orang yang memadati ruangan itu berada dalam kondisi yang sama. Gw sendiri sangat larut dengan kisah yang diceritakan Tung Desem Waringin, walau air mata gw tidak sempat menetes.


Kisah yang disampaikan Tung Desem Waringin memang sangat mengundang emosi siapa saja. Dengan penuh luapan emosi, ia bercerita bagaimana berusaha menyelamatkan sang ayah dari kematian. Segala upaya dilakukan demi hidup sang ayah. Bahkan, ia membelikan sang ayah mobil BMW dengan maksud untuk bisa membawa sang ayah jalan-jalan saat sudah sehat. Hanya saja, sang ayah keburu dipanggil Sang Pencipta sebelum sempat menaiki BMW tadi. "Akhirnya hanya abunya saja yang merasakan BMW itu," kata Tung Desem Waringin sambil mengelap hidungnya.

Cerita Tung Desem Waringin sangat membangkitkan semangat 5000 orang yang ada di ruangan itu. Ia pun meminta semua berdiri dan berjanji memberi yang terbaik bagi orang tua masing-masing selama mereka masih bersama kami. Ia menyuruh semua orang untuk memejamkan mata dan meletakkan kedua tangan di hati. Lampu gedung dimatikan, dan tiba-tiba mengalun lagu yang sangat sendu, namun mengobarkan semangat. Tung Desem Waringin mengucapkan janji yang harus diikuti oleh semua orang. Nafas gw sendiri sangat besar karena semangat yang menyala-nyala. Kami pun disuruh merenung dalam kondisi tetap menutup mata dan tangan diletakkan di hati. Suasana yang gelap dan alunan musik yang lembut, membuat suasana sangat sangat sangat penuh dengan emosi yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Tung Desem Waringin sangat lihai memainkan emosi 5000 orang yang ada di depannya, termasuk gw….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar