Kamis, 25 September 2008

ALKOHOL MAUT DI INDRAMAYU


Korban tewas akibat keracunan minuman keras di Indramayu, Jawa Barat, terus bertambah hingga 20 orang. Diduga mereka tewas setelah menenggak minuman keras bermerek vodka big boss . F enomena ini tentu menjadi tanda tanya bagi publik. Sebab, bukankah selama ini Indramayu telah memiliki peraturan daerah yang melarang peredaran minuman keras? Lalu mengapa minuman keras bisa diperoleh dengan mudah kampung-kampung? Benarkah perda miras hanya sebatas wacana hitam di atas putih?

Tangis bocah ini kembali meledak. Ia meratapi jenazah ayahnya, Siregar, yang terbujur kaku di kamar jenasah Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu. Lelaki paruh baya ini meninggal dunia usai menenggak minuman keras jenis vodka. Menurut sanak keluarga Siregar, awalnya pria ini mengeluh pening dan sesak nafas. Tak disangka, rupanya itu adalah awal kematiannya.

Siregar bukanlah satu-satunya korban yang meregang nyawa karena minuman keras di Indramayu. Pekan sebelumnya, sedikitnya nyawa 16 orang pemuda sekampungnya juga melayang setelah menggelar pesta minum miras. Sebagian besar korban lainnya dapat selamat walau sempat dilarikan ke rumah sakit//

Sayangnya, banyak dari mereka dibawa dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi diujung maut. Menurut petugas rumah sakit, korban tewas karena terlambat dapat pertolongan. Mereka mengkonsumsi miras dalam jumlah terlalu banyak sekali. ”Kita belum bisa pastikan miras yang diminun itu jenis etanol atau methanol. Tapi, secara umum terjadi gangguan nafas, pencernaan depresi akut dan dan berujung kematian,” kata petugas.

Nasib baik menyapa Riyadi. Sejak Jumat pekan lalu, pemuda ini kembali sehat setelah dirawat di rumah sakit. Ia pum sempat tumbang akibat pesta miras. “Kita minum-minum mulai jam 9 malam sampai jam 9 pagi, ketiduran...tapi waktu bangun, dua teman saya sudah pulang,” kata Riyadi.

Berdasarkan penyelidikan polisi, para korban meninggal setelah menenggak vodka merek big boss/. Di TKP ditemukan vodka campur Kratingdaeng dan Autan…itu adalah hasil sementara penyelidikan petugas. Polisi juga menduga, minuman yang beredar itu telah dipalsukan. Untuk menjawab teka-teki penyebab kematian massal tersebut, Rabu pekan lalu, Kepolisian Resort Indramayu membongkar kuburan para korban.

Kisah ini telah diulas tuntas di Metro Realitas di Metro TV edisi Senin, 22 September 2008 pukul 22.30 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar