Sabtu, 27 September 2008

NAIK BUSWAY YANG MENJENGKELKAN

Jam baru menunjukkan pukul 5 sore, ketika gw terjebak macet di depan JCC Jakarta. Bis yang gw naiki sama sekali ga bisa jalan. Bis baru lancar kembali menuju Jalan Sudirman sekitar 15 menit kemudian. Jam setengah 6 kurang, gw dah tiba di halte Busway Dukuh Atas. Gw menyaksikan begitu banyak manusia yang antre di dalam halte, baik ke arah Kota maupun Blok M. Gw, bersyukur bukan berada di sana. Sambil menyaksikan orang-orang yang sedang antre, gw pun berjalan menuju jembatan penyeberangan menuju Halte Busway juruan Pulo Gadung dan Ragunan. Gw berjalan agak cepat supaya cepat sampai.


Sesampainya di halte, kondisinya rupanya sama saja, karena begitu panjang yang antre. Terutama penumpang tujuan Pulo Gadung. Antrean ke Ragunan mungkin saja cuma 20-an orang termasuk gw. Celakanya, bis sangat lama sekali datang. Beberapa kali gw melihat jam tangan karena sudah terlalu lama bis belum datang juga. Bebeberapa penumpang juga sudah mengeluh. Bis baru datang sekitar 15 menit kemudian ketika azan magrib sudah lewat 5 menit dan gw belum buka puasa juga.

Perjalanan bis awalnya normal-normal saja. Kondisi ini berubah ketika hendak menuju Halte GOR Sumantri, tempat gw turun. Bis tiba-tiba berbelok dan masuk ke jalur non-busway yang sedang padat merayap. Begitu sampai di depan halte, baru ketahuan penyebabnya. Rupanya ada mobil pribadi yang masuk jalur busway dan mogok di depan halte. Tampak mobil sedang didorong keluar dari jalur busway. Di kaca belakang mobil, tampak gambar seorang tokoh nasional yang masih giat berkampanye untuk menjadi calon presiden. Ah, sangat memalukan sekali.

Gw pun tidak bisa turun di halte GOR Sumatri dan akhirnya baru turun di halte berikutnya di Halte Depkes. Dari sana, gw naik busway lagi untuk kembali ke halte GOR Sumantri. Sialnya, bis Busway baru datang sekitar 15 menit kemudian. Jam pun sudah menunjukkan pukul 6.30 dan gw tetap belum buka puasa.

Pengalaman sore kemarin sungguh sangat menjengkelkan...