Rabu, 08 Oktober 2008

IHSG KENA SUSPEND ALIAS DITUTUP

Untuk pertama kalinya dalam sejarah republik ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) kena suspend alias ditutup. Otoritas BEI memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%. Ketika perdagangan saham ditutup, IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Kabarnya, posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006.


"Penutupan pasar ini untuk mencegah kejatuhan saham lebih lanjut dan menenangkan pelaku pasar," kata Direktur Perdagangan BEI MS Sembiring, seperti dikutip Detikcom.

Di grafik yang ada di situs BEI ini, tampak kalau index langsung melorot sejak mulai dibuka pada pukul 9 pagi. Menjelang jam 10, index mencoba naik, namun gagal dan akhirnya terus terjun bebas hingga ke bawah 1.500an. Saat itu, index pun telah anjlok sekitar 10%

Pada pukul 11.08 WIB, grafik tampak datar. Awalnya, aku berpikir, kondisi pasar mulai berbalik arah. Namun, setelah menunggu beberapa menit, grafik tetap datar seperti tidak ada transaksi. Tunggu punya tunggu, rupanya BEI ditutup.

IHSG juga mencatat penurunan terburuk dibanding bursa-bursa dunia lain yang hanya turun 4-5%.Indeks Hang Seng turun 5,44%, Seoul turun 3,54%, KOSPI turun 3,42%, Nikkei turun 4,54%, STI Singapura turun 3,84% dan Taiwan turun 4,34%. Saham di Australia turun 4,04% dan dibelahan Eropa FTSE pada 7 Oktober malah rebound 0,35%, Xetra Dax turun 1,12%. Sementara saham-saham di Eropa masih belum buka ketika bursa-bursa Asia berguguran. Penurunan index ini mengikuti index Dow Jones yang pada penutupan 7 Oktober 2008 turun 5,11%.

Kabarnya, pelaku pasar mendukung penutupan sementara transaksi saham di Bursa Efek Indonesia. Keputusan itu dinilai sangat tepat karena ada indikasi investor asing merusak pasar saham dalam negeri demi mendapatkan likuiditas. Para pemain di BEI mengatakan, suspensi itu merupakan tindakan yang paling baik, karena bursa saham kita telah dijadikan ajang for sell besar-besaran oleh asing, yang buat mereka tidak apa-apa tapi buat kita bisa sangat merusak. Dampak penjualan oleh investor asing itu sudah sangat merontokkan pasar modal Indonesia. Investor asing terus melakukan penjualan investasinya di saham, surat utang, asuransi dan reksa dana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar