Rabu, 09 Desember 2009

Membeli Emas Logam Mulia Antam

“Bapak tinggal menuju ke ujung Jalan Pemuda. Antam persis di hook sebelah kiri jalan.” Begitu kata seorang wanita di ujung telepon sana.

Setelah mendapatkan petunjuk itu, aku pun segera menuju ke alamat yang disebutkan. Dari hasil hasil bertanya dengan seorang pria yang ada di lampu merah Jalan Pemuda, akhirnya aku tidak salah lagi. Gedung Logam Mulia Aneka Tambang pun sudah di depan mata.

Aku segera menuju pintu gerbang. Belum sampai di sana, gerbang pun segera terbuka secara perlahan-lahan. Gerbang memang dikendalikan secara otomatis. Begitu ada tamu yang ingin masuk, satpam segera memencet tombol untuk membuka pintu gerbang.


Pintu gerbang ada dua. Setiap kendaraan yang masuk akan terkurung di antara kedua pintu gerbang. Bila masih ada kendaraan lainnya yang ingin masuk, maka ia harus menunggu giliran di pinggir jalan raya. Demi keamanan, memang peraturan ini yang diberlakukan. Maklum saja, di kompleks inidalah peleburan emas menjadi bentuk-bentuk yang diinginkan. Dan, di sini-lah pusat penjualan emas 99,99 karat milik PT Aneka Tambang, termasuk berbentuk koin maupun batangan. Jadi, wajarlah begitu ketat pengamanannya.

Setelah selesai melapor, termasuk mengisi lembaran maksud kedatangan dan meninggalkan KTP, maka tamu dipersilahkan menuju gedung penjualan emas secara ritel. Lokasinya berada di paling kiri kompleks. Ada sebuah lobby di sana, dan akupun segera masuk ke dalam.

Dua perempuan muda yang duduk di depan meja resepsionis, segera menyambut dan menanyakan maksud kedatanganku. Lembaran yang tadi diberikan oleh satpam lantas mereka minta. Tidak sampai satu menit, lembaran kembali diserahkan kepadaku berikut nomor antrian bernomor 46.

Aku pun duduk sambil menunggu panggilan. Ada sekitar 15 orang di sana.pasti mereka juga ingin membeli koin atau emas batangan milik PT Aneka Tambang. Ada anak muda, orang dewasa, perempuan maupun wanita, dan bahkan ada dua orang asing di sini. Ada yang sibuk menyimak tayangan berita demo layar TV, ada yang membaca koran, dan ada juga yang cuma termenung.

Areal ruang tunggu ini mirip dengan suasana di bank. Di kiri ada dua petugas seperti petugas CS di bank. Di kanan ada TV berlayar lebar. Di samping TV ada ruangan bernomor 1 dan 2. Tidak terlibat apapun aktivitas di dalamnya. Kuat dugaan, di dalamlah transaksi jual-beli emas. Di kanan meja penerima tamu tadi ada ruangan kasir. Nah, di tengah-tengah ruangan ini, ada beberapa etalase yang memajang sejumlah produk-produk Logam Mulia Antam. Asik juga menatapnya. Setelah beberapa waktu menatap, ternyata ada tulisan kecil di setiap produk: imitasi!. Hehehe...

Tidak sampai sepuluh menit menunggu, nomor 46 pun dipanggil. Aku pun segera menuju salah satu meja mirip CS tadi. Sang wanita muda yang ada di sana, menanyakan padaku apa tujuan kedatanganku. Aku mengatakan ingin membeli koin1 gram. Namun, si peetugas mengatakan hanya ada emas berbentuk batangan 1 gram. Tanpa pikir panjang, aku pun mengiyakan. Ia lalu meminta identitas dan mengetiknya. Tidak sampai tiga menit prosesnya. Ternyata yang diketik tadi adalah faktur pembelian. Aku pun kemudian menuju kasir dan membayar faktur. Selain kontan, mereka juga terima debet BCA dan kartu kredit. Tapi, bila memakai kartu kredit, akan dikenakan biaya 3,1%.

Usai membayar, aku lalu masuk ke kamar nomor 1. di sana faktur aku serahkan dan kemudian aku disuruh kembali menunggu panggilan berikut di ruang tunggu. Sekitar 15 menit lamanya aku menunggu sambil membaca koran Kompas edisi hari ini. Saat sedang asyik membaca halaman politik, namaku dipanggi lewat pengeras suara. Aku pun segera masuk lagi ke kamar nomor 1. Petugas di sana segera menyerahkan emas yang aku beli berikut faktur pembelian.

Selesai sudah acara pembelian emas. Walau hanya membeli sangat sedikit, tapi ada rasa tertentu yang muncul di hati. Hari ini, aku punya pengalaman baru membeli emas langsung ke pabriknya. Hehehe.....

Oya, tiap hari harga emas di sini naik-turun, tergantung kondisi harga emas dunia. Hari ini, harga emas di logam mulia Antam turun dibandingkan beberapa hari lalu. Saat itu, harga 1 gram emas mencapai di atas Rp 400.000. Namun, harga hari ini sudah dibawahnya.

Berikut ini harga emas logam mulia untuk hari ini:

Logam Mulia Gold Bar Price
Wednesday, 09 December 2009

Gram Price per Bar (Rp) Price per Gram (Rp) Stock
1 386.500 386.500 Ready
2 739.500 369.750 Ready
2.5 916.000 366.400 Ready
3 1.092.500 364.167 Ready
5 1.803.500 360.700 Ready
10 3.581.000 358.100 -----
25 8.888.500 355.540 Ready
50 17.723.000 354.460 Ready
100 35.402.000 354.020 -----
250 88.340.000 353.360 Ready
1000 353.000.000 353.000 -----



Selengkapnya...

Senin, 30 November 2009

Sebelum Kiamat 2012

Seorang penikmat film, baru saja menonton film 2012. Sebenarnya, belum selesai ia menyaksikan seluruh film ini. Kalau tidak salah, baru sampai adegan presiden Amerika Serikat dihantam oleh kapal induk milik negaranya sendiri. Mmmm….boleh juga sutradara film ini. Orang yang sangat membenci negara sok adikuasa itu, pasti mengeluarkan sumpah serapahnya setelah melihat adegan ini.

Kalau boleh jujur lagi, si penikmat film ini tidak utuh menonton film dari awal sampai adegan tewasnya sang presiden itu. Setidaknya hanya sekitar 20 menit awal, ia utuh menonton film ini. Yakni saat awal-awal terjadinya gempa yang membelah sebuah kawasan di Amerika serikat. Setelah itu ia putus-putus menonton film, karena harus makan, mencari sesuatu ke dalam kamar, dan akhirnya mandi.


Tapi, ini memang pilihan yang harus ia pilih. Lagi pula, ia bisa menonton kembali film 2012 ini secara utuh bila ia memilik waktu yang cukup. Maklum saja, DVD bajakan hasil minjam itu, masih akan ada di rumah sampai beberapa hari ini.

Ia rencanakan besok akan berusaha kembali menonton film yang sudah membuat heboh Indonesia ini. Sampai-sampai MUI pun melarang menonton film ini, dengan alasan kiamat adalah urusan Tuhan. Bagi MUI, tidak ada yang tahu kapan kiamat datang. Tidak juga suku Maya yang memprediksi kiamat akan datang pada 21 Desember 2012, atau Holywood lewat film 2012-nya ini. Entah lah, apakah larangan MUi ini keluar setelah mereka menonton film 2012, atau hanya membaca resensinya di Koran-koran.

Walau baru sekilas melihat filmnya, si penikmat film ini berpikir juga. Bagaimana kalau seandainya memang benar ramalan suku Maya kalau kiamat akan datang pada 2012. Wah, berarti waktu tinggal 3 tahun saja untuk menikmati dunia yang indah dan nyaman ini. Dan, kalau bukan hanya ia seorang yang percaya, jangan-jangan setiap orang sudah punya rencana masing-masing sebelum kiamat itu benar-benar terjadi.

Mmm…sulit membayangkan apa saja rencana setiap orang setelah tahu kiamat akan terjadi pada 2012. Di tengah kehidupan yang serba materalistik ini, pasti banyak orang yang cuma berpikir tentang kenikmatan surgawi ala dunia yang seperti bola ini.

1. Seorang pemuda yang baru bekerja, dan doyan berhutang, kredit, nyicil, dan sejenisnya, sudah merencanakan untuk meng-appy semua kartu kredit dari setiap bank. Satu bulan sebelum kiamat, ia akan menghabiskan semua limit kartu kredit untuk apa saja. Ia berpikir, utang tidak akan sempat ditagih karena sudah kiamat.

2. Seorang pengusaha muda berperut gendut dan kepala botak, akan mengajukan kredit baru ke bank dengan pinjaman supergede, 1 triliun! Masa kredit 5 tahun dengan bunga 12%/tahun. Cicilan akan dibayar dengan pinjaman tadi. Sisa uang pinjaman yang sudah dipotong untuk cicilan tadi akan ia pakai untuk mengambil paket liburan keliling dunia selama 1 tahun penuh. Tidak ada Negara dari 6 benua luput dari liburannya, termasuk Antartika. Amerika Serikat akan menjadi tujuan terakhir, dan ia berharap kiamat akan datang pas ketika ia mengetuk pintu rumah Angelina Jolie dan mencium tangan aktris holywood itu.

3. Seorang pejabat sudah berencana untuk mengeruk habis dana-dana proyek di instansinya. Karena sudah bingung uang mau dikemanakan lagi, maka tiap malam ia nongkrong di hotel bintang 5 sambil berkaraoke dengan ditemani oleh lima perempuan Uzbek. Ia berharap kiamat akan terjadi saat petugas KPK baru mau mengetik surat penangkapan dirinya.

4. Seorang anak kuliahan merangkap model terkenal, telah menyusun di buku agendanya untuk habis-habisan menerima order apa saja yang menyenangkan hatinya dan menambah tabungannya, termasuk jadi bintang film porno yang akan diedarkan di luar negeri. Ia berharap saat film pornonya mulai beredar di Jakarta, kiamat itu akan datang, dan rasa malunya pun belum sempat datang.

5. Seorang wartawan gosip pun tidak mau ketinggalan. Berbekal pergaulannya, ia ikut menikmati kartu kredit milik rekannya yang baru bekerja tadi, juga menjadi tempat titipan uang korupsi si pejabat tadi dan menggunakan uang itu sambil berfoya-foya dengan sang model tadi, termasuk mengontrakkan si model sebuah apartemen kelas president suits di Jalan Sudirman. Setelah bosan, ia kemudian turut mendampingi si pengusaha muda berkeliling dunia.

Mmmm……begitulah kalau materi menjadi dewa bagi sebagian orang di kolong langit ini.

Kebon Jeruk, 30112001, pukul 02.20 WIB.

Selengkapnya...

Rabu, 17 Juni 2009

Ada Manohara di Sini

Saat matahari baru saja tenggelam, Manohara tiba-tiba muncul di depan pintu. Ia mengenakan baju hitam dengan blazer hitam juga. Rok warna hitamnya menutupi kakinya sampai lutut. Serba hitam ini semakin lengkap dengan sepatu hak tinggi warna hitam yang ia kenakan. Perempuan bernama lengkap Manohara Odelia Pinot ini pun terlihat anggun sore hari kemarin.

Sudah 18 hari Manohara datang ke Indonesia, sejak berhasil kabur dari bekapan suaminya pada tanggal 31 Mei 2009 lalu. Dan, sudah selama itu pula perempuan blasteran Indonesia-Amerika ini menjadi berita utama di media-media seluruh negeri ini. Sampai hari ini, berita tentang Manohara masih menghiasi halaman pertama sejumlah media . Layar TV pun tidak bosan-bosan memberitakan kesibukan perempuan yang memiliki ayah asal Amerika ini, termasuk saat hadir dalam acara kampanye salah satu capres.


Rasa penasaran dengan fenomena Manohara ini, setidaknya terjawab sudah kemarin, saat Manohara muncul di depan mata. Sulit memang membantah kalau Manohara memang cantik dan menarik untuk selalu dipandang. Kulitnya putih bersih, rambutnya tergerai panjang, dan selalu murah senyum. Tinggi Manohara sekitar 170-an sentimeter. Tubuhnya memang agak gemuk. Kalau pengakuannya pada sejumlah media, berat badannya naik setelah disuntik hormon oleh keluarga suaminya saat di Malaysia. Melihat penampilannya, memang rasanya tidak percaya kalau umurnya masih 17 tahun.

Mungkin ini semua yang membuat media terus tertarik untuk menguntit kegiatan Manohara dari hari ke hari tanpa henti. Dengan memunculkan berita tentang Manohara, rating TV akan merangkak naik akibat penonton yang tidak bosan-bosan ingin menatap Manohara. Sensasi-sensasi seputar Manohara yang diulas panjang lebar juga diharapkan mampu mendongkrak oplah media cetak yang mengulasnya. Mmmm…. aneh memang.

Yang pasti, sesaat kemudian, Manohara duduk di sebuah kursi dan akhirnya larut dalam obrolan . Dari bibirnya yang seksi, keluar ucapan-ucapan yang mengundang rasa penasaran untuk terus mendengarnya berbicara. Gaya bicaranya yang mirip artis Cinta Laura, yang mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, memang sedikit terdengar aneh di telinga. Namun, sekali lagi, di situlah kelebihannya yang akhirnya membuat banyak orang ingin mendengar, mendengar, dan terus mendengarkannya. Menikmati gaya bicara yang tidak umum itu sambil memandang Manohara yang ada di depan mata, sungguh sebuah kegiatan yang sayang untuk dilewatkan.

Obrolan pun masih seputar kisah hidupnya saat menjadi istri seorang anak sultan di Malaysia. Walau yang diceritakan adalah kisah seputar pengalaman pahitnya selama di Malaysia, namun Manohara menyampaikannya dengan selalu tidak lupa tersenyum. Bahkan, sesekali ia tertawa lepas saat ditanya tentang suatu hal yang mungkin agak geli baginya.

Tidak sampai setengah jam, obroan pun harus berakhir. Manohara kembali menuntaskan kegiatannya di hari Selasa malam kemarin, saat menjadi narasumber di sebuah acara di Metro TV. Begitu banyak orang yang berdiri di kiri-kanan untuk menyaksikan wawancara siaran langsung ini, termasuk aku.

Dan, ketika selesai wawancara, mereka semua menghampiri Manohara. Aku pun tidak mau ketinggalan, bahkan mengajaknya berfoto bareng. Ini-lah hasilnya…..
Selengkapnya...

Minggu, 14 Juni 2009

Lubang Sepanjang Jalur Jakarta-Batang

Pemandangan perbaikan jalan di jalur Pantura Jawa, sudah menjadi pemandangan umum hampir sepanjang tahunnya. Begitu juga saat melewati jalur Jakarta-Bantang, Jawa Tengah, pada Kamis lalu. Penambalan dan perbaikan jalan terlihat di banyak bagian jalan, terutama jalur Pekalongan-Losari. Kira-kira sudah berapa triliun ya habis habis untuk proyek tambal-sulam ruas jalan negara yang mungkin tersibuk di Indonesia ini?


Berangkat dari Jakarta pada malam hari, akhirnya memberikan pemandangan yang lain saat melintas di jalur pantura. Rupanya, truk dan bis memang lebih banyak yang berangkat pada sore hari dari Jakarta. Begitu juga sebaliknya, sehingga saat dinihari, truk dan bus mendominasi lalu lintas dari arah Timur menuju Jakarta.

Kemacetan terjadi di beberapa tempat begitu keluar dari Tol Cikampek. Kepadatan terjadi akibat satu lajur dipakai oleh dua arah, akibat adanya perbaikan jalan di lajur satu lagi. Kondisi ini terjadi antara lain saat masih berada di kawasan Subang dan Indramayu. Perbaikan jembatan dan pengaspalan jalan memang ada beberapa di bagian kawasan ini.

Pemandangan lain terjadi saat melintas di kawasan Jawa Tengah. Badan jalan sudah mulai banyak yang rusak sehingga lubang-lubang, baik yang kecil atau agak besar, beberapa kali terlindas ban mobil. Kenyamanan berkendaraan pun akhirnya berubah menjadi hal yang sama sekali tidak mengasyikkan.

Kondisi utuh kondisi Pantura, terutama jalur Pekalongan-Cikampek, baru terlihat saat pulang ke Jakarta sabtu siang kemarin. Hari yang masih terang akhirnya memberikan pemandangan bagaimana sesungguhnya kondisi pantura saat ini. Rupanya, perbaikan demi perbaikan memang sedang dikerjakan, terutama pengaspalan. Beberapa ruas memang sudah kelar dan badan jalan terasa nyaman dengan garis putih di sepanjang jalan juga sudah rapi dibuat. Setidaknya, kondisi fisiknya sudah sama dengan jalan tol lah.

Yang mengherankan, rasa-rasanya kok jalur Pantura ini, sepertinya selalu diperbaiki sepanjang tahun ya? Bukan kah begitu? Mmm....berarti sudah berapa triliun ya uang rakyat uang habis untuk membangun jalur pantura ini?

Rasa-rasanya tidak mungkin pemerintah buta terhadap teknik konstruksi jalan raya. Begitu banyak sarjana teknik sipil di negeri ini. Pasti mereka tahu bagaimana mambangun jalan raya yang awet alias tahan lama. Bukan begitu, pemerintah?

Selengkapnya...

Kamis, 04 Juni 2009

IHSG Tembus 2.000!

Horeeeeee......

Akhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)menembus juga angka keramat 2.000, setelah hampir setahun berada di bawah 2.000. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (3/6/2009), IHSG naik 12,271 poin (0,61%) menjadi 2.010,914. Sedangkan pada sesi satu IHSG melonjak 22,625 poin (1,13%) menjadi 2.021,268.


Menurut data Detikfinance, perdagangan saham hari Rabu kemarin, mencatat transaksi sebanyak 117.614 kali, dengan volume 7,288 miliar unit saham, senilai Rp 6,735 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 95 saham turun dan 65 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 175 menjadi Rp 2.950, Indika Energy (INDY) naik Rp 25 menjadi Rp 2.825, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 3.300, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 menjadi Rp 13.450 dan Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 7.800.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Adaro Energy (ADRO) turun Rp 70 menjadi Rp 1.300, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.175 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 6.650.Kita tunggu saja apakah dengan tembusnya angka keramat 2.000 ini, tren bullish IHSG terus akan berlanjut. Tentu, semua orang akan berharap IHSG terus naik dan melampaui angka tertingginya pada awal 2008 silam, yang mencapai 2.800-an.

Dan, yang pasti, tampaknya kini semakin banyak orang yang kaya mendadak dengan terus melejitnya IHSG. Harga saham-saham incaran utama para pemain saham, kini sudah banyak yang naik berkali-kali lipat. Misalnya saja saham BUMI, yang pada Oktober 2008 melorot drastis hingga ke level 400-an,kini sudah naik menjadi 2.200-an. Pantastik, bukan? (nulisnya pake 'P' bukan karena orang Sunda lho).

Begitu juga dengan para pemain Reksadana saham. Rata-rata NAB RDS sudah positif 50-an% pada tahun ini. Bahkan sudah ada yang mencapai 100%. Hebat bukan? Sah-sah saja ada rasa penasaran mengapa pada saat index masih di level 1.100-an, tidak membiakkan semua duit di RDS. Namun, memulainya sekarang juga belum ketinggalan kereta kok.

Go Go....
Selengkapnya...

Minggu, 31 Mei 2009

Pantai Tanjung Pesona yang Mempesona

Satu malam berada di Pantai Tanjung Pesona sudah menjadi bukti bagi diriku tentang betapa indahnya pantai di Pulau Bangka. Pasir yang putih, bongkahan batu yang ada di pantai, dan deburan ombak yang ralatif kecil, menjadi beberapa alasan keindahan tadi. Akhirnya, kini rasa penasaranku terhadap keindahan pantai-pantai di Pulau Bangka pun terjawab sudah.


Entah sudah berapa kali aku menyaksikan liputan tentang wisata pantai di Pulau Bangka, di layar TV. Bertahun-tahun aku menunggu saat-saat kapan memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Pulau Bangka. Awal Mei 2009 lalu akhirnya keinginan itu pun terkabul. Selama lima hari lamanya aku berada di pulau yang juga terkenal dengan sebutan pulau penghasil kerupuk ikan ini.

Salah satu pantai aku kunjungi adalah Pantai Tanjung Pesona. Pantai ini terletak sekitar 6 km dari kota Sungailiat, ibukota Kabupatan Bangka. Kalau dari kota Pangkalpinang, pantai ini bisa dicapai sekitar 50 menit perjalanan, dengan kondisi jalan yang sangat mulus.
Di pantai ini juga terdapat satu hotel yang bernama Tanjung Pesona Cottages. Ada beragam kamar di sini. Dari kamar biasa sampai kamar berbentuk bungalow berisi satu sampai dua kamar. Harga menginap per malam berkisar Rp 350.000 - Rp 2.000.0000, tergantung jenis kamarnya. Saat memilih menginap di hotel ini, aku memilih kamar bungalow satu kamar dengan harga sekitar Rp 650.000. Hasil lobi dengan pengelola hotel akhirnya membuat aku hanya harus membayar Rp 350.000. Mmmm.....lumayan juga kan.

Tanjung Pesona Cottages dikelilingi oleh pantai yang sangat bagus dan begitu memanjakan mata. Saat pagi hari, aku memilih bangun pukul enam pagi. Aku pun segera keluar kamar dan menuju ke arah Timur. Saat itu, seolah-olah matahari baru keluar dari dalam laut nun jauh di sana. Langit pun perlahan-lahan mulai terang. Memang aku tidak bisa menikmati matahari terbit ini dengan utuh karena ada sedikit awan di langit. Ah....namun ini tidak menjadi halangan bagiku untuk terus menikmati panorama di depan mataku ini.

Sekitar pukul tujuh pagi, matahari sudah cukup tinggi dan langit pun sudah cerah. Aku lalu berjalan menyusuri pantai menuju ke arah kiri pantai. Di sini terhanmpar pantai yang sangat indah untuk dipandang. Dari kejauhan, pantai ini terlihat indah dengan batu-batuan yang berserakan di bibir pantai. Keindahan semakin bertambah dengan banyaknya batu-batu yang seakan-akan muncul dari dalam air. Pasir putih memenuhi sekeliling pantai bagai permadani.
Puas memandang dari kejauhan, aku pun segera turun menuju pantai. Suara ombak yang menghantam pantai dan batu-batuan memberikan irama yang merdu terdengar di pagi hari ini. Aku terus berjalan menyusuri pantai dan sesekali membasahi kaki dengan air laut.

Tidak terasa, sudah hampir pukul sembilan. Matahari pun sudah meninggi dan terik panas mulai terasa di kulit. Aku pun memilih untuk meninggalkan pantai dan beranjak menuju restoran hotel. Rasanya, perut sudah meminta diisi setelah hampir 3 jam aku menikmati keindangan Pantai Tanjung Pesona.

Dalam hati aku berucap, semoga lain waktu aku masih bisa ke Pulau Bangka.Foto-foto: Edi Ginting

Selengkapnya...

Kamis, 14 Mei 2009

AWAS, TERSASAR DI KOTA LONDON!


Pengalaman menjajal sarana transportasi di kota London menjadi sebuah kisah yang sangat menarik dan susah untuk dilupakan. Apa yang dilihat dan dirasakan selama berada di London, akhirnya menimbulkan rasa iri bila membandingkannya dengan kondisi di Indonesia. Maaf saja, Jakarta memang masih jauh sekali ketinggalan.

Jangan khawatir berkeliling kota London bila tidak memiliki kendaraan sendiri. London sudah sangat bagus dalam mengatur sistem transportasi kota mereka. Bahkan, memilih kendaraan umum terkesan jauh lebih nyaman daripada menggunakan kendaraan pribadi. Terutama soal budget yang bakal dikeluarkan. Belum lagi kepadatan lalu lintas juga terjadi di kota ini, sehingga tentu lebih nyaman naik kendaraan umum sambil menikmati suasana perjalanan.

Pengalaman bermula ketika penulis dan teman-teman dari rombongan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, ingin menuju Istana Buckingham setelah selesai check in di Days Hotel London Shoreditch yang ada di Jalan Hackney, London.


Cukup dengan membeli travelcard seharga 5,3 pound (sekitar Rp 95.000), maka kita sudah bisa menikmati perjalanan naik bus kota dan kereta bawah tanah di London, seharian penuh tanpa perlu mengeluarkan ongkos lagi. Hebatnya lagi, kartu seukuran kartu kredit tadi bisa dibeli di minimarket yang banyak terdapat di pinggir-pinggir jalan. Bila malas membelinya di supermarket, di halte pun ada mesin otomatis yang bisa mencetak travelcard tadi, bila memang memiliki kepingan uang logam.

Bus kota di London yang didominasi warna merah, akan berhenti persis di depan setiap halte. Jangan harap bis akan berhenti di sembarang tempat seperti di Jakarta. Penumpang naik dari pintu depan dengan cukup memperlihatkan travelcard yang sudah dibeli tadi. Pintu belakang hanya diperuntukkan untuk turun. Uniknya lagi, bus akan dibuat miring ke kiri agar memudahkan penumpang naik-turun tanpa perlu terganggu dengan tingginya lantai bis dengan permukaan aspal.

Bus kota umumnya diperuntukkan untuk jarak dekat. Jangan lupa untuk melihat papan rute yang ada di halte naik, agar tahu di mana seharusnya turun untuk menyambung naik bus rute lain. Jarak antarkedatangan bus sangat dekat waktunya, sehingga tidak perlu khawatir akan menunggu lama. Bahkan, ada beberapa rute bus kota yang dioperasikan selama 24 jam. Semuanya tertera di dalam papan rute, sehingga siapapun bisa merencanakan perjalanan mereka dengan baik tanpa perlu takut kemalaman pulang.

Puas menikmati nyamannya naik bis kota, tiba saatnya menjajal kereta bawah tanah di London yang terkenal dengan sebutan Tube. Sangat mudah mencari dimana posisi stasiun kereta bawah tanah di London, walau jalan menuju ke sana berada di antara gedung-gedung tinggi. Kita tinggal mencari lambang lingkaran merah yang ada tulisan kata ‘Underground’.

London sudah sangat maju dalam membangun sistem jaringan kereta bawah tanah. Sekarang ini, tidak hanya ada satu jaringan, tapi sudah lebih dari satu dalam satu stasiun. Tidak heran kalau kita harus turun jauh ke bawah tanah dengan eskalator, bila kereta yang ingin dinaiki, berada di posisi paling bawah. Memang sulit terbayangkan, stasiun maupun jaringan rel yang sangat hiruk-pikuk, ternyata tersusun bertingkat-tingkat di bawah gedung-gedung tinggi dan permukiman penduduk.

Kalau bosan dengan angkutan umum, silahkan saja menjajal taksi di London yang terkenal dengan sebutan black cab. Bentuk taksinya seperti mobil-mobil keluaran lama, sama seperti yang sering muncul di film-film berlatar kota London. Mungkin dulu warnanya selalu hitam sehingga disebut black cab. Hanya saja, kini warna taksi di London sudah macam-macam, termasuk warna pink juga ada.

Soal tarif, mmm.... ini yang perlu dipikirkan lebih panjang. Dibandingkan tarif taksi di Jakarta, maka saku harus dirogoh lebih dalam lagi untuk membayar taksi di London. Secara sederhananya, tarif taksi di London sekitar sepuluh kali lipat daripada tarif taksi di Jakarta dalam jarak yang sama. “Naik taksi lima menit saja, aku sudah membayar 10 pound (sekitar Rp 180.000),” kata Ester Teja Sukmana, rekan asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di London.

Bila berkendaraan pribadi menjadi pilihan, maka berhati-hatilah dalam berkendara, terutama tidak ada pendamping. Banyak artikel di internet yang mengutip sebuah penelitian, dimana London disebutkan sebagai kota yang paling mudah tersasar. Sistem kota yang memakai blok-blok memang sangat membingungkan. Apalagi bagi penduduk Indonesia yang terbiasa hidup dengan jalan lurus dan memanjang.

Selain itu, pilih-pilihlah jalur yang Anda lalui saat berada di tengah kota London. Salah-salah Anda melewati kawasan pembatasan kendaraan yang biasa disebut Congestion Charging Zone. Kawasan ini ditandai dengan lambang lingkaran merah dengan huruf C warna putih di tengahnya. Kawasan ini dibuat untuk mengurangi kepadatan lalulintas pada jam-jam sibuk. Bila melewati kawasan ini, maka tagihan sudah siap menanti. Jumlahnya sekitar 8 pound ( sekitar Rp 36.000) per hari. Cara ini cukup efektif meredam kepadatan lalulintas di London. Sebuah langkah yang sudah lama ingin ditiru Jakarta, namun masih saja sebatas wacana.

Nah, selamat menikmati liburan Anda di kota London………. (Edi Ginting)

Catatan: Tulisan ini sudah dimuat di harian Media Indonesia edisi Minggu, 10 Mei 2009, halaman Travelista
Selengkapnya...

KEHARMONISAN KLASIK DAN MODERN DI LONDON

Waktu baru menunjukkan pukul 10 siang waktu London, ketika Trafalgar Square sangat sesak oleh turis-turis. Ada yang datang sendiri-sendiri, namun lebih banyak yang berkelompok-kelompok. Mereka berasal dari banyak negara dan benua, namun memiliki satu tujuan; menikmati keindahan pesona harmoni antara romantisme klasik dan modern yang disuguhkan kota London, ibukota Inggris.

Setidaknya, itulah yang tergambar ketika penulis berkesempatan mengunjungi kota London bersama rombongan dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, beberapa waktu lalu. Sambil mempelajari sistem transportasi di ibukota negara David Beckam ini, tidak salahnya juga menikmati betapa indahnya kota ini mengatur tata kotanya tanpa perlu mengikis habis peninggalan ‘nenek moyang’ mereka.

Trafalgar Square berada tepat di jantung kota London. Lokasinya berada di ujung dua jalan besar, The Mall dan Whitehall. Sangat mudah menjangkau kawasan ini, karena sangat banyak jalur bus kota yang melewatinya. Stasiun kereta api bawah tanah juga ada tidak jauh dari kawasan Trafalgar Square.


Trafalgar Square memiliki halaman yang luas dan biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan sepanjang tahun, seperti konser musik, promosi dan pameran, shooting foto atau film, dan bahkan juga sering digunakan untuk demonstrasi.

Trafalgar Square dibangun untuk mengenang Pertempuran Trafalgar (1805). Dalam pertempuran tersebut, Inggris yang dipimpin oleh Horatio Nelson memenangi pertempuran melawan Perancis yang dikomandoi Napoleon.

Trafalgar Square dikelilingi oleh sejumlah bangunan bergaya arsitektur klasik, dengan air mancur di pinggir lapangan. Tugu Corinthia, Museum National Gallery, dan Gereja St Martin In The Fields adalah beberapa bangunan menjadi daya pikat Trafalgar Square. Yang paling mencolok adalah Musium National Gallery dengan pilar-pilar yang terkesan begitu kokoh, persis di depan Trafalgar Square.

Gaya bangunan di sekitar Trafalgar Square yang hampir seluruhnya berarsitektur klasik, seperti miniatur dari kota London secara keseluruhan. Kota ini memang sangat mempertahankan bangunan-bangunan klasik mereka, hasil peninggalan ratusan tahun dulu. Seorang kawan yang tinggal di London menyebutkan, siapa saja dilarang untuk mengganti bangunan yang sudah ada. Mereka hanya boleh memugar bagian dalam bangunan, namun jangan coba-coba untuk mengganti bentuk luar bangunan. Sebuah aturan yang tampaknya sangat ditaati penduduk London.

Memang mengherankan untuk sesaat. London, yang merupakan ibukota sebuah negara yang masuk dalam jajaran penguasa dunia ini, masih mempertahankan peninggalan ‘nenek moyang’ mereka. Sebagai negara maju dengan penguasaan ilmu dan teknologi kelas satu dunia, London seharusnya bisa saja mensulap semuanya dengan mengikuti tren dunia.

Namun, kota London justru memilih untuk memadukannya. Bangunan tua dipertahankan, dan justru melengkapinya dengan sarana modern, serta tidak meninggalkan kelestarian alam lewat pohon-pohon rindang yang ada di Trafalgar Square. Banyak orang menyebut kondisi ini dengan istilah harmoni antara romantisme klasik, kelestarian alam, dan arus modernisasi.

Namun, rasanya diri ini tidak boleh larut dalam sebuah mahakarya manusia yang ada di sekeliling Trafalgar Square. Rasanya, sangat kurang bila belum mengunjungi Istana Buckingham yang lokasinya memang tidak jauh dari Trafalgar Square. Keberadaan istana yang menjadi kediaman resmi Ratu Elizabeth II ini, juga menjadi simbol keharmonisan tadi. Sistem kerajaan masih melekat kuat di tengah arus modernisasi yang telah membekap dunia ini sejak beberapa dekade terakhir.

Untuk mencapai Istana Buckingham dari Trafalgar Square, cukup menyusuri Jalan The Mall yang yang ada di kanan Trafalgar Square. Sebuah gerbang yang sangat besar dan bergaya arsitektur klasik, akan menyambut siapa saja sebelum masuk ke Jalan The Mall. Keberadaan gerbang yang tampak sangat kokoh ini, seolah-olah menjadi pintu gerbang untuk masuk ke dalam sebuah benteng yang sangat besar. Bendera Inggris pun yang ada di puncak gerbang inu, tak henti-hentinya berkibar diterpa angin dari udara kota London yang dingin.

Menyusuri Jalan The Mall sangat memberikan kesan tersendiri. Pedestrian begitu lebar dan teduh oleh rindangnya pepohonan sepanjang jalan. Dalam jarak tertentu terbentang banyak bendera Inggris yang sangat terkenal itu. Sangat banyak turis yang berfoto di sini dengan memanfaatkan bendera Inggris tersebut sebagai latar foto.

Di sebelah kiri jalan adalah ST James’s Park, salah satu taman terluas di London. Taman diatur sedemikian rupa sehingga tercipta beraneka macam sudut. Ada sisi yang penuh dengan pohon-pohon yang besar. Di bagian lain, terbentang lapangan dengan rumput yang terawat rapi. Ada juga bagian yang ditanami bunga-bunga dengan kembang aneka warna. Pemandangan semakin dimanjakan oleh sebuah danau di tengah ST James’s Park. Di tengah danau ini juga ada sebuah pulau dengan nama Pulau Bebek (Duck Island).
Sedangkan di kanan Jalan The Mall berjejer sejumlah bangunan penting, dan masih bergaya klasik nan indah. Beberapa patung dari tokoh-tokoh penting Inggris ikut berdiri kokoh di antara bangunan-bangunan bergaya klasik tersebut. Ini tentu sebuah pemandangan yang sangat mempesona ketika menyusuri Jalan The Mall. Saat wajah dipalingkan ke kiri, terhampar sebuah taman yang cantik nan eksotis. Begitu mata menatap ke kanan, maka mata dimanjakan dengan bangunan-bangunan gaya klasik yang begitu mempesona. Sampai akhirnya, langkah ini terhenti di depan Istana Buckingham.
Siang itu, begitu banyak turis yang memadati halaman depan pagar istana yang merupakan ke kediaman resmi Ratu Elizabeth II ini. Mereka larut dalam pemandangan keindahan arsitektur bangunan istana yang ada di depan mereka. Bisa jadi begitu banyak pikiran yang melayang-layang di dalam kepala mereka. Sekali lagi, sulit membayangkan kalau sistem kerajaan yang dijalankan Inggris, tidak lekang tergerus zaman dan kemajuan peradaban modern.
Khayalan dan pikiran di dalam kepala akhirnya terbuyarkan oleh kedatangan satu regu pasukan berkuda kerayaan, yang berjalan rapi mengitari Queen Victoria Memorial di depan istana. Pasukan yang berjumlah sekitar 13 orang ini, duduk tegap di atas kuda yang besar dan gagah, sambil mengenakan seragam hitam lengkap dengan pegang di tangan kanan mereka.
Inggris memang berhasil menyebar rasa kagum banyak orang. Dunia boleh saja terlena dengan kemajuan peradaban, dan melupakan nilai-nilai luhur yang sejak dulu didengungkan para pendahulu manusia. Namun Inggris memilih jalan lain dengan menyelaraskan semuanya. (Edi Ginting)

Catatan: Tulisan ini sudah dimuat di harian Media Indonesia edisi Minggu, 10 Mei 2009, halaman Travelista
Selengkapnya...

Rabu, 06 Mei 2009

Keindangan Pantai di Pulau Bangka

Ini salah satu oleh-oleh foto keindangan pantai di Pulau Bangka, awal Mei 2009 ini. Pulau yang berada di Provinsi Bangka-Belitung ini memang terkenal dengan sebutan pulau seribu pantai. Julukan ini diberikan karena provinsi ini memang memiliki banyak pantai yang indah-indah.

(Foto: Edi Ginting) Selengkapnya...

Jumat, 03 April 2009

Unlimited Power

Buku Unlimited Power menjadi salah satu buku terbagus yang pernah aku baca. Sangat banyak pengetahuan yang aku dapat dari membaca buku ini, dari halaman dengan halamannya. Padahal, buku karangan Anthony Robbins ini aku peroleh juga secara tidak sengaja. Namun, ternyata, begitu aku baca, aku seperti terhipnotis dan tidak mau berhenti untuk membacanya hingga tuntas. Aku merasa seperti dipertemukan dengan apa yang selama ini aku cari dalam hidupku.


Adalah Tung Desem Waringin yang memperkenalkan aku dengan nama Anthony Robbins. Nama orang Amerika Serikat ini begitu sering disebut dalam bukunya Financial Revolution. Bahkan, Tung Desem Waringin menyebut dirinya sebagai murid dari Anthony Robbins. Karena itu, saat aku berkesempatan untuk mengikuti sebuah seminar Tung Desem Waringin di Jakarta, aku kembali sangat sering mendengar nama Anthony Robbins, dan langsung keluar dari mulut Tung Desem Waringin.

Kebetulan, di seminar itu juga ada stan yang menjual buku-buku. Saat melihat-lihat buku, mataku terpaku pada buku yang berjudul Unlimited Power, karangan Anthony Robbins. Aha....aku akhirnya melihat bukunya juga. Tapi, saat itu, aku tidak langsung membeli. Aku lihat sebentar, dan kemudian meletakkannya kembali ke dalam rak. Aku kembali melihat-lihat buku lain hingga beberapa saat. Namun, akhirnya aku kembali mengambil buku Unlimited Power. Aku memegangnya, membaca judulnya, membaca sekilas isinya, dan akhirnya....aku pun membelinya.

Kini, aku sangat bersyukur telah membeli buku itu saat itu. Bagi aku, ini-lah salah satu buku terbaik yang pernah aku baca. Pantas saja Tung Desem Waringin sangat mengidolakan Anthony Robbins. Entah mengapa, begitu selesai membaca buku Unlimited Power, aku pun segera mengirim SMS kepada Tung Desem Waringin. Kalau tidak salah, isi SMS-ku begini:

"Pak Tung, saya baru saja selesai membaca buku Anthony Robbins berjudul Unlimited Power. Saya jadi tahu mengapa Pak Tung sangat sering menyebut nama Anthony Robbins."

Di luar dugaan, aku mendapatkan SMS balasan dari Tung Desem Waringin. Seingatku, begini bunyinya:

"Saya menjadi seperti ini juga karena 75% dari Anthony Robbins."

Saya kembali membalasnya:

"Saya pun ingin seperti Pak Tung. Saya ingin mendapatkan 75% dari Anthony Robbins seperti Pak Tung, dan 25% lagi dari Pak Tung."

"Dahsyat!" balas Tung Desem Waringin kepada saya.

Secara singkat, isi buku Unlimited Power mengulas tentang bagaimana cara manusia mengendalikan dirinya untuk mencapai tujuan. Bagi diriku, semua yang dibahas di dalam buku ini adalah tips-tips untuk mencapai sukses. Tip-tips yang diberikan bukan semata kata-kata untuk memotivasi diri, tapi dalam bentuk teknik-teknik atau rumus-rumus. Tips-tips yang diuraikan Anthony Robbins ini adalah penjabaran dari NLP (Neuro Linguistic Programming).

Menurut Wikipeda, Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah model komunikasi interpersonal dan merupakan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. NLP diawali pada sekitar tahun 1970-an oleh Richard Bandler dan John Grinder. Semula pembahasan lebih terpusat pada berbagai "hal beda yang dapat membuat perbedaan" antara individu "unggul" dengan individu "rata-rata". Guna memahami lebih lanjut akan perbedaan tersebut, mereka melakukan serangkaian pemodelan pada berbagai aspek dari individu "unggul", seperti berbagai prilaku dalam menerima serta menyikapi lingkungan sekitar. Hal itu berujung pada pemahaman mengenai mekanisme kerja pikiran. Sehingga NLP berisikan berbagai presuposisi mengenai mekanisme kerja pikiran dan berbagai cara individu dalam berinteraksi dengan lingkungan dan antar sesamanya, disertai dengan seperangkat metode untuk melakukan perubahan.

Baca deh buku Unlimited Power bagi Anda yang menggemari seni memberdayai diri!


Selengkapnya...

Kamis, 02 April 2009

Around The Jawa in 10 Days

Selesai sudah perjalanan keliling Jawa selama 10 hari. Beragam cerita dan kenangan dilalui selama perjalanan. Berikut ini kisah singkatnya.

Rabu, 18 Maret

Berangkat dari Jakarta saat matahari sudah tenggelam di ufuk barat. Kabar yang beredar menyebutkan, jalur pantura Jawa sedang banyak perbaikan jalan rusak. Karena itu, rute selatan pun ditempuh. Dari Jakarta, mobil dipacu lewat Tol Cikampek, lalu menuju Tol Cipularang, dan keluar di pintu tol Leunyi. Tidak lupa membeli sekantung Tahu Sumedang begitu keluar tol. Ngantuk pun hilang karena asyik menyantap tahu yang rasanya sedikit asin tersebut.


Kamis, 19 Maret

Pergantian hari terlewati di menjelang perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Jalur selatan memang relatif jauh lebih sepi daripada jalur pantura. Selain itu, jalan yang berkelok-kelok dan naik turun bukit, membuat acara tidur semakin tidak nyaman. Saat menjelang pagi, mobil sudah sampai di kawasan Majenang. Kondisi jalan agak rusak di sekitar wilayah ini, terutama saat melintasi perkebunan karet.

Sekitar pukul 8 pagi, perut pun sudah minta diisi. Mobil pun diberhentikan di sebuah warung yang ada di Kabupaten Purworejo, Jogjakarta. Sepiring nasi dengan lauk ikan lele digulai pun, habis disantap dengan segelas teh manis hangat. Tidak sampai satu jam istirahat di warung ini, perjalanan diteruskan menuju Klaten. Mobil tiba di kota ini sekitar pukul 11 siang. Seorang kawan menawarkan untuk mentraktir makan siang di sebuah warung sate. Walau perut belum begitu lapar, namun tawaran ini tidak disia-siakan. Maka, jadilah siang yang sangat terik ini, diisi dengan acara makan sate kambing dan sop kambing. Lucunya, kawan yang lain malah asik makan kambing dengan segelas bir putih. Busyet....apa rasanya ya siang-siang begini minum bir.
Sekitar pukul 2 siang, akhirnya tiba juga di Kota Solo. Ini-lah untuk pertama kalinya aku singgah ke Solo dan berkesempatan untuk menikmatinya. Saat ke solo tahun 2002 lalu, sama sekali tidak bisa menikmati kota ini karena saat itu hanya sehari berada di sini.

Setelah pilih-pilih hotel, akhirnya pilihan jatuh pada sebuah hotel berkonsep butik, bernama Rumah Puri. Aku lupa alamat persisnya, namun lokasinya tidak jauh dari Solo Paragon yang sedang dibangun. Soal cerita tentang Rumah Puri, akan saya tulis dalam artikel tersendiri.

Sekitar pukul 7 malam, perjalanan diteruskan ke kota Karanganyar. Awalnya, bayanganku, Karanganyar cukup jauh dari Solo dan kedua kota terpisah. Namun, bayangan ini ternyata salah besar. Solo dan Karanganyar rupanya dua kota yang saling berdampingan. Mirip dengan Jakarta yang berdampingan dengan Tangerang atau Depok. Solo dan Karanganyar hanya dibatasi oleh Sungai Bengawan Solo.

Jumat, 20 Maret

Hari Jumat ini lebih banyak diisi dengan beragam acara liputan ke Karanganyar. Kalau kemarin Karanganyar hanya terlihat pada malam hari, maka kini sudah terlihat jelas pada siang hari. Karanganyar berada di kawasan yang cukup lereng dengan pemandangan sawah yang banyak menghampar di mana-mana. Begitu kita sedikit keluar kotanya, maka pemandangan yang indah akan ada di depan mata. Belum lagi kawasan ini masih banyak tumbuh pohon-pohon besar di sepanjang jalan raya.Hari Jumat ini juga diisi dengan acara ziarah ke makam Soeharto dan keluarganya di Astana Giri bangun. Bahkan, aku sholat Jumat di masjid dalam kompleks Astana Giri bangun. Kisah perjalanan ke Astana Giri Bangun akan kutilis dalam artikel tersendiri.

Sabtu, 21 Maret

Hari ini masih diisi dengan kesibukan liputan. Tapi, kali ini liputan tersebar di Karanganyar dan Solo. Semua harus dikerjakan secepat-cepatnya, karena hasil liputan harus dikirim ke Jakarta paling lambat jam 3 siang ke Bandara Adie Sucipto. Selepas pengiriman kaset, beban sudah sedikit berkurang. Waktunya untuk makan siang. Seorang kawan merekomen untuk makan siang di sebuah warung soto tak jauh dari bandara ke arah kota. Warung makan soto ini sederhana dan terletak di pinggir sawah. Sepertinya warung ini memang sudah terkenal. Sangat banyak yang makan di sini. Harganya juga sangat murah untuk ukuran kantong orang Jakarta.Puas makan, maka acara dilanjutkan ke Pusat Grosir Solo (PGS). Kata orang Solo, ini adalah pasar untuk menyaingi Pasar Klewer. PGS menjadi pusat penjualan pakaian, terutama batik. segala macam jenis batik dari harga 20rb sampai ratusan ribu ada di sini. Kaos-kaos khas Solo juga banyak terdapat di sini.

Minggu, 22 Maret

Ini adalah hari terakhir di Solo. sekitar pukul 9 pagi, perjalanan dilanjutkan menuju Ngawi, Jawa Timur. Perjalanan cukup nyaman dan banyak melewati perkebunan Jati atau Mahoni. Tidak ada yang berani memotong garis jalan saat berada di tengah perkebunan, walau di depan kita ada truk yang berjalan lambat sekali. Polisi-polisi di sini terkenal sangat 'galak' sekali.Cukup banyak kota yang dilewati selama perjalanan Solo-Ngawi. Yang paling besar adalah Sragen. Kotanya sangat bersih dan tertata sangat baik. Pohon-pohon rindang juga berjejer di sepanjang jalan. Ini-lah salah satu daerah yang kepala daerahnya beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai daerah yang mampu mengelola keuangan daerah secara baik.Tidak sampai dua jam, sampailah ke Ngawi. Kotanya lebih kecil daripada Sragen, namun sangat bersih dan rapi. Menjelang malam hari, perjalanan dilanjutkan menuju Magetan.

Senin, 23 Meret

Seharian mengisi kegiatan hari ini dengan mengitari Magetan. Magetan adalah sebuah kota yang kecil. Kata teman di sini, Magetan adalah kota pensiun, karena kecil dan tenang. Sudah begitu, lalulintas tidak terlalu ramai karena bukan kota persinggahan.

Selasa, 24 Maret

Setelah bermalam di Madiun, perjalanan dilanjutkan menuju Ponorogo. Kota ini terkenal dengan reog-nya. Karena itu, ornamen baik patung maupun lukisan tentang reog, banyak dijumpai di sini. Kota Ponorogo cukup ramai dan besar. Kota ini terkenal sebagai kota TKI karena banyak penduduknya yang merantau jadi TKI. Ponorogo juga memilik kantor bupati tertinggi di Indonesia, yakni 8 lantai.Selepas siang, perjalanan dilanjutkan menuju Surabaya. Sangat banyak kota yang dilewati. Antara lain, Nganjuk, Jombang, Gresik, dan lain-lain.

Rabu, 25 Maret

Sepanjang hari ini habis di kota Surabaya. Sialnya, tidak ada yang tahu seluk-beluk kota ini. Akibatnya, lebih banyak diisi dengan acara sasar-kesasar. Untuk menuju satu tujuan saja, bisa bertanya kepada orang di pinggir jalan, sebanyak 10 kali. Hebat kan......

Kamis, 26 Maret

Di kalender, hari Kamis ini adalah hari libur nasional untuk hari Nyepi. Karena itu, Kota Surabaya terlihat sepi. Jalan-jalan lengang, dan tidak ada kemacetan seperti biasanya. Namun, tampaknya sudah agak malas untuk menikmati suasana kota. Kami memilih untuk langsung tancap gas menuju Jakarta lewat jalan tol menuju Lamongan. Ini-lah untuk pertama kali, aku menikmati perjalanan menyusuri jalur Pantura. Karena itu, perjalanan ini sangat tidak aku sia-siakan. Setiap kota yang dilewati aku perhatikan baik-baik. Hingga menjelang malam, entah sudah berapa kota kami lewati. Coba aku ingat-ingat ya. Surabaya-Gresik-Lamongan-Pati-Rembang-Pati- Kudus-Demak-Batang-Pekalongan-Brebes-Tegal. Benar ga ya urutannya? En ada beberapa kota yang terlewat ya?

Jumat, 27 Maret

Ada yang mengejutkan saat melewati jalur Cirebon-Cikampek. Sekitar 20 km sebelum masuk tol, terjadi kecelakaan antara sebuah bus dan sepeda motor. Sepertinya kami lewat belum lama terjadi kecelakaan. Pasalnya, korban yang mengendarai sepeda motor masih tergeletak di atas jalan tanpa ada yang menolong atau menutupinya. Kuat dugaan, kedua pengendara sepeda motor tewas. Aku tidak berani menatap lama-lama. Yang lama aku sempat liat adalah sepeda motor mereka yang setengahnya masuk ke dalam bis en tersangkut masih dalam posisi berdiri. Sepertinya bus menabrak sepeda motor.

Akibat kejadian ini, laju mobil yang tadinya rata-rata 100 km/jam sempat turun menjadi 80 km/jam sampai akhirnya memilih istirahat sejenak di warung yang ada di sebuah pom bensin. Satu pop mie dan segelas teh hangat akhirnya masuk ke dalam perut. Sejumlah truk yang mengangkut simpatisan Partai Demokrat sempat mengisi bahan bakar di sana. Kata mereka, hari ini adalah hari kampanye partai SBY itu di kawasan Subang, Jawa Barat.

Akhirnya selesai sudah perjalanan selama 10 hari mengitari Pulau Jawa. Berdasarkan kilometer mobil, jarak yang kami tempuh selama 10 hari sekitar 2.500 km. Wah, banyak jug ya.Ingin rasanya, kapan-kapan lagi mengulangi perjalanan yang sama, tapi lewat rute yang berbeda.
Selengkapnya...

Rabu, 01 April 2009

SPT Pajak, apaan sih nih?

Hari ini, ada pengalaman penting yang terjadi pada diriku. Untuk pertama kalinya, aku harus mengisi SPT pajak. Ga enaknya, rupanya aku sudah terlambat mengisi SPT karena batas akhir SPT adalah 31 Maret lalu. Lha, gimana kita mau mengisi kalau kita sedang ada tugas luar kota.

Sepulangnya ke Jakarta, akupun segera mengurus SPT di kantor. Sebenarnya apa sih SPT itu? Aku mencoba mencari singkatannya. surat pemberitahuan tertanggung, surat pajak tertanggung, dan beragam singkatan lainnya yang muncul di kepalaku. Namun, setelah aku cek ke mas Google, rupanya singkatan SPT adalah SURAT PEMEBERITAHUAN. Alamak.....

Mungkin karena yang mengurus adalah kantor, maka aku tinggal SPT atas namaku ke HRD. Setelah itu, aku tinggal membawa SPT itu ke orang yang mengurusnya. Ia segera mengisi form yang ada di file komputernya dengan data-dataku. Tidak sampai lima menit, beberapa lembar kertas print-an sudah diserahkan kepadaku. Aku diminta untuk menyerahkan dokumen-dokumen itu ke kantor pajak terdekat. Wah....apalagi nih? :-)

Sampai hari ini aku belum paham apa itu SPT. Apakah ini bagian dari reformasi perpajakan yang pernah dijalankan pemerintahan SBY-JK, bebeberapa waktu lalu? Mmmm....bisa juga ya.

Kabar dari seorang kawan, Indonesia akan meniru Amerika Serikat untuk menggenjot pajak dari warganya. Karen itu, pemerintah ingin meningkatkan jumlah NPWP agar wajib pajak semakin banyak yang terjaring. Sebagai iming-iming, maka pemerintah memberikan insentif berupa bebas bayar fiskal bila bepergian ke luar negeri. Yah....pintar juga ya trik pemerintah ini.

Masih kata kawan itu, begitu sudah banyak wajib pajak, maka pemerintah akan menarik pajak apapun dari pemilik NPWP itu. Karena itu, ketika kawan ini tadi membeli mobil baru, maka ia mengatasnamakan mobil sebagai milik kantor, bukan milik pribadi. "Ini untuk menghindari pajak," kata kawan tadi.

Aku masih saja bingung, untuk apa SPT ini....
Selengkapnya...

Senin, 30 Maret 2009

Carut-Marut Pemilu 2009

Tidak sampai dua minggu lagi, pemilu akan digelar di seluruh indonesia untuk memilih angota legislatif. Berbeda dengan pemilu yang lalu-lalu, kali ini sistem pemungutan suara adalah dengan mencontreng surat suara, dan bukan lagi di-coblos.

Nah, soal contreng-mencontreng ini yang kemudian membuat geger kabupaten karang anyar, Jawa Tengah, yang kemudian sampai juga ke Jakarta. Pada sejumlah surat suara di Karanganyar, ditemukannya tanda-tanda mirip contrengan di surat suara. Celakanya, tanda-tanda mirip contrengan seperti ini ditemukan pada sekitar 290 ribu surat suara, dari sekitar 680 surat suara untuk pemilihan DPRD Kabupaten Karanganyar.

Kerusakan sekitar 290 ribu surat suara ini merupakan 100 persen surat suara pemilihan anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, di dua daerah pemilihan, yakni daerah pemilihan satu dan lima.
Dengan demikian, saat pemilu tinggal dalam hitungan hari lagi, dua daerah pemilihan di Karang anyar justru belum memiliki surat suara yang sah untuk pemilihan anggota DPRD.


Walau persiapan logistik pemilu sudah berlangsung sejak awal Maret lalu, namun tanda-tanda mirip contrengan ini baru diketahui publik pertengahan Maret lalu. KPU Krang nyar terkesan menutup-nutupi kasus ini, walaupun dibantah dengan alasan KPUD setempat tidak mau mengekspos sebelum KPU pusat memberikan bertimbangan.

Adalah bupati Karang anyar, Rina Iriani SR, yang pertama kali membongkar kasus dugaan surat suara yang sudah dicontreng kepada publik. Tuduhan telah meng-intervensi KPU pun dialamatkan kepada sang Bupati, karena telah mengungkapkan rusaknya surat suara di Karang anyar.

Tanda-tanda mirip contrengan terdapat pada beberapa nama caleg, khususnya di daerah pemilihan satu dan lima. Selain tanda mirip contrengan, juga terdapat beberapa tanda yang hanya berupa titik-titik atau garis memanjang di kertas suara. Tanda mirip contrengan seperti ini bisa sangat membahayakan, karena sistem pemilu 2009 sangat beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Sistem mencoblos kini diganti dengan sistem mencontreng. Karena itu, tanda seperti ini sangat mungkin dianggap sebagai contrengan kalau si pemilih telah menentukan suara-nya.

Tanda mirip contrengan banyak dijumpai pada caleg atas nama Tri Haryadi, Hapsoro Eko Yuliartanto, Titi Sumardi, Toto Hananto, dan Munawar Sholeh. Para caleg yang nama-nama-nya dijumpai tanda mirip contrengan ini, serempak membantah kalau ini adalah kesengajaan untuk mememenangkan mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Tri Haryadi, yang pada namanya ikut ditemukan tanda mirip contrengan. Tri Haryadi adalag caleg Partai Demokrat nomor urut satu dari daerah pemilihan satu, Kabupaten Karanganyar.

Tanda mirip contrengan juga ditemukan pada kolom atas nama Hapsoro Eko Yuliartanto, caleg PDIP nomor urut tiga dari daerah pemilihan lima Kabupaten Karanganyar.

Tanda mirip contrengan pada sejumlah nama caleg dari partai besar akhirnya memunculkan isu kalau pencontrengan memang sengaja dilakukan demi mendongkrak suara partai besar di karang anyar. Isu ini tentu dibantah mereka dengan alasan sama sekali tidak tahu proses cetak-mencetak suara, dan contrengan justru merugikan mereka.

SURAT RUSAK KOK DIBILANG BAIK

Hasil pemantauan Pantia Pengawas atau Pnwas Kabupaten Karanganyar menujukkan, tanda mirip contrengan ditemukan di semua surat suara untuk pemilihan anggota DPRD Karanganyar, khususnya daerah pemilihan satu dan lima. Sesuai dengan surat edaran KPU Pusat, tanda-tanda seperti ini sudah masuk dalam kategori surat suara rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Adanya ratusan ribu surat suara rusak ini juga telah dilaporkan KPU Karanganyar, kepada KPU Pusat pada tanggal 16 Maret 2009. Dalam surat ini, jelas-jelas KPU Karanganyar menyatakan bahwa surat suara untuk pemilihan anggota DPRD kabupaten dari daerah pemilihan satu dan lima seluruhnya rusak.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana KPU Karanganyar akan mengganti seluruh surat suara yang rusak ini, sementara hari pemungutan suara semakin dekat.

KPU Karanganyar pun meminta solusi kepada kpu pusat. KPU Pusat tampaknya tidak mau mengambil resiko dengan memerintahkan pencetakan surat suara baru untuk Karanganyar.
Daripada mencari solusi yang rumit-rumit, KPU lebih memilih bahwa masalah surat suara di Karanganyar, tidak ada masalah, alias menganggap cacat seperti ini bukan sebuah masalah.

KPU berdalih, tanda mirip contrengan bukan akibat kesengajaan, melainkan karena kesalahan pencetakan. Anehnya, kesalahan ini dianggap masih bisa diterima sehingga surat suara masih bisa dipakai. Celakanya, KPU sendiri tidak bisa membuktikan kalau tanda mirip contrengan ini, adalah kesalahan pencetakan. Pasalnya, sama sekali tidak ada surat dari perusahaan pencetak suara, kalau mereka telah lalai dalam mencetak suara sehingga cacat.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh tim Metro Realitas, ada sekitar sepuluh perusahaan pemenang tender pencetakan surat suara untuk Jawa Tengah. Kesepuluh perusahaan tersebut bergabung dalam dua konsorsium. PT Nyata Grafika, sebuah perusahaan percetakan yang beralamat di Jalan Adi Sumarmo, Solo, menjadi salah satu pencetak surat suara untuk Kabupaten Karanganyar.

Pihak PT Nyata Grafika mengaku terkejut dengan adanya berita surat suara yang cacat adalah hasil produksi mereka. Apalagi, sampai akhir pekan lalu, perusahaan ini belum mendapatkan komplain apapun tentang kerusakan surat suara yang mereka cetak.

SURAT KPU MEMBINGUNGKAN

Kasus dugaan pencontrengan surat suara sebelum pemilu di Kabupaten Karanganyar seakan anti klimaks pada tanggal 19 Maret 2009 lalu. Hari itu, KPU Psat mengirim surat kepada KPU Karanganyar, yang seolah-olah menganggap menganggap tidak ada masalah di daerah ini.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua KPU Pusat Hafiz Anshary ini, menyebutkan kalau surat suara yang ada tanda mirip contrengan, masih dianggap baik dan tetap bisa digunakan pada hari pemungutan suara 9 April 2009 nanti.

Surat KPU ini seperti penawar racun bagi KPU Kranganyar yang sebelumnya seperti tidak tahu harus bagaimana dengan kondisi surat suara di sana.

KPU Karanganyar pun segera mengumpulkan para pengurus partai di sini. Kepada mereka dijelaskan tentang adanya surat KPU yang menjelaskan kasus dugaan pencontrengan surat suara di Karanganyar telah dianggap selesai.

Namun, keluarnya surat KPU ini bukan berarti menyelesaikan masalah di lapangan. Bayang-bayang permasalahan masih di depan mata. Adanya surat KPU ini belum tentu bisa sampai merata ke seluruh pihak yang berkepentingan dengan pemungutan suara nanti.

Kesan menggampangkan masalah dengan keluarnya surat KPU yang seolah-olah tidak ada masalah surat suara di Karanganyar, memang sangat wajar. Cap sebagai lembaga yang sering gonta-ganti peraturan pun semakin melekat pada KPU.

Padahal berdasarkan surat KPU tertanggal 13 Maret 2009 dan ditujukan kepada seluruh KPU di daerah-daerah, jelas-jelas KPU sudah mengatur kriteria bagaimana surat surat disebut rusak. Pada pont satu huruf H mengatur tentang surat suara dianggap rusak bila terdapat tanda goresan warna merah yang menyerupai tanda contreng, tanda silang, garis mendatar, atau coblos.

Bila mengacu pada ketentuan KPU ini, maka seharusnya surat suara Kabupaten Karanganyar ini, dianggap rusak.

Kini, tinggal menunggu saja apakah masalah surat suara di Karanganyar akan berakhir manis pada tanggal 9 April nanti. Adu kuat antar caleg dan juga kompetesi antar mereka, bisa-bisa menimbulkan resiko saling tuduh-menuduh kalau surat suara tidak sah akibat adanya tanda-tanda tertentu pada surat suara.

Cap menggampangkan masalah, juga dialamatkan kepada KPU saat terjadi kisruh daftar pemilih tetap (DPT) yang dilaporkan banyak DPT ganda dan fiktif. Berkali-kali, KPU membantah ada penggelembungan DPT. KPU pun mempertanyakan asal DPT yang dipakai para partai politik yang melaporkan adanya DPT ganda.

Soal jadwal kampanye yang sekarang masih berlangsung pun adalah hasil modifikasi dari jadwal awal yang sebelumnya ditetapkan oleh KPU sendiri. Karena itu, cukup banyak partai politik yang sempat mengeluhkan perubahan jadwal kampanye ini, saat KPU mengeluarkan jadwal baru menjelang hari H kampanye.

Sekali lagi….ini-lah hasil dari kinerja kpu yang diberi mandat penuh sebagai lembaga yang menyelenggarakan pemilu di republik ini.

(Kisah ini sudah ditayangkan di program Metro Realitas di Metro TV, hari ini pukul 23.05 WIB)

Selengkapnya...

Jumat, 13 Maret 2009

Orang Terkaya di Indonesia

Hari ini, hampir semua media di Jakarta menurunkan berita tentang daftar orang kaya di dunia versi Majalah Forbes yang dirilis 12 Maret 2009. Di antara nama-nama para orang kaya kelas dunia, terselip lima nama orang kaya dari Indonesia yang memiliki harta di atas 1 miliar dollar AS.

Mereka adalah Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, dua bersaudara pemilik Grup Djarum. Kemudian Sukanto Tanoto, pemilik imperium bisnis Raja Garuda Mas (RGM) Grup; Martua Sitorus, pendiri Wilmar International; serta Peter Sondakh, pendiri Grup Rajawali. Mereka pula yang kini menjadi lima orang terkaya di Indonesia.

Namun, ada yang menarik dari pemberitaan soal daftar orang kaya ini. Sepertinya tidak ada yang memajang foto Michael B. Hartono. Padahal, foto empat orang lainnya ada dan bagus-bagus. Seperti yang ada di harian Media Indonesia. Kalau empat orang lainnya ada foto ukuran 2x3 dan berwarna, maka untuk Michael B Hartono hanya dipasang foto siluet hitam. Begitu juga di harian Kontan, yang justru memasang logo Djarum untuk Michael B. Hartono. Sedangkan media-media lain hanya membuat daftar nama-nama dan tanpa foto. Bisa jadi, mereka membuat demikian karena memang tidak memiliki stok foto Michael B. Hartono.

Apa memang Michael B. Hartono orang yang sangat misterius ya? Kok sama sekali tidak ada media yang memiliki fotonya? Ini pertanyaan yang menggelitik ku sampai tulisan aku buat.

Michael B Hartono (69) dan R Budi Hartono (68) sama-sama bertengger di posisi 430 orang kaya dunia. Kakak beradik pemilik perusahaan rokok, PT Djarum, ini masing-masing memiliki kekayaan sebanyak US$ 1,7 miliar atau sekitar atau sekitar Rp 19 triliun. Waw!!!!

Keduanya juga tercatat sebagai pemilik 50 persen saham Bank Central Asia (BCA). Tidak hanya itu, mereka juga memegang saham di sejumlah perusahaan properti, seperti pusat perbelanjaan mewah, apartemen, perkantoran dan hotel di Grand Indonesia.

Aku pernah membaca sebuah artikel di majalah ekonomi. Group Djarum memang menjadi perusahaan yang sangat tertutup. Tidak jelas berapa asset grup ini karena ogah melantai di bursa. Karena bukan perusahaan terbuka, maka sah-sah saja perusahaan ini menutup diri untuk merahasiakan isi ‘jeroan’ grup mereka. Bisa jadi, karena pilihan ini, para petinggi grup Djarum juga jarang tampil di publik, termasuk Michael B. Hartono.

“Sosok Michael B. Hartono sama misteriusnya dengan sosok Putra Sampoerna, mantan pemilik rokok Sampoerna. Mana ada media yang memiliki foto Putra Sampoerna,” kata seorang rekan wartawan.

Orang kaya Indonesia lain yang masuk jajaran top terkaya dunia adalah Sukanto Tanoto (56), pemilik perusahaan Raja Garuda Mas International yang berdomisili di Singapura. Ia tercatat di peringkat 450 dengan harta kekayaan sebanyak US$ 1,6 miliar. Usahanya banyak bergerak di bidang agrikultur.

Sementara Martu Sitorus berada di peringkat 522 orang kaya dunia dengan jumlah kekayaan US$ 1,4 miliar. Pria berusia 49 tahun ini mengurusi bisnis di bidang agrikultur, khususnya kelapa sawit dan kini tinggal di Singapura. Perkebunan pertama dibelinya pada 1994. Setelah bergabung dengan Wilmar International pada 2007 lalu, bisnisnya berkembang dan menjadi salah satu produsen minyak sawit dan minyak goreng terbesar di Asia.

Orang Indonesia lainnya yang masuk daftar Forbes adalah Peter Sondakh. Ia duduk di peringkat 701 dengan harta kekayaan sebanyak US$ 1 miliar. Pria 57 tahun ini menggeluti usaha di sektor telekomunikasi, retail dan hotel di bawah bendera Rajawali Group.

Masih ada fakta lain dari dikeluarkannya daftar orang kaya dunia oleh majalah Forbes. Sebab, daftar ini keluar saat dunia sedang dalam kondisi krisis. Karena itu, tahun ini barangkali menjadi masa-masa tersulit bagi orang-orang terkaya di seantero dunia. Tahun lalu mencatat ada sekitar 1.125 orang-orang terkaya di dunia, namun tahun ini jumlahnya menciut menjadi hanya 793 orang saja, menurun sekitar 30 persen ketimbang tahun lalu. Berdasarkan versi Forbes, setiap orang berhak masuk dalam daftar bergengsi ini bila ia memiliki harta paling sedikit US$ 1 miliar atau Rp 12 triliun.

Dari 1.125 miliuner yang berada dalam peringkat pada 2008, 373 orang di antaranya terlempar dari daftar -- 355 lantaran kekayannya menurun, sementara 18 orang meninggal. Tapi, ada 38 orang kaya yang menerobos daftar itu, plus tiga konglomerat yang kembali masuk dalam daftar 10 Besar. Inilah untuk pertama kalinya!

Bukan hanya terlempar, harta orang-orang paling kaya di dunia ini juga tergerus hebat. Jumlah kekayaan kolektif mereka "hanya" senilai U$ 2,4 trilliun, turun US$ 2 trilliun ketimbang tahun silam. Rata-rata nilai kekayaan mereka jatuh 23 persen menjadi US$ 3 miliar. Penurunan rata-rata yang paling rendah pernah terjadi pada 2003.

Bos Microfsot, Bill Gates, meski kehilangan US$ 18 miliar, namun ia meraih kembali tampuk nomor satu sebagai manusia terkaya dunia dari tangan Warren Buffet. Sedangkan Buffet sendiri harus rela kehilangan kekayaan US$ 25 miliar saat saham-saham miliknya di Berkshire Hathaway jatuh hampir 50 persen dalam waktu 12 bulan, namun ia masih menggenggam peringkat nomor dua. Raksasa pemilik perusahaan telekomunikasi Carlos Slim HelĂș asal Meksiko juga lebih miskin US$ 25 miliar dan tergelincir di posisi ketiga. (Edi Ginting, bermimpi bisa menjadi salah satu orang kaya dunia)

(sumber tulisan: Vivanews.com/Kompas.com/tempointeraktif.com)
Selengkapnya...

Kamis, 12 Maret 2009

Tokyo Kota Termahal di Dunia

Dimana kah di dunia ini yang memiliki biaya hidup paling mahal? Dulu, yang muncul di benakku adalah London. Ibukot Inggris ini menjadi pilihanku, karena memang demikianlah yang sering aku dengar sejak lama. Hal ini semakin menempel kuat dalam otakku, ketika aku merasakan sendiri saat berkesempatan pergi ke London, tahun 2008 lalu. Saat itu, aku dapat informasi kalau untuk naik taksi saja, kita harus menyiapkan uang 1-2 juta juta rupiah. Waw!

Namun, belief-ku ini ternyata salah besar. Hasil survei Economist Intelligence Unit (EIU) yang dirilis Senin 9 Maret 2009, tidak memasukkan London sebagai kota dengan biaya hidup termahal di dunia. EIU merupakan institusi di Amerika Serikat yang menyediakan masukan dan analisis bagi sektor industri dan manajemen berskala internasional,

Tokyo adalah kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Gile! Nomor dua masih diduki kota lain di Jepang, yakni Osaka.


Urutan kota yang memiliki biaya hidup termahal berdasarkan data EUI adalah:
1. Tokyo (Jepang)
2. Osaka (Jepang),
3. Paris (Prancis),
4. Copenhagen (Denmark),
5. Oslo (Norwegia),
6. Zurich (Swiss).

Sedangkan Singapura nangkring di posisi sepuluh. Padahal, enam bulan lalu, kabarnya, masih berada di posisi 15. Posisi ini membuat Singapura menjadi kota termahal di Asia Tenggara dan salah satu kota termahal di Dunia. Herannya, orang-orang Indonesia kok tetap banyak ke sana ya? Apa karena orang Indonesia memang kaya-kaya semua?

Rilis EUI menyebutkan, biaya hidup di kota London, Inggris, kini semakin rendah dibanding New York, Amerika Serikat. Baru kali ini London berada di bawah New York sejak 2002. Menurut survei NIU, itu karena nilai mata uang pound sterling semakin melemah.

London jatuh ke peringkat 27 sebagai kota paling mahal di dunia. Padahal enam bulan lalu, ibu kota Inggris ini menduduki peringkat kedelapan. Sedangkan New York naik menjadi kota ke-23 paling mahal dari peringkat 39, enam bulan lalu.

Sedangkan kota dengan biaya hidup paling rendah adalah
1. Karachi (Pakistan)
2. Teheran (Iran)
3. Mumbai dan New Delhi (India)
4. Kathmandu (Nepal)
5. Tripoli (Libia)

Ukuran survei adalah harga 160 produk dan pelayanan, termasuk makanan, minuman beralkohol, perkakas, dan pakaian. Survei tidak melibatkan tempat tinggal komersial maupun sewaan.

Lalu gimana dengan Indonesia? Kota mana yang termahal biasa hidupnya? Jakarta? Oh….tebakan Anda salah! Jakarta berada di posisi dua. Kota termahal di negeri ini adalah BALIKPAKAN!

Kalo ini adalah hasil Survei Biaya Hidup 2008 yang dilakukan Mercer Indonesia, seperti yang dipublikasikan, Jumat (29/8/2008). Survei dilakukan secara serentak di 26 kota utama di seluruh Indonesia selama Bulan Juli 2008, atau dua bulan setelah kebijakan kenaikan harga BBM.

Balikpapan tercatat sebagai kota termahal dengan indeks 107, naik 3 poin dari 104 pada tahun 2006. Sementara Jakarta adalah kota kedua termahal.

Sedangkan kota Bekasi dan Samarinda yang seri di peringkat ke-3 dengan skor indeks 94 diikuti kota Bogor dan Jayapura pada peringkat ke-5 dan ke-6. Kota termurah yaitu Bandar Lampung dan Mataram, keduanya dengan skor indeks 75, berada di peringkat ke 25.

Berikut urutan kota-kota termahal di Indonesia berikut indeksnya:
1. Balikpapan 107
2. Jakarta 100
3. Bekasi 94
4. Samarinda 94
5. Bogor 92
6. Jayapura 91
7. Pekanbaru 90
8. Bandung 89
9. Batam 89
10. Medan 89
11. Padang 88
12. Manado 88
13. Semarang 86
14. Palembang 85
15. Banjarmasin 85
16. Pontianak 84
17. Tangerang 84
18. Cilegon 84
19. Makassar 84
20. Jogjakarta 84
21. Surabaya 83
22. Jambi 81
23. Cirebon 81
24. Denpasar 80
25. Bandar Lampung 75
26. Mataram 75.


Selengkapnya...

Selasa, 10 Maret 2009

Pocong-Pocong Terus Bergentayangan

Ya….. judul di atas tidak salah. Pocong-pocong memang terus bergentayangan di Indonesia. Sekarang ini, pocong yang sedang bergentangan adalah THE REAL POCONG dan SUMPAH (INI) POCONG. Keduanya bergentangan di bioskop-bioskop di mall-mall besar Jakarta dan di daerah, dan mungkin sebentar lagi gentayangan ke bioskop pinggiran. Entah mengapa, kok orang Indonesia demen banget bikin film dengan kata POCONG ya.

Gini ceritanya. Saat berjalan melewati depan Mall Citraland, Grogol, Jakarta Barat, aku berhenti sejenak untuk memandangi poster-poster film, yang ada di kiri mall. Dari empat film yang sedang main di jaringan bioskop 21 di mall ini, ada dua film yang serupa tapi tidak sama. Kedua fim tersebut adalah THE REAL POCONG dan SUMPAH (INI) POCONG.


Tampaknya, Pocong tetap menjadi ‘makhluk’ yang disukai oleh siapa saja, termasuk para pembuat film di negeri ini.

Aku pun berjalan sambil tersenyum geli membayangkan poster film-film tadi. Sambil berjalan, aku pun kembali berpikir, seingatku sudah sangat banyak film-film yang memakai kata ‘POCONG’. Ada apa dengan POCONG? Kok laris banget ya? Berapa ya bayaran POCONG sekali main film?

Iseng-iseng, aku kemudian mencari-cari judul-judul film yang pernah memakai kata ‘POCONG’. Dan, inilah hasilnya:

Film-film yang memakai kata ‘POCONG’:

1. Pocong 1
2. Pocong 2
3. Pocong 3
4. Pocong VS Kuntilanak
5. Dendam Pocong
6. Sumpah Pocong
7. 40 Hari Bangkitnya Pocong
8. Tali Pocong Perawan
9. Sumpah Pocong Di Sekolah
10. Sumpah (Ini) Pocong
11. seperti Sumpah Pocong Lintang

Tampaknya bakal banyak lagi POCONG-POCONG llain yang akan bergentayang di bioskop-bioskop. Sebab, produser film masih punya banyak pilihan judul dengan kata ‘POCONG’. Misalnya saja, kalau ada judul film ’40 HARI BANGKITNYA POCONG’, maka bisa dibuat lagi sekuel dengan judul ’50 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’80 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’100 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’200 HARI BANGKITNYA POCONG’ atau ‘300 HARI BANGKITNYA POCONG’.

Kalau ada judul film “POCONG VS KUNTILANAK’, maka produser film bisa membuat film dengan judul “POCONG VS SUPERMAN’ , ‘POCONG VS BATMAN’, POCONG VS SPIDERMAN’, atau ‘POCONG VS JAMES BOND’ .

Kalau ada POCONG 1, POCONG 2, POCONG 3, kenapa ga dibuat lagi POCONG 4, POCONG 5, POCONG 6, dan seterusnya…

"Kami yakin bahwa pocong adalah hantu yang paling dekat dengan masyarakat Indonesia. Kedekatan itu karena hantu ini berhubungan dengan ritual pemakaman mayoritas pemeluk agama di negeri ini,’’ kata seorang produser film horor soal kenapa ‘POCONG’ begitu sering dijadikan film.

Selain itu, ternyata film horor tampaknya sudah menjadi jaminan mutu bagi pembuat film. Kayak obat aja pake jaminan mutu. Seorang pengamat film Indonesia, menyebutkan genre horor memang selalu mendapat tempat bagi penikmat film Indonesia. Dibanding genre lain, dengan mengesampingkan kualitas, horor selalu mampu menarik hati penonton dan mendatangkan keuntungan bagi para produser.

"Rata-rata film horor mampu mendatangkan hingga 800.000 penonton dengan waktu edar dua minggu. Angka ini cukup bersaing dengan film-film drama yang berbumbu seks," ujar pengamat film itu.

Ah…untung gw gak menjadi orang ke 800.001 yang menjadi penggemar film-film ‘POCONG’ dan kawan-kawannya itu… (Edi Ginting, bukan orang penggemar horor)


Selengkapnya...

Bicara Terus Terang di "Just Alvin"

Sebuah artikel di harian Kompas, edisi Minggu, 8 Maret 2009, yang berjudul Bicara Terus Terang di "Just Alvin", menyita perhatianku. Just Alvin adalah program baru di Metro TV yang lebih bernuansa talkshow infotainment. Artikel yang ditulis oleh Oleh Budi Suwarna tersebut, mengulas tentang apa itu program Just Alvin, secara mendetail dan lengkap.

Akupun lalu mengirim comment kepada Deyna Hariyanto, seorang kawan yang ikut menjadi tim dalam program Just Alvin, lewat Facebook. Kepada teman yang juga pernah menjadi produser di Metro TV itu, aku mengucapkan selamat atas adanya artikel di Kompas tersebut. Deyna adalah dedengkot Jiwa Creation, sebuah rumah produksi yang ikut membidani lahirnya Program Just Alvin.

Di bawah ini adalah artikel lengkap di Kompas tentang Just Alvin tadi.

Bicara Terus Terang di "Just Alvin"
Oleh Budi Suwarna

Air mata Maia Estianty (32) meleleh menyaksikan rekaman adegan perpisahan dirinya dengan anak-anaknya yang diputar kru Just Alvin. Setelah itu, Alvin Adam, pembawa acara Just Alvin, bertanya, ”Anda ingin berkata apa sekarang?” Maia menjawab dengan terbata-bata, ”Saya ingin memeluk dan tidur dengan mereka.”

Inilah adegan paling mengharukan dalam shooting Just Alvin di studio Metro TV, Kamis (5/3). Hasil shooting itu baru akan ditayangkan Kamis (12/3).

Selanjutnya, Maia berbicara tentang proses keruntuhan rumah tangganya dengan pentolan band Dewa, Ahmad Dhani, hari-hari sulitnya sebelum dan setelah perceraian, dunianya kini, dan mimpi-mimpinya. Semuanya disampaikan secara blak-blakan.

Mengapa Maia bersedia berbicara begitu terus terang mengenai problema rumah tangganya di televisi? Seusai shooting, Maia menjawab, ”Saya kan tidak sedang bicara pada infotainment yang isinya gosip. Jadi, saya katakan saja apa adanya.”

Begitulah Just Alvin. Para tamu yang diundang ke acara itu umumnya mau berbicara blak-blakan. Ahmad Dhani juga pernah tampil pada episode sebelumnya dan berbicara terus terang tentang perkawinannya yang kandas dengan Maia.

Seperti kata Maia, Just Alvin bukan acara gosip yang umumnya dikonstruksi dengan prasangka-prasangka. Ini adalah acara entertainment talk show yang mencoba memberikan ruang pada sumber untuk menjelaskan suatu isu dari sudut pandangnya.

Karena itu, sang pembawa acara tidak memaksa sumber untuk berbicara, tetapi lebih seperti membujuk. ”Anda terikat perkawinan selama 12 tahun dengan Dhani. Bisa ceritakan apa saja yang Anda rasakan,” tanya Alvin dengan lembut.

Begitulah gaya Alvin bertanya. Simpel, jelas, memancing, dan tetap sopan. Maia pun menjawab dengan spontan. ”Ada senangnya, ada sakitnya.”

Manager Produksi Metro TV Agus Mulyadi menjelaskan, Just Alvin ingin menampilkan tokoh atau artis dalam sosok manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Just Alvin berusaha menelusuri sisi manusiawi sang tamu yang belum banyak diketahui publik tanpa penilaian apa pun.

Biasanya, sisi manusiawi itu dituturkan orang-orang terdekat sang tamu. Misalnya, Joyce Eddy Abdul Manaf, ibunda Dhani, menggambarkan Dhani sebagai anak manis dan penyayang. Kesaksian ini bisa meruntuhkan stigma arogan yang telanjur dilekatkan pada Dhani.

Selain itu, acara ini juga ingin memaparkan karier seorang artis atau tokoh, kontribusinya, dan harapan-harapannya. Dari tontonan berdurasi satu jam ini, setidaknya pemirsa bisa melihat sosok sang tokoh secara lebih lengkap.

Sejauh ini, Just Alvin telah tayang selama tiga bulan setiap Kamis malam. Sejumlah artis atau tokoh yang pernah menjadi tamu di acara ini antara lain Rhoma Irama, Slank, Daniel Sahuleka, Elfa Secioria, dan OC Kaligis.

Alvin mengatakan, dia berusaha membuat riset kecil-kecilan untuk memahami sisi lain setiap tamu yang akan dihadirkan. ”Semalam saya ngobrol lima jam dengan Maia sebagai teman di rumahnya. Itu salah satu cara yang saya gunakan untuk memahami orang,” ujar Alvin yang pernah terjun sebagai pemain sinetron dan model.

Sebelum Just Alvin, Metro TV telah memiliki Kick Andy yang hingga kini masih berkibar. Dalam beberapa hal, Just Alvin dan Kick Andy memiliki pendekatan yang sama. Keduanya sama-sama berusaha memberikan empati pada persoalan yang dipaparkan sumber. Selain itu, keduanya sama-sama dipengaruhi gaya Oprah Winfrey Show.
Selengkapnya...

Minggu, 08 Maret 2009

Jalur Rally Kabanjahe-Kutacane

Nasib Jalan Raya Kabanjahe-Kutacane ibarat sinetron Cinta Fitri yang tidak tamat-tamat. Ruas jalan ini hampir tidak pernah mulus dan selalu saja rusak parah. Padahal, jalan ini adalah jalur utama yang menghubungkan sebagian kawasan tengah Aceh dengan Sumatera Utara. Jalur ini pun lebih mirip jalur rally daripada jalan raya.

Awal Desember 2008 lalu, ketika aku berkesempatan pulang ke kampung halaman di Perbesi, kubangan-kubangan menganga di hampir sepanjang jalan, setelah melewati jembatan Lau Biang. Hujan yang saat itu hampir tiap hari menyiram Tanah Karo, tampaknya tidak mensia-siakan setiap lubang yang ada. Sama sekali tidak terlihat kalau jalan yang sedang aku lintasi ini, adalah sebuah jalan negara.


Ketika aku kembali ke sana awal Februari 2009 lalu, kubangan tadi berubah menjadi seperti sungai kering. Kubangan berganti dengan lubang-lubang beraneka ukuran. Kondisinya mirip seperti sungai yang kekeringan pada musim kemarau. Karena tidak layak dilewati lagi, akhirnya setiap kendaraan justru menggunakan bahu jalan yang relatif lebih mulus dan rata, walau hanya berupa tanah yang sudah padat saja.

Mobil pun hanya mampu berjalan sekitar 10 kilometer perjam. Yang biasanya jarak Kabanjahe-Perbesi hanya ditempuh dalam waktu 20 menit, maka kini nyaris satu jam. Tidak hanya lamanya perjalanan yang harus dinikmati. Kita juga harus siap menikmati guncangan-guncangan akibat ban mobil yang harus melewati kubangan, dan juga jigjag mobil yang berusaha menghindari kubangan. Sebuah perjalanan yang tentunya sangat tidak mengenakkan. Alunan musik Kibot dari tape mobil dan pemandangan indah sepanjang perjalanan, sama sekali terasa tidak nikmati lagi.

Sebenarnya tidak semua ruas jalan yang rusak. Kalau kita perhatikan, ada beberapa bagian jalan yang tetap mulus. Bukan hanya nyaris tanpa lubang, tapi badan jalan di bagian ini juga lebih lebar. Sering muncul pertanyaan dalam diri ini, mengapa ruas jalan di bagian ini selalu lebih mulus.

“Kabarnya, ruas jalan yang tetap bagus ini adalah hasil bantuan dari luar negeri beberapa tahun lalu. Pekerjaannya dilakukan oleh insinyur-insinyur handal yang melakukan studi kelayakan yang mantap sekali. Pembangunannya tidak tuntas di seluruh ruas Kabanjahe-Kutacane karena kerja sama berhenti di tengah jalan,” kata Ucok Ginting, rekan dari Berastagi yang menemani ke Perbesi.

Entah benar atau tidak cerita senina ini. Namun, yang pasti, ruas jalan yang membuat aku heran tadi, selalu mulus dan kuat, walau tampaknya pemeliharaan jarang dilakukan. Tentu sangat layak untuk di pertanyakan, mengapa teknik yang digunakan saat itu, tidak ditiru saja untuk memperbaiki ruas Jalan Kabanjahe-Kutacane yang selalu rusak parah bak kubangan kerbau di Tigabinanga sana.

Sungguh sia-sia biaya tambal-sulam yang selalu dipakai untuk memperbaiki ruas Jalan Kabanjahe-Kutacane, bila perbaikan hanya bertahan dalam hitungan hari atau minggu. Atau, jangan-jangan cara ini dipakai hanya sebagai modus demi menghabiskan anggaran semata? Semoga saja tidak…..
Selengkapnya...

Jalur Rally Kabanjahe-Kutacane

Nasib Jalan Raya Kabanjahe-Kutacane ibarat sinetron Cinta Fitri yang tidak tamat-tamat. Ruas jalan ini hampir tidak pernah mulus dan selalu saja rusak parah. Padahal, jalan ini adalah jalur utama yang menghubungkan sebagian kawasan tengah Aceh dengan Sumatera Utara. Jalur ini pun lebih mirip jalur rally daripada jalan raya.

Awal Desember 2008 lalu, ketika aku berkesempatan pulang ke kampung halaman di Perbesi, kubangan-kubangan menganga di hampir sepanjang jalan, setelah melewati jembatan Lau Biang. Hujan yang saat itu hampir tiap hari menyiram Tanah Karo, tampaknya tidak mensia-siakan setiap lubang yang ada. Sama sekali tidak terlihat kalau jalan yang sedang aku lintasi ini, adalah sebuah jalan negara.


Ketika aku kembali ke sana awal Februari 2009 lalu, kubangan tadi berubah menjadi seperti sungai kering. Kubangan berganti dengan lubang-lubang beraneka ukuran. Kondisinya mirip seperti sungai yang kekeringan pada musim kemarau. Karena tidak layak dilewati lagi, akhirnya setiap kendaraan justru menggunakan bahu jalan yang relatif lebih mulus dan rata, walau hanya berupa tanah yang sudah padat saja.

Mobil pun hanya mampu berjalan sekitar 10 kilometer perjam. Yang biasanya jarak Kabanjahe-Perbesi hanya ditempuh dalam waktu 20 menit, maka kini nyaris satu jam. Tidak hanya lamanya perjalanan yang harus dinikmati. Kita juga harus siap menikmati guncangan-guncangan akibat ban mobil yang harus melewati kubangan, dan juga jigjag mobil yang berusaha menghindari kubangan. Sebuah perjalanan yang tentunya sangat tidak mengenakkan. Alunan musik Kibot dari tape mobil dan pemandangan indah sepanjang perjalanan, sama sekali terasa tidak nikmati lagi.

Sebenarnya tidak semua ruas jalan yang rusak. Kalau kita perhatikan, ada beberapa bagian jalan yang tetap mulus. Bukan hanya nyaris tanpa lubang, tapi badan jalan di bagian ini juga lebih lebar. Sering muncul pertanyaan dalam diri ini, mengapa ruas jalan di bagian ini selalu lebih mulus.

“Kabarnya, ruas jalan yang tetap bagus ini adalah hasil bantuan dari luar negeri beberapa tahun lalu. Pekerjaannya dilakukan oleh insinyur-insinyur handal yang melakukan studi kelayakan yang mantap sekali. Pembangunannya tidak tuntas di seluruh ruas Kabanjahe-Kutacane karena kerja sama berhenti di tengah jalan,” kata Ucok Ginting, rekan dari Berastagi yang menemani ke Perbesi.

Entah benar atau tidak cerita senina ini. Namun, yang pasti, ruas jalan yang membuat aku heran tadi, selalu mulus dan kuat, walau tampaknya pemeliharaan jarang dilakukan. Tentu sangat layak untuk di pertanyakan, mengapa teknik yang digunakan saat itu, tidak ditiru saja untuk memperbaiki ruas Jalan Kabanjahe-Kutacane yang selalu rusak parah bak kubangan kerbau di Tigabinanga sana.

Sungguh sia-sia biaya tambal-sulam yang selalu dipakai untuk memperbaiki ruas Jalan Kabanjahe-Kutacane, bila perbaikan hanya bertahan dalam hitungan hari atau minggu. Atau, jangan-jangan cara ini dipakai hanya sebagai modus demi menghabiskan anggaran semata? Semoga saja tidak…..
Selengkapnya...

Selasa, 03 Maret 2009

Midnight Sale di Supermal Lippo Karawaci

Sabtu, 28 Februari 2009. Jam Alba yang melingkar di tangan kiriku telah menunjukkan pukul 10 malam. Biasanya, jam-jam segini, suasana Supermal Lippo Karawaci ini sudah sunyi senyap. Yang masih rame, biasanya hanya di kawasan Benton, sebuah pusat jajanan alam terbuka di samping Mall ini. Tapi, malam minggu ini apa yang terjadi? Suasana pada jam 10 malam ini, serasa mirip dengan suasana pukul tujuh malam. Foodcourt masih sangat ramai, gerai KFC masih tampak ada antrean, begitu juga dengan gerai-gerai lainnya.

Akupun berjalan menuju Matahari untuk menemui dua sodara. Sudah dua kali aku menelepon mereka untuk menanyakan kapan kami akan pulang. Namun, mereka selalu menjawab, “tunggu ya. Bentar lagi.” Padahal, anak salah satu sodara yang baru berumur 4 tahun yang dari jam 7 tadi bersama aku main-main di Timezone, sudah merengek-rengek minta pulang karena sudah mengantuk.


Di sepanjang lorong mall, orang masih tampak sangat ramai. Toko-toko pun hampir semuanya buka dengan pengunjung yang banyak. Aku melihat jam, dan mengira jangan-jangan jamku memang salah. Tapi, tampaknya tidak salah kok. “Sale….sale….sale sampe 50%!” teriak seorang penjaga toko sepatu. “Sale sampe jam 12 malam!”

Oh…rupanya sedang ada program di Supermal Lippo Karawaci pada malam ini. Dari brosur yang aku baca, namanya Midnight Sale. Program ini berlangsung hanya sampai jam 12 pas. Jadi ini rupanya yang membuat suasana mall ini tetap ramai sampai larut begini.

Hampir seluruh gerai menuju Matahari di ujung Barat mall ini, masih tetap buka. Di setiap pintu masuk, tertulis Sale 20-70%. Wah, pantas orang-orang berbondong-bondong masuk ke dalam setiap gerai. Kupikir ada penjarahan seperti yang pernah melanda mall ini pada kerusuhan Mei 1998.

Begitu juga ketika aku masuk ke dalam gerai Matahari. Begitu banyak orang yang saling memilih segala macam produk. Bahkan, di beberapa meja yang di atasnya tergantung Diskon 70%, tidak ada lagi barang-barangnya. Aku yakin, barang-barang di atas meja ini sudah habis diserbu pembeli. Di beberapa tempat orang masih terlihat saling memperebutkan pakaian yang didiskon 50%.

Kondisi di Matahari ini sungguh hiruk-pikuk. Antrean terjadi di setiap kasir. Tampak beberapa pengunjung yang berbelanja sambil membawa balita mereka. Sedangkan para pegawai Matahari tampak diam-diam saja. Tidak seperti biasanya, dimana mereka menghampiri pembeli yang sedang memilih-milih barang. Mungkin karena malam ini mereka lembur sampai 3 jam. Atau mungkin mereka hanya disuruh mengawasi. Atau mungkin mereka sedang berdemo mogok kerja. Atau....atau yang lainnya barangkali.

Aku sempat tersenyum melihat kondisi ini. Melihat jam yang hampir jam 12 malam, pikiran nakalku muncul, jangan-jangan orang-orang ini bukan manusia. Ah….itu cuma ada di film horor murahan saja, pikirku dalam lamunan.

Inilah potret masyarakat Indonesia yang ditangkap manis oleh pengelola mal. Apalagi tanggalnya masih tanggal 28, dimana para pegawai baru saja menerima gaji. Tidak heran kalau sampai tengah malam ini, masih ada antrean di ATM.

Aku pun pulang tanpa membawa celana panjang jins hitam yang aku cari, untuk dipakai kerja. Celana jins ini kucari karena tadinya aku juga tergiur dengan program Midnight Sale ini. Namun, setelah aku cari-cari, ternyata harga celana jins hitam yang aku suka, sama saja dengan hari-hari biasa. Jadi, mana diskonnya? Mana sale-nya?
Selengkapnya...

Senin, 02 Maret 2009

Balada Republik Mimpi

Perjalanan kelompok Republik Mimpi benar-benar menarik untuk diikuti. Pertama-tama, Republik Mimpi tayang di Indosiar, lalu pindah ke Metro TV, kemudian berlabuh di TV One, lanjut kemudian mengudara di ANTV, dan kini tayang di RCTI. Selanjutnya dimana ya?


Republik Mimpi yng digawangi oleh Effendy Gazali, awalnya tayang di Indosiar dengan Taufik Savalas dan Ucup Keliek sebagai pasangan presiden dan wakil presiden yang merupakan parodi dari SBY-JK. Tayangan ini langsung mendapat respons luar biasa dari penonton, karena sebelumnya belum ada parodi televisi yang bersiteng tentang kondisi republik ini.

Tak lama kemudian, Effendy Gazali memboyong tim-nya ke Metro TV. Kabar santer yang beredar, tim pakar komunikasi politik asal UI ini, punya perbedaan pendapat dengan pihak Indosiar. Namun, ada juga yang mengatakan, Indosiar mendapatkan tekanan dari pihak luar untuk tidak lagi menayangkan Republik Mimpi.

Di Metro TV, parodi ini dibungkus dalam sebuah program yang bernama News Dot Com. Butet Kartaredjasa menggantikan Taufik Savalas sebagai Presiden Republik Mimpi, dengan gelar SBY (Sibutet Dari Yogya). Pembawaan dan gaya Butet memang mirip sekali dengan Presiden SBY. Sedangakan posisi Ucup Keliek sebagai wakil presiden, digantikan oleh Jarwo Kwat.

Selengkapnya...