Minggu, 25 Januari 2009

ORANG GINTING DI STARBUCKS COFFEE

Sabtu sore, 25 Januari 2009. Starbucks Coffee di Lantai 1 FX tampak sangat ramai. Pria-wanita, tua-muda, semuanya duduk memenuhi kursi-kursi yang ada di dalam maupun di halaman luar Starbucks yang menghadap langsung Jalan Sudirman Jakarta. Gelak tawa tak henti-hentinya terdengar. Beragam pembicaraan terus mengalir, dan tidak menghiraukan alunan musik yang diputar pengelola Starbucks. Para anggota The Ginting Fam Club ikut meramaikan suasana di sana.

Memang tidak disangka. Hanya berawal dari perkenalan lewat dunia maya, tali persaudaraan semakin erat. Padahal, tadinya semuanya tidak saling kenal, walau nama mereka sama-sama berakhiran Ginting. Facebook telah mempertemukan banyak Ginting. Lewat sebuah group bernama The Ginting Fam Club, hingga Januari 2009 ini, sudah berkumpul 248 orang yang memiliki Ginting di belakang nama mereka. Dan, hari Sabtu tanggal 25 Januari 2009, dibuat sebuah acara santai untuk berkumpul di FX Jakarta, guna saling lebih mengenal para anggota yang kebetulan sedang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.

Sekitar enam jam ‘orang-orang Ginting’ berkumpul di tempat nongkrong baru di Jakarta itu. Selama itu juga beragam obrolan mengalir tidak henti. Obrolan berawal dari cerita Nefo Ginting yang mengawali kisah pembuatan Group The Ginting Fam Club. Dari cerita pria yang sudah melanglang buana ke banyak benua ini, terungkap kalau ternyata ‘orang-orang Ginting’ yang bergabung di group ini, banyak yang datang dari luar negeri.

Bahkan, ada anggota yang memiliki nama Ginting di belakangnya, namun baru tahu kalau Ginting adalah sebuah nama marga di Indonesia. Dari group inilah kawan tadi baru tahu, ia adalah orang Karo. Maklum, sejak umur dua tahun, ia sudah tinggal di Eropa. Bisa jadi, masih banyak Ginting ataupun orang Karo lain di seluruh dunia yang sama kondisinya dengan teman tadi. Jejaring sosial semacam Facebook, bisa mengambil peran untuk kembali menyatukan seluruh orang Karo, dimanapun berada.

Dari obrolan tentang group The Ginting Fam Club, pembicaraan melebar ke masalah Tanah Karo. Mulai soal budaya, soal kondisi Tanah Karo sekarang, rencana pembentukan Kota Berastagi, pariwisata Tanah Karo yang tidak pernah berkembang pesat, sampai pembahasan tentang orang-orang Karo yang telah menjadi orang sukses di negeri ini. Semuanya dibahas dengan sangat santai dan penuh canda tawa.

Bukan itu saja. Gara-gara tempat kumpul adalah kedai kopi hasil impor dari Amerika, muncul diskusi tentang mengapa kedai kopi lokal kalah pamor di Indonedia. Yang menarik, sempat muncul ide untuk membuat Kedai Kopi khas Karo di Jakarta. Ini bukan ide mengada-ngada, tentunya. Sebab, orang Karo sudah sejak lama punya pengalaman mengelola kedai kopi. Bahkan, di Tanah Karo sana, ada semacam kewajiban untuk singgah ke kedai kopi pada pagi dan malam hari bagi kaum lelaki. Nah, mengapa kondisi ini tidak dibuat go international saja?

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Padahal, Starbucks Coffee di FX masih ramai pengunjung pada malam minggu tersebut. Tapi, anggota The Ginting Fam Club yang berkumpul, harus meninggalkan para pengunjung lain, dengan saling bersalaman.

Dalam perjalanan pulang, masih terbayang betapa serunya obrolan sesama anggota The Ginting Fam Club di FX tadi. Padahal, cuma tiga orang yang datang dari 248 anggota group yang sudah terdaftar. Ya, memang hanya tiga anggota The Ginting Fam Club yang berkumpul. Ketiganya adalah Nefo Ginting, Edi Ginting, dan Tuah Ersada Ginting.

Sudah pasti, acara Sabtu ini adalah sebuah awal yang sangat baik. Dan obrolan-obrolan yang seru lainnya pasti akan bermunculan di pertemuan lain dengan peserta yang lebih banyak. Semoga.

(Edi Ginting, orang Perbesi yang bangga menjadi orang Karo dan orang Indonesia)

4 komentar:

  1. Bang Edi... Beneran tuh yang datang cuma 3 org? padahal dari ceritanya di awal aku kira yang datang itu puluhan (ngebayangin satu starbucks penuh dengan ginting hehehe). Kok bisa hanya 3 yah? Pada kemana semua sih? Payah ah...

    BalasHapus
  2. Ayub Wita Radya Ginting Manik1:32 PM

    wah. kapan ni ginting brothers main2 ke yogyakarta???

    wow konsep kedai kopi karo menarik juga yah???

    hidup karo,,,!!! hidup indonesia!!!!

    BalasHapus
  3. Adrianus Terulin Ginting10:25 AM

    Ginting Bersaudara (Ginbers) adalah salah satu group band yang pernah terkenal di daerah Sumatra Utara, khususnya di Kabupaten Karo.... mungkin karena perubahan jaman group band tadi seperti hilang ditelan Samnudra Selatan.... Harapan Kita semua Ginting Bersaudara dapat maju disegala bidang, Tuhan Memberkati, GBU.

    BalasHapus
  4. Saya baru tahu kalau ada grup band Ginbers.... Wah, kalau saja mereka masih eksis, pasti asik banget. Nama Ginting setidaknya ikutan naik daun. Hehehe.....
    Saya setuju dan mendukung; SEMUA GINTING DAPAT BAJU EH...DAPAT MAJU DI SEGALA BIDANG. Hehehe.... Bujur dan mejuah-juah...

    BalasHapus