Jumat, 27 Februari 2009

Dalang Anarki Medan

Rabu, 4 Februari 2009 sekitar pukul 16.00 WIB. Aku sedang berada di bis menuju Mall CL di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Tiba-tiba saja, telepon genggamku berdering. Segera kuangkat. "Ting, besok pagi ke Medan. Garap kasus anarki di DPRD Sumut. Tiket sedang disiapkan kantor," kata Senior Produserku dari balik sana.

Aku segera mempersiapkan segela kebutuhan ke Medan. Tak lupa aku membeli sejumlah peralatan pribadi di Mall CL. Yang lainnya, aku minta siapkan saja lewat telepon. Apalagi, kali ini yang diberangkatkan adalah dua tim. Jarang-jarang ada dua tim diberangkatkan untuk meliput satu kasus. Akupun segera mengontak ketiga orang lagi yang akan berangkat bersamaku. Mereka aku minta mempersiapkan semua peralatan, termasuk kaset, biaya dinas, dan sebagainya. Akhirnya, aku pun tidak perlu mampir ke kantor. Apalagi, tiket pun sudah pasti kapan berangkatnya.


Pagi harinya, kami berangkat ke Medan dengan pesawat Batavia Air. Kami berangkat dengan persiapan bahan liputan ala kadarnya. Untung saja tadi subuh, aku sempat resit dulu di kantor mengenai Provinsi Tapanuli yang menjadi pangkal masalah terjadinya demo anarkis di DPRD Sumatera Utara yang akhirnya menewaskan Ketua DPRD Abdul Azis Angkat.

Sekitar pukul 10 pagi, kami sudah berada di Medan. Kami pun segera menyusun strategi peliputan. Apalagi, kami diharuskan untuk membuat 3 episode selama seminggu di Medan. Episode pertama sudah ada di depan mata, karena akan tayang hari Senin, atau 4 hari lagi. Mau tidak mau, kami harus sudah siapkan materinya pada hari Sabtu. Artinya, kami hanya punya efektif liputan selama 3 hari. Luar biasa!!!!

Hari Kamis ini, kami lebih banyak membuka semua lobi dan jaringan guna mengumpulkan semua bahan. Cukup banyak nama-nama yang aku peroleh dari semua teman dan jaringan yang aku punya di Medan. Bahkan, satu orang sudah siap diwawancari pada hari Jumat pagi, yakni Sukaria Sinulingga, Rektor IV USu yang pernah menjadi staf ahli Gubernur Sumut. Saat menjadi staf ahli, ia pernah mendapatkan tugas untuk membuat kajian tentang Provinsi Tapanuli.

Cukup melelahkan liputan hari pertama di Medan. Sebab, jam 5 sore, aku sudah berada di Poltabes Medan untuk mengecek informasi di sana. Rupanya, malam harinya ada kunjungan Komisi 3 DPR RI ke Poltabes. Terpaksa kami tunggu kedatangan mereka. Gilanya lagi, mereka baru selesai rapat dengan Kapolda Sumut pukul 1 malam. Akhirnya, kami pun terpaksa sampai di hotel pukul 2 pagi setelah menyantap nasi goreng plus Teh Tarik di Warkop Harapan, sebuah tempat tongkrongan anak muda di Medan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar