Senin, 30 Maret 2009

Carut-Marut Pemilu 2009

Tidak sampai dua minggu lagi, pemilu akan digelar di seluruh indonesia untuk memilih angota legislatif. Berbeda dengan pemilu yang lalu-lalu, kali ini sistem pemungutan suara adalah dengan mencontreng surat suara, dan bukan lagi di-coblos.

Nah, soal contreng-mencontreng ini yang kemudian membuat geger kabupaten karang anyar, Jawa Tengah, yang kemudian sampai juga ke Jakarta. Pada sejumlah surat suara di Karanganyar, ditemukannya tanda-tanda mirip contrengan di surat suara. Celakanya, tanda-tanda mirip contrengan seperti ini ditemukan pada sekitar 290 ribu surat suara, dari sekitar 680 surat suara untuk pemilihan DPRD Kabupaten Karanganyar.

Kerusakan sekitar 290 ribu surat suara ini merupakan 100 persen surat suara pemilihan anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, di dua daerah pemilihan, yakni daerah pemilihan satu dan lima.
Dengan demikian, saat pemilu tinggal dalam hitungan hari lagi, dua daerah pemilihan di Karang anyar justru belum memiliki surat suara yang sah untuk pemilihan anggota DPRD.


Walau persiapan logistik pemilu sudah berlangsung sejak awal Maret lalu, namun tanda-tanda mirip contrengan ini baru diketahui publik pertengahan Maret lalu. KPU Krang nyar terkesan menutup-nutupi kasus ini, walaupun dibantah dengan alasan KPUD setempat tidak mau mengekspos sebelum KPU pusat memberikan bertimbangan.

Adalah bupati Karang anyar, Rina Iriani SR, yang pertama kali membongkar kasus dugaan surat suara yang sudah dicontreng kepada publik. Tuduhan telah meng-intervensi KPU pun dialamatkan kepada sang Bupati, karena telah mengungkapkan rusaknya surat suara di Karang anyar.

Tanda-tanda mirip contrengan terdapat pada beberapa nama caleg, khususnya di daerah pemilihan satu dan lima. Selain tanda mirip contrengan, juga terdapat beberapa tanda yang hanya berupa titik-titik atau garis memanjang di kertas suara. Tanda mirip contrengan seperti ini bisa sangat membahayakan, karena sistem pemilu 2009 sangat beda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Sistem mencoblos kini diganti dengan sistem mencontreng. Karena itu, tanda seperti ini sangat mungkin dianggap sebagai contrengan kalau si pemilih telah menentukan suara-nya.

Tanda mirip contrengan banyak dijumpai pada caleg atas nama Tri Haryadi, Hapsoro Eko Yuliartanto, Titi Sumardi, Toto Hananto, dan Munawar Sholeh. Para caleg yang nama-nama-nya dijumpai tanda mirip contrengan ini, serempak membantah kalau ini adalah kesengajaan untuk mememenangkan mereka.

Seperti yang disampaikan oleh Tri Haryadi, yang pada namanya ikut ditemukan tanda mirip contrengan. Tri Haryadi adalag caleg Partai Demokrat nomor urut satu dari daerah pemilihan satu, Kabupaten Karanganyar.

Tanda mirip contrengan juga ditemukan pada kolom atas nama Hapsoro Eko Yuliartanto, caleg PDIP nomor urut tiga dari daerah pemilihan lima Kabupaten Karanganyar.

Tanda mirip contrengan pada sejumlah nama caleg dari partai besar akhirnya memunculkan isu kalau pencontrengan memang sengaja dilakukan demi mendongkrak suara partai besar di karang anyar. Isu ini tentu dibantah mereka dengan alasan sama sekali tidak tahu proses cetak-mencetak suara, dan contrengan justru merugikan mereka.

SURAT RUSAK KOK DIBILANG BAIK

Hasil pemantauan Pantia Pengawas atau Pnwas Kabupaten Karanganyar menujukkan, tanda mirip contrengan ditemukan di semua surat suara untuk pemilihan anggota DPRD Karanganyar, khususnya daerah pemilihan satu dan lima. Sesuai dengan surat edaran KPU Pusat, tanda-tanda seperti ini sudah masuk dalam kategori surat suara rusak dan tidak bisa digunakan lagi.

Adanya ratusan ribu surat suara rusak ini juga telah dilaporkan KPU Karanganyar, kepada KPU Pusat pada tanggal 16 Maret 2009. Dalam surat ini, jelas-jelas KPU Karanganyar menyatakan bahwa surat suara untuk pemilihan anggota DPRD kabupaten dari daerah pemilihan satu dan lima seluruhnya rusak.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana KPU Karanganyar akan mengganti seluruh surat suara yang rusak ini, sementara hari pemungutan suara semakin dekat.

KPU Karanganyar pun meminta solusi kepada kpu pusat. KPU Pusat tampaknya tidak mau mengambil resiko dengan memerintahkan pencetakan surat suara baru untuk Karanganyar.
Daripada mencari solusi yang rumit-rumit, KPU lebih memilih bahwa masalah surat suara di Karanganyar, tidak ada masalah, alias menganggap cacat seperti ini bukan sebuah masalah.

KPU berdalih, tanda mirip contrengan bukan akibat kesengajaan, melainkan karena kesalahan pencetakan. Anehnya, kesalahan ini dianggap masih bisa diterima sehingga surat suara masih bisa dipakai. Celakanya, KPU sendiri tidak bisa membuktikan kalau tanda mirip contrengan ini, adalah kesalahan pencetakan. Pasalnya, sama sekali tidak ada surat dari perusahaan pencetak suara, kalau mereka telah lalai dalam mencetak suara sehingga cacat.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh tim Metro Realitas, ada sekitar sepuluh perusahaan pemenang tender pencetakan surat suara untuk Jawa Tengah. Kesepuluh perusahaan tersebut bergabung dalam dua konsorsium. PT Nyata Grafika, sebuah perusahaan percetakan yang beralamat di Jalan Adi Sumarmo, Solo, menjadi salah satu pencetak surat suara untuk Kabupaten Karanganyar.

Pihak PT Nyata Grafika mengaku terkejut dengan adanya berita surat suara yang cacat adalah hasil produksi mereka. Apalagi, sampai akhir pekan lalu, perusahaan ini belum mendapatkan komplain apapun tentang kerusakan surat suara yang mereka cetak.

SURAT KPU MEMBINGUNGKAN

Kasus dugaan pencontrengan surat suara sebelum pemilu di Kabupaten Karanganyar seakan anti klimaks pada tanggal 19 Maret 2009 lalu. Hari itu, KPU Psat mengirim surat kepada KPU Karanganyar, yang seolah-olah menganggap menganggap tidak ada masalah di daerah ini.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua KPU Pusat Hafiz Anshary ini, menyebutkan kalau surat suara yang ada tanda mirip contrengan, masih dianggap baik dan tetap bisa digunakan pada hari pemungutan suara 9 April 2009 nanti.

Surat KPU ini seperti penawar racun bagi KPU Kranganyar yang sebelumnya seperti tidak tahu harus bagaimana dengan kondisi surat suara di sana.

KPU Karanganyar pun segera mengumpulkan para pengurus partai di sini. Kepada mereka dijelaskan tentang adanya surat KPU yang menjelaskan kasus dugaan pencontrengan surat suara di Karanganyar telah dianggap selesai.

Namun, keluarnya surat KPU ini bukan berarti menyelesaikan masalah di lapangan. Bayang-bayang permasalahan masih di depan mata. Adanya surat KPU ini belum tentu bisa sampai merata ke seluruh pihak yang berkepentingan dengan pemungutan suara nanti.

Kesan menggampangkan masalah dengan keluarnya surat KPU yang seolah-olah tidak ada masalah surat suara di Karanganyar, memang sangat wajar. Cap sebagai lembaga yang sering gonta-ganti peraturan pun semakin melekat pada KPU.

Padahal berdasarkan surat KPU tertanggal 13 Maret 2009 dan ditujukan kepada seluruh KPU di daerah-daerah, jelas-jelas KPU sudah mengatur kriteria bagaimana surat surat disebut rusak. Pada pont satu huruf H mengatur tentang surat suara dianggap rusak bila terdapat tanda goresan warna merah yang menyerupai tanda contreng, tanda silang, garis mendatar, atau coblos.

Bila mengacu pada ketentuan KPU ini, maka seharusnya surat suara Kabupaten Karanganyar ini, dianggap rusak.

Kini, tinggal menunggu saja apakah masalah surat suara di Karanganyar akan berakhir manis pada tanggal 9 April nanti. Adu kuat antar caleg dan juga kompetesi antar mereka, bisa-bisa menimbulkan resiko saling tuduh-menuduh kalau surat suara tidak sah akibat adanya tanda-tanda tertentu pada surat suara.

Cap menggampangkan masalah, juga dialamatkan kepada KPU saat terjadi kisruh daftar pemilih tetap (DPT) yang dilaporkan banyak DPT ganda dan fiktif. Berkali-kali, KPU membantah ada penggelembungan DPT. KPU pun mempertanyakan asal DPT yang dipakai para partai politik yang melaporkan adanya DPT ganda.

Soal jadwal kampanye yang sekarang masih berlangsung pun adalah hasil modifikasi dari jadwal awal yang sebelumnya ditetapkan oleh KPU sendiri. Karena itu, cukup banyak partai politik yang sempat mengeluhkan perubahan jadwal kampanye ini, saat KPU mengeluarkan jadwal baru menjelang hari H kampanye.

Sekali lagi….ini-lah hasil dari kinerja kpu yang diberi mandat penuh sebagai lembaga yang menyelenggarakan pemilu di republik ini.

(Kisah ini sudah ditayangkan di program Metro Realitas di Metro TV, hari ini pukul 23.05 WIB)

Selengkapnya...

Jumat, 13 Maret 2009

Orang Terkaya di Indonesia

Hari ini, hampir semua media di Jakarta menurunkan berita tentang daftar orang kaya di dunia versi Majalah Forbes yang dirilis 12 Maret 2009. Di antara nama-nama para orang kaya kelas dunia, terselip lima nama orang kaya dari Indonesia yang memiliki harta di atas 1 miliar dollar AS.

Mereka adalah Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, dua bersaudara pemilik Grup Djarum. Kemudian Sukanto Tanoto, pemilik imperium bisnis Raja Garuda Mas (RGM) Grup; Martua Sitorus, pendiri Wilmar International; serta Peter Sondakh, pendiri Grup Rajawali. Mereka pula yang kini menjadi lima orang terkaya di Indonesia.

Namun, ada yang menarik dari pemberitaan soal daftar orang kaya ini. Sepertinya tidak ada yang memajang foto Michael B. Hartono. Padahal, foto empat orang lainnya ada dan bagus-bagus. Seperti yang ada di harian Media Indonesia. Kalau empat orang lainnya ada foto ukuran 2x3 dan berwarna, maka untuk Michael B Hartono hanya dipasang foto siluet hitam. Begitu juga di harian Kontan, yang justru memasang logo Djarum untuk Michael B. Hartono. Sedangkan media-media lain hanya membuat daftar nama-nama dan tanpa foto. Bisa jadi, mereka membuat demikian karena memang tidak memiliki stok foto Michael B. Hartono.

Apa memang Michael B. Hartono orang yang sangat misterius ya? Kok sama sekali tidak ada media yang memiliki fotonya? Ini pertanyaan yang menggelitik ku sampai tulisan aku buat.

Michael B Hartono (69) dan R Budi Hartono (68) sama-sama bertengger di posisi 430 orang kaya dunia. Kakak beradik pemilik perusahaan rokok, PT Djarum, ini masing-masing memiliki kekayaan sebanyak US$ 1,7 miliar atau sekitar atau sekitar Rp 19 triliun. Waw!!!!

Keduanya juga tercatat sebagai pemilik 50 persen saham Bank Central Asia (BCA). Tidak hanya itu, mereka juga memegang saham di sejumlah perusahaan properti, seperti pusat perbelanjaan mewah, apartemen, perkantoran dan hotel di Grand Indonesia.

Aku pernah membaca sebuah artikel di majalah ekonomi. Group Djarum memang menjadi perusahaan yang sangat tertutup. Tidak jelas berapa asset grup ini karena ogah melantai di bursa. Karena bukan perusahaan terbuka, maka sah-sah saja perusahaan ini menutup diri untuk merahasiakan isi ‘jeroan’ grup mereka. Bisa jadi, karena pilihan ini, para petinggi grup Djarum juga jarang tampil di publik, termasuk Michael B. Hartono.

“Sosok Michael B. Hartono sama misteriusnya dengan sosok Putra Sampoerna, mantan pemilik rokok Sampoerna. Mana ada media yang memiliki foto Putra Sampoerna,” kata seorang rekan wartawan.

Orang kaya Indonesia lain yang masuk jajaran top terkaya dunia adalah Sukanto Tanoto (56), pemilik perusahaan Raja Garuda Mas International yang berdomisili di Singapura. Ia tercatat di peringkat 450 dengan harta kekayaan sebanyak US$ 1,6 miliar. Usahanya banyak bergerak di bidang agrikultur.

Sementara Martu Sitorus berada di peringkat 522 orang kaya dunia dengan jumlah kekayaan US$ 1,4 miliar. Pria berusia 49 tahun ini mengurusi bisnis di bidang agrikultur, khususnya kelapa sawit dan kini tinggal di Singapura. Perkebunan pertama dibelinya pada 1994. Setelah bergabung dengan Wilmar International pada 2007 lalu, bisnisnya berkembang dan menjadi salah satu produsen minyak sawit dan minyak goreng terbesar di Asia.

Orang Indonesia lainnya yang masuk daftar Forbes adalah Peter Sondakh. Ia duduk di peringkat 701 dengan harta kekayaan sebanyak US$ 1 miliar. Pria 57 tahun ini menggeluti usaha di sektor telekomunikasi, retail dan hotel di bawah bendera Rajawali Group.

Masih ada fakta lain dari dikeluarkannya daftar orang kaya dunia oleh majalah Forbes. Sebab, daftar ini keluar saat dunia sedang dalam kondisi krisis. Karena itu, tahun ini barangkali menjadi masa-masa tersulit bagi orang-orang terkaya di seantero dunia. Tahun lalu mencatat ada sekitar 1.125 orang-orang terkaya di dunia, namun tahun ini jumlahnya menciut menjadi hanya 793 orang saja, menurun sekitar 30 persen ketimbang tahun lalu. Berdasarkan versi Forbes, setiap orang berhak masuk dalam daftar bergengsi ini bila ia memiliki harta paling sedikit US$ 1 miliar atau Rp 12 triliun.

Dari 1.125 miliuner yang berada dalam peringkat pada 2008, 373 orang di antaranya terlempar dari daftar -- 355 lantaran kekayannya menurun, sementara 18 orang meninggal. Tapi, ada 38 orang kaya yang menerobos daftar itu, plus tiga konglomerat yang kembali masuk dalam daftar 10 Besar. Inilah untuk pertama kalinya!

Bukan hanya terlempar, harta orang-orang paling kaya di dunia ini juga tergerus hebat. Jumlah kekayaan kolektif mereka "hanya" senilai U$ 2,4 trilliun, turun US$ 2 trilliun ketimbang tahun silam. Rata-rata nilai kekayaan mereka jatuh 23 persen menjadi US$ 3 miliar. Penurunan rata-rata yang paling rendah pernah terjadi pada 2003.

Bos Microfsot, Bill Gates, meski kehilangan US$ 18 miliar, namun ia meraih kembali tampuk nomor satu sebagai manusia terkaya dunia dari tangan Warren Buffet. Sedangkan Buffet sendiri harus rela kehilangan kekayaan US$ 25 miliar saat saham-saham miliknya di Berkshire Hathaway jatuh hampir 50 persen dalam waktu 12 bulan, namun ia masih menggenggam peringkat nomor dua. Raksasa pemilik perusahaan telekomunikasi Carlos Slim HelĂș asal Meksiko juga lebih miskin US$ 25 miliar dan tergelincir di posisi ketiga. (Edi Ginting, bermimpi bisa menjadi salah satu orang kaya dunia)

(sumber tulisan: Vivanews.com/Kompas.com/tempointeraktif.com)
Selengkapnya...

Kamis, 12 Maret 2009

Tokyo Kota Termahal di Dunia

Dimana kah di dunia ini yang memiliki biaya hidup paling mahal? Dulu, yang muncul di benakku adalah London. Ibukot Inggris ini menjadi pilihanku, karena memang demikianlah yang sering aku dengar sejak lama. Hal ini semakin menempel kuat dalam otakku, ketika aku merasakan sendiri saat berkesempatan pergi ke London, tahun 2008 lalu. Saat itu, aku dapat informasi kalau untuk naik taksi saja, kita harus menyiapkan uang 1-2 juta juta rupiah. Waw!

Namun, belief-ku ini ternyata salah besar. Hasil survei Economist Intelligence Unit (EIU) yang dirilis Senin 9 Maret 2009, tidak memasukkan London sebagai kota dengan biaya hidup termahal di dunia. EIU merupakan institusi di Amerika Serikat yang menyediakan masukan dan analisis bagi sektor industri dan manajemen berskala internasional,

Tokyo adalah kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Gile! Nomor dua masih diduki kota lain di Jepang, yakni Osaka.


Urutan kota yang memiliki biaya hidup termahal berdasarkan data EUI adalah:
1. Tokyo (Jepang)
2. Osaka (Jepang),
3. Paris (Prancis),
4. Copenhagen (Denmark),
5. Oslo (Norwegia),
6. Zurich (Swiss).

Sedangkan Singapura nangkring di posisi sepuluh. Padahal, enam bulan lalu, kabarnya, masih berada di posisi 15. Posisi ini membuat Singapura menjadi kota termahal di Asia Tenggara dan salah satu kota termahal di Dunia. Herannya, orang-orang Indonesia kok tetap banyak ke sana ya? Apa karena orang Indonesia memang kaya-kaya semua?

Rilis EUI menyebutkan, biaya hidup di kota London, Inggris, kini semakin rendah dibanding New York, Amerika Serikat. Baru kali ini London berada di bawah New York sejak 2002. Menurut survei NIU, itu karena nilai mata uang pound sterling semakin melemah.

London jatuh ke peringkat 27 sebagai kota paling mahal di dunia. Padahal enam bulan lalu, ibu kota Inggris ini menduduki peringkat kedelapan. Sedangkan New York naik menjadi kota ke-23 paling mahal dari peringkat 39, enam bulan lalu.

Sedangkan kota dengan biaya hidup paling rendah adalah
1. Karachi (Pakistan)
2. Teheran (Iran)
3. Mumbai dan New Delhi (India)
4. Kathmandu (Nepal)
5. Tripoli (Libia)

Ukuran survei adalah harga 160 produk dan pelayanan, termasuk makanan, minuman beralkohol, perkakas, dan pakaian. Survei tidak melibatkan tempat tinggal komersial maupun sewaan.

Lalu gimana dengan Indonesia? Kota mana yang termahal biasa hidupnya? Jakarta? Oh….tebakan Anda salah! Jakarta berada di posisi dua. Kota termahal di negeri ini adalah BALIKPAKAN!

Kalo ini adalah hasil Survei Biaya Hidup 2008 yang dilakukan Mercer Indonesia, seperti yang dipublikasikan, Jumat (29/8/2008). Survei dilakukan secara serentak di 26 kota utama di seluruh Indonesia selama Bulan Juli 2008, atau dua bulan setelah kebijakan kenaikan harga BBM.

Balikpapan tercatat sebagai kota termahal dengan indeks 107, naik 3 poin dari 104 pada tahun 2006. Sementara Jakarta adalah kota kedua termahal.

Sedangkan kota Bekasi dan Samarinda yang seri di peringkat ke-3 dengan skor indeks 94 diikuti kota Bogor dan Jayapura pada peringkat ke-5 dan ke-6. Kota termurah yaitu Bandar Lampung dan Mataram, keduanya dengan skor indeks 75, berada di peringkat ke 25.

Berikut urutan kota-kota termahal di Indonesia berikut indeksnya:
1. Balikpapan 107
2. Jakarta 100
3. Bekasi 94
4. Samarinda 94
5. Bogor 92
6. Jayapura 91
7. Pekanbaru 90
8. Bandung 89
9. Batam 89
10. Medan 89
11. Padang 88
12. Manado 88
13. Semarang 86
14. Palembang 85
15. Banjarmasin 85
16. Pontianak 84
17. Tangerang 84
18. Cilegon 84
19. Makassar 84
20. Jogjakarta 84
21. Surabaya 83
22. Jambi 81
23. Cirebon 81
24. Denpasar 80
25. Bandar Lampung 75
26. Mataram 75.


Selengkapnya...

Selasa, 10 Maret 2009

Pocong-Pocong Terus Bergentayangan

Ya….. judul di atas tidak salah. Pocong-pocong memang terus bergentayangan di Indonesia. Sekarang ini, pocong yang sedang bergentangan adalah THE REAL POCONG dan SUMPAH (INI) POCONG. Keduanya bergentangan di bioskop-bioskop di mall-mall besar Jakarta dan di daerah, dan mungkin sebentar lagi gentayangan ke bioskop pinggiran. Entah mengapa, kok orang Indonesia demen banget bikin film dengan kata POCONG ya.

Gini ceritanya. Saat berjalan melewati depan Mall Citraland, Grogol, Jakarta Barat, aku berhenti sejenak untuk memandangi poster-poster film, yang ada di kiri mall. Dari empat film yang sedang main di jaringan bioskop 21 di mall ini, ada dua film yang serupa tapi tidak sama. Kedua fim tersebut adalah THE REAL POCONG dan SUMPAH (INI) POCONG.


Tampaknya, Pocong tetap menjadi ‘makhluk’ yang disukai oleh siapa saja, termasuk para pembuat film di negeri ini.

Aku pun berjalan sambil tersenyum geli membayangkan poster film-film tadi. Sambil berjalan, aku pun kembali berpikir, seingatku sudah sangat banyak film-film yang memakai kata ‘POCONG’. Ada apa dengan POCONG? Kok laris banget ya? Berapa ya bayaran POCONG sekali main film?

Iseng-iseng, aku kemudian mencari-cari judul-judul film yang pernah memakai kata ‘POCONG’. Dan, inilah hasilnya:

Film-film yang memakai kata ‘POCONG’:

1. Pocong 1
2. Pocong 2
3. Pocong 3
4. Pocong VS Kuntilanak
5. Dendam Pocong
6. Sumpah Pocong
7. 40 Hari Bangkitnya Pocong
8. Tali Pocong Perawan
9. Sumpah Pocong Di Sekolah
10. Sumpah (Ini) Pocong
11. seperti Sumpah Pocong Lintang

Tampaknya bakal banyak lagi POCONG-POCONG llain yang akan bergentayang di bioskop-bioskop. Sebab, produser film masih punya banyak pilihan judul dengan kata ‘POCONG’. Misalnya saja, kalau ada judul film ’40 HARI BANGKITNYA POCONG’, maka bisa dibuat lagi sekuel dengan judul ’50 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’80 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’100 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’200 HARI BANGKITNYA POCONG’ atau ‘300 HARI BANGKITNYA POCONG’.

Kalau ada judul film “POCONG VS KUNTILANAK’, maka produser film bisa membuat film dengan judul “POCONG VS SUPERMAN’ , ‘POCONG VS BATMAN’, POCONG VS SPIDERMAN’, atau ‘POCONG VS JAMES BOND’ .

Kalau ada POCONG 1, POCONG 2, POCONG 3, kenapa ga dibuat lagi POCONG 4, POCONG 5, POCONG 6, dan seterusnya…

"Kami yakin bahwa pocong adalah hantu yang paling dekat dengan masyarakat Indonesia. Kedekatan itu karena hantu ini berhubungan dengan ritual pemakaman mayoritas pemeluk agama di negeri ini,’’ kata seorang produser film horor soal kenapa ‘POCONG’ begitu sering dijadikan film.

Selain itu, ternyata film horor tampaknya sudah menjadi jaminan mutu bagi pembuat film. Kayak obat aja pake jaminan mutu. Seorang pengamat film Indonesia, menyebutkan genre horor memang selalu mendapat tempat bagi penikmat film Indonesia. Dibanding genre lain, dengan mengesampingkan kualitas, horor selalu mampu menarik hati penonton dan mendatangkan keuntungan bagi para produser.

"Rata-rata film horor mampu mendatangkan hingga 800.000 penonton dengan waktu edar dua minggu. Angka ini cukup bersaing dengan film-film drama yang berbumbu seks," ujar pengamat film itu.

Ah…untung gw gak menjadi orang ke 800.001 yang menjadi penggemar film-film ‘POCONG’ dan kawan-kawannya itu… (Edi Ginting, bukan orang penggemar horor)


Selengkapnya...

Bicara Terus Terang di "Just Alvin"

Sebuah artikel di harian Kompas, edisi Minggu, 8 Maret 2009, yang berjudul Bicara Terus Terang di "Just Alvin", menyita perhatianku. Just Alvin adalah program baru di Metro TV yang lebih bernuansa talkshow infotainment. Artikel yang ditulis oleh Oleh Budi Suwarna tersebut, mengulas tentang apa itu program Just Alvin, secara mendetail dan lengkap.

Akupun lalu mengirim comment kepada Deyna Hariyanto, seorang kawan yang ikut menjadi tim dalam program Just Alvin, lewat Facebook. Kepada teman yang juga pernah menjadi produser di Metro TV itu, aku mengucapkan selamat atas adanya artikel di Kompas tersebut. Deyna adalah dedengkot Jiwa Creation, sebuah rumah produksi yang ikut membidani lahirnya Program Just Alvin.

Di bawah ini adalah artikel lengkap di Kompas tentang Just Alvin tadi.

Bicara Terus Terang di "Just Alvin"
Oleh Budi Suwarna

Air mata Maia Estianty (32) meleleh menyaksikan rekaman adegan perpisahan dirinya dengan anak-anaknya yang diputar kru Just Alvin. Setelah itu, Alvin Adam, pembawa acara Just Alvin, bertanya, ”Anda ingin berkata apa sekarang?” Maia menjawab dengan terbata-bata, ”Saya ingin memeluk dan tidur dengan mereka.”

Inilah adegan paling mengharukan dalam shooting Just Alvin di studio Metro TV, Kamis (5/3). Hasil shooting itu baru akan ditayangkan Kamis (12/3).

Selanjutnya, Maia berbicara tentang proses keruntuhan rumah tangganya dengan pentolan band Dewa, Ahmad Dhani, hari-hari sulitnya sebelum dan setelah perceraian, dunianya kini, dan mimpi-mimpinya. Semuanya disampaikan secara blak-blakan.

Mengapa Maia bersedia berbicara begitu terus terang mengenai problema rumah tangganya di televisi? Seusai shooting, Maia menjawab, ”Saya kan tidak sedang bicara pada infotainment yang isinya gosip. Jadi, saya katakan saja apa adanya.”

Begitulah Just Alvin. Para tamu yang diundang ke acara itu umumnya mau berbicara blak-blakan. Ahmad Dhani juga pernah tampil pada episode sebelumnya dan berbicara terus terang tentang perkawinannya yang kandas dengan Maia.

Seperti kata Maia, Just Alvin bukan acara gosip yang umumnya dikonstruksi dengan prasangka-prasangka. Ini adalah acara entertainment talk show yang mencoba memberikan ruang pada sumber untuk menjelaskan suatu isu dari sudut pandangnya.

Karena itu, sang pembawa acara tidak memaksa sumber untuk berbicara, tetapi lebih seperti membujuk. ”Anda terikat perkawinan selama 12 tahun dengan Dhani. Bisa ceritakan apa saja yang Anda rasakan,” tanya Alvin dengan lembut.

Begitulah gaya Alvin bertanya. Simpel, jelas, memancing, dan tetap sopan. Maia pun menjawab dengan spontan. ”Ada senangnya, ada sakitnya.”

Manager Produksi Metro TV Agus Mulyadi menjelaskan, Just Alvin ingin menampilkan tokoh atau artis dalam sosok manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Just Alvin berusaha menelusuri sisi manusiawi sang tamu yang belum banyak diketahui publik tanpa penilaian apa pun.

Biasanya, sisi manusiawi itu dituturkan orang-orang terdekat sang tamu. Misalnya, Joyce Eddy Abdul Manaf, ibunda Dhani, menggambarkan Dhani sebagai anak manis dan penyayang. Kesaksian ini bisa meruntuhkan stigma arogan yang telanjur dilekatkan pada Dhani.

Selain itu, acara ini juga ingin memaparkan karier seorang artis atau tokoh, kontribusinya, dan harapan-harapannya. Dari tontonan berdurasi satu jam ini, setidaknya pemirsa bisa melihat sosok sang tokoh secara lebih lengkap.

Sejauh ini, Just Alvin telah tayang selama tiga bulan setiap Kamis malam. Sejumlah artis atau tokoh yang pernah menjadi tamu di acara ini antara lain Rhoma Irama, Slank, Daniel Sahuleka, Elfa Secioria, dan OC Kaligis.

Alvin mengatakan, dia berusaha membuat riset kecil-kecilan untuk memahami sisi lain setiap tamu yang akan dihadirkan. ”Semalam saya ngobrol lima jam dengan Maia sebagai teman di rumahnya. Itu salah satu cara yang saya gunakan untuk memahami orang,” ujar Alvin yang pernah terjun sebagai pemain sinetron dan model.

Sebelum Just Alvin, Metro TV telah memiliki Kick Andy yang hingga kini masih berkibar. Dalam beberapa hal, Just Alvin dan Kick Andy memiliki pendekatan yang sama. Keduanya sama-sama berusaha memberikan empati pada persoalan yang dipaparkan sumber. Selain itu, keduanya sama-sama dipengaruhi gaya Oprah Winfrey Show.
Selengkapnya...

Minggu, 08 Maret 2009

Jalur Rally Kabanjahe-Kutacane

Nasib Jalan Raya Kabanjahe-Kutacane ibarat sinetron Cinta Fitri yang tidak tamat-tamat. Ruas jalan ini hampir tidak pernah mulus dan selalu saja rusak parah. Padahal, jalan ini adalah jalur utama yang menghubungkan sebagian kawasan tengah Aceh dengan Sumatera Utara. Jalur ini pun lebih mirip jalur rally daripada jalan raya.

Awal Desember 2008 lalu, ketika aku berkesempatan pulang ke kampung halaman di Perbesi, kubangan-kubangan menganga di hampir sepanjang jalan, setelah melewati jembatan Lau Biang. Hujan yang saat itu hampir tiap hari menyiram Tanah Karo, tampaknya tidak mensia-siakan setiap lubang yang ada. Sama sekali tidak terlihat kalau jalan yang sedang aku lintasi ini, adalah sebuah jalan negara.


Ketika aku kembali ke sana awal Februari 2009 lalu, kubangan tadi berubah menjadi seperti sungai kering. Kubangan berganti dengan lubang-lubang beraneka ukuran. Kondisinya mirip seperti sungai yang kekeringan pada musim kemarau. Karena tidak layak dilewati lagi, akhirnya setiap kendaraan justru menggunakan bahu jalan yang relatif lebih mulus dan rata, walau hanya berupa tanah yang sudah padat saja.

Mobil pun hanya mampu berjalan sekitar 10 kilometer perjam. Yang biasanya jarak Kabanjahe-Perbesi hanya ditempuh dalam waktu 20 menit, maka kini nyaris satu jam. Tidak hanya lamanya perjalanan yang harus dinikmati. Kita juga harus siap menikmati guncangan-guncangan akibat ban mobil yang harus melewati kubangan, dan juga jigjag mobil yang berusaha menghindari kubangan. Sebuah perjalanan yang tentunya sangat tidak mengenakkan. Alunan musik Kibot dari tape mobil dan pemandangan indah sepanjang perjalanan, sama sekali terasa tidak nikmati lagi.

Sebenarnya tidak semua ruas jalan yang rusak. Kalau kita perhatikan, ada beberapa bagian jalan yang tetap mulus. Bukan hanya nyaris tanpa lubang, tapi badan jalan di bagian ini juga lebih lebar. Sering muncul pertanyaan dalam diri ini, mengapa ruas jalan di bagian ini selalu lebih mulus.

“Kabarnya, ruas jalan yang tetap bagus ini adalah hasil bantuan dari luar negeri beberapa tahun lalu. Pekerjaannya dilakukan oleh insinyur-insinyur handal yang melakukan studi kelayakan yang mantap sekali. Pembangunannya tidak tuntas di seluruh ruas Kabanjahe-Kutacane karena kerja sama berhenti di tengah jalan,” kata Ucok Ginting, rekan dari Berastagi yang menemani ke Perbesi.

Entah benar atau tidak cerita senina ini. Namun, yang pasti, ruas jalan yang membuat aku heran tadi, selalu mulus dan kuat, walau tampaknya pemeliharaan jarang dilakukan. Tentu sangat layak untuk di pertanyakan, mengapa teknik yang digunakan saat itu, tidak ditiru saja untuk memperbaiki ruas Jalan Kabanjahe-Kutacane yang selalu rusak parah bak kubangan kerbau di Tigabinanga sana.

Sungguh sia-sia biaya tambal-sulam yang selalu dipakai untuk memperbaiki ruas Jalan Kabanjahe-Kutacane, bila perbaikan hanya bertahan dalam hitungan hari atau minggu. Atau, jangan-jangan cara ini dipakai hanya sebagai modus demi menghabiskan anggaran semata? Semoga saja tidak…..
Selengkapnya...

Jalur Rally Kabanjahe-Kutacane

Nasib Jalan Raya Kabanjahe-Kutacane ibarat sinetron Cinta Fitri yang tidak tamat-tamat. Ruas jalan ini hampir tidak pernah mulus dan selalu saja rusak parah. Padahal, jalan ini adalah jalur utama yang menghubungkan sebagian kawasan tengah Aceh dengan Sumatera Utara. Jalur ini pun lebih mirip jalur rally daripada jalan raya.

Awal Desember 2008 lalu, ketika aku berkesempatan pulang ke kampung halaman di Perbesi, kubangan-kubangan menganga di hampir sepanjang jalan, setelah melewati jembatan Lau Biang. Hujan yang saat itu hampir tiap hari menyiram Tanah Karo, tampaknya tidak mensia-siakan setiap lubang yang ada. Sama sekali tidak terlihat kalau jalan yang sedang aku lintasi ini, adalah sebuah jalan negara.


Ketika aku kembali ke sana awal Februari 2009 lalu, kubangan tadi berubah menjadi seperti sungai kering. Kubangan berganti dengan lubang-lubang beraneka ukuran. Kondisinya mirip seperti sungai yang kekeringan pada musim kemarau. Karena tidak layak dilewati lagi, akhirnya setiap kendaraan justru menggunakan bahu jalan yang relatif lebih mulus dan rata, walau hanya berupa tanah yang sudah padat saja.

Mobil pun hanya mampu berjalan sekitar 10 kilometer perjam. Yang biasanya jarak Kabanjahe-Perbesi hanya ditempuh dalam waktu 20 menit, maka kini nyaris satu jam. Tidak hanya lamanya perjalanan yang harus dinikmati. Kita juga harus siap menikmati guncangan-guncangan akibat ban mobil yang harus melewati kubangan, dan juga jigjag mobil yang berusaha menghindari kubangan. Sebuah perjalanan yang tentunya sangat tidak mengenakkan. Alunan musik Kibot dari tape mobil dan pemandangan indah sepanjang perjalanan, sama sekali terasa tidak nikmati lagi.

Sebenarnya tidak semua ruas jalan yang rusak. Kalau kita perhatikan, ada beberapa bagian jalan yang tetap mulus. Bukan hanya nyaris tanpa lubang, tapi badan jalan di bagian ini juga lebih lebar. Sering muncul pertanyaan dalam diri ini, mengapa ruas jalan di bagian ini selalu lebih mulus.

“Kabarnya, ruas jalan yang tetap bagus ini adalah hasil bantuan dari luar negeri beberapa tahun lalu. Pekerjaannya dilakukan oleh insinyur-insinyur handal yang melakukan studi kelayakan yang mantap sekali. Pembangunannya tidak tuntas di seluruh ruas Kabanjahe-Kutacane karena kerja sama berhenti di tengah jalan,” kata Ucok Ginting, rekan dari Berastagi yang menemani ke Perbesi.

Entah benar atau tidak cerita senina ini. Namun, yang pasti, ruas jalan yang membuat aku heran tadi, selalu mulus dan kuat, walau tampaknya pemeliharaan jarang dilakukan. Tentu sangat layak untuk di pertanyakan, mengapa teknik yang digunakan saat itu, tidak ditiru saja untuk memperbaiki ruas Jalan Kabanjahe-Kutacane yang selalu rusak parah bak kubangan kerbau di Tigabinanga sana.

Sungguh sia-sia biaya tambal-sulam yang selalu dipakai untuk memperbaiki ruas Jalan Kabanjahe-Kutacane, bila perbaikan hanya bertahan dalam hitungan hari atau minggu. Atau, jangan-jangan cara ini dipakai hanya sebagai modus demi menghabiskan anggaran semata? Semoga saja tidak…..
Selengkapnya...

Selasa, 03 Maret 2009

Midnight Sale di Supermal Lippo Karawaci

Sabtu, 28 Februari 2009. Jam Alba yang melingkar di tangan kiriku telah menunjukkan pukul 10 malam. Biasanya, jam-jam segini, suasana Supermal Lippo Karawaci ini sudah sunyi senyap. Yang masih rame, biasanya hanya di kawasan Benton, sebuah pusat jajanan alam terbuka di samping Mall ini. Tapi, malam minggu ini apa yang terjadi? Suasana pada jam 10 malam ini, serasa mirip dengan suasana pukul tujuh malam. Foodcourt masih sangat ramai, gerai KFC masih tampak ada antrean, begitu juga dengan gerai-gerai lainnya.

Akupun berjalan menuju Matahari untuk menemui dua sodara. Sudah dua kali aku menelepon mereka untuk menanyakan kapan kami akan pulang. Namun, mereka selalu menjawab, “tunggu ya. Bentar lagi.” Padahal, anak salah satu sodara yang baru berumur 4 tahun yang dari jam 7 tadi bersama aku main-main di Timezone, sudah merengek-rengek minta pulang karena sudah mengantuk.


Di sepanjang lorong mall, orang masih tampak sangat ramai. Toko-toko pun hampir semuanya buka dengan pengunjung yang banyak. Aku melihat jam, dan mengira jangan-jangan jamku memang salah. Tapi, tampaknya tidak salah kok. “Sale….sale….sale sampe 50%!” teriak seorang penjaga toko sepatu. “Sale sampe jam 12 malam!”

Oh…rupanya sedang ada program di Supermal Lippo Karawaci pada malam ini. Dari brosur yang aku baca, namanya Midnight Sale. Program ini berlangsung hanya sampai jam 12 pas. Jadi ini rupanya yang membuat suasana mall ini tetap ramai sampai larut begini.

Hampir seluruh gerai menuju Matahari di ujung Barat mall ini, masih tetap buka. Di setiap pintu masuk, tertulis Sale 20-70%. Wah, pantas orang-orang berbondong-bondong masuk ke dalam setiap gerai. Kupikir ada penjarahan seperti yang pernah melanda mall ini pada kerusuhan Mei 1998.

Begitu juga ketika aku masuk ke dalam gerai Matahari. Begitu banyak orang yang saling memilih segala macam produk. Bahkan, di beberapa meja yang di atasnya tergantung Diskon 70%, tidak ada lagi barang-barangnya. Aku yakin, barang-barang di atas meja ini sudah habis diserbu pembeli. Di beberapa tempat orang masih terlihat saling memperebutkan pakaian yang didiskon 50%.

Kondisi di Matahari ini sungguh hiruk-pikuk. Antrean terjadi di setiap kasir. Tampak beberapa pengunjung yang berbelanja sambil membawa balita mereka. Sedangkan para pegawai Matahari tampak diam-diam saja. Tidak seperti biasanya, dimana mereka menghampiri pembeli yang sedang memilih-milih barang. Mungkin karena malam ini mereka lembur sampai 3 jam. Atau mungkin mereka hanya disuruh mengawasi. Atau mungkin mereka sedang berdemo mogok kerja. Atau....atau yang lainnya barangkali.

Aku sempat tersenyum melihat kondisi ini. Melihat jam yang hampir jam 12 malam, pikiran nakalku muncul, jangan-jangan orang-orang ini bukan manusia. Ah….itu cuma ada di film horor murahan saja, pikirku dalam lamunan.

Inilah potret masyarakat Indonesia yang ditangkap manis oleh pengelola mal. Apalagi tanggalnya masih tanggal 28, dimana para pegawai baru saja menerima gaji. Tidak heran kalau sampai tengah malam ini, masih ada antrean di ATM.

Aku pun pulang tanpa membawa celana panjang jins hitam yang aku cari, untuk dipakai kerja. Celana jins ini kucari karena tadinya aku juga tergiur dengan program Midnight Sale ini. Namun, setelah aku cari-cari, ternyata harga celana jins hitam yang aku suka, sama saja dengan hari-hari biasa. Jadi, mana diskonnya? Mana sale-nya?
Selengkapnya...

Senin, 02 Maret 2009

Balada Republik Mimpi

Perjalanan kelompok Republik Mimpi benar-benar menarik untuk diikuti. Pertama-tama, Republik Mimpi tayang di Indosiar, lalu pindah ke Metro TV, kemudian berlabuh di TV One, lanjut kemudian mengudara di ANTV, dan kini tayang di RCTI. Selanjutnya dimana ya?


Republik Mimpi yng digawangi oleh Effendy Gazali, awalnya tayang di Indosiar dengan Taufik Savalas dan Ucup Keliek sebagai pasangan presiden dan wakil presiden yang merupakan parodi dari SBY-JK. Tayangan ini langsung mendapat respons luar biasa dari penonton, karena sebelumnya belum ada parodi televisi yang bersiteng tentang kondisi republik ini.

Tak lama kemudian, Effendy Gazali memboyong tim-nya ke Metro TV. Kabar santer yang beredar, tim pakar komunikasi politik asal UI ini, punya perbedaan pendapat dengan pihak Indosiar. Namun, ada juga yang mengatakan, Indosiar mendapatkan tekanan dari pihak luar untuk tidak lagi menayangkan Republik Mimpi.

Di Metro TV, parodi ini dibungkus dalam sebuah program yang bernama News Dot Com. Butet Kartaredjasa menggantikan Taufik Savalas sebagai Presiden Republik Mimpi, dengan gelar SBY (Sibutet Dari Yogya). Pembawaan dan gaya Butet memang mirip sekali dengan Presiden SBY. Sedangakan posisi Ucup Keliek sebagai wakil presiden, digantikan oleh Jarwo Kwat.

Selengkapnya...