Selasa, 10 Maret 2009

Bicara Terus Terang di "Just Alvin"

Sebuah artikel di harian Kompas, edisi Minggu, 8 Maret 2009, yang berjudul Bicara Terus Terang di "Just Alvin", menyita perhatianku. Just Alvin adalah program baru di Metro TV yang lebih bernuansa talkshow infotainment. Artikel yang ditulis oleh Oleh Budi Suwarna tersebut, mengulas tentang apa itu program Just Alvin, secara mendetail dan lengkap.

Akupun lalu mengirim comment kepada Deyna Hariyanto, seorang kawan yang ikut menjadi tim dalam program Just Alvin, lewat Facebook. Kepada teman yang juga pernah menjadi produser di Metro TV itu, aku mengucapkan selamat atas adanya artikel di Kompas tersebut. Deyna adalah dedengkot Jiwa Creation, sebuah rumah produksi yang ikut membidani lahirnya Program Just Alvin.

Di bawah ini adalah artikel lengkap di Kompas tentang Just Alvin tadi.

Bicara Terus Terang di "Just Alvin"
Oleh Budi Suwarna

Air mata Maia Estianty (32) meleleh menyaksikan rekaman adegan perpisahan dirinya dengan anak-anaknya yang diputar kru Just Alvin. Setelah itu, Alvin Adam, pembawa acara Just Alvin, bertanya, ”Anda ingin berkata apa sekarang?” Maia menjawab dengan terbata-bata, ”Saya ingin memeluk dan tidur dengan mereka.”

Inilah adegan paling mengharukan dalam shooting Just Alvin di studio Metro TV, Kamis (5/3). Hasil shooting itu baru akan ditayangkan Kamis (12/3).

Selanjutnya, Maia berbicara tentang proses keruntuhan rumah tangganya dengan pentolan band Dewa, Ahmad Dhani, hari-hari sulitnya sebelum dan setelah perceraian, dunianya kini, dan mimpi-mimpinya. Semuanya disampaikan secara blak-blakan.

Mengapa Maia bersedia berbicara begitu terus terang mengenai problema rumah tangganya di televisi? Seusai shooting, Maia menjawab, ”Saya kan tidak sedang bicara pada infotainment yang isinya gosip. Jadi, saya katakan saja apa adanya.”

Begitulah Just Alvin. Para tamu yang diundang ke acara itu umumnya mau berbicara blak-blakan. Ahmad Dhani juga pernah tampil pada episode sebelumnya dan berbicara terus terang tentang perkawinannya yang kandas dengan Maia.

Seperti kata Maia, Just Alvin bukan acara gosip yang umumnya dikonstruksi dengan prasangka-prasangka. Ini adalah acara entertainment talk show yang mencoba memberikan ruang pada sumber untuk menjelaskan suatu isu dari sudut pandangnya.

Karena itu, sang pembawa acara tidak memaksa sumber untuk berbicara, tetapi lebih seperti membujuk. ”Anda terikat perkawinan selama 12 tahun dengan Dhani. Bisa ceritakan apa saja yang Anda rasakan,” tanya Alvin dengan lembut.

Begitulah gaya Alvin bertanya. Simpel, jelas, memancing, dan tetap sopan. Maia pun menjawab dengan spontan. ”Ada senangnya, ada sakitnya.”

Manager Produksi Metro TV Agus Mulyadi menjelaskan, Just Alvin ingin menampilkan tokoh atau artis dalam sosok manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Just Alvin berusaha menelusuri sisi manusiawi sang tamu yang belum banyak diketahui publik tanpa penilaian apa pun.

Biasanya, sisi manusiawi itu dituturkan orang-orang terdekat sang tamu. Misalnya, Joyce Eddy Abdul Manaf, ibunda Dhani, menggambarkan Dhani sebagai anak manis dan penyayang. Kesaksian ini bisa meruntuhkan stigma arogan yang telanjur dilekatkan pada Dhani.

Selain itu, acara ini juga ingin memaparkan karier seorang artis atau tokoh, kontribusinya, dan harapan-harapannya. Dari tontonan berdurasi satu jam ini, setidaknya pemirsa bisa melihat sosok sang tokoh secara lebih lengkap.

Sejauh ini, Just Alvin telah tayang selama tiga bulan setiap Kamis malam. Sejumlah artis atau tokoh yang pernah menjadi tamu di acara ini antara lain Rhoma Irama, Slank, Daniel Sahuleka, Elfa Secioria, dan OC Kaligis.

Alvin mengatakan, dia berusaha membuat riset kecil-kecilan untuk memahami sisi lain setiap tamu yang akan dihadirkan. ”Semalam saya ngobrol lima jam dengan Maia sebagai teman di rumahnya. Itu salah satu cara yang saya gunakan untuk memahami orang,” ujar Alvin yang pernah terjun sebagai pemain sinetron dan model.

Sebelum Just Alvin, Metro TV telah memiliki Kick Andy yang hingga kini masih berkibar. Dalam beberapa hal, Just Alvin dan Kick Andy memiliki pendekatan yang sama. Keduanya sama-sama berusaha memberikan empati pada persoalan yang dipaparkan sumber. Selain itu, keduanya sama-sama dipengaruhi gaya Oprah Winfrey Show.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar