Selasa, 03 Maret 2009

Midnight Sale di Supermal Lippo Karawaci

Sabtu, 28 Februari 2009. Jam Alba yang melingkar di tangan kiriku telah menunjukkan pukul 10 malam. Biasanya, jam-jam segini, suasana Supermal Lippo Karawaci ini sudah sunyi senyap. Yang masih rame, biasanya hanya di kawasan Benton, sebuah pusat jajanan alam terbuka di samping Mall ini. Tapi, malam minggu ini apa yang terjadi? Suasana pada jam 10 malam ini, serasa mirip dengan suasana pukul tujuh malam. Foodcourt masih sangat ramai, gerai KFC masih tampak ada antrean, begitu juga dengan gerai-gerai lainnya.

Akupun berjalan menuju Matahari untuk menemui dua sodara. Sudah dua kali aku menelepon mereka untuk menanyakan kapan kami akan pulang. Namun, mereka selalu menjawab, “tunggu ya. Bentar lagi.” Padahal, anak salah satu sodara yang baru berumur 4 tahun yang dari jam 7 tadi bersama aku main-main di Timezone, sudah merengek-rengek minta pulang karena sudah mengantuk.


Di sepanjang lorong mall, orang masih tampak sangat ramai. Toko-toko pun hampir semuanya buka dengan pengunjung yang banyak. Aku melihat jam, dan mengira jangan-jangan jamku memang salah. Tapi, tampaknya tidak salah kok. “Sale….sale….sale sampe 50%!” teriak seorang penjaga toko sepatu. “Sale sampe jam 12 malam!”

Oh…rupanya sedang ada program di Supermal Lippo Karawaci pada malam ini. Dari brosur yang aku baca, namanya Midnight Sale. Program ini berlangsung hanya sampai jam 12 pas. Jadi ini rupanya yang membuat suasana mall ini tetap ramai sampai larut begini.

Hampir seluruh gerai menuju Matahari di ujung Barat mall ini, masih tetap buka. Di setiap pintu masuk, tertulis Sale 20-70%. Wah, pantas orang-orang berbondong-bondong masuk ke dalam setiap gerai. Kupikir ada penjarahan seperti yang pernah melanda mall ini pada kerusuhan Mei 1998.

Begitu juga ketika aku masuk ke dalam gerai Matahari. Begitu banyak orang yang saling memilih segala macam produk. Bahkan, di beberapa meja yang di atasnya tergantung Diskon 70%, tidak ada lagi barang-barangnya. Aku yakin, barang-barang di atas meja ini sudah habis diserbu pembeli. Di beberapa tempat orang masih terlihat saling memperebutkan pakaian yang didiskon 50%.

Kondisi di Matahari ini sungguh hiruk-pikuk. Antrean terjadi di setiap kasir. Tampak beberapa pengunjung yang berbelanja sambil membawa balita mereka. Sedangkan para pegawai Matahari tampak diam-diam saja. Tidak seperti biasanya, dimana mereka menghampiri pembeli yang sedang memilih-milih barang. Mungkin karena malam ini mereka lembur sampai 3 jam. Atau mungkin mereka hanya disuruh mengawasi. Atau mungkin mereka sedang berdemo mogok kerja. Atau....atau yang lainnya barangkali.

Aku sempat tersenyum melihat kondisi ini. Melihat jam yang hampir jam 12 malam, pikiran nakalku muncul, jangan-jangan orang-orang ini bukan manusia. Ah….itu cuma ada di film horor murahan saja, pikirku dalam lamunan.

Inilah potret masyarakat Indonesia yang ditangkap manis oleh pengelola mal. Apalagi tanggalnya masih tanggal 28, dimana para pegawai baru saja menerima gaji. Tidak heran kalau sampai tengah malam ini, masih ada antrean di ATM.

Aku pun pulang tanpa membawa celana panjang jins hitam yang aku cari, untuk dipakai kerja. Celana jins ini kucari karena tadinya aku juga tergiur dengan program Midnight Sale ini. Namun, setelah aku cari-cari, ternyata harga celana jins hitam yang aku suka, sama saja dengan hari-hari biasa. Jadi, mana diskonnya? Mana sale-nya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar