Jumat, 13 Maret 2009

Orang Terkaya di Indonesia

Hari ini, hampir semua media di Jakarta menurunkan berita tentang daftar orang kaya di dunia versi Majalah Forbes yang dirilis 12 Maret 2009. Di antara nama-nama para orang kaya kelas dunia, terselip lima nama orang kaya dari Indonesia yang memiliki harta di atas 1 miliar dollar AS.

Mereka adalah Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, dua bersaudara pemilik Grup Djarum. Kemudian Sukanto Tanoto, pemilik imperium bisnis Raja Garuda Mas (RGM) Grup; Martua Sitorus, pendiri Wilmar International; serta Peter Sondakh, pendiri Grup Rajawali. Mereka pula yang kini menjadi lima orang terkaya di Indonesia.

Namun, ada yang menarik dari pemberitaan soal daftar orang kaya ini. Sepertinya tidak ada yang memajang foto Michael B. Hartono. Padahal, foto empat orang lainnya ada dan bagus-bagus. Seperti yang ada di harian Media Indonesia. Kalau empat orang lainnya ada foto ukuran 2x3 dan berwarna, maka untuk Michael B Hartono hanya dipasang foto siluet hitam. Begitu juga di harian Kontan, yang justru memasang logo Djarum untuk Michael B. Hartono. Sedangkan media-media lain hanya membuat daftar nama-nama dan tanpa foto. Bisa jadi, mereka membuat demikian karena memang tidak memiliki stok foto Michael B. Hartono.

Apa memang Michael B. Hartono orang yang sangat misterius ya? Kok sama sekali tidak ada media yang memiliki fotonya? Ini pertanyaan yang menggelitik ku sampai tulisan aku buat.

Michael B Hartono (69) dan R Budi Hartono (68) sama-sama bertengger di posisi 430 orang kaya dunia. Kakak beradik pemilik perusahaan rokok, PT Djarum, ini masing-masing memiliki kekayaan sebanyak US$ 1,7 miliar atau sekitar atau sekitar Rp 19 triliun. Waw!!!!

Keduanya juga tercatat sebagai pemilik 50 persen saham Bank Central Asia (BCA). Tidak hanya itu, mereka juga memegang saham di sejumlah perusahaan properti, seperti pusat perbelanjaan mewah, apartemen, perkantoran dan hotel di Grand Indonesia.

Aku pernah membaca sebuah artikel di majalah ekonomi. Group Djarum memang menjadi perusahaan yang sangat tertutup. Tidak jelas berapa asset grup ini karena ogah melantai di bursa. Karena bukan perusahaan terbuka, maka sah-sah saja perusahaan ini menutup diri untuk merahasiakan isi ‘jeroan’ grup mereka. Bisa jadi, karena pilihan ini, para petinggi grup Djarum juga jarang tampil di publik, termasuk Michael B. Hartono.

“Sosok Michael B. Hartono sama misteriusnya dengan sosok Putra Sampoerna, mantan pemilik rokok Sampoerna. Mana ada media yang memiliki foto Putra Sampoerna,” kata seorang rekan wartawan.

Orang kaya Indonesia lain yang masuk jajaran top terkaya dunia adalah Sukanto Tanoto (56), pemilik perusahaan Raja Garuda Mas International yang berdomisili di Singapura. Ia tercatat di peringkat 450 dengan harta kekayaan sebanyak US$ 1,6 miliar. Usahanya banyak bergerak di bidang agrikultur.

Sementara Martu Sitorus berada di peringkat 522 orang kaya dunia dengan jumlah kekayaan US$ 1,4 miliar. Pria berusia 49 tahun ini mengurusi bisnis di bidang agrikultur, khususnya kelapa sawit dan kini tinggal di Singapura. Perkebunan pertama dibelinya pada 1994. Setelah bergabung dengan Wilmar International pada 2007 lalu, bisnisnya berkembang dan menjadi salah satu produsen minyak sawit dan minyak goreng terbesar di Asia.

Orang Indonesia lainnya yang masuk daftar Forbes adalah Peter Sondakh. Ia duduk di peringkat 701 dengan harta kekayaan sebanyak US$ 1 miliar. Pria 57 tahun ini menggeluti usaha di sektor telekomunikasi, retail dan hotel di bawah bendera Rajawali Group.

Masih ada fakta lain dari dikeluarkannya daftar orang kaya dunia oleh majalah Forbes. Sebab, daftar ini keluar saat dunia sedang dalam kondisi krisis. Karena itu, tahun ini barangkali menjadi masa-masa tersulit bagi orang-orang terkaya di seantero dunia. Tahun lalu mencatat ada sekitar 1.125 orang-orang terkaya di dunia, namun tahun ini jumlahnya menciut menjadi hanya 793 orang saja, menurun sekitar 30 persen ketimbang tahun lalu. Berdasarkan versi Forbes, setiap orang berhak masuk dalam daftar bergengsi ini bila ia memiliki harta paling sedikit US$ 1 miliar atau Rp 12 triliun.

Dari 1.125 miliuner yang berada dalam peringkat pada 2008, 373 orang di antaranya terlempar dari daftar -- 355 lantaran kekayannya menurun, sementara 18 orang meninggal. Tapi, ada 38 orang kaya yang menerobos daftar itu, plus tiga konglomerat yang kembali masuk dalam daftar 10 Besar. Inilah untuk pertama kalinya!

Bukan hanya terlempar, harta orang-orang paling kaya di dunia ini juga tergerus hebat. Jumlah kekayaan kolektif mereka "hanya" senilai U$ 2,4 trilliun, turun US$ 2 trilliun ketimbang tahun silam. Rata-rata nilai kekayaan mereka jatuh 23 persen menjadi US$ 3 miliar. Penurunan rata-rata yang paling rendah pernah terjadi pada 2003.

Bos Microfsot, Bill Gates, meski kehilangan US$ 18 miliar, namun ia meraih kembali tampuk nomor satu sebagai manusia terkaya dunia dari tangan Warren Buffet. Sedangkan Buffet sendiri harus rela kehilangan kekayaan US$ 25 miliar saat saham-saham miliknya di Berkshire Hathaway jatuh hampir 50 persen dalam waktu 12 bulan, namun ia masih menggenggam peringkat nomor dua. Raksasa pemilik perusahaan telekomunikasi Carlos Slim HelĂș asal Meksiko juga lebih miskin US$ 25 miliar dan tergelincir di posisi ketiga. (Edi Ginting, bermimpi bisa menjadi salah satu orang kaya dunia)

(sumber tulisan: Vivanews.com/Kompas.com/tempointeraktif.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar