Rabu, 17 Juni 2009

Ada Manohara di Sini

Saat matahari baru saja tenggelam, Manohara tiba-tiba muncul di depan pintu. Ia mengenakan baju hitam dengan blazer hitam juga. Rok warna hitamnya menutupi kakinya sampai lutut. Serba hitam ini semakin lengkap dengan sepatu hak tinggi warna hitam yang ia kenakan. Perempuan bernama lengkap Manohara Odelia Pinot ini pun terlihat anggun sore hari kemarin.

Sudah 18 hari Manohara datang ke Indonesia, sejak berhasil kabur dari bekapan suaminya pada tanggal 31 Mei 2009 lalu. Dan, sudah selama itu pula perempuan blasteran Indonesia-Amerika ini menjadi berita utama di media-media seluruh negeri ini. Sampai hari ini, berita tentang Manohara masih menghiasi halaman pertama sejumlah media . Layar TV pun tidak bosan-bosan memberitakan kesibukan perempuan yang memiliki ayah asal Amerika ini, termasuk saat hadir dalam acara kampanye salah satu capres.


Rasa penasaran dengan fenomena Manohara ini, setidaknya terjawab sudah kemarin, saat Manohara muncul di depan mata. Sulit memang membantah kalau Manohara memang cantik dan menarik untuk selalu dipandang. Kulitnya putih bersih, rambutnya tergerai panjang, dan selalu murah senyum. Tinggi Manohara sekitar 170-an sentimeter. Tubuhnya memang agak gemuk. Kalau pengakuannya pada sejumlah media, berat badannya naik setelah disuntik hormon oleh keluarga suaminya saat di Malaysia. Melihat penampilannya, memang rasanya tidak percaya kalau umurnya masih 17 tahun.

Mungkin ini semua yang membuat media terus tertarik untuk menguntit kegiatan Manohara dari hari ke hari tanpa henti. Dengan memunculkan berita tentang Manohara, rating TV akan merangkak naik akibat penonton yang tidak bosan-bosan ingin menatap Manohara. Sensasi-sensasi seputar Manohara yang diulas panjang lebar juga diharapkan mampu mendongkrak oplah media cetak yang mengulasnya. Mmmm…. aneh memang.

Yang pasti, sesaat kemudian, Manohara duduk di sebuah kursi dan akhirnya larut dalam obrolan . Dari bibirnya yang seksi, keluar ucapan-ucapan yang mengundang rasa penasaran untuk terus mendengarnya berbicara. Gaya bicaranya yang mirip artis Cinta Laura, yang mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, memang sedikit terdengar aneh di telinga. Namun, sekali lagi, di situlah kelebihannya yang akhirnya membuat banyak orang ingin mendengar, mendengar, dan terus mendengarkannya. Menikmati gaya bicara yang tidak umum itu sambil memandang Manohara yang ada di depan mata, sungguh sebuah kegiatan yang sayang untuk dilewatkan.

Obrolan pun masih seputar kisah hidupnya saat menjadi istri seorang anak sultan di Malaysia. Walau yang diceritakan adalah kisah seputar pengalaman pahitnya selama di Malaysia, namun Manohara menyampaikannya dengan selalu tidak lupa tersenyum. Bahkan, sesekali ia tertawa lepas saat ditanya tentang suatu hal yang mungkin agak geli baginya.

Tidak sampai setengah jam, obroan pun harus berakhir. Manohara kembali menuntaskan kegiatannya di hari Selasa malam kemarin, saat menjadi narasumber di sebuah acara di Metro TV. Begitu banyak orang yang berdiri di kiri-kanan untuk menyaksikan wawancara siaran langsung ini, termasuk aku.

Dan, ketika selesai wawancara, mereka semua menghampiri Manohara. Aku pun tidak mau ketinggalan, bahkan mengajaknya berfoto bareng. Ini-lah hasilnya…..
Selengkapnya...

Minggu, 14 Juni 2009

Lubang Sepanjang Jalur Jakarta-Batang

Pemandangan perbaikan jalan di jalur Pantura Jawa, sudah menjadi pemandangan umum hampir sepanjang tahunnya. Begitu juga saat melewati jalur Jakarta-Bantang, Jawa Tengah, pada Kamis lalu. Penambalan dan perbaikan jalan terlihat di banyak bagian jalan, terutama jalur Pekalongan-Losari. Kira-kira sudah berapa triliun ya habis habis untuk proyek tambal-sulam ruas jalan negara yang mungkin tersibuk di Indonesia ini?


Berangkat dari Jakarta pada malam hari, akhirnya memberikan pemandangan yang lain saat melintas di jalur pantura. Rupanya, truk dan bis memang lebih banyak yang berangkat pada sore hari dari Jakarta. Begitu juga sebaliknya, sehingga saat dinihari, truk dan bus mendominasi lalu lintas dari arah Timur menuju Jakarta.

Kemacetan terjadi di beberapa tempat begitu keluar dari Tol Cikampek. Kepadatan terjadi akibat satu lajur dipakai oleh dua arah, akibat adanya perbaikan jalan di lajur satu lagi. Kondisi ini terjadi antara lain saat masih berada di kawasan Subang dan Indramayu. Perbaikan jembatan dan pengaspalan jalan memang ada beberapa di bagian kawasan ini.

Pemandangan lain terjadi saat melintas di kawasan Jawa Tengah. Badan jalan sudah mulai banyak yang rusak sehingga lubang-lubang, baik yang kecil atau agak besar, beberapa kali terlindas ban mobil. Kenyamanan berkendaraan pun akhirnya berubah menjadi hal yang sama sekali tidak mengasyikkan.

Kondisi utuh kondisi Pantura, terutama jalur Pekalongan-Cikampek, baru terlihat saat pulang ke Jakarta sabtu siang kemarin. Hari yang masih terang akhirnya memberikan pemandangan bagaimana sesungguhnya kondisi pantura saat ini. Rupanya, perbaikan demi perbaikan memang sedang dikerjakan, terutama pengaspalan. Beberapa ruas memang sudah kelar dan badan jalan terasa nyaman dengan garis putih di sepanjang jalan juga sudah rapi dibuat. Setidaknya, kondisi fisiknya sudah sama dengan jalan tol lah.

Yang mengherankan, rasa-rasanya kok jalur Pantura ini, sepertinya selalu diperbaiki sepanjang tahun ya? Bukan kah begitu? Mmm....berarti sudah berapa triliun ya uang rakyat uang habis untuk membangun jalur pantura ini?

Rasa-rasanya tidak mungkin pemerintah buta terhadap teknik konstruksi jalan raya. Begitu banyak sarjana teknik sipil di negeri ini. Pasti mereka tahu bagaimana mambangun jalan raya yang awet alias tahan lama. Bukan begitu, pemerintah?

Selengkapnya...

Kamis, 04 Juni 2009

IHSG Tembus 2.000!

Horeeeeee......

Akhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)menembus juga angka keramat 2.000, setelah hampir setahun berada di bawah 2.000. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (3/6/2009), IHSG naik 12,271 poin (0,61%) menjadi 2.010,914. Sedangkan pada sesi satu IHSG melonjak 22,625 poin (1,13%) menjadi 2.021,268.


Menurut data Detikfinance, perdagangan saham hari Rabu kemarin, mencatat transaksi sebanyak 117.614 kali, dengan volume 7,288 miliar unit saham, senilai Rp 6,735 triliun. Sebanyak 97 saham naik, 95 saham turun dan 65 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 175 menjadi Rp 2.950, Indika Energy (INDY) naik Rp 25 menjadi Rp 2.825, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 3.300, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 menjadi Rp 13.450 dan Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 7.800.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Adaro Energy (ADRO) turun Rp 70 menjadi Rp 1.300, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 25 menjadi Rp 2.175 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 6.650.Kita tunggu saja apakah dengan tembusnya angka keramat 2.000 ini, tren bullish IHSG terus akan berlanjut. Tentu, semua orang akan berharap IHSG terus naik dan melampaui angka tertingginya pada awal 2008 silam, yang mencapai 2.800-an.

Dan, yang pasti, tampaknya kini semakin banyak orang yang kaya mendadak dengan terus melejitnya IHSG. Harga saham-saham incaran utama para pemain saham, kini sudah banyak yang naik berkali-kali lipat. Misalnya saja saham BUMI, yang pada Oktober 2008 melorot drastis hingga ke level 400-an,kini sudah naik menjadi 2.200-an. Pantastik, bukan? (nulisnya pake 'P' bukan karena orang Sunda lho).

Begitu juga dengan para pemain Reksadana saham. Rata-rata NAB RDS sudah positif 50-an% pada tahun ini. Bahkan sudah ada yang mencapai 100%. Hebat bukan? Sah-sah saja ada rasa penasaran mengapa pada saat index masih di level 1.100-an, tidak membiakkan semua duit di RDS. Namun, memulainya sekarang juga belum ketinggalan kereta kok.

Go Go....
Selengkapnya...