Minggu, 14 Juni 2009

Lubang Sepanjang Jalur Jakarta-Batang

Pemandangan perbaikan jalan di jalur Pantura Jawa, sudah menjadi pemandangan umum hampir sepanjang tahunnya. Begitu juga saat melewati jalur Jakarta-Bantang, Jawa Tengah, pada Kamis lalu. Penambalan dan perbaikan jalan terlihat di banyak bagian jalan, terutama jalur Pekalongan-Losari. Kira-kira sudah berapa triliun ya habis habis untuk proyek tambal-sulam ruas jalan negara yang mungkin tersibuk di Indonesia ini?


Berangkat dari Jakarta pada malam hari, akhirnya memberikan pemandangan yang lain saat melintas di jalur pantura. Rupanya, truk dan bis memang lebih banyak yang berangkat pada sore hari dari Jakarta. Begitu juga sebaliknya, sehingga saat dinihari, truk dan bus mendominasi lalu lintas dari arah Timur menuju Jakarta.

Kemacetan terjadi di beberapa tempat begitu keluar dari Tol Cikampek. Kepadatan terjadi akibat satu lajur dipakai oleh dua arah, akibat adanya perbaikan jalan di lajur satu lagi. Kondisi ini terjadi antara lain saat masih berada di kawasan Subang dan Indramayu. Perbaikan jembatan dan pengaspalan jalan memang ada beberapa di bagian kawasan ini.

Pemandangan lain terjadi saat melintas di kawasan Jawa Tengah. Badan jalan sudah mulai banyak yang rusak sehingga lubang-lubang, baik yang kecil atau agak besar, beberapa kali terlindas ban mobil. Kenyamanan berkendaraan pun akhirnya berubah menjadi hal yang sama sekali tidak mengasyikkan.

Kondisi utuh kondisi Pantura, terutama jalur Pekalongan-Cikampek, baru terlihat saat pulang ke Jakarta sabtu siang kemarin. Hari yang masih terang akhirnya memberikan pemandangan bagaimana sesungguhnya kondisi pantura saat ini. Rupanya, perbaikan demi perbaikan memang sedang dikerjakan, terutama pengaspalan. Beberapa ruas memang sudah kelar dan badan jalan terasa nyaman dengan garis putih di sepanjang jalan juga sudah rapi dibuat. Setidaknya, kondisi fisiknya sudah sama dengan jalan tol lah.

Yang mengherankan, rasa-rasanya kok jalur Pantura ini, sepertinya selalu diperbaiki sepanjang tahun ya? Bukan kah begitu? Mmm....berarti sudah berapa triliun ya uang rakyat uang habis untuk membangun jalur pantura ini?

Rasa-rasanya tidak mungkin pemerintah buta terhadap teknik konstruksi jalan raya. Begitu banyak sarjana teknik sipil di negeri ini. Pasti mereka tahu bagaimana mambangun jalan raya yang awet alias tahan lama. Bukan begitu, pemerintah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar