Selasa, 10 Maret 2009

Pocong-Pocong Terus Bergentayangan

Ya….. judul di atas tidak salah. Pocong-pocong memang terus bergentayangan di Indonesia. Sekarang ini, pocong yang sedang bergentangan adalah THE REAL POCONG dan SUMPAH (INI) POCONG. Keduanya bergentangan di bioskop-bioskop di mall-mall besar Jakarta dan di daerah, dan mungkin sebentar lagi gentayangan ke bioskop pinggiran. Entah mengapa, kok orang Indonesia demen banget bikin film dengan kata POCONG ya.

Gini ceritanya. Saat berjalan melewati depan Mall Citraland, Grogol, Jakarta Barat, aku berhenti sejenak untuk memandangi poster-poster film, yang ada di kiri mall. Dari empat film yang sedang main di jaringan bioskop 21 di mall ini, ada dua film yang serupa tapi tidak sama. Kedua fim tersebut adalah THE REAL POCONG dan SUMPAH (INI) POCONG.


Tampaknya, Pocong tetap menjadi ‘makhluk’ yang disukai oleh siapa saja, termasuk para pembuat film di negeri ini.

Aku pun berjalan sambil tersenyum geli membayangkan poster film-film tadi. Sambil berjalan, aku pun kembali berpikir, seingatku sudah sangat banyak film-film yang memakai kata ‘POCONG’. Ada apa dengan POCONG? Kok laris banget ya? Berapa ya bayaran POCONG sekali main film?

Iseng-iseng, aku kemudian mencari-cari judul-judul film yang pernah memakai kata ‘POCONG’. Dan, inilah hasilnya:

Film-film yang memakai kata ‘POCONG’:

1. Pocong 1
2. Pocong 2
3. Pocong 3
4. Pocong VS Kuntilanak
5. Dendam Pocong
6. Sumpah Pocong
7. 40 Hari Bangkitnya Pocong
8. Tali Pocong Perawan
9. Sumpah Pocong Di Sekolah
10. Sumpah (Ini) Pocong
11. seperti Sumpah Pocong Lintang

Tampaknya bakal banyak lagi POCONG-POCONG llain yang akan bergentayang di bioskop-bioskop. Sebab, produser film masih punya banyak pilihan judul dengan kata ‘POCONG’. Misalnya saja, kalau ada judul film ’40 HARI BANGKITNYA POCONG’, maka bisa dibuat lagi sekuel dengan judul ’50 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’80 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’100 HARI BANGKITNYA POCONG’, ’200 HARI BANGKITNYA POCONG’ atau ‘300 HARI BANGKITNYA POCONG’.

Kalau ada judul film “POCONG VS KUNTILANAK’, maka produser film bisa membuat film dengan judul “POCONG VS SUPERMAN’ , ‘POCONG VS BATMAN’, POCONG VS SPIDERMAN’, atau ‘POCONG VS JAMES BOND’ .

Kalau ada POCONG 1, POCONG 2, POCONG 3, kenapa ga dibuat lagi POCONG 4, POCONG 5, POCONG 6, dan seterusnya…

"Kami yakin bahwa pocong adalah hantu yang paling dekat dengan masyarakat Indonesia. Kedekatan itu karena hantu ini berhubungan dengan ritual pemakaman mayoritas pemeluk agama di negeri ini,’’ kata seorang produser film horor soal kenapa ‘POCONG’ begitu sering dijadikan film.

Selain itu, ternyata film horor tampaknya sudah menjadi jaminan mutu bagi pembuat film. Kayak obat aja pake jaminan mutu. Seorang pengamat film Indonesia, menyebutkan genre horor memang selalu mendapat tempat bagi penikmat film Indonesia. Dibanding genre lain, dengan mengesampingkan kualitas, horor selalu mampu menarik hati penonton dan mendatangkan keuntungan bagi para produser.

"Rata-rata film horor mampu mendatangkan hingga 800.000 penonton dengan waktu edar dua minggu. Angka ini cukup bersaing dengan film-film drama yang berbumbu seks," ujar pengamat film itu.

Ah…untung gw gak menjadi orang ke 800.001 yang menjadi penggemar film-film ‘POCONG’ dan kawan-kawannya itu… (Edi Ginting, bukan orang penggemar horor)


Selengkapnya...

Bicara Terus Terang di "Just Alvin"

Sebuah artikel di harian Kompas, edisi Minggu, 8 Maret 2009, yang berjudul Bicara Terus Terang di "Just Alvin", menyita perhatianku. Just Alvin adalah program baru di Metro TV yang lebih bernuansa talkshow infotainment. Artikel yang ditulis oleh Oleh Budi Suwarna tersebut, mengulas tentang apa itu program Just Alvin, secara mendetail dan lengkap.

Akupun lalu mengirim comment kepada Deyna Hariyanto, seorang kawan yang ikut menjadi tim dalam program Just Alvin, lewat Facebook. Kepada teman yang juga pernah menjadi produser di Metro TV itu, aku mengucapkan selamat atas adanya artikel di Kompas tersebut. Deyna adalah dedengkot Jiwa Creation, sebuah rumah produksi yang ikut membidani lahirnya Program Just Alvin.

Di bawah ini adalah artikel lengkap di Kompas tentang Just Alvin tadi.

Bicara Terus Terang di "Just Alvin"
Oleh Budi Suwarna

Air mata Maia Estianty (32) meleleh menyaksikan rekaman adegan perpisahan dirinya dengan anak-anaknya yang diputar kru Just Alvin. Setelah itu, Alvin Adam, pembawa acara Just Alvin, bertanya, ”Anda ingin berkata apa sekarang?” Maia menjawab dengan terbata-bata, ”Saya ingin memeluk dan tidur dengan mereka.”

Inilah adegan paling mengharukan dalam shooting Just Alvin di studio Metro TV, Kamis (5/3). Hasil shooting itu baru akan ditayangkan Kamis (12/3).

Selanjutnya, Maia berbicara tentang proses keruntuhan rumah tangganya dengan pentolan band Dewa, Ahmad Dhani, hari-hari sulitnya sebelum dan setelah perceraian, dunianya kini, dan mimpi-mimpinya. Semuanya disampaikan secara blak-blakan.

Mengapa Maia bersedia berbicara begitu terus terang mengenai problema rumah tangganya di televisi? Seusai shooting, Maia menjawab, ”Saya kan tidak sedang bicara pada infotainment yang isinya gosip. Jadi, saya katakan saja apa adanya.”

Begitulah Just Alvin. Para tamu yang diundang ke acara itu umumnya mau berbicara blak-blakan. Ahmad Dhani juga pernah tampil pada episode sebelumnya dan berbicara terus terang tentang perkawinannya yang kandas dengan Maia.

Seperti kata Maia, Just Alvin bukan acara gosip yang umumnya dikonstruksi dengan prasangka-prasangka. Ini adalah acara entertainment talk show yang mencoba memberikan ruang pada sumber untuk menjelaskan suatu isu dari sudut pandangnya.

Karena itu, sang pembawa acara tidak memaksa sumber untuk berbicara, tetapi lebih seperti membujuk. ”Anda terikat perkawinan selama 12 tahun dengan Dhani. Bisa ceritakan apa saja yang Anda rasakan,” tanya Alvin dengan lembut.

Begitulah gaya Alvin bertanya. Simpel, jelas, memancing, dan tetap sopan. Maia pun menjawab dengan spontan. ”Ada senangnya, ada sakitnya.”

Manager Produksi Metro TV Agus Mulyadi menjelaskan, Just Alvin ingin menampilkan tokoh atau artis dalam sosok manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Just Alvin berusaha menelusuri sisi manusiawi sang tamu yang belum banyak diketahui publik tanpa penilaian apa pun.

Biasanya, sisi manusiawi itu dituturkan orang-orang terdekat sang tamu. Misalnya, Joyce Eddy Abdul Manaf, ibunda Dhani, menggambarkan Dhani sebagai anak manis dan penyayang. Kesaksian ini bisa meruntuhkan stigma arogan yang telanjur dilekatkan pada Dhani.

Selain itu, acara ini juga ingin memaparkan karier seorang artis atau tokoh, kontribusinya, dan harapan-harapannya. Dari tontonan berdurasi satu jam ini, setidaknya pemirsa bisa melihat sosok sang tokoh secara lebih lengkap.

Sejauh ini, Just Alvin telah tayang selama tiga bulan setiap Kamis malam. Sejumlah artis atau tokoh yang pernah menjadi tamu di acara ini antara lain Rhoma Irama, Slank, Daniel Sahuleka, Elfa Secioria, dan OC Kaligis.

Alvin mengatakan, dia berusaha membuat riset kecil-kecilan untuk memahami sisi lain setiap tamu yang akan dihadirkan. ”Semalam saya ngobrol lima jam dengan Maia sebagai teman di rumahnya. Itu salah satu cara yang saya gunakan untuk memahami orang,” ujar Alvin yang pernah terjun sebagai pemain sinetron dan model.

Sebelum Just Alvin, Metro TV telah memiliki Kick Andy yang hingga kini masih berkibar. Dalam beberapa hal, Just Alvin dan Kick Andy memiliki pendekatan yang sama. Keduanya sama-sama berusaha memberikan empati pada persoalan yang dipaparkan sumber. Selain itu, keduanya sama-sama dipengaruhi gaya Oprah Winfrey Show.
Selengkapnya...