Rabu, 01 April 2009

SPT Pajak, apaan sih nih?

Hari ini, ada pengalaman penting yang terjadi pada diriku. Untuk pertama kalinya, aku harus mengisi SPT pajak. Ga enaknya, rupanya aku sudah terlambat mengisi SPT karena batas akhir SPT adalah 31 Maret lalu. Lha, gimana kita mau mengisi kalau kita sedang ada tugas luar kota.

Sepulangnya ke Jakarta, akupun segera mengurus SPT di kantor. Sebenarnya apa sih SPT itu? Aku mencoba mencari singkatannya. surat pemberitahuan tertanggung, surat pajak tertanggung, dan beragam singkatan lainnya yang muncul di kepalaku. Namun, setelah aku cek ke mas Google, rupanya singkatan SPT adalah SURAT PEMEBERITAHUAN. Alamak.....

Mungkin karena yang mengurus adalah kantor, maka aku tinggal SPT atas namaku ke HRD. Setelah itu, aku tinggal membawa SPT itu ke orang yang mengurusnya. Ia segera mengisi form yang ada di file komputernya dengan data-dataku. Tidak sampai lima menit, beberapa lembar kertas print-an sudah diserahkan kepadaku. Aku diminta untuk menyerahkan dokumen-dokumen itu ke kantor pajak terdekat. Wah....apalagi nih? :-)

Sampai hari ini aku belum paham apa itu SPT. Apakah ini bagian dari reformasi perpajakan yang pernah dijalankan pemerintahan SBY-JK, bebeberapa waktu lalu? Mmmm....bisa juga ya.

Kabar dari seorang kawan, Indonesia akan meniru Amerika Serikat untuk menggenjot pajak dari warganya. Karen itu, pemerintah ingin meningkatkan jumlah NPWP agar wajib pajak semakin banyak yang terjaring. Sebagai iming-iming, maka pemerintah memberikan insentif berupa bebas bayar fiskal bila bepergian ke luar negeri. Yah....pintar juga ya trik pemerintah ini.

Masih kata kawan itu, begitu sudah banyak wajib pajak, maka pemerintah akan menarik pajak apapun dari pemilik NPWP itu. Karena itu, ketika kawan ini tadi membeli mobil baru, maka ia mengatasnamakan mobil sebagai milik kantor, bukan milik pribadi. "Ini untuk menghindari pajak," kata kawan tadi.

Aku masih saja bingung, untuk apa SPT ini....
Selengkapnya...