Rabu, 17 Februari 2010

Ikuti Pesan dari Intuisi

Ada sebuah pesan dari orang tua dulu yang berkaitan dengan bepergian. Kata mereka, jangan sesekali pergi bila memang tidak ingin pergi. Sebab, bisa jadi akan terjadi sesuatu bila jadi pergi. Dulunya, aku sama sekali tidak mengerti maksudnya. Baru belakangan ini saja aku mengerti artinya setelah mengalaminya sendiri.

Sebenarnya pengalamannya ini tidak sama persis dengan pesan dari para orang tua tadi. Namun, maksudnya yang boleh dikatakan sama. Ceritanya begini. Beberapa hari lalu, aku hendak keluar rumah dengan naik sepeda motor. Karena hanya pergi sebentar, aku malas untuk ganti pakaian. Jadilah aku pergi dengan pakaian yang juga kukenakan saat tidur.


Untuk berjaga-jaga, aku memasukkan beberapa lembar uang rupiah ke dalam saku celana pendek. Aku pun memasukkan HP GSM-ku. Tiba-tiba saja muncul keraguan dan sepertinya ada yang berbisik padaku. "jangan bawa HP itu. Nanti terjatuh...'' kira-kira begini suara yang sepertinya dibisikkan padaku. Sempat aku kelurkan lagi HP dari dalam saku yang memang sempit dan tidak dalam itu. Namun, entah mengapa, aku cuek saja dan kembali memasukkannya.

Rupanya aku memang sedang sial. HP akhirnya hilang entah kemana saat aku mengendarai sepeda motor. Kuat dugaan, HP terjatuh di jalan yang memang memiliki banyak polisi tidur. Tiga kali aku kembali melewati jalur yang sama untuk mencari, namun sama sekali tidak ada jejak yang berhasil aku temukan. Aku pun harus mengiklaskan HP.

Intuisi. Ya....inilah yang belakangan bisa aku petik pelajaran dari hilangnya HP ini. Alam bawah sadarku sudah memberikan peringatan, namun aku tidak mau mendengarkannya, walau sudah aku dengar.

Kali ini, aku pun mulai untuk mencoba mendengarkan semua kata-kata alam bawah sadarku. Kata para juragan motivasi, dari seluruh aktivitas manusia, hanya 18% yang dikendalikan oleh alam sadar. Sedangkan 82% dikendalikan oleh alam bawah sadar. Bayangkan, alangkah indahnya kalo kita bisa mengendalikan yang 82% tadi demi apa maunya kita. Mmmm..... dahsyat!!!!

Gara-gara tidak mendengarkan intuisi itu, akhirnya aku pun harus kehilangan HP. Sebenarnya kehilangan HP-nya tidak seberapa. Yang paling menyedihkan adalah kehilangan simcard dan seluruh nomor HP di phonebook. Apalagi sudah agak lama aku tidak menyalin nomor-nomor kontak di HPku itu. Sedihnya lagi, sampai hari ini aku belum bisa mendapatkan nomorku itu lagi karena terkomsel di daeraku sedang kehabisan stok kartu kosong. Hiks....


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar