Jumat, 19 Februari 2010

Kenapa IHSG doyan di 2.500an

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di level 2.500-an hingga saat ini. Beberapa kali sudah berhasil menembus level 2.600, tapi selalu tidak bisa dipertahankan. Level psikologis baru di angka 2.700 tampaknya masih harus bersahal untuk menantinya. Bahkan hari ini, IHSG akhirnya ditutup turun 21 poin.

Pada grafik yang diambil dari situs www.idx.co.id ini, terlihat bahwa index selalu naik turun membentuk banyak gunung. Pada Januari index sudah sangat dekat ke angka 2.700, tapi akhirnya malah longsor lagi ke angka 2.400an.

Mengawali perdagangan hari ini, IHSG sempat naik tipis ke level 2.581,441. Namun langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.550,529. Koreksi tajam indeks saham sektor pertambangan menjadi penyebab utama penurunan IHSG, diikuti dengan koreksi indeks saham sektor infrastruktur dan konsumsi. Indeks saham sektor perkebunan yang sesi I tadi pagi masih di zona positif, kini ikutan jatuh ke zona negatif.


Aktivitas investor asing juga tidak terlalu ramai. Transaksi beli asing sebesar Rp 763,445 miliar, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 590,233 miliar. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 173,212 miliar.

Pada perdagangan Kamis (18/2/2010), IHSG ditutup ambles 21,306 poin (0,82%) ke level 2.560,034. Indeks LQ 45 juga melemah 5,218 poin (1,03%) ke level 498,763.

Perdagangan berjalan lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 72.978 kali pada volume 3,138 miliar lembar saham senilai Rp 2,59 triliun. Sebanyak 57 saham naik, 145 saham turun dan 49 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain AStra Otoparts (AUTO) naik Rp 350 ke Rp 6.650, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 150 ke Rp 5.100, Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 60 ke Rp 305, United Tractors (UNTR) naik Rp 50 ke Rp 16.900, Ace Hardware (ACES) naik Rp 30 ke Rp 1.350.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 30.600, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 13.600, Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 12.000, Astra International (ASII) turun Rp 250 ke Rp 36.000, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 16.100, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 ke Rp 2.325.

Sumber: Detikfinance

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar