Rabu, 31 Maret 2010

Julia Perez di Kampung SBY

Ada yang menggelitik saat menonton tayangan berita program METRO SIANG hari ini di Metro TV. Di tengah hebohnya berita Gayus Tambunan dengan uang segepok uangnya yang mencapai Rp 25 Miliar, tiba-tiba muncul berita tentang Julia Perez. Selebritis yang terkenal dengan keseksiannya itu, diberitakan menjadi salah satu calon wakil Bupati di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Senyum sedikit mengembang ketika membayangkan Julia Perez terpilih dan dalam satu kesempatan, duduk berdampingan dengan Presiden SBY. Maklum saja, Pacitan adalah kampung halaman sang Presiden.


Kabarnya, Jupe, begitu Julia Perez beken dipanggil, maju menjadi salah satu calon setelah beberapa partai mencalonkannya. Hebohnya lagi, beberapa partai tadi adalah PAN dan Hanura, walau sampai hari ini pencalonan itu masih menjadi pro dan kontra di dalam partai itu sendiri.

Bah, semakin banyak saja artis yang digayang-gayang menjadi kepala daerah...

Selengkapnya...

Selasa, 30 Maret 2010

Gayus Tambunan yang membuat Heboh

Nama Gayus Halomoan Tambunan seminggu terakhir ini menjadi tokoh utama berita-berita di semua media. Pegawai Ditjen Pajak golongan III-A ini memiliki uang Rp 25 Miliar di rekeningnya. Ia juga memiliki banyak aset bernilai miliaran. Tuduhan masih adanya kebocoran uang pajak pun akhirnya kembali digugat dengan berkaca dari kasus Gayus ini.

Gayus Galomoan Tambunan pasti-lah membuat iri banyak orang. Bayangkan, dengan usia baru 30 tahun, pegawai Direktorat Jenderal Pajak ini sudah jadi milyader. Ia memiliki uang 25 milyar rupiah di bank. Harta bendanya juga banyak dan bernilai miliaran. Padahal, bila ditilik dari pekerjaannya sebagai pegawai negeri golongan III- A, tidak mungkin Gayus mengumpulkan semua kekayaannya itu dengan masa kerja belum lebih dari 10 tahun sebagai PNS.


Sebagai PNS golongan III-A, gaji Gayus hanya sekitar 2 juta rupiah per bulan. Karena berdinas di Ditjen Pajak, Gayus juga mendapatkan remunerasi Rp, 8, 2 juta dan imbalan prestasi Rp 1,5 juta. Total penghasilan Gayus sekitar Rp 12,1 juta. Remunerasi adalah hasil dari reformasi perpajakan di era Presiden SBY.

Remunerasi di perpajakan diberikan untuk meredam perilaku korupsi pegawai perpajakan yang sejak dulu menjadi rahasia umum. Celakanya, walau gaji sudah berkali-kali lipat dinaikkan, ternyata reformasi tadi kini dipertayakan kembal. K Gayus Tambunan menjadi bukti perilaku korup di perpajakan masih ada.

Kepemilikan rekening Rp 25 miliar oleh Gayus Tambunan ini, awalnya tercium oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Rekening yang mencurigakan ini pun dilaporkan ke mabes polri. Berdasarkan laporan PPATK itu, Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri segera menyelidiki rekening Gayus yang diduga hasil praktek pencucian uang dan korupsi.

Hasil penyididkan menunjukkan, ternyata hanya Rp 400 juta uang di rekening Gayus yang dianggap bermasalah. Sedangkan sisanya yang Rp 24,6 milyar dinyatakan bersih. Gayus menyatakan uang Rp 24,6 milyar itu merupakan titipan temannya, seorang pengusaha bernama Andi Kosasih, yang ironisnya, penyidik sangat percaya dengan pengakuan itu.

Begitu kasus kepemilikan rekening Rp 25 milyar mencuat di media massa, Gayus pun diperiksa oleh Direktorat Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya (KITSDA) Ditjen Pajak. Hasilnya, dalam satu perkara, Gayus terbukti telah menerima uang senilai Rp 370 juta dari wajib pajak yang kasusnya sedang ditangani pegawai pajak itu.

Adanya fakta bahwa Gayus telah menerima suap Rp 370 juta dari salah satu wajib pajak yang sedang ditanganinya itulah, Ditjen Pajak akhirnya memilih untuk kembali membuka semua perkara pajak yang pernah ditangani gayus. Kuat dugaan, uang miliaran rupiah yang mampir di rekening Gayus berasal dari suap atau success fee dari kasus-kasus sengketa pajak yang ditanganinya.

Posisi Gayus adalah sebagai staf penelaah keberatan dan banding di Ditjen Pajak. posisi ini sangat strategis karena Gayus-lah yang bertugas menguraikan banding ketika terjadi sengketa pajak di hadapan hakim di persidangan Pengadilan Pajak.

Tak tanggung-tanggung, sepanjang karirnya di Subdit Banding, Ggayus 40 kali kalah saat mewakili negara di Pengadilan Pajak. Padahal dalam kurun waktu 2008 hingga 2010 ini, Gayus menangani 51 kasus banding.

Ditengarai, ppegawai pajak yang mengawali karirnya sejak tahun 2004 ini, kerap bermain mata alias kongkalikong dengan beberapa wajib pajak yang kasusnya bergulir di pengadilan pajak. Umumnya, perkara-perkara pajak yang ditanganinya berskala besar yang melibatkan wajib pajak badan atau perusahaan.

Bila kalah di pengadilan, direktorat pajak harus membayar kelebihan pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak, atau biasa disebut disebut restitusi pajak. Bisa jadi, Pengadilan Pajak yang berujung pada restitusi pajak ini, dijadikan modus kongkalikong antara Gayus dan wajib pajak yang ditanganinya.

Saat diperiksa oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum sebelum kabur ke Singapura, Gayus mengungkapkan Pengadilan Pajak merupakan tempat kongkalikong pegawai pajak

Artikel ini sudah ditayangkan di program METRO REALITAS di layar Metro TV pada Senin, 29 Maret 2010 Pukul 23.05 WIB.
Selengkapnya...

Senin, 29 Maret 2010

Rp 5,5 juta untuk Pegawai Baru Ditjen Pajak

Saat sedang berselancar di dunia maya, eh ketemu sebuah artikel di blog milik Anjar Priandoyo yang membahas tentang gaji pegawai Ditjen Pajak. Katanya, gaji seorang pegawai yang baru masuk dengan lulusan D3, mencapai Rp 5,5 juta. Mungkin karena sedang heboh-hebohnya kasus Gayus Tambunan, artikel ini sudah dikomentari oleh 198 pembaca. Gayus....gayus....

Ini dia artikel selengkapnya....

…Saya sekarang masih CPNS di Direktorat Jenderal Pajak, Memang sih sistem penggajian di Ditjen Pajak sudah mulai dibenahi dengan dilakukannya modernisasi kantor pajak, Lulusan Diploma III yang bekerja di kantor modern sudah menerima gaji+tunjangan sekitar 5,5 juta

Tapi kalo menurut saya masih kurang layak apalagi kalo mau dibandingin dengan gaji pegawai bank indonesia. Padahal tantangan bekerja di kantor pajak itu jauh lebih berat daripada kerja di bank indonesia. Bayangin aja pegawai pajak harus bekerja mengumpulkan uang 400 triliun sementara selama ini (sebelum modernisasi kantor pajak) pegawai pajak (fiskus) cuma digaji 2,2 juta. Semoga aja ke depannya sistem remunirasi di Ditjen Pajak semakin baik…”
Selengkapnya...

Jumat, 26 Maret 2010

IHSG Akhirnya Tembus 2.800

Setelah menunggu sejak awal Januari 2008, akhirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali ditutup pada level 2.800-an. Walau sempat melemah pada sesi I, IHSG akhirnya ditutup tepat pada pukul 16.00 tadi, pada level 2.813,083. Plok...plok...plok.... Ini prestasi luar biasa. IHSG akhirnya kembali berada di level 2.800an. Level yang dicapai hari ini adalah tertinggi sejak 14 Januari 2008 lalu, ketika IHSG ditutup di level 2.810,372.


Gembar-gembor banyak pengamat kalau IHSG bisa menyentuh level 3.000 pada tahun ini akhirnya sedikit demi sedikit mulai bisa dipercaya. Luar biasa memang, dan agak tidak percaya. IHSG yang pada awal tahun 2008 berada di level 1.100an, kini semakin mendekati level 3.000.

Berdasarkan grafik transaksi di BEI hari ini, tampak kalau transaksi beli hanya langsung sebentar. Aksi profit taking segera terjadi sehingga membuat indeks longsor ke level negatif. Entah apa yang terjadi di kalangan para broker pada saat istirahat siang. Namun, ketika sesi II dibuka, aksi beli naik naik tajam. Aksi beli-jual berkejar-kejaran sampai bursa akhirnya tutup pada jam 4 sore.

Dengan level terbaru ini, IHSG sudah naik tajam dalam beberapa hari terakhir ini. Perhatikan saja grafik 60 harian yang ada di grafik 2 di artikel ini. Semoga saja kondisi ini akan terus berlangsung, agar IHSG cepat mencapai 3.000.

Berdasarkan data detikfinance.com, perdagangan di BEI hari ini berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 10.602 kali pada volume 5.247 juta lembar saham senilai Rp 4,619 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 69 saham turun dan 70 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat harganya antara lain PTBA naik Rp 700 menjadi Rp 17.800, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.250 menjadi Rp 38.500, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 menjadi Rp 2.350, International Nickel (INCO) naik Rp 175 menjadi Rp 4.425, Astra International (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 43.150.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 8.200, United Tractor (UNTR) turun RP 200 menjadi Rp 18.700, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 menjadi Rp 7.550, Delta Dunia (DOID) turun Rp 50 menjadi Rp 1.140.
Selengkapnya...

Rabu, 24 Maret 2010

Kota Tangerang akan jadi Hutan

Selasa kemarin, aku mengantar adik yang akan ke pergi Medan, ke Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan menuju bandara melewati sejumlah jalan di Kota Tangerang dan akhirnya masuk ke bandara lewat gerbang belakang, yang biasa disebut dengan nama 'pintu M1'. Saat melewati jalanan di Kota Tangerang, ada satu hal yang menarik perhatian. Yakni, adanya penanaman pohon-pohon di sepanjang jalan. Aku berpikir, dua tahun lagi wajah Kota Tangerang pasti berubah dari kotor dan kumuh, menjadi hijau, asri, dan nyaman.


Apalagi, beberapa tahun lalu, Kota Tangerang mendapatkan predikat sebagai salah satu kota terjorok di Indonesia. Mmm.....predikat itu sebenarnya tidak terlalu pas. Bagi aku, Kota Tangerang bukan jorok, tapi kurang dikelola secara manusiawi. Hehehe.....

Orang-orang di Pemda Kota Tangerang sering membangga-banggakan kalau tidak ada jalanan yang rusak di wilayah Kota Tangerang. Memang betul demikian, tapi jalan yang bagus tadi tidak ada artinya kalau tidak ditunjang rasa nyaman yang lain. Jalanan dibeton, tapi pemandangan kumuh ada di sepanjang jalan. Sama sekali tidak ada pepohonan rindang yang berjejer rapi di tepi jalan.

Aneh memang mengapa Pemda Kota Tangerang tidak dari dulu sadar akan betapa pentingnya penghijauan. Para pejabatnya seharusnya dibawa keliling ke sejumlah kota di Jawa Tengah atau Timur yang kotanya terasa indah dan nyaman hanya bermodalkan pohon-pohon yang rapi di sepanjanga ruas jalan.

Walikota pertama Kota Tangerang, Djakaria Machmud boleh dibilang adalah walikota bertangan dingin dalam hal keindahan kota. Ia menggusur banyak rumah demi membangun taman-taman. Tepi Kali Cisadane dijadikan taman yang hijau. Lahan-lahan kosong dipagar untuk dijadikan taman. Begitu juga sejumlah median jalan. Karena itu, walikota yang biasa dipanggil 'jack' itu, mendapatkan julukan 'WAGIMAN', singkatan dari WALIKOTA GILA TAMAN.

Sayangnya, penerus Jack, HM Thamrin, bertolak belakang. Walikota ini sepertinya tidak peduli dengan pepohonan seperti yang yang ditunjukkan oleh Jack. Taman-taman yang sudah ada tidak dirawat dan akhirnya banyak yang hancur. Kalaupun menanam pohon, ia pun lebih suka menanam tanaman yang butuh perawatan. Padahal, sifat orang Indonesia salah satunya adalah pandai membuat tapi malas memelihara. Akibatnya ya itu tadi, tanaman pun tidak berumur lama.

Ketika Wahidin Halim menggantikan HM Thamrin pada 2003, kinerja itu tidak berubah. Wahidin Halim menyebut daerahnya sebagai kawasan Akhlakul Qarimah. Tapi, walikota yang terkenal dengan nama WH ini, sama saja dengan Thamrin. Mereka sama-sama tidak peduli dengan pepohonan. Bagaimana orang-orang bisa berperilaku baik bila mereka dihadapkan pada lingkungan (terutama jalanan) yang gersang, tandus, kumuh, dan lain-lain. Jalanan boleh saja dibeton, tapi hati tetap tidak nyaman melintasinya.

Nah, ketika WH kembali terpilih menjadi walikota pada 2008, sepertinya ada perubahan. Pemda Kota Tangerang sepertinya mulai sadar untuk menghijaukan kota-nya. Penghijauan bukan dengan menanam tanaman yang susah dirawat, tapi justru dengan pohon-pohon yang hanya butuh perawatan sampai ia tumbuh. Setelah itu, tinggalkan biarkan saja pohon itu terus tinggi menembus langit Kota Tangerang.

Bahkan, sejumlah tanah kosong yang selama ini menjadi lokasi bangunan semipermanen, sudah digusur dan langsung ditanami pohon-pohon. Momennya pun pas karena ditanam saat musim hujan, sehingga pertumbuhan pohon lebih terjamin lagi. Tinggal bagaimana pengawasan saja agar lahan itu tidak kembali dipakai orang-orang sebelum pohon besar.

Begitu juga dengan sejumlah ruas jalan utama di Kota Tangerang yang tidak luput dari penghijauan. Tepi-tepi jalan dan median jalan kini menjadi lokasi penghijaun. Seperti yang terlihat di ruas jalan MH Thamrin-Jl Sudirman. Median jalan kini ditanami pohon Trembesi. Jenis pohon ini sangat cepat besar dan akan sangat rindang. Nah, kini terbayang dua tahun lagi, ketika ruas jalan utama itu akan berubah menjadi hijau, rindang, nyaman, dan indah.

Pohon trembesi, bintaro, dan Mahoni tampaknya menjadi pilihan utama Kota Tangerang untuk menghijaukan wilayah ini. Seperti yang terlihat di ruas JL Suryadarma, yang merupakan jalan alternatif ke Bandara Soekarno-hatta. Di pinggir jalan berjejer pohon Bintaro dan beberapa pohon Meranti. Sedangkan median jalan penuh dengan batang Pohon Trembesi yang mulai tumbuh.

Dua jempol untuk Kota Tangerang.... Kita lihat hasilnya dua tahun lagi.

Selengkapnya...

Minggu, 21 Maret 2010

Berita Kemarin kok Dibilang Hari Ini

Kalau Anda suka menonton berita di program berita pagi hari di beberapa TV, coba perhatikan penanda waktu yang dipakai dalam paket berita. Anda akan sering mendengar kata ‘hari ini’, ‘tadi pagi’, atau ‘tadi siang’. Aneh dan mengherankan, sebab, berita tadi sebenarnya terjadi kemarin, dan bukan hari ini, tadi pagi, atau tadi siang. Lho, jadi kenapa bisa dipakai kata penanda waktu yang salah itu? Ini sebenarnya akibat strategi pembuatan paket berita yang salah walau sangat mudah membereskannya. Hanya saja, karena mudah tadi, lucunya tidak pernah dibereskan hingga tuntas tas tas.

Beberapa produser berita di TV sering ‘malas’ untuk memuat paket berita baru yang berasal dari berita-berita ulangan. Misalkan saja progam berita malam adalah kompilasi dari berita pagi sampai sore di hari yang sama. Begitu juga dengan berita pagi yang hampir semua berita adalah ulangan dari berita kemarin.


Mereka tinggal kembali menayangkan paket berita yang sudah tayang, dengan hanya membuat lead baru untuk dibacakan presenter. Bahkan, ada juga produser yang ‘malas’ membuat lead berita sehingga lead pun di-copy paste dari berita sebelumnya.

Celakannya ya itu tadi. Mereka tidak ‘ngeh’ kalau penanda waktu di paket yang mereka ‘copy-paste’ tadi sudah salah bila mereka tayangkan kembali. Ini terjadi karena reporter sudah terbiasa untuk memakai kata ‘hari ini’ untuk menunjuk waktu dalam paket berita yang mereka buat. Akibatnya, ketika produser berita pagi mengulang paket berita itu, ‘hari ini’ sudah salah. Sebab, seharusnya penanda waktunya menjadi ‘kemarin’.

Namun, sebenarnya kalau memang meng’copy-paste’ berita yang sudah tayang tidak dipersalahkan, maka hendaknya ada aturan yang jelas. Hendaknya sudah dibuat aturan bagi reporter/ staf produksi/ atau produser untuk hati-hati dalam membuat penanda waktu. Misalnya saja, lebih baik menyebut nama hari saja daripada mengatakan ‘hari ini’.

Misalnya begini:

Presiden SBY HARI INI/PAGI INI/SIANG INI/ MALAM INI berkunjung ke Medan untuk meresmikan proyek infrastruktur di sana.

Ini bisa diganti dengan:

Presiden SBY SENIN PAGI berkunjung ke Medan untuk meresmikan proyek infrastruktur di sana.

Dengan memakai SENIN PAGI, maka walaupun berita itu diulang kembali besok, lusa, atau di rangkuman berita mingguan pada tiap akhir pekan, maka masih tepat dari segi penunjuk waktu.

Ringan dan sepele memang, tapi anehnya tidak pernah diperhatikan sehingga akhirnya penonton pun tidak percaya lagi pada program yang cuma ‘copy-paste’ berita itu.
Selengkapnya...

Kamis, 18 Maret 2010

Tersangka, Terdakwa, Terpidana

Heran juga kalau ada orang yang mengaku wartawan, tapi tidak bisa membedakan antara tersangka, terdakwa, dan terpidana. Kalau hanya sekali salah, mungkin masih bisa dimaafkan. Tapi, kalau sudah berkali-kali, maka sudah sangat keterlaluan. Penikmat --apakah itu penonton (TV), pembaca (koran/online), atau pendengar (radio)-- pasti akhirnya bertanya-tanya mengenai seberapa kredibel si media itu.

Mereka tidak akan menyalahkan si wartawan, karena hampir pasti, penikmati tadi jarang sekali mencari tahu siapa pembuat berita tadi. Yang mereka tahu hanyalah apa media-nya. Kalau sudah begini, kasihan-lah media tersebut. Apalagi kalau itu terjadi di berita TV. Kasihan lah si penyiar karena dicap tidak mengerti istilah hukum oleh pemirsanya. Padahal, bisa jadi, si penyiar tadi hanya membacakan naskah berita yang dibuat oleh tim produksi berita itu.


Misalnya saja yang terjadi beberapa waktu lalu di sebuah berita yang ditayangkan sebuah TV nasional. Berita itu tentang jalannya persidangan di sebuah pengadilan negeri di Jawa Tengah. Walau isi berita jelas-jelas sudah menceritakan tentang vonis, si pembawa berita selalu memakai kata 'tersangka' untuk merujuk ke orang yang sedang mendengarkan vonis hakim atas dirinya itu. Bagi pemirsa yang mengerti soal hukum, pasti mereka menertawakan berita itu. Orang sudah menjalani sidang kok masih disebut dengan istilah tersangka, kira-kira begitu kata mereka.

Herannya lagi, kok kesalahan itu bisa lolos di media. Sebutlah si reporter masih awam sekali liputan di bidang hukum. Tapi, bagi tim produksi berita, apakah itu redaktur atau produser, seharusnya mereka sudah lolos tentang hal-hal yang begini. Rasa-rasanya tidak mungkin seorang redaktur atau produser masih awam dengan istilah-istilah hukum. Kecuali kalau memang ada media yang mau mempekerjakan redaktur atau produser yang minim pengetahuan hal-hal sepele seperti istilah hukum tadi. Mmmm.... semoga saja tidak ada lah.

Melakukan peliputan di bidang hukum memang agak-agak susah gampang. Karena itu, bidang hukum dan kriminal sering disebutkan sebagai 'kawah candradimuka'-nya orang-orang yang baru saja menyebut mereka sebagai wartawan. Bila latar belakang pendidikan si wartawan bukan hukum, maka akan banyak sekali ilmu-ilmu baru yang mereka dapat ketika melakukan peliputan di bidang hukum dan kriminal.

Contohnya saja soal kriminal. Seorang wartawan akan benar-benar dituntut untuk mendapatkan 5W+1H dari sebuah peristiwa. Kalau satu saja tidak ada, maka bisa dipastikan si wartawan akan kesulitan saat menyusun berita tadi. Peliputan di bidang kriminal akhirnya mengharuskan si wartawan untuk menjalin relasi dengan kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Kalau sudah bersinggungan dengan mereka, akhirnya mau tidak mau, si wartawan pun akan mendengar beragam istilah-istilah asing bagi orang awam.

Misalnya di kepolisian. Si wartawan pasti akan sering mendengar istilah, 86, 87, 1-1, 10-2, dan sebagainya. Itu adalah satu bentuk komunikasi bagi polisi. Misalnya untuk 86 yang artinya 'dapat dimengerti', 87 untuk 'teruskan', dan 10-2 untuk 'posisi'. Begitu juga sejumlah singkatan seperti TSK (tersangka), TKP (tempat kejadian perkara), LP (laporan polisi), Lapga (laporan segera), dan sebagainya.

Uniknya lagi, dalam komunikasi kepolisian, huruf-huruf tadi tidak disebutkan huruf demi huruf, melainkan dengan sandi-sandi. Yang mengasikkan, sandi-sandi itu tidak sama dengan yang umum dipakai seperti A untuk Alfa dan B untuk Bravo. Kepolisian punya istilah sendiri, seperti A untuk Ambon, B untuk Bandung, C untuk Cepu, dan sebagainya hingga huruf Z. Jadi untuk TSK, misalnya, mereka menyebutnya Timur-Solo-Kupang. Si wartawan seharusnya paham hal ini ketika bertugas di kepolisian agar bisa menangkap informasi ketika mendengarkan para polisi berbicara antarmereka.

Hal yang sama juga berlaku untuk liputan di kejaksaan maupun pengadilan. Kalau sudah paham dunia liputan di tiga lembaga penegak hukum tadi, seharusnya seorang wartawan sudah paham kalau seorang yang ditangkap polisi, maka statusnya adalah tersangka. Bila orang tadi sedang menjalani masa sidang di pengadilan, maka statusnya menjadi terdakwa. Bila sudah divonis, maka ia sudah menjadi terpidana. Gampang kan.

Bahkan, belakangan ini muncul lagi istilah baru, CALON TERSANGKA. Mmmm....




Selengkapnya...

Rabu, 17 Maret 2010

IHSG Semakin Mendekati 2.800

Edan, hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tajam hingga 3,25% ke angka 2.756,26. Ini adalah kenaikan 86.65 dari indeks hari Senin lalu yang masih berada di posisi 2.669,61. Dengan demikian, IHSG hari ini adalah rekor tertinggi sejak Februari 2008.

Sedikit demi sedikit, IHSG memang semakin mendekati level tertingginya sepanjang sejarah republik ini yang pernah mencapai angka 2.830,263 yang terjadi pada pada 9 Januari 2008. Ironisnya, sejak tanggal itu, IHSG terus melosot hingga pernah menyentuh level 1.100-an pada akhir 2008. Apa sebentar lagi level tertinggi itu akan tercapai lagi? Semoga saja.


Di bawah ini adalah grafik IHSG pada hari ini:


Sedangkan yang ini adalah IHSG selama 30 hari terakhir. Perhatikan bentuknya yang sedikit demi sedikit naik, walau harus beberapa kali turun.


Sedangkan yang di bawah ini adalah IHSG selama 60 hari terakhir.



Berikut ini adalah artikel dari detikfinance.com yang mengulas tentang rekor baru IHSG tersebut.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik tajam 86 poin pada perdagangan hari iniseiring dengan masuknya arus modal asing sebesar Rp 992 miliar. Kenaikan IHSG tertinggi di Asia.

Mengawali perdagangan Rabu (17/3/2010), IHSG dibuka melemah tipis ke level 2.669,407. Namun langsung berbalik arah dengan cepat dan melesat naik hingga menembus level 2.700.

Kenaikan ini sekaligus menjadi yang tertinggi diantara bursa-bursa regional Asia lainnya. PosisiIHSG saat ini tertinggi sejak 28 Februari 2008 di level 2.756,314.

Seluruh saham-saham unggulan berkapitalisasi besar diburu investor pada perdagangan hari ini. Penguatan saham-saham lapis dua (second line) yang menguasai perdagangan pekan laluberakhir.

Sentimen positif bursa-bursa dunia sebagai dampak kebijakan The Fed mempertahankantingkat suku bunga acuannya memberikan angin segar bagi laju indeks-indeks saham di seluruhdunia.

Saham-saham raksasa seperti ITMG, ASII, AALI, UNTR, BBCA, BBRI, BMRI, PTBA, TLKM, SMGR dan sebagainya mengalami kenaikan tajam pada perdagangan hari ini dan suksesmenghantarkan IHSG naik 3,25%.

Indeks saham sektor pertambangan memimpin laju kenaikan IHSG, diikuti oleh saham sektorperkebunan, aneka industri, infrastruktur, perbankan dan konsumsi.

level 2.756,262. Pada perdagangan Rabu (17/3/2010), IHSG ditutup menguat tajam 86,654 poin (3,25%) keIndeks LQ 45 juga menguat 19,922 poin (3,83%) ke level 519,728.

1,190 Transaksi beli asing hari ini mencapai Rp 2,182 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rptriliun. Transaksi beli bersih asing (foreign net buy) mencapai Rp 992,048 miliar.

Seluruh bursa-bursa regional Asia juga didominasi penguatan tajam

* Indeks Shanghai naik 57,64 poin (1,93%) ke level 3.050,48.
* Indeks Hang Seng menguat tajam 361,56 poin (1,72%) ke level 21,384,49.
* Indeks Nikkei-225 naik 125,27 poin (1,17%) ke level 10.846,98.
* Indeks Straits Times menguat 17,42 poin (0,60%) ke level 2.913,85.
* Indeks KOSPI melesat 34,85 poin (2,11%) ke level 1.682,86.

volume 8,416 Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai kali sertamiliar lembar saham senilai Rp 6,477 triliun. Sebanyak 162 saham naik, 46 sahamturun dan 66 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya antara lain BBRI naik Rp 400 ke Rp 7.850, PGASnaik Rp 175 ke Rp 4.250, ADRO naik Rp 50 ke Rp 1.920, BUMI naik Rp 50 ke Rp 2.550, BMRInaik Rp 150 ke Rp 4.950, TLKM naik Rp 250 ke Rp 8.600, ASII naik Rp 2.200 ke Rp 40.950, ITMG naik Rp 2.000 ke Rp 36.150.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain BHIT turun Rp 50 ke Rp 870, ASIA turun Rp 8 ke Rp 113, PLAS turun Rp 10 ke Rp 1.060, PTPP turun Rp 10 ke Rp 660, SULIturun Rp 65 ke Rp 265, BTPN turun Rp 50 ke Rp 6.300.


Selengkapnya...

Selasa, 16 Maret 2010

Take Action di Danareksa Mawar Agresif

Rekening Koran dari Danareksa akhirnya sampai juga ke rumah. Rekening koran tersebut adalah laporan kondisi terakhir unit reksadana yang tersimpan di Reksadana Danareksa Mawar Agresif sampai dengan tanggal 27 Februari 2010. Harga NAB-nya masih 'payah' sekali, berada angka 818,3600. Angka ini masih jauh dari harga pembelian yang dulu berada di angka 1.200-an. Akhirnya, hingga tanggal 27 Februari ini, modal yang disetor belum juga kembali alias masih tekor.

Heran memang. Di saat hampir semua reksadana saham bisa memberikan imbal hasil di atas 100% hingga awal 2010 ini, RD Danareksa Mawar Agresif justru hanya mampu pada angka 80%-an. Agak mengecewakan memang, bila dibandingkan dengan embel-embel namanya yang memakai kata 'agresif'.


Walau mengecewakan, namun Danareksa Mawar Agresif adalah cikal-bakal dalam 'pelajaran' reksadana yang aku geluti sejak kuartal keempat 2007. Dari reksadana keluaran salah satu Manajer Investasi plat merah itu, aku akhirnya 'melanglang buana' ke semua planet reksadana. Tidak perlu banyak waktu yang aku habiskan untuk menyelesaikan 'misi' itu. Relatif memang. Tapi, menurut aku, dengan waktu yang sangat sedikit itu, aku merasa sudah tau seluk-beluk reksadana, sampai akhirnya aku merasa terpacu untuk belajar yang lain lagi, yakni saham. Namun, untuk yang satu ini, sampai tulisan ini dibuat, belum bisa terlaksana. Mudah-mudahan segera lah...

Sekitar November 2007, ada keinginan yang luar biasa untuk mengetahui apa itu reksadana. Ini adalah oleh-oleh dari liburan ke rumah seorang kawan di Bandung. Saat itu, di kamarnya banyak terdapat fotokopi nilai NAB reksadana dari koran Bisnis Indonesia. Saat itu, hasil penjelasan si kawan tentang apa itu reksadana, tidak memuaskan kecuali angka-angka imbal hasil yang tertera di sana yang mencapai 80-an persen, sangat menggodaku.

Begitu kembali ke kesibukan kantor, aku pun segera browsing semua hal tentang reksadana. Beragam situs dan artikel aku lalap setiap malam begitu beres dengan pekerjaan kantor. Tidak sampai seminggu, aku merasa sudah cukup dengan segala teori itu, sehingga menurut aku sudah saatnya untuk TAKE ACTION.

Tapi kemana? Nah, itu persoalannya. Akhirnya aku pergi ke beberapa bank seperti Mandiri dan BNI yang di dekat rumah. Namun tidak ada yang tahu tentang reksadana. Mereka malah menawarkan asuransi. Uh...... Hasil browsing akhirnya mengantarkanku ke Danareksa yang ada di Puri Indah. Aha.... ini menggembirakan karena lokasinya tidak jauh dari kantor.

Aku pun ke sana dan bertemu dengan salah satu marketingnya. Wanita dengan penampilan menarik itu pun bersedia menerangkan tentang syarat-syarat pembelian reksadana di Danareksa. Ia pun menerangkan semua produk reksadana keluaran Danareksa. Karena aku tertarik dengan reksadana saham, maka fokus utamaku hanya ke Danareksa Mawar dan Danareksa Mawar Agresif. Saat itu, NAB Danareksa Mawar sekitar angka 3.00oan, dan NAB Danareksa Mawar Agresif sekitar 1.200. Sedangkan IHSG saat itu sekitar 2.700an.

Karena ini adalah take action yang pertama, maka pilihan-pilihan yang terpikirkan baru sedikit. Melihat NAB masih kecil, aku pun memilih Danareksa Mawar Agresif. Lucu memang. Sebab, belakangan baru aku paham, kalau NAB kecil atau besar seharunya tidak menjadi patokan dalam memilih reksadana.

Akhirnya, besoknya aku mentransfer sejumlah uang ke rekening Danareksa Mawar Agresif di Bank HSBC. Bukti transfer lalu aku bawa kembali ke Danareksa Puri Indah. Sejak hari itu, aku pun resmi menjadi seorang investor reksadana.

Sekedar catatan, IHSG pada pekan ini sudah tembus lagi 2.700. Angka ini berarti sama dengan saat pertama kali aku membeli Danareksa Mawar Agresif. Namun, sedihnya, NAB kok belum sama ya. Akibatnya, walau sudah 2 tahun 4 bulan, investasiku belum kembali ke titik semula lagi, alias masih tekor. Gimana nih, Bapak/Ibu semua yang ada di Danareksa? Ayo, semangat untuk mengalahkan pasar!!


Selengkapnya...

Minggu, 14 Maret 2010

Upin & Ipin yang Kocak Abis!!!!

Serial Upin & Ipin akhir-akhir ini membuatku takjub dan selalu mencari-carinya saat sedang bisa di depan TV. Idenya segar juga. Ini-lah film kartun yang kembali mampu mengundang perhatianku, setelah serial Crayon Shin-Chan yang kini sudah membuatku bosan.

Karena penasaran setiap jam berapa serial Upin & Ipim tayang, akhirnya beberapa menit lalu aku membuka situs TPI. Holaaaa.... rupanya serial super kocak itu tayang setiap jam 15.00 pada hari biasa, dan pukul 08.00 setiap Jumat-Minggu. Yes.... berarti mulai besok sudah tahu kapan bisa menyaksikan serial kartun itu di layar TPI.

Upin & Ipin adalah sebuah film animasi anak-anak yang dirilis pada tanggal 14 September 2007 di Malaysia. Serial ini diproduksi oleh Les' Copaque dan tayang pertama kali di TV9. Awalnya film ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar menghayati bulan Ramadhan. Namun, karena mungkin dianggap suskes, Upin & Ipin pun terus diproduksi dan sudah mempunyai tiga musim. Selai tayang di Indonesia lewat layar TPI, kabarnya Upin & Ipin juga tayang di Turki. Serial ini berdurasi 5-7 menit setiap episodenya.


Ada banyak hal yang membuat serial Upin & Ipin menarik bagiku. Tingkah polah para pemainnya sangat natural sesuai dengan kebiasaan anak-anak kecil pada umumnya. Dengan menontonnya, aku seperti kembali mengingat masa-masa kecil dulu. Senyum dan tawa pun terkadang muncul saat terhipnotis oleh adegan yang ada di Upin & Ipin.

Selain itu, TPI masih mempertahankan bahasa asli, yakni bahasa Melayu. Ini semakin menarik karena mendengarkan bahasa melayu yang mirip-mirip dengan Bahasa Indonesia, tentu ada rasa geli sendiri saat mendengarkannya. Mungkin ini sebabnya banyak tokoh di TV atau film yang memakai logat malaysia, karena memang menggelikan bagi orang Indonesia kebanyakan. Sebagai orang Medan, aku pun geli sendiri karena banyak kata-kata yang dipakai di Upin & Ipin sama dengan kata-kata yang biasa digunakan di Medan. Contohnya, cakap, muka, laju, dsb.

Karakter para pemain Upin & Ipin sangat kuat sekali. Terkadang aku teringat dengan serial Doraemon yang masing-masing pemainnnya juga berkarakter. Dan ini adalah susunan karakter dalam serial Upin & Ipin:

Upin
ialah abang kembar Ipin, hanya lima menit lebih tua. Dia lebih banyak bicara dan selalu mendalangi perangai anak kembar ini. Dia dapat dibedakan dari adiknya melalui sehelai rambut di kepalanya.

Ipin
ialah adik kembar Upin. Dia dikenali karena sering mengulang perkataan "betul betul betul" sebagai tanda setuju . Dia amat menggemari ayam goreng.

Upin & Ipin merupakan anak yatim piatu, seperti yang dipaparkan di episode 6, saat mereka sekeluarga menziarahi makam ibu dan ayah mereka.

Kak Ros
Kak Ros adalah kakak Upin dan Ipin. Dari luar ia nampak garang tetapi sebenarnya dia seorang kakak yang penyayang. Dia suka mempermainkan adik-adiknya.

Mak Uda atau Opah
Mak Uda adalah nenek Upin, Ipin dan Ros. Dia berhati bersih dan sering memanjakan Upin dan Ipin. Ia mengetahui banyak hal duniawi dan keagamaan. Ia lebih sering dipanggil Opah.

Fizi
Fizi adalah teman Upin dan Ipin. Dia bersifat penuh keyakinan dan amat dimanjakan orangtuanya. Terkadang dia kelihatan suka besar mulut, tetapi sebenarnya baik hati dan menyayangi orangtuanya. Dia sering terlihat berdua dengan Ehsan.

Ehsan
Ehsan ialah sepupu Fizi. Meskipun suka makan, menyendiri dan cerewet, dia tetap seorang teman setia. Dirumahnya ia dipanggil Bobob. Sedangkan oleh Fizi ia terkadang dipanggil intan payung atau anak manja.

Rajoo
Rajoo ialah berketurunan India. Ia lebih tua lima tahun dibandingkan Upin dan Ipin. Oleh karena itu seolah-olah ia menjadi kakak kepada mereka. Mereka bertiga selalu bermain bersama di kampung mereka.

Mei Mei
Mei Mei ialah berketurunan Cina, dia seorang teman sepermainan dan juga teman sekelas Upin dan Ipin. Selain cantik dan banyak menyayanginya, ia selalu menjadi yang paling waras di kalangan kawan-kawannya. Mei-Mei adalah anak terpintar di kelasnya.

Mail
Mail adalah seorang teman sekelas Upin dan Ipin. Dia juga turut serta dalam pekerjaan nakal kakak beradik kembar ini tetapi ia gegabah dan tidak bisa diandalkan. Sepanjang bulan Ramadhan, musim kedua, Mail tidak pernah menunaikan puasa walaupun sudah cukup umur, tetapi dia juga membantu ibunya menjual makanan di Pasar Ramadhan. Di kelasnya dan di kalangan teman-temannya ia dijuluki Mail 2 seringgit.

Jarjit
Jarjit adalah dari keturunan Sikh Benggali. Dia adalah teman sekelas Upin dan Ipin.Dia selalu ikut serta dalam permainan anak-anak lain, namun setiap kali terjadi sesuatu yang menyebabkannya ditinggalkan. Dia pandai berpantun dan berteka-teki.

Cikgu Jasmin atau Bu Guru Jasmin (PN Jasmin Ally)
Guru kelas Upin dan Ipin dan kawan-kawan di sekolah Tadika. Di episode ke 9, dia terlihat tidak berpuasa ketika bulan Ramadhan dengan sebab-sebab yang tidak jelas. Mungkin karena sedang datang bulan.

Dato tuan Dalang Rangi
Kakek yang merupakan tetangga Upin dan Ipin. Dia adalah orang yang baik terhadap dua saudara kembar itu. Dia sangat kaya akan tetapi dia pelit dan sangat malas karena ia sering menyuruh keduanya untuk membersihkan rumahnya.

Badrol
Cucu Dato tuan Dalang Rangi. Ia merantau ke Kuala Lumpur untuk meneruskan pendidikannya. Meski sangat ceroboh, dalam salah satu episode Badrol sangat menyukai Kak Ros.

Susanti
Teman Upin dan Ipin yang merupakan pindahan dari Indonesia. Baru tinggal di Malaysia ini, dan belum terbiasa dengan obrolan anak-anak lainnya. Pertama kali muncul pada episode "Berpuasa Bersama Kawan Baru". Nampaknya diam-diam Mail tertarik dengan Susanti.

Dzul & Ijat
Dua orang teman sekelas Upin dan Ipin yang sentiasa muncul secara berdampingan karena Ijat buta aksara sehingga dia memerlukan bantuan Dzul untuk "menterjemahkan" kata-katanya.

Serial Upin & Ipin merupakan serial kartun yang dibuat secara animasi 3D, sama seperti film kartun "Madagascar 2" atau "Kung Fu". Hanya saja, kualitasnya memang tidak sebagus kedua film kartun Hollywood itu. Namun, Upin & Ipin masih jauh lebih bagus daripada Doraeman atau Sinchan.

Ironis memang. Di saat, Indonesia sering sombong menuduh Malaysia mencuri budaya kita, eh....ternyata Malaysia bisa membuat sebuah produk yang mampu menyita perhatian Indonesia.

Kayaknya Upin & Ipin bakal semakin laris deh di Indonesia.....

BETUL BETUL BETULLLLLLLL…..????????
Selengkapnya...

Jumat, 05 Maret 2010

Ada Opera Van Java di Trans7

Opera Van Java (OVJ) kini menjadi salah satu acara favorit pada malam hari. Acara humor yang tayang setiap jam 19.45 WIB di Trans 7 ini naik daun karena hadir tiap malam dengan cerita yang berganti-ganti. Akhirnya, acara ini ditiru oleh TV lain, bahkan ada yang berani tayang pada jam yang sama. Namun, lama-kelamaan OVJ bisa saja bubar kalau tim kreatif maupun para pemainnya tidak mencari-cari ide segar baru.


Hampir tiap malam kini aku tidak melepaskan OVJ saat sudah berada di rumah. Acara ini sebenarnya sudah tayang lama. Namun, baru sekitar 3 bulan belakangan ini saja masuk dalam keranjang acara TV favoritku. Awalnya memang terlihat lucu sekali menyaksikan OVJ. Namun, makin ke sini kok terasa makin luntur kelucuannya. Sepertinya para pemainnya tidak punya inovasi lelucon baru. Hanya itu-itu saja diulang-ulang.

Barangkali hanya Sule yang jadi pemain dengan tingkatan pelawak tertinggi di OVJ. Pelawak asal Bandung ini memang terlihat paling kocak di OVJ. Ia pun bisa melontarkan kata-kata spontan yang mengundang tawa. Di beberapa episode, Sule juga bisa membuat nyanyian Andre Stinky jadi lucu ketika Sule meletakkan ember di belakang Andre yang sedang nyanyi, seolah-olah Andre sedang pup. Ketika kelar Andre nyanyi, Sule mengangkat ember dan berujar, " sudah penuh. tinggal membuangnya."

Nah, adegan-adegan nakal seperti ini hendaknya lebih sering dieksplore, dan tampaknya Sule memang paling jago dan spontan. Namun, sebenarnya hal-hal yang gini pun bisa dikonsep. Seperti dalam satu episode dimana Andre sedang nyanyi, tiba-tiba saja Azis Gagap muncul dengan pakaian cheerleader dan menari-nari. Ini sangat lucu banget dan tidak diduga penonton.

Bicara soal penonton, karena konsep OVJ memang tidak memakai skenario (hanya cerita garis besar), maka pemain bisa saja bereksperimen ke penonton di studio. Karena penonton pasti tidak siap diajak main, maka Sule dengan Andre bisa saja bermain di antara penonton. Bahkan, sesekali buatlah 'keonaran' di tengah-tengah pemain musik atau bahkan kedua sindennya.

Rasanya sudah agak garing kalau adegan berantem Sule dengan pemain lain selalu diulang-ulang. Gaya berantem Sule sudah bisa ditebak, karena hanya itu-itu saja. Akibatnya tentu sudah surprise lagi dan sudah pasti gak lucu lagi.

Bisa juga sesekali dibuat kejutan untuk para pemain. Misalnya saja menghadirkan Eko Patrio untuk mengejutkan Parto. Atau menghadirkan pelawak Srimulat lain yang punya ikatan emosi yang kuat dengan Nunung. Biarkan kamera menangkap keterkejutan Nunung saat bertemu dengan sohibnya itu.

Sesekali bisa juga dibuat kejutan dengan justru yang jadi sinden Sule dan Andre di atas panggung. Justru mereka yang mengatur sinden yang asli berikut dalang untuk memainkan skenario versi mereka. Ini diatur tentu tanpa diketahui Parto, Sinden dan para pemain musik. Biarkan kamera menangkap keterkejutan para sinden asli dan Dalang.

Intinya, dalam OVJ sebenarnya tidak ada batasan untuk berkreasi. Para pemain pun sudah hapal betul rumus utama dalam melawak, yakni harus cekatan dalam menangkap pancingan lawan main. Tapi, memang beberapa kali ini terlewatkan. Apalagi bila pancingan itu dibuat oleh bintang tamu yang juga pelawak. Sepertinya pemain utama sering tidak melihatnya. Semoga saja ini bukan karena disengaja karena merada yang senior dan junior atau pemain inti dan bukan.

Maju terus OVJ. Di sini gunung di sana gunung. Pemainnya bingung, yang nonton juga bingung.....
Selengkapnya...

Rabu, 03 Maret 2010

Disewakan Rumah Gratis!

Setahun lalu ada program pemilikan rumah di kantor tanpa uang muka. Harga rumah sekitar Rp 90-145 jt yang berlokasi di Perumahan Duta Bintaro, Tangerang. Namun, walau dengan embel-embel tanpa uang muka, kata kawan-kawan yang ikutan progam ini, mereka tetap harus mengeluarkan uang jutaan untuk berbagai biaya. Tapi, totalnya tidak sampai 20-an juta sih. Kini, aku pun menyesal mengapa tidak ikutan program itu. Andai saja pengetahuan yang akan aku ceritakan di bawah ini, sudah aku ketahui dari dulu.


Salah satu yang membuat aku mundur saat itu adalah pikiran akan biaya yang harus aku keluarkan begitu rumah diserahkan pengembang. Berdasarkan hasil survey dan info-info, rumah tidak bisa langsung dihuni begitu diserahkan. Ada beragam perbaikan yang harus dilakukan. Misalnya saja, penembokan tanah kosong di belakang rumah, instalasi air bersih, dan lain-lain. Itung-itung biaya semuanya bisa sekitar Rp 10-20 juta, tergantung apa yang mau kita perbuat.

Permasalahannya, saat aku punya niat untuk ikutan program rumah tersebut, rumah kemungkinan besar akan aku kontrakkan, karena aku memilih tinggal di rumah yang lain. Menurut informasi, harga sewa rumah di sana pun berkisar Rp 6 juta/tahun. Saat itu, aku berkesimpulan, harga sewa masih jauh dari biaya yang harus aku keluarkan. Bahkan, penyewa baru datang setelah segala perbaikan selesai aku kerjakan. Belum lagi kalau ternyata yang mau menyewa juga sangat lama baru ada. Singkat kata, aku pun mundur.

Sekarang timbul rasa penyesalan. Padahal ada cara yang bisa ditempuh untuk mengakalinya agar pengeluaran bisa diminimalisasi. Caranya adalah dengan meng-GRATIS-kan biaya sewa. Bahkan, kalau perlu, yang menyewa mendapatkan bonus uang dari aku. Lho, kok bisa?

Begini ide yang aku peroleh.

Begitu rumah diserahkan pengembang, maka segera ditempel papan pengumuman di depan rumah. RUMAH INI DIKONTRAKKAN GRATIS (PLUS BONUS UANG). Jangan lupa cantumkan nomor telepon yang bisa dikontak di bawahnya. Dijamin segera banyak orang yang tertarik dengan pengumuman ini, dan telepon akan tidak henti-hentinya berdering.

Begitu ada yang tertarik, tanya dulu apakah mereka sudah melihat langsung kondisi rumahnya. Kalau sudah, lengkapi cerita mereka tentang kondisi rumah, seperti belum adanya tembok pemisah dengan rumah sebelah dan belakang, belum adanya instalasi air, dan lain-lain. Lalu beri tahu lagi, bahwa Anda menyewakan rumah memang dalam kondisi begitu. Menyewakan GRATIS, tentunya.

Kalau sudah dimengerti oleh si peminat, tidak salahnya Anda mengajak bertemu dengannya, atau bisa juga diskusi via telepon. Anda lalu mengatakan, "Saya menyewakan rumah saya itu GRATIS SELAMA SETAHUN, kalau Bapak berminat. Bahkan, saya akan memberikan bonus ke Bapak Rp 1 juta."

Dijamin yang mau menyewa itu pasti semakin tertarik dengan Anda. Nah, begitu dia semakin tertarik, Anda mulai menyebarkan jurus-jurus Anda. "Rumah saya sewakan GRATIS SETAHUN plus bonus Rp 1 juta, tapi Bapak bertanggung jawab untuk menembok belakang dan memasang instalasi air bersih. Kalau bapak bersedia, nanti kita atur semua dalam surat perjanjian."

Anda sudah menghitung biaya tembok dan air tadi sekitar Rp 10 juta. Sedangkan biaya sewa rumah di sekitarnya sekitar Rp 6 juta/ tahun. Dengan ditambah bonus Rp 1 juta tadi, maka sebenarnya Anda masih ada untung Rp 3 juta, walau duitnya memang tidak ada alias hanya dalam itung-itungan saja.

Nah, Anda memilih yang mana? Mengeluarkan uang Rp 10 juta dulu di depan dan dapat uang sewa Rp 6 juta, atau tidak mengeluarkan uang sama sekali, tapi rumah sewaan anda sudah semakin bagus dan 1 tahun lagi bisa disewakan bertambah mahal?
Selengkapnya...

Selasa, 02 Maret 2010

Inspirasi dari ALAPOLA

Hasil browsing-browsing hari ini akhirnya sampai ke sebuah cerita tentang ALAPOLA. Ini adalah nama sebuah kaos asal Madura. Idenya sih sama dengan Joger atau Dagadu. ALAPOLA memposisikan diri sebuah sebuah kaos khas dari Madura. Orang yang berada di balik ALAPOLA adalah Royas Amri Bestian.

Kisah ini menarik perhatianku karena saat ini pun aku bersama dua orang rekan sedang merintis sebuah usaha pembuatan kaos dengan merek GUELO!. Namun, seperti kisah bisnis pada umumnya, seringkali bisnis harus layu sebelum berkembang. Kini, kegiatan GUELO! sedang vakum dari kegiatan. Semoga saja sebentar lagi kegiatannya akan kembali berjalan dan bisa sukses seperti ALAPOLA, JOGER, DAGADU, MAHANAGARI, atau yang lainnya. Amin....

Berikut ini kisah tentang ALAPOLA yang pernah diulas di Kompas.com edisi Selasa, 12 Agustus 2008.


Madura dalam Pelesetan Budaya

Selasa, 12 Agustus 2008 | 11:46 WIB
Oleh:Ingki Rinaldi

Kaus-kaus dengan beragam warna dan desain dipajang di salah satu pojok rumah toko di salah satu sisi Jalan Raya Kupang Jaya, Surabaya. Beragam kaus itu bercampur dengan sejumlah barang lain, seperti pin, gantungan kunci, sandal, mug, tas pinggang, dompet, dan stiker yang juga berdesain unik.

Berbagai produk unik yang diberi nama Alapola Madura itu mengacu dan berfokus pada etnis Madura dengan segala keunikannya. Beragam produk unik Alapola Mudara berbagi tempat dengan kantor biro perjalanan wisata M Travel di rumah toko tersebut.

"Saya karyawan travel dan hanya melayani pembeli. Usaha travel ini baru berjalan sekitar tahun 2000-an, sedangkan Mas Royas dengan usaha Alapola menempati ruko ini terlebih dahulu," kata Siti Fadilah, yang siang itu menemani Kompas. Mas Royas yang dimaksud adalah Royas Amri Bestian, pebisnis di kancah industri kaus kreatif di Surabaya dan sekitarnya.

Royas yang lahir di Jakarta, 7 Juni 1982, memulai usahanya sejak masih berseragam putih abu-abu. Saat duduk di kelas 2 SMA Islam Al Azhar 2, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Royas mendirikan Alapola Madura.

Kata Royas, alapola berarti banyak tingkah polah. Sejak awal Royas, lulusan Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, meniatkan untuk membesarkan nama Madura lewat kreativitas dan imajinasi.

"Etnis Madura sangat dikenal punya perilaku khas. Namun, mereka lebih dikenal dengan budayanya yang keras dan kasar serta budaya carok. Namun di balik semua itu, saya melihat etnis Madura juga mempunyai sebuah kekayaan seni dan budaya yang tinggi. Pola bertingkah, berpikir, dan berkarya ada keunikan tersendiri," ujar Royas, yang juga salah satu cucu mantan Gubernur Jatim M Noer.

Ternyata lucu juga

Dalam hal ini, Royas sering menggali ide desainnya dari keluarga besarnya yang merupakan keturunan asli Madura dan tinggal serta besar di Jakarta. Sejumlah lelucon khas Madura dan logo bergambar tokoh Sakera dengan sepasang mata besar dipakai untuk memberikan kesan ramah, lucu, dan unik.

Perbedaan dengan industri sejenis, seperti Joger di Bali dan Dagadu di DI Yogyakarta, adalah Alapola Madura lebih memusatkan garapannya pada segala sesuatu mengenai etnis Madura. Jadi, bukan sekadar nama tempat berupa Pulau Madura. Meskipun demikian, salah satu desain pertama berjudul "Madura Island" berupa gambar Pulau Madura yang terbukti mampu membangkitkan nostalgia.

Selain itu, Royas-bungsu dari empat orang bersaudara-juga mengarahkan desain-desain Alapola pada tema-tema umum, misalnya kata "No Porno" yang secara umum berarti slogan untuk menjauhi hal- hal porno. Namun dalam kaus Alapola, artinya bisa menjadi lain. Pasalnya, orang Madura punya kebiasaan mengulang kata-kata. Jadi, "No Porno" di kaus Alapola berarti "porno" itu sendiri.

Niat Royas, yang kini berkarier sebagai art director sign design communication, art director mirage post, styling artist, dan character designer sejumlah rumah produksi di Jakarta, untuk mengangkat humor dalam perilaku etnis Madura hingga kini direspons baik banyak orang. Royas, yang menjalankan usahanya dari Jakarta, mengatakan, orang-orang itu kerap melontarkan ucapan, "Ooo... ternyata Madura tuh lucu juga, ya."

Selengkapnya...