Minggu, 21 Maret 2010

Berita Kemarin kok Dibilang Hari Ini

Kalau Anda suka menonton berita di program berita pagi hari di beberapa TV, coba perhatikan penanda waktu yang dipakai dalam paket berita. Anda akan sering mendengar kata ‘hari ini’, ‘tadi pagi’, atau ‘tadi siang’. Aneh dan mengherankan, sebab, berita tadi sebenarnya terjadi kemarin, dan bukan hari ini, tadi pagi, atau tadi siang. Lho, jadi kenapa bisa dipakai kata penanda waktu yang salah itu? Ini sebenarnya akibat strategi pembuatan paket berita yang salah walau sangat mudah membereskannya. Hanya saja, karena mudah tadi, lucunya tidak pernah dibereskan hingga tuntas tas tas.

Beberapa produser berita di TV sering ‘malas’ untuk memuat paket berita baru yang berasal dari berita-berita ulangan. Misalkan saja progam berita malam adalah kompilasi dari berita pagi sampai sore di hari yang sama. Begitu juga dengan berita pagi yang hampir semua berita adalah ulangan dari berita kemarin.


Mereka tinggal kembali menayangkan paket berita yang sudah tayang, dengan hanya membuat lead baru untuk dibacakan presenter. Bahkan, ada juga produser yang ‘malas’ membuat lead berita sehingga lead pun di-copy paste dari berita sebelumnya.

Celakannya ya itu tadi. Mereka tidak ‘ngeh’ kalau penanda waktu di paket yang mereka ‘copy-paste’ tadi sudah salah bila mereka tayangkan kembali. Ini terjadi karena reporter sudah terbiasa untuk memakai kata ‘hari ini’ untuk menunjuk waktu dalam paket berita yang mereka buat. Akibatnya, ketika produser berita pagi mengulang paket berita itu, ‘hari ini’ sudah salah. Sebab, seharusnya penanda waktunya menjadi ‘kemarin’.

Namun, sebenarnya kalau memang meng’copy-paste’ berita yang sudah tayang tidak dipersalahkan, maka hendaknya ada aturan yang jelas. Hendaknya sudah dibuat aturan bagi reporter/ staf produksi/ atau produser untuk hati-hati dalam membuat penanda waktu. Misalnya saja, lebih baik menyebut nama hari saja daripada mengatakan ‘hari ini’.

Misalnya begini:

Presiden SBY HARI INI/PAGI INI/SIANG INI/ MALAM INI berkunjung ke Medan untuk meresmikan proyek infrastruktur di sana.

Ini bisa diganti dengan:

Presiden SBY SENIN PAGI berkunjung ke Medan untuk meresmikan proyek infrastruktur di sana.

Dengan memakai SENIN PAGI, maka walaupun berita itu diulang kembali besok, lusa, atau di rangkuman berita mingguan pada tiap akhir pekan, maka masih tepat dari segi penunjuk waktu.

Ringan dan sepele memang, tapi anehnya tidak pernah diperhatikan sehingga akhirnya penonton pun tidak percaya lagi pada program yang cuma ‘copy-paste’ berita itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar