Rabu, 03 Maret 2010

Disewakan Rumah Gratis!

Setahun lalu ada program pemilikan rumah di kantor tanpa uang muka. Harga rumah sekitar Rp 90-145 jt yang berlokasi di Perumahan Duta Bintaro, Tangerang. Namun, walau dengan embel-embel tanpa uang muka, kata kawan-kawan yang ikutan progam ini, mereka tetap harus mengeluarkan uang jutaan untuk berbagai biaya. Tapi, totalnya tidak sampai 20-an juta sih. Kini, aku pun menyesal mengapa tidak ikutan program itu. Andai saja pengetahuan yang akan aku ceritakan di bawah ini, sudah aku ketahui dari dulu.


Salah satu yang membuat aku mundur saat itu adalah pikiran akan biaya yang harus aku keluarkan begitu rumah diserahkan pengembang. Berdasarkan hasil survey dan info-info, rumah tidak bisa langsung dihuni begitu diserahkan. Ada beragam perbaikan yang harus dilakukan. Misalnya saja, penembokan tanah kosong di belakang rumah, instalasi air bersih, dan lain-lain. Itung-itung biaya semuanya bisa sekitar Rp 10-20 juta, tergantung apa yang mau kita perbuat.

Permasalahannya, saat aku punya niat untuk ikutan program rumah tersebut, rumah kemungkinan besar akan aku kontrakkan, karena aku memilih tinggal di rumah yang lain. Menurut informasi, harga sewa rumah di sana pun berkisar Rp 6 juta/tahun. Saat itu, aku berkesimpulan, harga sewa masih jauh dari biaya yang harus aku keluarkan. Bahkan, penyewa baru datang setelah segala perbaikan selesai aku kerjakan. Belum lagi kalau ternyata yang mau menyewa juga sangat lama baru ada. Singkat kata, aku pun mundur.

Sekarang timbul rasa penyesalan. Padahal ada cara yang bisa ditempuh untuk mengakalinya agar pengeluaran bisa diminimalisasi. Caranya adalah dengan meng-GRATIS-kan biaya sewa. Bahkan, kalau perlu, yang menyewa mendapatkan bonus uang dari aku. Lho, kok bisa?

Begini ide yang aku peroleh.

Begitu rumah diserahkan pengembang, maka segera ditempel papan pengumuman di depan rumah. RUMAH INI DIKONTRAKKAN GRATIS (PLUS BONUS UANG). Jangan lupa cantumkan nomor telepon yang bisa dikontak di bawahnya. Dijamin segera banyak orang yang tertarik dengan pengumuman ini, dan telepon akan tidak henti-hentinya berdering.

Begitu ada yang tertarik, tanya dulu apakah mereka sudah melihat langsung kondisi rumahnya. Kalau sudah, lengkapi cerita mereka tentang kondisi rumah, seperti belum adanya tembok pemisah dengan rumah sebelah dan belakang, belum adanya instalasi air, dan lain-lain. Lalu beri tahu lagi, bahwa Anda menyewakan rumah memang dalam kondisi begitu. Menyewakan GRATIS, tentunya.

Kalau sudah dimengerti oleh si peminat, tidak salahnya Anda mengajak bertemu dengannya, atau bisa juga diskusi via telepon. Anda lalu mengatakan, "Saya menyewakan rumah saya itu GRATIS SELAMA SETAHUN, kalau Bapak berminat. Bahkan, saya akan memberikan bonus ke Bapak Rp 1 juta."

Dijamin yang mau menyewa itu pasti semakin tertarik dengan Anda. Nah, begitu dia semakin tertarik, Anda mulai menyebarkan jurus-jurus Anda. "Rumah saya sewakan GRATIS SETAHUN plus bonus Rp 1 juta, tapi Bapak bertanggung jawab untuk menembok belakang dan memasang instalasi air bersih. Kalau bapak bersedia, nanti kita atur semua dalam surat perjanjian."

Anda sudah menghitung biaya tembok dan air tadi sekitar Rp 10 juta. Sedangkan biaya sewa rumah di sekitarnya sekitar Rp 6 juta/ tahun. Dengan ditambah bonus Rp 1 juta tadi, maka sebenarnya Anda masih ada untung Rp 3 juta, walau duitnya memang tidak ada alias hanya dalam itung-itungan saja.

Nah, Anda memilih yang mana? Mengeluarkan uang Rp 10 juta dulu di depan dan dapat uang sewa Rp 6 juta, atau tidak mengeluarkan uang sama sekali, tapi rumah sewaan anda sudah semakin bagus dan 1 tahun lagi bisa disewakan bertambah mahal?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar