Rabu, 24 Maret 2010

Kota Tangerang akan jadi Hutan

Selasa kemarin, aku mengantar adik yang akan ke pergi Medan, ke Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan menuju bandara melewati sejumlah jalan di Kota Tangerang dan akhirnya masuk ke bandara lewat gerbang belakang, yang biasa disebut dengan nama 'pintu M1'. Saat melewati jalanan di Kota Tangerang, ada satu hal yang menarik perhatian. Yakni, adanya penanaman pohon-pohon di sepanjang jalan. Aku berpikir, dua tahun lagi wajah Kota Tangerang pasti berubah dari kotor dan kumuh, menjadi hijau, asri, dan nyaman.


Apalagi, beberapa tahun lalu, Kota Tangerang mendapatkan predikat sebagai salah satu kota terjorok di Indonesia. Mmm.....predikat itu sebenarnya tidak terlalu pas. Bagi aku, Kota Tangerang bukan jorok, tapi kurang dikelola secara manusiawi. Hehehe.....

Orang-orang di Pemda Kota Tangerang sering membangga-banggakan kalau tidak ada jalanan yang rusak di wilayah Kota Tangerang. Memang betul demikian, tapi jalan yang bagus tadi tidak ada artinya kalau tidak ditunjang rasa nyaman yang lain. Jalanan dibeton, tapi pemandangan kumuh ada di sepanjang jalan. Sama sekali tidak ada pepohonan rindang yang berjejer rapi di tepi jalan.

Aneh memang mengapa Pemda Kota Tangerang tidak dari dulu sadar akan betapa pentingnya penghijauan. Para pejabatnya seharusnya dibawa keliling ke sejumlah kota di Jawa Tengah atau Timur yang kotanya terasa indah dan nyaman hanya bermodalkan pohon-pohon yang rapi di sepanjanga ruas jalan.

Walikota pertama Kota Tangerang, Djakaria Machmud boleh dibilang adalah walikota bertangan dingin dalam hal keindahan kota. Ia menggusur banyak rumah demi membangun taman-taman. Tepi Kali Cisadane dijadikan taman yang hijau. Lahan-lahan kosong dipagar untuk dijadikan taman. Begitu juga sejumlah median jalan. Karena itu, walikota yang biasa dipanggil 'jack' itu, mendapatkan julukan 'WAGIMAN', singkatan dari WALIKOTA GILA TAMAN.

Sayangnya, penerus Jack, HM Thamrin, bertolak belakang. Walikota ini sepertinya tidak peduli dengan pepohonan seperti yang yang ditunjukkan oleh Jack. Taman-taman yang sudah ada tidak dirawat dan akhirnya banyak yang hancur. Kalaupun menanam pohon, ia pun lebih suka menanam tanaman yang butuh perawatan. Padahal, sifat orang Indonesia salah satunya adalah pandai membuat tapi malas memelihara. Akibatnya ya itu tadi, tanaman pun tidak berumur lama.

Ketika Wahidin Halim menggantikan HM Thamrin pada 2003, kinerja itu tidak berubah. Wahidin Halim menyebut daerahnya sebagai kawasan Akhlakul Qarimah. Tapi, walikota yang terkenal dengan nama WH ini, sama saja dengan Thamrin. Mereka sama-sama tidak peduli dengan pepohonan. Bagaimana orang-orang bisa berperilaku baik bila mereka dihadapkan pada lingkungan (terutama jalanan) yang gersang, tandus, kumuh, dan lain-lain. Jalanan boleh saja dibeton, tapi hati tetap tidak nyaman melintasinya.

Nah, ketika WH kembali terpilih menjadi walikota pada 2008, sepertinya ada perubahan. Pemda Kota Tangerang sepertinya mulai sadar untuk menghijaukan kota-nya. Penghijauan bukan dengan menanam tanaman yang susah dirawat, tapi justru dengan pohon-pohon yang hanya butuh perawatan sampai ia tumbuh. Setelah itu, tinggalkan biarkan saja pohon itu terus tinggi menembus langit Kota Tangerang.

Bahkan, sejumlah tanah kosong yang selama ini menjadi lokasi bangunan semipermanen, sudah digusur dan langsung ditanami pohon-pohon. Momennya pun pas karena ditanam saat musim hujan, sehingga pertumbuhan pohon lebih terjamin lagi. Tinggal bagaimana pengawasan saja agar lahan itu tidak kembali dipakai orang-orang sebelum pohon besar.

Begitu juga dengan sejumlah ruas jalan utama di Kota Tangerang yang tidak luput dari penghijauan. Tepi-tepi jalan dan median jalan kini menjadi lokasi penghijaun. Seperti yang terlihat di ruas jalan MH Thamrin-Jl Sudirman. Median jalan kini ditanami pohon Trembesi. Jenis pohon ini sangat cepat besar dan akan sangat rindang. Nah, kini terbayang dua tahun lagi, ketika ruas jalan utama itu akan berubah menjadi hijau, rindang, nyaman, dan indah.

Pohon trembesi, bintaro, dan Mahoni tampaknya menjadi pilihan utama Kota Tangerang untuk menghijaukan wilayah ini. Seperti yang terlihat di ruas JL Suryadarma, yang merupakan jalan alternatif ke Bandara Soekarno-hatta. Di pinggir jalan berjejer pohon Bintaro dan beberapa pohon Meranti. Sedangkan median jalan penuh dengan batang Pohon Trembesi yang mulai tumbuh.

Dua jempol untuk Kota Tangerang.... Kita lihat hasilnya dua tahun lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar