Jumat, 05 Maret 2010

Ada Opera Van Java di Trans7

Opera Van Java (OVJ) kini menjadi salah satu acara favorit pada malam hari. Acara humor yang tayang setiap jam 19.45 WIB di Trans 7 ini naik daun karena hadir tiap malam dengan cerita yang berganti-ganti. Akhirnya, acara ini ditiru oleh TV lain, bahkan ada yang berani tayang pada jam yang sama. Namun, lama-kelamaan OVJ bisa saja bubar kalau tim kreatif maupun para pemainnya tidak mencari-cari ide segar baru.


Hampir tiap malam kini aku tidak melepaskan OVJ saat sudah berada di rumah. Acara ini sebenarnya sudah tayang lama. Namun, baru sekitar 3 bulan belakangan ini saja masuk dalam keranjang acara TV favoritku. Awalnya memang terlihat lucu sekali menyaksikan OVJ. Namun, makin ke sini kok terasa makin luntur kelucuannya. Sepertinya para pemainnya tidak punya inovasi lelucon baru. Hanya itu-itu saja diulang-ulang.

Barangkali hanya Sule yang jadi pemain dengan tingkatan pelawak tertinggi di OVJ. Pelawak asal Bandung ini memang terlihat paling kocak di OVJ. Ia pun bisa melontarkan kata-kata spontan yang mengundang tawa. Di beberapa episode, Sule juga bisa membuat nyanyian Andre Stinky jadi lucu ketika Sule meletakkan ember di belakang Andre yang sedang nyanyi, seolah-olah Andre sedang pup. Ketika kelar Andre nyanyi, Sule mengangkat ember dan berujar, " sudah penuh. tinggal membuangnya."

Nah, adegan-adegan nakal seperti ini hendaknya lebih sering dieksplore, dan tampaknya Sule memang paling jago dan spontan. Namun, sebenarnya hal-hal yang gini pun bisa dikonsep. Seperti dalam satu episode dimana Andre sedang nyanyi, tiba-tiba saja Azis Gagap muncul dengan pakaian cheerleader dan menari-nari. Ini sangat lucu banget dan tidak diduga penonton.

Bicara soal penonton, karena konsep OVJ memang tidak memakai skenario (hanya cerita garis besar), maka pemain bisa saja bereksperimen ke penonton di studio. Karena penonton pasti tidak siap diajak main, maka Sule dengan Andre bisa saja bermain di antara penonton. Bahkan, sesekali buatlah 'keonaran' di tengah-tengah pemain musik atau bahkan kedua sindennya.

Rasanya sudah agak garing kalau adegan berantem Sule dengan pemain lain selalu diulang-ulang. Gaya berantem Sule sudah bisa ditebak, karena hanya itu-itu saja. Akibatnya tentu sudah surprise lagi dan sudah pasti gak lucu lagi.

Bisa juga sesekali dibuat kejutan untuk para pemain. Misalnya saja menghadirkan Eko Patrio untuk mengejutkan Parto. Atau menghadirkan pelawak Srimulat lain yang punya ikatan emosi yang kuat dengan Nunung. Biarkan kamera menangkap keterkejutan Nunung saat bertemu dengan sohibnya itu.

Sesekali bisa juga dibuat kejutan dengan justru yang jadi sinden Sule dan Andre di atas panggung. Justru mereka yang mengatur sinden yang asli berikut dalang untuk memainkan skenario versi mereka. Ini diatur tentu tanpa diketahui Parto, Sinden dan para pemain musik. Biarkan kamera menangkap keterkejutan para sinden asli dan Dalang.

Intinya, dalam OVJ sebenarnya tidak ada batasan untuk berkreasi. Para pemain pun sudah hapal betul rumus utama dalam melawak, yakni harus cekatan dalam menangkap pancingan lawan main. Tapi, memang beberapa kali ini terlewatkan. Apalagi bila pancingan itu dibuat oleh bintang tamu yang juga pelawak. Sepertinya pemain utama sering tidak melihatnya. Semoga saja ini bukan karena disengaja karena merada yang senior dan junior atau pemain inti dan bukan.

Maju terus OVJ. Di sini gunung di sana gunung. Pemainnya bingung, yang nonton juga bingung.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar