Selasa, 16 Maret 2010

Take Action di Danareksa Mawar Agresif

Rekening Koran dari Danareksa akhirnya sampai juga ke rumah. Rekening koran tersebut adalah laporan kondisi terakhir unit reksadana yang tersimpan di Reksadana Danareksa Mawar Agresif sampai dengan tanggal 27 Februari 2010. Harga NAB-nya masih 'payah' sekali, berada angka 818,3600. Angka ini masih jauh dari harga pembelian yang dulu berada di angka 1.200-an. Akhirnya, hingga tanggal 27 Februari ini, modal yang disetor belum juga kembali alias masih tekor.

Heran memang. Di saat hampir semua reksadana saham bisa memberikan imbal hasil di atas 100% hingga awal 2010 ini, RD Danareksa Mawar Agresif justru hanya mampu pada angka 80%-an. Agak mengecewakan memang, bila dibandingkan dengan embel-embel namanya yang memakai kata 'agresif'.


Walau mengecewakan, namun Danareksa Mawar Agresif adalah cikal-bakal dalam 'pelajaran' reksadana yang aku geluti sejak kuartal keempat 2007. Dari reksadana keluaran salah satu Manajer Investasi plat merah itu, aku akhirnya 'melanglang buana' ke semua planet reksadana. Tidak perlu banyak waktu yang aku habiskan untuk menyelesaikan 'misi' itu. Relatif memang. Tapi, menurut aku, dengan waktu yang sangat sedikit itu, aku merasa sudah tau seluk-beluk reksadana, sampai akhirnya aku merasa terpacu untuk belajar yang lain lagi, yakni saham. Namun, untuk yang satu ini, sampai tulisan ini dibuat, belum bisa terlaksana. Mudah-mudahan segera lah...

Sekitar November 2007, ada keinginan yang luar biasa untuk mengetahui apa itu reksadana. Ini adalah oleh-oleh dari liburan ke rumah seorang kawan di Bandung. Saat itu, di kamarnya banyak terdapat fotokopi nilai NAB reksadana dari koran Bisnis Indonesia. Saat itu, hasil penjelasan si kawan tentang apa itu reksadana, tidak memuaskan kecuali angka-angka imbal hasil yang tertera di sana yang mencapai 80-an persen, sangat menggodaku.

Begitu kembali ke kesibukan kantor, aku pun segera browsing semua hal tentang reksadana. Beragam situs dan artikel aku lalap setiap malam begitu beres dengan pekerjaan kantor. Tidak sampai seminggu, aku merasa sudah cukup dengan segala teori itu, sehingga menurut aku sudah saatnya untuk TAKE ACTION.

Tapi kemana? Nah, itu persoalannya. Akhirnya aku pergi ke beberapa bank seperti Mandiri dan BNI yang di dekat rumah. Namun tidak ada yang tahu tentang reksadana. Mereka malah menawarkan asuransi. Uh...... Hasil browsing akhirnya mengantarkanku ke Danareksa yang ada di Puri Indah. Aha.... ini menggembirakan karena lokasinya tidak jauh dari kantor.

Aku pun ke sana dan bertemu dengan salah satu marketingnya. Wanita dengan penampilan menarik itu pun bersedia menerangkan tentang syarat-syarat pembelian reksadana di Danareksa. Ia pun menerangkan semua produk reksadana keluaran Danareksa. Karena aku tertarik dengan reksadana saham, maka fokus utamaku hanya ke Danareksa Mawar dan Danareksa Mawar Agresif. Saat itu, NAB Danareksa Mawar sekitar angka 3.00oan, dan NAB Danareksa Mawar Agresif sekitar 1.200. Sedangkan IHSG saat itu sekitar 2.700an.

Karena ini adalah take action yang pertama, maka pilihan-pilihan yang terpikirkan baru sedikit. Melihat NAB masih kecil, aku pun memilih Danareksa Mawar Agresif. Lucu memang. Sebab, belakangan baru aku paham, kalau NAB kecil atau besar seharunya tidak menjadi patokan dalam memilih reksadana.

Akhirnya, besoknya aku mentransfer sejumlah uang ke rekening Danareksa Mawar Agresif di Bank HSBC. Bukti transfer lalu aku bawa kembali ke Danareksa Puri Indah. Sejak hari itu, aku pun resmi menjadi seorang investor reksadana.

Sekedar catatan, IHSG pada pekan ini sudah tembus lagi 2.700. Angka ini berarti sama dengan saat pertama kali aku membeli Danareksa Mawar Agresif. Namun, sedihnya, NAB kok belum sama ya. Akibatnya, walau sudah 2 tahun 4 bulan, investasiku belum kembali ke titik semula lagi, alias masih tekor. Gimana nih, Bapak/Ibu semua yang ada di Danareksa? Ayo, semangat untuk mengalahkan pasar!!


12 komentar:

  1. tutuk mindarwati8:34 PM

    bagaimana caranya mengalahkan pasar?sedangkan aku sangat maengharapkan segera mendapat keuntungan yg sdh lama aku nntikan

    BalasHapus
  2. Maksud anda mengalahkan pasar itu, lewat Reksadana kah? Kalo iya, maka Anda tidak bisa melakukan sepenuhnya karena kita sebagai investor hanya bersifat pasif. Manajer Investasi-lah yang bertugas untuk mengalahkan pasar agar duit investor yang dipercayakan pada mereka, bisa berkembang maksimum. Kalau itu adalah reksadana saham, maka di manajer investasi harus bisa mengalahkan IHSG.
    Saya sendiri ikut berinevstasi di reksadana adalah murni sebagai investor, dan bukan trader. Jadi, saya tinggal pilih RD yang kira-kira akan bagus dalam jangka waktu panjang, lalu saya tiggal merem saja selama 1-3 tahun. saat ada kesempatan untuk Top-Up, maka saya akan menambah unit.

    BalasHapus
  3. Anonim9:07 PM

    pindah ke reksadana lain aja bang. fyi saya masuk reksadana panin dana maksima sejak juli 2007, per hari ini return saya hampir 200%.
    *just a friendly advise, saya juga pernah mengalami hal serupa*

    BalasHapus
  4. Aku termasuk orang yang kecewa berat dengan reksa dana mawar agresif ini, sampai pernah mengajukan komplain berat atas kinerjanya yang payah, sayangnya tidak pernah ada respon.
    Tapi setidaknya aku masih beruntung karena per hari ini, sudah balik modal 100%. Memang masih mengecewakan sekali mengingat reksa dana saham yang lain sudah memberikan hasil sampai 150% berhubung IHSG sedang naik gila2an (Hal ini membuat wajah ini masih tersenyum karena return dari reksa dana lain yang kumiliki sedang naik gila2an). Jadi tanpa ragu akan segera aku tarik dan alihkan dananya ke reksa dana lain.

    BalasHapus
  5. @Anonymous: sengaja saya biarkan dulu biar bisa kembali modal saja. Hehehe.... Yup, Panin Dana Maksima mmg mantap sekali kinerjanya. Anda sudah tidak salah pilh tuh. Selamat.....

    BalasHapus
  6. @puffybaby: Wah, ternyata ada jua rekan yang senasib dengan saya. hehehe... Saya juga sempat menanyakan hal yg sama kepada orang Danareksa saat saya mengikuti pelatihan saham, akhir tahun lalu. Jawabannya malah membingungkan saya. "kinerjanya bagus kok. Sudah naik 100% kan?" jawab orang Danareksa itu. Iya, mmg naik 100% dari titik terendah thn 2008 lalu. Tp, dari sejak peluncurannya, menjadi salah satu reksadana terparah. Hingga hari ini, NAB-nya belum pernah menyentuh titik tertingginya di angka 1200-an.

    Sebenarnya, modal yg saya tanamkan kini sudah kembali 100%. Makanya segera mau saya cairkan. Modal ini kembali setelah saya sempat top up ketika NAB-nya masih 400-an tahun 2008 lalu. Sedangkan dana saya di awal-awal sebenarnya belum kembali karena saat itu saya membeli di harga 1200-an. Hiks...

    Tp, RD Danareksa Mawar Agresif adalah langkah pertama saya dalam mengenal RD. Karena itu, saya merasa belajar sangat banyak di sini. Buktinya, RD saya di tempat lain, hasilnya bisa jauh lebih bagus lagi. hehehe....

    Btw, terima kasih atas kunjungan anda.

    BalasHapus
  7. Anonim5:34 PM

    Kita senasib bang. Saya juga kecewa dengan reksadana mawar agresif ini. rupanya pihak MI dalam hal ini Danareksa Investment Management tidak mpy orang yg Capable dalam mengelola reskadana saham ini. Dalam tempo lebih dari 2 tahun lebih hasil masih minus.(- 8 %)sampai saat ini. Per hari ini 21 Oktober 2010 NAB = 1,025.52. Saya berencana jual kalo mencapai 1,100 (Break even) dan tidak akan memakai Danareksa sebagai MI. Kecewa berat.. itu kesan saya.

    BalasHapus
  8. @Anonymous: saya akhirnya sudah mencairkan seluruh UP saya di Mawar Agresif ketika IHSG berada di angka 2700an. Lumayan lah. Walau NAB-nya masih dibawah yang saya beli pertama kali, namun dari seluruh UP yang saya jual, nilai sudah melewati modal yang saya pernah keluarkan. Sedikit saja sih di atas modal. Daripada rugi lah. Memang, dari segi waktu, saya rugi karena memegang unit reksaana ini sejak akhir 2007, namun modal saya tidak berkembang.

    BalasHapus
  9. Fajar Novari4:23 PM

    Wah menarik banget nih blognya Di, baru tau setelah dapat update di FB hehe, kenapa ga invest emas batangan aja, sptnya lebih bagus kenaikannya.

    BalasHapus
  10. @Fajar: Wah, terima kasih atas kunjungannya, sahabat.... saya setuju sekali dengan invest di batangan emas. Apalagi, rata-rata kenaikan harga emas tiap tahunnya sekitar 20%. dijamin bisa mengalahkan inflasi tuh. Saya juga sudah mempelajari tentang invest batangan emas ini. Bahkan, sudah juga mempelajari tentang BERKEBUN EMAS yg pernah heboh didiskusikan itu. Semoga segera bisa saya praktekkan lag invest di emas ini. amin. hehehe.....

    BalasHapus
  11. biasaaaa.. plat merah kerjanya sak enake dewe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.... Ga semua lah sepert ini.

      Hapus