Kamis, 22 April 2010

IHSG dan Awan Hitam Investasi

Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali membuat rekor baru sepanjang Indonesia mengenal bursa saham. IHSG ditutup pada posisi 2.926,53 atau naik 13,71 poin (0,47%) dari posisi hari sebelumnya. Posisi 3.000 pun semakin dekat. Akankah posisi itu akan cepat dicapai dalam beberapa hari ke depan? Atau malah IHSG sudah mencapai titik tertingginya, dan berangsur-angsur akan turun atau stag di angka 2.700-2.900? Prediksi sih banyak, tergantung pada pengamat mana kita bertanya.


Saat sedang berbincang-bincang dengan seorang rekan yang jauh lebih jago daripaku aku dalam hal ilmu 'kebursaan', mengatakan bahwa akan segera menjual seluruh sahamnya di Jasa Marga (JSMR). Pasalnya, ia khawatir bursa akan turun dalam waktu dekat ini. Ia pun mengaku sedang ingin belajar investasi di emas. Menurut dia, investasi emas ke depannya sepertinya akan aduhai. Kawan ini pun mengumbar banyak analisa, yang sekilas, memang ada benarnya.

Si kawan ini berujar, indeks 3.000 memang bisa dipastikan dapat tercapai tahun ini. Namun, ia pesimistis akan tercapai dalam waktu dekat. Ia lebih yakin angka 3.000 akan tercapai pada menjelang akhir tahun, atau kwartal keempat tahun 2010 ini. Mengapa tidak dalam waktu dekat ini? "karena musim membagikan deviden memang terjadi sekitar April. Setelah investor mendapatkan divedin, mereka akan berlomba-lomba menjual saham mereka. Akibatnya indeks akan tertekan," begitu analisa si kawan ini.

Selain itu, ada beberapa faktor yang ikut menekan indeks. Antara lain soal harga minyak dunia yang sudah di atas 80 dolar lagi. Kenaikan harga minyak akan membuat ongkos produksi meningkat. Akibatnya, inflasi akan naik. Kalau inflasi sudah naik, maka Bank Indonesia sudah pasti akan menaikkan suku bunga. Kalau suku bunga naik, maka efeknya akan ke mana-mana. Saham tentu bertolak belakang dengan kenaikan suku bunga, yang cenderung akan turun. Ini diakibatkan karena banyak investor yang melarikan dana mereka ke produk obligasi atau deposito, sambil menunggu kondisi sudah 'aman' lagi.

Karena itu, si kawan ini lebih memilih emas yang akan menjadi primadona ke depannya. Harga emas dipastikan akan naik lebih cepat karena inflasi dunia akan meninggi. Negara-negara di dunia ini juga akan semakin banyak memburu emas untuk mengamankan cadangan devisa mereka.

Ini memang hanya sebuah analisa yang belum tentu benar dan terjadi. Yang pasti, teruslah berinvestasi demi masa depan yang lebih baik....

Keterangan gambar: gambar yang dipakai di awal tulisan ini adalah grafik IHSG selama 60 hari terakhir. Naiknya dahsyat, kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar