Senin, 05 April 2010

Nyanyian Gayus Tambunan

Tersangka kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan mulai bernyanyi. Selain nama-nama sejumlah aparat hukum, Gayus juga menyebut beberapa nama koleganya di Direktorat Jenderal Pajak yang terlibat dalam kasus penggelapan pajak. Pengakuan ini didapat setelah Gayus menyerahkan diri ke polisi. Dam utuk kedua kalinya, Gayus resmi menjadi tersangka kasus korupsi, pencucian uang, dan penggelapan pajak. Kasus besarnya adalah terkait uang Rp 28 miliar di rekeningnya.

Duit super jumbo sebesar Rp 28 milyar di rekening Gayus awalnya terdetiksi oleh sensor Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK. Duit itu antara lain diduga hasil kongkaling Gayus dengan sejumlah perusahaan yang persoalanan pajaknya sedang ia tangani. Berdasarkan data yang diperoleh tim Metro Realitas, ada sekitar 149 perusahaan yang proses persoalan pajaknya melibatkan Gayus. Sejumlah nama perusahaan besar ada dalam daftar ini.


Memang belum dibuktikan perusahaan mana saja yang telah bermain mata dengan Gayus. Namun, yang pasti, sebanyak 80 % aduan yang ditelaah Gayus/ akhirnya dimenangkan oleh si wajib pajak tersebut. Buntutnya adalah, negara harus mengembalikan uang kelebihan pembayaran pajak kepada perusahaan tersebut. Jumlahnya tak main-main, bisa mencapai angka ratusan milyar rupiah. Dari sinilah Gayus diduga mendapat tanda terima kasih dari wajib pajak perusahaan besar itu.

Dalam menjalankan aksinya, Gayus berkomplot dengan konsultan pajak. Salah satu rekanan pria lulusan sekolah tinggi akutansi negara (STAN) ini adalah Roberto Santonius. Dalam aliran dana yang ditelusuri PPATK, Roberto Santonius tercatat menyetor Rp 25 juta ke rekening Gayus yang disebut sebagai uang pinjaman. Kini, polisi pun sudah menjadikan Roberto sebagai tersangka dalam komplotan mafia pajak.

Sesuai KTP-nya, Roberto Santonius tinggal di Perumahan Daan Mogot Estate, Cengkareng, Jakarta Barat. Namun rumah tersebut kini dalam keadaan kosong. Satpam kompleks perumahan ini mengatakan, rumah Roberto sudah hampir setahun kosong. Itulah sebabnya, surat panggilan pemeriksaan dari Mabes Polri untuk konsultan pajak ini, dititipkan di pos satpam. Surat panggilan pemeriksaan dari Mabes Polri ini tertanggal 30 maret 2010 dan ditandatangani oleh Direktur II Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Pol Raja Erizman.

Salah satu tetangganya mengungkapkan, Roberto santonius dikenal sebagai konsultan pajak yang berkantor di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Ia pun dikenal kaya di lingkugannya. Bahkan setahun lalu, Robert membeli rumah di Pantai Indah Kapuk, sebuah perumahaan super mewah di pinggir pantai Jakarta Utara.

Tersangka lain yang sudah ditahan polisi adalah Alif Kuncoro. Ia dituduh memberikan keterangan palsu saat diperiksa sebagai saksi terhadap Gayus Tambunan pada bulan september 2009 lalu. Dalam keterangannya saat itu, Alif yang mengaku memiliki bengkel motor, mengaku mentransfer uang ke rekening gayus Rp 35 juta untuk membayar utangnya.

Selain itu, Alif Kuncoro juga disebut-sebut turut berperan dalam pemberian satu motor Harley Davidson seharga RP 400 juta untuk Komisaris Polisi Muhammad Arafat Enanie. Motor tersebut sebagai hadiah dari Gayus karena Arafat telah mengatur agar pemblokiran rekening pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu dicabut.

Tersangka lain dalam mafia hukum terkait gayus tambunan adalah Haposan Hutagalung. Mantan pengacara Gayus ini dituduh sebagai dalang untuk menyusun skenario untuk membagi-bagi uang miliaran rupiah milik Gayus setelah divonis bebas majelis hakim pengadilan negeri tangerang 12 maret 2010. Namun, Haposan membantah keras tuduhan itu.

Adalah andi kosasih yang mendapatkan peran sebagai orang yang mengaku pemilik uang Rp 24, 6 miliar di rekening Gayus sehingga akhirnya hanya sekitar Rp 400 juta yang dianggap bermasalah. Caranya adalah dengan membuat surat perjanjian kerja sama andi kosasih dengan gayus tambunan dalam hal proyek penyediaan tanah di Jakarta Utara.

Akibat kongkalikong ini, polisi membuka blokir rekening Gayus, dan uang akhirnya mengalir kemana-mana. Andi Kosasih sendiri kebagian hampir dua miliar rupiah. Kini andi kosasih sudah ditahan dan dituduh ikut dalam praktek mafia hukum yang melibatkan Gayus Tambunan dan aparat penegak hukum.

Hingga kini/ sudah tujuh tersangka yang ditahan dalam kasus mafia hukum perekayasaan kasus Gayus Tambunan. Jumlah ini diperkirakan akan segera bertambah. Apalagi, kasus mafia pajak-nya masih terus ditusuri.

Artikel ini merupakan bagian dari kisah yang diungkap dalam program Metro Realitas edisi Senin, 5 April 2010, pukul 23.05, di layar Metro TV, dengan judul "Nyanyian Gayus Tambunan".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar