Jumat, 18 Juni 2010

Pantai Tablanusu yang Eksotik

Jam baru menunjukkan pukul delapan pagi ketika kami segera beranjak menyusuri jalan raya Jayapura-Sentani. Tujuan kami kali ini adalah sebuah pantai yang disebutkan sebagai salah satu pantai terindah di sekitar Jayapura. Namanya Pantai Tablanusu. Nama pantai ini disebut Tablanusu karena memang berada di Desa Tablanusu, yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Setelah sekitar dua jam duduk manis di dalam mobil sambil menikmati pemandangan alam Papua, kami akhirnya tiba di Pantai Tablanusu. Karena ini adalah hari Minggu, maka cukup ramai juga suasana di sini. Para pengunjung rata-rata datang dengan mobil pribadi. Yang menarik, semua mobil wajib parkir di tempat parkir yang sudah tersedia. Kondisi ini membuat pantai tidak menjadi semrawut oleh kendaraan-kendaraan. Agar tetap nyaman, sudah disediakan jalan yang unik dengan papan yang disusun memanjang, mulai dari parkiran sampai ujung pantai.

Mmmm..... ternyata tidak sia-sia menempuh pe
rjalanan yang mungkin hampir mencapai 100 km ini sejak dari Kota Jayapura. Pantai Tablanusu bagus sekali. Pantainya memberikan pemandangan yang luarbiasa indah. Warganya juga ramah dan siap membantu para wisatawan. Kebersihan juga dijaga di sekitar pantai.

Kabarnya, dulunya untuk mencapai pantai ini harus menggunakan perahu dari ibukota Kecamatan di Depapre dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Setelah itu, perjalanan menuju Desa Wisata Tablanusu dilanjutkan dengan berjalan
kaki. Namun, kini mobil sudah bisa mencapai Tablanusu setelah dibuat jalan aspal dengan cara memangkas perbukitan yang cukup terjal. Saat melihat bagaimana kondisi jalan, sudah terbayangkan betapa sulitnya dulu membangun jalan aspal ini. Tapi, usaha ini memang tidak sia-sia. Tablanusu kini menjelma sebagai sebuah tempat wisata baru yang tersohor di Jayapura.

Di Desa Wisata Tablanusu terdapat berbagai fasilitas, seperti pemandu wisata, gereja, persewaan perahu, pasar ikan, dan warung yang menyediakan aneka makanan, minuman, dan suvenir khas masyarakat setempat. Penginapan juga sudah ada selain bisa juga meyewa rumah penduduk setempat (homestay), atau berkemah dengan nyaman di berbagai lokasi di desa tersebut, seperti di tepi pantai.

Ada yang unik di Tablanusu yang mungkin tak akan pernah habis berpikir bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Hampir seluruh permukaan desa yang luasnya kurang lebih 230 Ha, tertutup oleh batuan alam hitam dengan ukuran kecil dan akan menimbulkan suara apabila Anda melangkah di atasnya. Bagi warga setempat
akan sangat mudah mengenali pendatang baru di desa tersebut hanya dengan mendengarkan suara gesekan batu-batu tersebut. Mereka seolah telah menemukan teknik tersendiri untuk berjalan di atas batuan itu sehingga tidak menimbulkan bunyi yang berisik.

Foto: by Edi Ginting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar