Minggu, 13 Juni 2010

Kapolri Pengganti Bambang Hendarso Danuri

Kapolri Jend Pol Bambang Hendarso Danuri pada Oktober 2010 nanti akan memasuki pensiun. Kabarnya yang beredar menyebutkan, tidak ada perpanjangan tugasnya sehingga ia pun harus pensiun. Karena itu, rumor siapa yang bakal menggantikannya pun sudah mulai ramai dibicarakan. Beberapa nama sudah mulai bermunculan. Lantas siapa yang paling memiliki kans terbesar untuk menjadi TB1 untuk menggantikan Bambang Hendarso Danuri?

Rabu, 9 Juni lalu, Kapolri Bambang Hendarso Danuri dan tim-nya sedang mengikuti rapat kerja dengan tim pengawasan Kasus Bank Century di gedung DPR RI. Karena sedang berada di gedung DPR, aku pun menyempatkan diri untuk melihat sekilas jalannya rapat. Tidak lama aku mengikuti jalannya rapat, karena sebentar kemudian aku sudah larut dalam obrolan dengan seorang pensiunan Polri di luar ruang rapat. Kami membicarakan banyak hal tentang Polri, termasuk siapa yang bakal menjadi kapolri baru.

Sedang asyik ngobrol, tiba-tiba Kapolri Jend Pol Bambang Hendarso Danuri keluar dari ruang rapat. Ia berjalan menuju ruang kamar mandi dan melewati tempat kami berdiri. "Selamat siang, Jenderal!" kataku sambil memberikan gerakan seakan-akan memberi hormat. Sang Kapolri tersenyum dan mengangkat tangan kanannya, sambil berlalu ke dalam kamar mandi.

Tidak sampai dua menit, sang Kapolri kembali keluar kamar mandi. Aku segera menghampirinya dan menyalaminya.
"Apa kabar, Pak?" tanyaku.
"Baik. Kemana saja tidak pernah kelihatan?" tanya sang Kapolri balik.
"Masih jadi pemburu berita, Pak," jawabku sambil melepas jabatan tangan dengannya.
Sang Kapolri pun tertawa kecil sambil mengatakan harus kembali rapat lagi. Ia kembali berjalan masuk ke dalam ruangan. Aku pun menatapnya sampai hilang di balik pintu.

Aku sangat sering mewawancarai sang Kapolri. Ketika ia menjadi Kaditserse Polda Metro Jaya pada tahun 2001-an lah aku pertama kali mengenalnya, dan saat itu hampir tiap hari kami berjumpa. Aku pun sering meneleponnya untuk menanyakan perkembangan sebuah kasus untuk aku beritakan. Bahkan, ketika Bambang Hendarso Danuri menjabat Kapolda Kalsel dan Kapolda Sumut, beberapa kali aku mewawancarainya di dalam ruangan kerjanya. Karena itu, ia pun masih mengingatku sampai detik ini.

Tidak terasa, beberapa bulan lagi ia akan pensiun. Kini, yang menjadi pertanyaan, siapa yang akan menggantikannya.

Dalam obrolan-obrolan yang sering aku ikuti, setidaknya muncul 3 nama yang punya kans besar menjadi kapolri. Yang pertama adalah Nanan Soekarna, Timur Pradopo, dan Oegroseno. Nanan sekarang menjadi Irwasum Polri dengan pangkat Komjen (bintang 3). Timur baru saja dipromosikan menjabat Kapolda Metro Jaya, setelah sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Barat. Oegroseno sekarang menjabat Kapolda Sumut.

Nama Nanan Soekarna muncul karena dianggap punya kedekatan dengan Bambang Hendarso Danuri. Posisinya selalu mengkilat semasa Kapolri Bambang Hendarso Danuri. Semasa Kapolri Soetanto, ia menjabat Kapolda Kalimantan Barat dan Kapolda Sumatera Utara. Namun, saat bertugas di Sumut, terjadi insiden demo pembentukan Provinsi Tapanuli yang berbuntut tewasnya Ketua DPRD Sumut. Nanan pun dicopot dan ditarik ke Mabes Polri.

Banyak yang mengira karirnya sudah habis. Namun, rupanya Bambang Hendaro Danuri tidak melupakan Nanan. Ia pun diberi tugas sebagai Kadiv Humas yang membuatnya hampir setiap hari muncul di TV dan koran. Sebentar di sana, Nanan kembali dipromosikan menjadi jenderal bintang tiga dengan posisi sebagai Irwasum.

Melihat karirnya yang selalu cemerlang, tidak salah kalau Nanan Soekarna masuk menjadi salah satu nominasi kapolri pengganti Bambang Hendarso Danuri. Nilai plus Nanan lainnya adalah ia adalah alumni Akpol angkatan 1978 yang menyandang predikat sebagai lulusan terbaik atau Adi Makayasa di angkatannya.

Sedangkan Timur Pradopo adalah teman seangkatan Nanan Soekarno di Akpol. Ia baru saja mendapat promosi sebagai Kapolda Metro Jaya dari sebelumnya Kapolda Jawa Barat. Walau posisi itu sama-sama berpangkat Irjen, namun banyak yang menduga promosi itu adalah tanda-tanda Timur akan menjadi Kapolri.

Nama pria kelahiran Jombang, 10 Januari 1956 ini, sangat terkenal ketika menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat. Pasalnya, saat itu terjadi tragedi Trisakti yang menjadi awal runtuhnya dinasti Presiden Soeharto. Posisi yang pernah diemban Timur juga tidak jelek-jelek amat. Usai di Jakarta Barat, ia pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kapiskodal Ops Polda Jawa Barat, Kapolwiltabes Bandung Polda Jawa Barat, Kakortarsis Dediklat Akpol, rwasda Polda Bali, Kapolda Banten, Kaselapa Lemdiklat Polri, Staf Ahli Bid Sospol Kapolri, Kapolda Jawa Barat, dan akhirnya Kapolda Metro Jaya.

Calon lain yang punya kans menjadi Kapolri adalah Irjen Pol Oegroseno yang kini menjabat Kapolda Sumut. Jenderal polisi ini juga teman satu angkatan dengan Nanan Soekarna dan Timor Pradopo, yakni sama-sama lulusan Akpol 1978. Kalau Nanan rangking satu, maka Oegroseno ranking dua lulusan terbaik.

Irjen Pol Oegroseno yang lahir pada 17 Februari 1956 juga memiliki karir yang cemerlang. Ia lama bertugas di bidang reserse, sama dengan Kapolri Jend Pol Bambang Hendarso Danuri. Ia pernah menjabat Kapolsek Metro Menteng, Reserse di Polda Metro Jaya, Wakil KP3 Polres Tanjung Priok, Kasat Reserse/kriminal Poltabes Surabaya, dan Kapolres Surabaya Timur.

Kemudian, Paban Madya Dakmin Ops, Dir Sabhara Polda Sulawesi Utara, Dir Samapta Polda Sulawesi Utara, Dir Pam Obsus Polda Metro Jaya, Karo Ops Polda Metro Jaya, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Sulawesi Tenggara, Kapus Telematika Mabes Polri, Kadiv Propam Mabes Polri, dan saat ini jadi Kapolda Sumut.

Lantas, siapa yang punya kans terbesar dari tiga nama itu? Nanan Soekarna, Timur Pradopo, atau Oegroseno?

Hasil obrolan warung kopi menyebutkan, kans yang terbesar adalah Oegroseno. Nama Nanan lagi-lagi bisa tersingkir oleh isu kedaerahan. Sedangkan nama Timur Pradopo masuk bursa nomor dua, karena ia baru saja dpromosikan ke Kapolda Metro Jaya. Sangat sulit baginya untuk kembali mendapatkan promosi ke jabatan bintang 3 dalam waktu dekat, agar semakin mulus menuju kursi TB1.

Kondisi ini berbeda dengan Irjen Oegroseno. Rumor yang berkembang menyebutkan, sebentar lagi Oegroseno akan dipromosikan ke posisi bintang 3 agar jalannya semakin mulus ke pososi orang nomor satu di Polri. Jabatan yang bakal diisinya adalah Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan (Kababinkam) Polri yang kini dijabat Komjen Pol Imam Hariyatna. Sebentar lagi, Imam Hariyatna memang pensiun.

Sekali lagi, semua ini memang baru sebatas rumor di warung kopi. Jabatan Kapolri adalah jabatan politis. Kalau sudah berbau politis, di negeri ini biasanya apapun bisa terjadi.

Yang pasti, kita tunggu saja siapa yang bakal menggantikan Jend Pol Bambang Hendarso Danuri. Siapapun dia, sepantasnya adalah anggota polisi terbaik untuk rakyat dan bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar