Rabu, 11 Agustus 2010

Kelakuan Para Konglomerat

Namanya FX Boyke Gozali. Kalau anda tidak mengenalnya, saya coba untuk memperkenalkan siapa dia. Rasa-rasanya sebagian dari anda-anda mungkin pernah berkongkow-kongkow ria di salah satu gerai Starbucks Coffe di Indonesia, bukan? Atau Anda mungkin pernah mampir ke gerai Zara dan membeli satu stel jas untuk hari pernikahan Anda setelah meminum secangkir kopi di Starbucks tadi? Dan, ternyata semua itu anda alami di Plaza Indonesia. Aha... Tahu kah Anda siapa pemilik semua itu? Yup, tebakan Anda sudah benar. Dia memang FX Boyke Gozali. Dan, kemarin aku berkesempatan untuk bertemu dengannya.

Di lorong itu, aku melihat salah satu pengusaha papan atas Indonesia itu seperti sedang kebingungan mencari sebuah ruangan. Karena aku memang sudah tahu maksud kedatangannya, maka aku pun langsung menegurnya. "Ruangannya di sini, Pak Boyke," sapaku padanya. Dia seperti sedikit bingung dengan teguranku ini. Tapi, kulihat dia mengikutiku dari belakang.

Bersama Boyke, ikut seorang pria lain. Umurnya terlihat lebih muda dan gayanya lumayan oke. Dia adalah Rosanno Barack, yang juga seorang pengusaha di republik ini. Kedua pengusaha itu pun aku antar ke ruangan bosku. "Bang, Pak Boyke sudah datang," jawabku.

Rupanya, penampilan seorang Boyke Gozali sama dengan yang ada di foto-foto yang sering aku lihat. Orangnya tidak terlalu besar dengan rambut warna putih. Dilihat dari wajahnya, susah untuk menebak umurnya karena terlihat selalu berseri-seri, terawat, dan muda. Padahal, kalau tidak salah, pengusaha yang juga pemilik Hotel Harris ini, lahir pada 1957. Berarti sekarang umurnya sudah 53 tahun. Mmmm...memang benar apa yang sering ditulis di media cetak, kalau pengusaha ini kental dengan bisnis dunia gaya hidup ini. Penampilannya memang bergaya.

Tak lama kemudian, aku pun ikut dalam pertemuan itu. Selain dua pengusaha itu, tampak tiga orang lain yang ikut hadir. Satu orang sangat familiar bagiku, sedangkan dua lainnya masih asing. Satu orang yang familiar itu adalah Dibyo Widodo. Anda pasti tidak asing dengan nama itu. Ya, memang benar. Nama yang saya sebut tadi adalah Dibyo Widodo yang mantan kapolri itu. Tapi, ia bukan datang sebagai seorang pensiunan Jenderal dan mantan orang nomor satu di tubuh Polri. Rupanya, setelah menggantungkan baju dinas polri alias pensiun, Dibyo menjadi komisaris di perusahaan patungan Boyke dan Rosanno.

Selama hampir sejam aku ikut menikmati suasana di dalam ruangan itu. Sedikit demi sedikit, aku menjadi tahu bagaimana karakter pada tokoh-tokoh itu. Bahkan, aku jadi tahu bagaimana pengusaha kalau sedang berdebat atau setidaknya berkumpul. Suasananya ternyata jauh dari kesan formal. Bahkan, mereka hanya memanggil nama untuk menyebut yang lain, dan tidak perlu memakai kata 'pak', 'mas', atau yang lain. Sama persis kalau kita sedang berkumpul dengan teman-teman sepermainan.

Memang, baru pertama ini aku bertemu atau melihat dengan Boyke Gozali dan Rosanno Barack. Nama mereka memang sangat familiar padaku. Karena itu, pertemuan kemarin sungguh memberikan kesan mendalam buatku. Aku pun tahu bagaimana kalau para konglomerat berkumpul dan membahas sebuah masalah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar