Jumat, 13 Agustus 2010

Maaf, Bahan Bakar Bus Habis!

Lewat setengah jam, akhirnya datang sebuah bus Transjakarta dari arah lampu merah Grogol. Para penumpang di halte Busway depan Trisakti bersiap-siap untuk menyambutnya. Mereka merapatkan diri ke arah pintu. Namun, ternyata dari puluhan orang yang sudah berjejalan, hanya sekitar lima orang yang berhasil masuk ke dalam bus. Yang lainnya terpaksa bersabar lagi menunggu kedatangan bis berikutnya, dan itu berarti harus menunggu lagi belasan menit.

Itulah pemandangan yang dialami oleh para penumpang Transjakarta Koridor 3 jurusan Kalideres-Harmoni sepanjang hari Kamis kemarin. Tumpukan penumpang terjadi di setiap halte karena kedatangan bus sangat lama. Celakanya lagi, jarak kedatangan bus yang lama tadi akhirnya membuat tumpukan penumpang tidak terangkut. Suara orang kesal, jengkel, hingga memaki-maki, acap kali terdengar. Belum lagi aroma beranekaragam yang tercium dari para penumpang. Udara panas pun membuat keringat bercucuran. Ada apa gerangan?

Begitu bis yang ketiga datang setelah menunggu sekitar setengah jam, para penumpang saling mendorong untuk bisa masuk ke dalam bus. Demikian juga aku yang posisiku berada sekitar di barisan ketiga. Entah, siapa yang mendorong dari belakang, tiba-tiba saja aku sudah masuk ke dalam bus. Padahal, kondektur bus sebelumnya sudah berteriak hanya enam orang yang bisa masuk. Rupanya, teriakan itu diabaikan dan dorong-mendorong pun terjadi. Bahkan, si kondektur akhirnya ikut terdorong semakin menjauh dari pintu.

Suasana pun bisa terkendali ketika si kondektur bisa kembali 'menguasai' dirinya dan berdiri di posisi biasanya di dekat pintu. Ia pun mengarahkan penumpang yang di dekat pintu untuk keluar dari bus, karena pintu tidak bisa lagi ditutup akibat sudah kepenuhan. Bus pun akhirnya dapat melanjutkan perjalanan menyusuri Jalan Raya Kiai Tapa, Jalan Raya Hasim Ashari, dan akhirnya tiba di Harmoni.

Karena posisi si kondektur berada di sebelahku, maka aku pun mengajaknya berdialog.
"Mas, ada gangguan apa? Kok jarang banget bisnya?" tanyaku.
"Bahan bakarnya habis," kata si kondektur.
"Maksudnya BBG-nya habis, Mas."
"Iya. Dari pagi. makanya dari pagi bisnya sedikit."

Edan. Ini yang tepat ditujukan pada kejadian ini. Mengapa BBG bisa habis? Katanya Indonesia adalah penghasil gas terbesar di dunia. Tapi, mengapa suplai BBG ke buskota di Jakarta ini bisa kehabisan? Ini-lah potret Indonesia yang akan berulangtahun ke-65 tanggal 17 Agustus 2010 ini, yang membenahi sektor transportasi saja tidak becus. Menyuruh orang beralih dari transportasi umum, tapi tidak diberikan pelayanan yang nyaman dan aman.

Dan, dan ketika bus memasuki halte besar Harmoni, tampak antrean penumpang ke arah Kalideres sangat sangat panjangggggggggggggggg..... Selamat datang di Jakarta. Selamat datang di Indonesia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar