Rabu, 13 Oktober 2010

Liburan ke Citra Raya

Ada salah satu ide yang sangat ingin aku kerjakan saat sedang menikmati hari libur. Yakni, 'liburan' ke Citra Raya. Itu lho, kawasan perumahan milik konglomerat Ciputra yang berada di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Aku penasaran bagaimana kondisi kawasan itu sekarang ini. Sepertinya, hanya Citra Raya yang gaungnya kurang 'keras' dalam kompetisi kawasan perumahan berlahan luas di seputaran Tangerang. Mmmmm....benarkah demikian?

Akhirnya, ide yang mungkin dianggap aneh oleh sebagian orang itu, bisa aku laksanakan hari Selasa ini. "Gue lupa kalo jadwal wartawan emang ga jelas. Gw pikir, lo bilang mau liburan ke Citra Raya itu, pasti pas hari libur seperti hari minggu," kata seorang kawan yang memang tinggal di kawasan itu. Beberapa hari sebelumnya, aku memang sempat mengatakan padanya ingin jalan-jalan ke Citra Raya.

Selama tiga jam aku mengelilingi seluruh kawasan Citra Raya. Seluruh kondisinya aku perhatikan. Sepertinya memang benar apa yang dikatakan oleh kawan yang tinggal di kawasan yang memilih ikon 'kota Nuansa Seni' ini. Citra Raya kini sudah ramai. Padahal, beberapa tahun lalu, setahu aku, kawasan ini masih sepi dan hanya ramai oleh lalu-lalang penduduk kampung sekitar. Terlebih lagi di kawasan danau yang sepertinya menjadi tempat rekreasi murah-meriah.

Tapi itu dulu. Sekarang kawasan ini memang sudah ramai oleh penduduknya sendiri. Pertokoan di sekitar gerbang utama tampak sudah dibanjiri oleh bermacam-macam barang dagangan. Hanya bank yang sepertinya masih sedikit membuka cabang di sini. Aneka makanan dan keperluan sehari-hari ada di sini.

Dan, tampaknya dalam tahun-tahun mendatang, kawasan ini dipastikan akan semakin ramai. Pengembang Citra Raya terus membangun cluster-cluster baru dan pusat pertokoan. Hasil 'liburan' hari ini, tampak ada sekitar lima cluster yang sedang dikerjakan. Keempatnya berada di cluster Waterpoint, Graha Pratama, Park View, Chrysant, dan Green Vista. Yang paling menarik mungkin Waterpoint. Tampaknya cluster ini memang diperuntukkan bagi menengah atas. Harganya di atas 400 jutaan. Suasananya juga lebih oke dengan penataan taman yang indah dan adanya fasilitas sport center.

Aku tertarik dengan cluster Green Vista dan Graha Pratama yang harganya sekitar Rp 160 jutaan. Menurut aku, harga seperti itu masih tergolong murah untuk kondisi yang diberikan. Rumah dibangun dengan bata merah, rangka baja ringan, dan lokasinya masih berada di depan. Mmm.... bisa ga ya aku bisa memiliki satu rumah di sana? Hehehe...

Sepertinya Citra Raya memang mengambil posisi sebagai penyedia rumah yang dijual dengan harga Rp 200 jutaan. Padahal, pengembang besar di sekitarnya kini sudah tidak menyiadakan lagi rumah dengan harga segitu. Mulai dari BSD City, Lippo Karawaci, Summarecon, Alam Sutra, atau yang lainnya, tidak lagi menjual rumah di bawah Rp 300 juta. Rata-rata rumah termurah di sana mungkin di atas Rp 400 jutaan.

Memang, lokasi Citra Raya paling jauh diantara semuanya. Tapi, bukan kah itu sudah menjadi ciri dari group Ciputra? Mereka terbiasa untuk membangun kota baru yang memang jauh dari kota yang sudah ada. Strategi seperti ini membuat mereka bisa membeli lahan murah dan membangunnnya menjadi kota baru dalam jangka waktu puluhan tahun. Karena itu, kata orang, membeli properti milik ciputra sangat bagus untuk jangka panjang.

Apalagi, dengan luas lahan mencapai 1000 hektar di Cikupa Tangerang, Citra Raya sepertinya bisa berbuat apa saja di sana. Kalau sekarang hanya menjual rumah dengan harga 200 jutaan, maka pasti dua-tiga tahun lagi harga rumah baru di sana sudah di atas 400 jutaan. Harga tanah juga meningkat tajam di sana. Tahun 2000an lalu, tanah semeter baru sekitar 200 ribuan. Tahun 2005an menjadi 500 ribuan. "Dan, harga tanah sekarang mencapai Rp 1 jutaan per meter," kata kawan yang tinggal di sana tadi.

Ah, kenapa aku dari tadi memuji Citra Raya saja ya? Apa karena aku memang tertarik sekali dengan rumah di Cluster Green Vista tadi? Hahaha.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar