Selasa, 16 November 2010

Kenapa Saya Harus Memilih Unitlink itu?

Ini cerita tentang seorang agen asuransi yang ingin menawarkan sebuah produk unitlink kepadaku. Hari Jumat lalu ia menelepon dan mengatakan ingin bertemu untuk membahas asuransiku yang ada di perusahaan tempat dia bekerja. Ia mengaku ditunjuk perusahaan untuk mengecek apakah aku mengalami masalah atas asuransiku itu setelah ada perubahan nama perusahaan. Singkat kata, si agen ini sejak awal memang hanya ingin menawarkan unitlink kepadaku dengan embel-embel ingin menjelaskan perihal pergantian nama perusahaan itu.

Namun, yang terjadi kemudian adalah sebaliknya. Kepada si agen itu, aku malah menjelaskan tentang apa itu unitlink. Daripada ikut asuransi plus investasi seperti yang ditawarkan sebuah unitlink, aku mengaku lebih tertarik membeli asuransi murni seperti term life atau whole life. Eh, si agen malah menjawab hanya ingin menawarkan jenis unitlink saja. Aneh juga, kok si agen ini tidak tahu apa saja jenis asuransi di perusahaannya itu. Mmm……

Jadi begini ceritanya. Kami janjian untuk bertemu pada hari Senin kemarin. Si agen datang ke kantor menjelang sore hari dengan pakaian super rapi dan wangi parfum yang sangat menyengat. Kami pun mengobrol santai di lobi kantor.


Si agen pun menanyakan tentang perkembangan asuransiku yang ada di perusahaannya. Aku pun menjelaskan kalau selama ini tidak ada masalah. Pasalnya aku belum pernah melakukan klaim, mencairkan hasil investasiku di asuransi itu, ataupun masalaha yang lain. Aku pun mengaku sudah mendapatkan surat pemberitahuan tentang pergantian nama perusahaan. Namanya memang berubah karena nama yang lama tersangkut sebagai salah satu perusahana yang hampir bangkrut di kantor pusatnya di Amerika sana.

Setelah beres berbasa-basi, si agen lalu menjelaskan tentang jenis asuransiku itu. Rupanya, dia sudah memegang semua datanya, seperti berapa besar premi yang aku bayar setiap tahun, apa jenis asuransiku itu, berapa perbandingan premi untuk asuransi dan simpanan, dan sebagainya. Aku pun cukup terkejut dengan semua info yang ia pegang itu.

Ia lalu membuat sebuah ilustrasi di sebuah kertas yang sudah ia persiapkan. Ia mencoba menghitung berapa kira-kira uang yang sudah tersimpan di rekening asuransiku. Dengan 60% premi masuk dalam investasi, berarti dalam jangka waktu lima tahun yang sudah berjalan, ia memperkirakan aku sudah memiliki uang belasan juta rupiah di rekeningku.

Si agen yang sepertinya masih berumur 25-an ini kemudian mencoba mempengaruhiku. Menurut dia, dengan jenis asuransi simpanan yang aku pilih, maka investasiku itu akan sangat lambat berkembang. Pasalnya, bunganya hanya sekitar 8-15% pertahun.

Aha...aku semakit tergelitik untuk menunggu penjelasananya selanjutnya. Pasalnya, aku yakin, pasti ada maksudnya untuk menguasai uang simpananku itu. Dan, memang benar. Tidak sampai semenit kemudian, si agen ini mengatakan, perusahaannya tidak lagi mengeluarjan jenis asuransi yang aku punya dan sudah membuat produk asuransi berbasis unitlink. Mendengar ia mengucapkan kata unitlink, dalam hati aku tertawa terbahak-bahak. Sejak awal aku memang menduga pasti akan ke sini arahnya.

Si agen ini menawarkan kepadaku sebuah produk unitlink bernama Solution. Ia menawarkan agar duitku yang sudah ada di asuransi simpananku, dimasukkan saja dalam unitlink. Ia pun dengan bangga mengatakan, imbal hasil unitlink yang ia tawarkan bisa mencapai 30% bahkan lebih pertahun. Dia pikir aku tertarik......

Tidak lama kemudian, aku pun mengambil alih pembicaraan. Kepada si agen ini, aku mengatakan kalau sangat tidak tertarik untuk membeli unitlink, sebuah produk asuransi yang dibungkus dengan embel-embel investasi. Aku mengatakan, tidak ingin mencampuradukkan asuransi dengan investasi. Bahkan, kalau bisa, aku mengatakan ingin menutup saja asuransi simpanan yang aku miliki di perusahaannya. Namun, karena sudah berjalan separoh, rasa-rasanya sayang juga.

Investasi yang ada di dalam unitlink biasanya disimpan di dalam reksadana. Sebab, setahu aku, perusahan asuransi tidak boleh membeli saham di bursa sebagai alat untuk mengembangbiakkan duit mereka. Resiko investasi di saham cukup besar untuk dijelajahi oleh perusahaan asuransi. Nah, bagi orang yang mengerti seluk-beluk reksadana, tentu akan lebih bagus bila ia langsung membeli unit di reksadana daripada di unitlink.

Mengapa demikian? Sebab, bila kita investasi di reksadana, maka potongan hanya sekitar 1% dari dana simpanan kita. Bandingkan dengan potongan di unitlink yang bisa mencapai 5%. Pasalnya, di dalam unitlink, begitu banyak jenis potongan yang dibebaskan kepada si nasabah. Misalkan saja, biaya administrasi per-bulan berkisar antara Rp.25.000 - Rp.27.500, biaya untuk agen alias Komisi 30%, biaya pengelolaan investasi 1% - 1.75% dari total dana yang dikelola, biaya Top-Up sebesar 3% - 6%, biaya switching sampai dengan 1%, dan biaya penarikan dana kurang dari 2 tahun sebesar 2%.

Singkat cerita, si agen asuransi ini pun akhirnya menyerah juga untuk menyakinkanaku setelah sebuah argumen yang dia sampaikan, bisa aku bantah atau aku jawab dengan pertanyaan balik yang tidak bisa ia jawab.

Kami pun menutup pertemuan dengan obrolan seputar pekerjaan. Bahkan, ia akhirnya membeberkan sejumlah rahasia di industri perusahaan asuransi. Salah satunya adalah, bagaimanapun ceritanya, perusahaan asuransi tidak akan pernah rugi kalaupun sebuah nasabahnya mengajukan klaim. Pasalnya, si perusahan asuransi itu pun mengasuransikan perusahaannya kepada perusahaan lain. Mmmm.......

1 komentar: