Kamis, 17 Juni 2010

Adipura bagi Kota Tangerang

Selamat untuk Kota Tangerang yang akhirnya bisa mendapatkan Adipura di tahun 2010 ini. Bisa jadi, penghargaan ini sangat berkesan bagi para pejabat di Kota Tangerang. Bagaimana tidak, beberapa tahun lalu, Kota Tangerang pernah mendapatkan predikat sebagai salah satu kota terjorok di Indonesia. Predikat tidak enak itu, kini sudah bisa terhapus dengan mendapatkan Adipura.

Hebatnya lagi, Kota Tangerang mendapatkan Adipura sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia. Daftar Kota Metropolitan Peraih Piala Adipura 2010 adalah Palembang (Kota Palembang), Jakarta Pusat (Kota Administrasi Jakarta Pusat), Jakarta Selatan (Kota Administrasi Jakarta Selatan), Surabaya (Kota Surabaya), Tangerang (Kota Tangerang), Jakarta Utara (Kota Administrasi Jakarta Utara), Jakarta Timur (Kota Administrasi Jakarta Timur), Jakarta Barat (Kota Administrasi Jakarta Barat), dan Bekasi (Kota Bekasi).

Kabarnya, sebagai bentuk kegembiraan atas keberhasilan mendapatkan Adipura, maka penghargaan itu pun diarak-arak berkeliling Kota Tangerang. Acara ini dimulai dari Balaikota dan berlanjut ke sejumlah ruas jalan di sana, dan berakhir kembali di balaikota. Sambutan masyarakat pun cukup ramai yang tentu saja semakin membuat gembira para pejabat di sana.

Biasanya, kota-kota yang pernah mendapatkan Adipura, akan membuat sebuah monumen berbentuk piagam Adipura di kota mereka. Nah, kita tunggu saja apakah Kota Tangerang juga akan membuat hal yang sama. Tapi, tidak salah juga sih membuat monumen seperti itu. Apalagi, Kota Tangerang sepertinya memang miskin dengan patung. Jangankan patung, penghijauan saja baru digalakkan dalam setahun terakhir ini.

Kini, memang hampir semua jalan-jalan utama di Kota Tangerang sudah mulai hijau oleh pohon-pohon yang berbaris rapi di pinggir jalan dan median jalan. Karena baru ditanam, setiap pohon memang belum terlalu tinggi. Tapi, kita tunggu saja dalam beberapa tahun lagi....

Untuk tahun 2010, total ada 140 kota dan kabupaten se-Indonesia yang mendapatkan Adipura. Penerima Piala Anugerah Adipura tersebut terdiri atas 9 Kota Metropolitan, 4 kota besar, 41 kota sedang, dan 86 kota kecil.

Adipura merupakan penghargaan untuk kota di Indonesia yang berhasil yang berhasil dalam kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Dalam penilaiaannya, kota terbagi dalam 4 kategori yakni kota metropolitan (berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001-1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001-500.000 jiwa), dan kota kecil (kurang dari 100.000 jiwa).

Penganugerahan Adipura dilaksanakan setiap tahun sejak 1986 sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Namun sempat terhenti pada periode 1998-2002.
Selengkapnya...

Video Porno (diduga mirip) Artis

Hingga hari ini, masih menjadi perdebatan apakah pemeran video mesum itu adalah Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari? Masyarakat masih meraba-raba jawabannya, walau dalam hati kecil mereka, mungkin jawabannya sudah mereka temukan.

Dalam sebuah wawancara dengan TV swasta, Ariel Peterpan dan Luna Maya mengaku, mereka adalah korban. Ah, jawaban itu pun terasa sangat menggantung. Mereka menjadi korban terhadap apa? Menjadi korban karena video mesum mereka yang seharusnya menjadi milik pribadi, bisa tersebar luas? Menjadi korban karena ada orang mirip mereka yang membuat video porno? Atau menjadi korban karena kini mereka banyak kehilangan pekerjaan sebagai artis?

Yang pasti, mereka seharusnya masih bersyukur pada media. Sepertinya tidak ada media yang sudah memvonis ketiganya sebagai pelaku di video mesum itu. Semua media masih memakai kata 'mirip'. Bahkan, banyak media yang memakai kata 'diduga mirip'. Ini aneh sekali. Untuk menentukan kemiripan saja masih memakai kata 'diduga'.

"......video porno yang diduga mirip artis Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari." Ini-lah kalimat yang sering terdengar terkait beredarnya beberapa video porno tadi. Si pembuat berita tidak sadar dengan makna kalimat yang ia buat atau ia mencari aman saja dengan cara yang akhirnya mungkin menurunkan kridibilitasnya.

Kalau ia tidak mau memvonis pelaku di video mesum itu adalah ketiga artis itu, memakai kata 'diduga' saja sudah cukup kok. Tidak perlu lagi memakai kata 'mirip'. Atau begitu sebaliknya. Kalimatnya akan seperti ini:
".....
..video porno yang diduga artis Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari."
".......video porno yang mirip artis Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari."

Kedua bentuk kalimat itu maknanya hampir sama, kok. Memang, dalam kalimat pertama, tuduhan bahwa ketiga artis itu adalah pemain dalam video mesum itu, lebih terasa daripada kalimat kedua yang hanya mengatakan mirip mereka. Terserah mau memakai yang mana. Yang pasti kalau memakai kata diduga mirip rasa-rasanya kurang pas banget deh.

Selengkapnya...

Chairul Tanjung: Tidak Mau seperti Alibaba


Selalu ada aksi bisnis yang mengejutkan dari seorang Chairul Tanjung. Paling akhir pada April 2010, saat PT Trans Retail miliknya mengakuisisi 40 persen saham PT Carrefour Indonesia. Sebuah kebanggaan nasional karena sebuah perusahaan nasional mengakuisisi perusahaan multinasional.

Presiden Komisaris Trans Corp, yang juga satu dari tujuh warga Indonesia yang masuk dalam daftar orang kaya sejagat versi majalah Forbes (edisi Maret 2010), mengakui akuisisi ini bukan semata unsur bisnis, melainkan juga ada misi idealisme di baliknya.

”Bisa menjadi tempat untuk memasarkan produk usaha kecil dan menengah. Tentu saja produk yang masuk dalam standar kualitas yang dibutuhkan konsumen,” ujarnya. Ada 82 gerai Carrefour di 27 kota di Indonesia. Berikut petikan wawancara dengan Chairul Tanjung yang berlangsung 31 Mei di Jakarta.

Apa misi idealisme, di balik akuisisi Carrefour?
Saya selalu percaya ada kaitan antara bisnis dan idealisme. Ada orang bilang kalau bicara bisnis ya bisnis saja, idealisme ya idealisme saja. Seperti minyak dan air. Bagi saya, bisnis dan idealisme bisa digabungkan dan kalau bisa digabungkan secara baik, maka memiliki sustainability, kemampuan bertahan jangka panjang. Ini kepercayaan yang saya anut sejak saya mulai berbisnis sampai hari ini. Makanya dalam setiap bisnis saya, selalu dibicarakan bisnisnya begini dan idealismenya begini. Jadi dengan begitu tidak perlu dipertentangkan antara bisnis dan idealisme.

Bagaimana dengan Carrefour. Carrefour ini perusahaan ritel terbesar di Indonesia. Tahun lalu omzetnya sekitar Rp 11,7 triliun (tahun 2009). Tadinya milik asing. Buat asing orientasinya jelas, prospek ekonomi bagus, konsumen besar, stabilitas ekonomi dan politik bagus. Mereka tak peduli distribusi itu penting untuk dijadikan alat memajukan perekonomian nasional, memajukan kesejahteraan rakyat. Kita lihat ritel ini sesuatu yang luar biasa. Tapi apa salahnya kita tumpangkan tanpa mengurangi bisnisnya dengan tujuan agar perekonomian nasional maju lebih baik dan sehat. Orang-orang yang selama ini belum mendapat kesempatan ke pasar, ekonomi, kemasan bisa numpang, sekaligus bermitra. Secara bisnis saya tidak merugi, tetapi secara idealisme saya bisa memberikan sesuatu kepada bangsa ini.

Sejak kapan terbesit akuisisi Carrefour?
Sebenarnya berpikir pun tak ada. Tidak berpikir karena Carrefour itu begitu besarnya. Carrefour ini bukan dicari, tapi mereka yang datang. Mereka sewa konsultan mencari mitra potensial yang baik dan strategis di Indonesia. Muncul 20 nama, ada kami. Menciut jadi 10, lima, dan dua ada nama kami. Mereka menjajaki kami. Saya setuju ambil alih Carrefour dengan catatan tak mau menjadi silent partner. Tak mau seperti Alibaba. Kalau mau, saya pemegang saham terbesar. Saya mau misi dan visi kita seperti pengembangan UKM, bermitra dengan pasar tradisional, hubungan dengan pemerintah pusat dan daerah, ke masyarakat kita berjalan. Juga bisa sinergi dengan usaha kita, yang ada juga bisa berjalan. Kalau mau oke, kalau tidak silakan cari mitra lain.

Mereka lihat memang bisnis seperti begini yang perlu di Indonesia. Jika tidak sustainability, tidak berjalan. Mereka bersedia, mulai berunding harga.

Berapa lama proses runding?
Proses perundingan tidak lebih dari tiga bulan. Sangat cepat. Biayanya sangat murah. Tak ada fee untuk pihak ketiga. Perundingan di beberapa negara, di India, Indonesia, Perancis, tapi penandatanganan kesepakatan beli di Perancis dan di Jakarta.

Inspirasi idealisme itu mulai dari mana?
Saya mulai berbisnis sejak kuliah tingkat satu di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Idealisme ini muncul karena keluarga saya tidak mampu. Ibu saya harus menggadaikan kain halusnya untuk membayar kuliah. Saya tidak bisa menerima. Intinya saya harus bisa membiayai diri sendiri. Syukur, bisnis informal yang saya kerjakan (di kampus jual stiker, tas, buku, penjilidan buku) sukses, dan bertahap bisa biayai keluarga. Kesulitan keuangan, aktivitas semasa SMP, SMA, dan kuliah menjadi pendorong utama. Ada akumulasi bahwa berbisnis itu harus cari untung, cari uang. Uang penting, tapi tak segalanya. Ini membuat saya bisa akumulasikan bisnis dan idealisme ini. Pengalaman batin. Kalau saya anak orang kaya tak bisa. Saya sangat paham akan bisnis dan idealisme ini.

Ingin menjadi penguasa?
Saya demonstran, mahasiswa teladan, dan kini pengusaha. Sampai hari ini saya selalu bisa mengendalikan diri untuk tetap sebagai pengusaha. Walaupun dorongan dan ajakan untuk ke politik sangat kuat, syukur sampai saat ini saya bisa meyakinkan semua pihak bahwa menjadi pengusaha itu juga penting.

Persisnya?
Karyawan saya kini lebih dari 50.000 orang. Ini yang langsung bukan yang terafiliasi. Kalau saya tetap berusaha, lima tahun lagi bisa di atas 100.000 orang dan mungkin 10 tahun lagi menjadi 500.000 orang. Kalau saya menjadi penguasa, mungkin saya tidak bisa melakukan ini, memberikan kesejahteraan langsung bagi begitu banyak orang. Sekonkret itu. Mungkin saya bisa berbuat lewat perbaikan regulasi dan sebagainya, tetapi efek langsungnya tidak bisa. Sebagai pengusaha bisa langsung.

Bagaimana hubungan yang pas antara pengusaha dan penguasa?
Persisnya kita harus bicara soal Indonesia Incorporated, jangan lagi bicara bahwa saya penguasa sehingga pengusaha harus datang untuk meminta-minta dan deal-deal tertentu. Sudah lewat masa itu. Juga pengusahanya jangan berpikir harus dekat dengan pejabat atau pemerintah biar dapat konsesi, dapat monopoli. Era-era seperti ini sudah lewat. Saat ini adalah pengusaha harus bilang bahwa pemerintah tugas Anda adalah membuat regulasi yang baik agar kami para pengusaha bekerja dengan baik. Dan saya akan melakukan tugas saya sebagai pengusaha sebaiknya. Saya bisa membuat keuntungan yang besar dan bisa bayar pajak sebesar-besarnya ke negara.

Saya akan membuat usaha ini memberikan manfaat bukan saja untuk saya, tetapi juga sebesar-besarnya bagi bangsa ini. Kalau semua bisa seiring sejalan seperti ini, maka isya Allah 10 tahun dari sekarang saya jamin Indonesia bisa sejahtera.

Yang ada saat ini bagaimana?
Problemnya masih ada pengusaha yang masih suka main-main dengan penguasa, minta konsesi, keistimewaan. Sementara ada juga penguasa yang senang bermain-main dengan pola itu. Nah, kalau kita bisa memutuskan mata rantai ini, sebagian permasalahan bangsa ini akan terselesaikan.

Pandangan soal pajak?
Bagi saya, kalau rugi memang tak perlu membayar pajak. Tetapi kalau untung, apalagi untung besar, ya harus bayar pajak. Karyawan saya saat pertama kali mendapat bonus besar, mereka diminta membayar pajak. Soalnya gaji yang diterima sudah dibayarkan pajaknya oleh perusahaan. Saat mendapat bonus saya bilang semua harus bayar pajak. Semua kaget karena selama ini pajak dibayar oleh perusahaan. Kini mereka membayar pajak.

Usaha bisnis ini sudah sebuah imperium?
Saya tak peduli dengan istilah atau sebutan apa. Tujuan saya pertama adalah bisa punya perusahaan yang bisa memberikan keuntungan dan maju. Dan tidak ada satu pun perusahaan dalam Trans Corp yang merugi. Kedua, perusahaan harus tumbuh dan tumbuhnya cepat. Mengapa? Karena makin tumbuh, makin banyak tenaga kerja yang bisa diserap dan bisa sejahtera. Bank Mega contohnya, setiap tahun membuka 50 sampai 100 cabang. Satu cabang butuh 30 orang. Ini baru satu perusahaan.

Ketiga, kalau saatnya nanti perusahaan ini harus menjadi jawara, paling tidak di Indonesia. Mengapa? sebagai persiapan pada saatnya nanti perusahaan ini harus bisa menjadi pemain global. Jangan bercita-cita menjadi pemain global kalau belum jawara di Indonesia. Jadi harus ada tahapan yang dilalui.

Gosip, ada orang lain di belakang bisnis Chairul Tanjung?
Ada yang bilang ini perusahaan Anthony Salim. Ada yang bilang keluarga mantan Presiden Soeharto di baliknya. Karena ada Bank Mega dibilang ada kaitan dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Juga ada kaitan dengan tentara segala. Saya pernah bilang, demi Allah tidak ada satu pun uang mereka. Kita belum dewasa. Begitu ada ”anak ajaib” kita tidak percaya.

Sumber: Kompas edisi Rabu, 16 Juni 2010
Selengkapnya...