Senin, 28 Februari 2011

Bagaimana Cara Kaya

Di sejumlah buku mengenai bagaimana hidup bergelimang harta alias kaya raya, ada banyak langkah yang bisa kita tempuh. Namun, beda buku tentu berbeda juga caranya. Hanya saja, secara garis besar, sebenarnya cara menjadi kaya-raya itu hampir sama saja dimana-mana.

Berikut ini akan saya jelaskan bagaimana bisa kaya raya dari dua kiblat alias dua buku yang berbeda yang pernah saya baca. Keduanya adalah Robert Kiyosaki dan Robert G Allen. Saya suka dengan buku-buku kedua orang ini karena begitu jelas mengajari pembacanya langkah demi langkah demi mencapai kaya-raya tadi.

Buku Kiyosaki yang paling terkenal adalah Rich Dad Poor Dad. Sedangkan buku Allen yang paling ngetop adalah Nothing Down.

Menurut Robert Kiyosaki, kita bisa menggunakan tiga kendaraan menuju kaya-raya. Ketiganya adalah Property, Paper Asset, dan Bisnis. Anda pasti sudah paham lah bagaimana kaya-raya lewat Property. Sudah banyak orang yang jadi milyader lewat cara ini. Misalkan saja Mochtar Riyadi, Ciputra, dan masih banyak lagi yang lainnya. Orang-orang hebat ini sudah mengembangkan begitu banyak kompleks perumahan, mall dan plaza, superblok, hingga kompleks pemakamanan supermewah. Sepertinya tanah mereka tidak habis-habis untuk dibangun.

Kendaraan kedua menurut Kiyosaki, adalah kaya lewat Paper Asset. Anda mungkin masih belum paham mengenai istilah ini. Secara garis besar, kaya lewat paper asset artinya kita memupuk kekayaaan lewat surat-surat berharga. Contohnya banyak sekali. Misalkan saja lewat investasi di saham, obligasi, reksa dana, dan sebagainya. Orang yang menjadi milyader lewat cara ini juga sangat banyak. Yang paling ngetop adalah Warren Buffet (benarkan gini tulisannya?, hehehe).

Nah, kendaraan ketiga adalah kaya-raya lewat bisnis. Kalo yang ini sepertinya saya tidak perlu menjelaskan lagi lah. Hehehe..... Orang yang kini menjadi kaya raya lewat bisnis antara lain Aburizal Bakrie, Chairul Tanjung, Martua Sitorus, dan lain-lain.

Kendaraan untuk menjadi milyader lain, diuraikan oleh Robert G Allen, seorang investor property dari negeri Paman Sam. Orang ini tiba-tiba saja ngetop ketka suatu hari menantang sebuah harian besar di AS. Tantangannya adalah, kirim dia ke sebuah kota dengan uang saku ala kadarnya, naka ia akan mampu membeli properti mewah di sana. Nah, ia menjadi ngetop ketika berhasil membuktikan tantangannya itu. Slogan membeli properti tanpa modal, bahkan mendapatkan duit, hingga hari ini masih menarik perhatian orang.

Kemarin, saya kembali menyelesaikan membaca salah satu bukunya Robert G Allen yang berjudul The Ultimate Money Machine. Sebenarnya, buku ini sudah pernah saya baca beberapa waktu lalu. Karena ingin kembali mengingat isinya, maka minggu lalu saya kembali membaca buku ini hingga tuntas. Setidaknya, setelah membaca buku ini, saya mendapatkan banyak inspirasi dan hebatnya lagi, mampu kembali membakar semangat saya dalam mengejar target-target yang sudah saya susun. Hehehe....

Menurut Allen, ada banyak sumber pendapatan yang bisa membuat orang menjadi milyader. Antara lain:

1. MLM.
Saya pikir bisnis ini kurang begitu berkembang di Indonesia. Memang ada banyak perusahaan yang menjual barang mereka lewat cara MLM. Sebut saja Amway, CNI, Tupperware, atau sejumlah perusahaan obat-obatan. Saya juga pernah ditawari untuk menjadi anggota Amway maupun CNI dengan iming-iming bisa mendapatkan mobil atau rumah bila sudah mencapai target tertentu. Banyak teman saya yang menjadi menjalankan bisnis MLM, tapi sepertinya penghasilan mereka tidak ada yang fantastis amat. Saya belum dapat info lagi tentang apa bisnis MLM yang kini sedang laris manis di Indonesia. Yang pasti, di dalam bukunya ini, Allen menjelaskan banyak trik dan strategi agar bisa mendulang banyak dollar lewat bisnis MLM. Anda tertarik? Silahkan baca buku ini saja. Hehehe....

2. Bisnis Informasi.
Sesuai dengan namanya, maka benang merah bisnis ini tentu saja adalah informasi. Robert G Allen sangat membakar semangat saya dengan uraiannya mengenai bisnis ini. Tiba-tiba saja muncul banyak ide di dalam pikiran saya. Salah satunya ya membuat artikel ini. Hehehe... Yang pasti, Allen memberi contoh begitu banyak orang yang bisa mendulang dollar hingga jutaan hanya dengan menjual informasi lewat buku atau sebagainya. Langkah-langkah yang ditawarkan oleh Allen sangat sederhana dan sangat mudah dipakai. Menurut dia, orang tidak perlu menjadi pakar, baru bisa membuat buku yang meledak. Apa yang kita suka dan gemari, sudah bisa dibukukan tanpa perlu kita menunggu dulu bisa menjadi jagoan dalam hal yang kita gemari itu. Betul kan?

3. Internet
Ini yang mungkin sedang berkembang di Indonesia dan juga dibelalan dunia lain. Maklum saja, internet sedang booming di republik ini. Apalagi kini sedang marak jualan secara online. Tapi, sebenarnya mendulang rupiah lewat internet tidak hanya dengan cara jualan online. Ada banyak cara lain, apalagi bila kita mengerti membuat program. Yang pasti, di dunia ini sudah banyak orang yang menjadi milyader lewat internet. Sebut saja misalnya, pemilik Facebook, Google, Twitter, dan sebagainya. Anda pernah mendengar nama Asri Tadda? Nah, orang Makassar ini sukses menjadi interpreneur dan mendulang dollar hanya lewat bisnis blog yang ia kembangkan. Silahkan Anda cari info orang ini lewat Om Google. Hehehe....

4. Property.
Robert G Allen adalah ahli dalam bidang ini. Karena itu, penjelasannya sangat panjang dan lengkap soal yang ini. Ia membagi ilmu bagaimana beternak property agar koleksi property kita beranak-pinak dan bisa diwariskan ke anak cucu. Tapi, menurut saya, tidak semua ilmunya ini bisa diterapkan di Indonesia. Pasalnya, aturan Indonesia dan AS soal property tidak lah sama. Namun, semangat dan inspirasi yang diberikan oleh seorang Allen dalam bukunya ini, sungguh luar biasa.

5. Saham
Robert G Allen menceritakan bagaimana beternak uang lewat Saham dengan ulasan yang sangat panjang. Namun, sekali lagi, aturan di Indonesia juga berbeda dengan di negaranya terkait pasar modal. Karena itu, informasi yang dibaginya juga tidak bisa diterapkan mentah-mentah di Indonesia. Namun, sekali lagi, yang paling penting dari buku ini adalah soal inspirasi bagi semua pembacanya. Menurut saya, yang paling mudah diterapkan dari buku ini adalah dengan memakai pola DCA untuk kaya lewat paper asset. DCA atau dollar cost averaging adalah menimbun saham sedikit demi sedikit namun rutin tiap saat (misalnya tiap bulan).

6. Membayar Pajak orang lain
Nah, yang ini sepertinya masih susah diterapkan di Indonesia. Saya sendiri belum pernah membaca ulasan bagaimana orang di Indonesia menjadi kaya karena membayar pajak orang lain. Mungkin penyebabnya adalah karena aturan perpajakan kita juga berbeda dengan di AS.

Nah, itulah beberapa sumber penghasilan yang diulas oleh dua pakar berbeda agar kita menjadi kaya-raya. Anda tertarik dengan cara yang mana?
Selengkapnya...

Kamis, 24 Februari 2011

Agunkan Rumah Cari Pinjaman

Seorang kawan datang ke rumah, dan bertanya bagaimana cara mengurus sertifikat rumah. Singkat cerita, aku pun menerangkan pengalamanku saat mengurus sertifikat rumah sekitar tiga tahun lalu. Usai menjelaskan, iseng-iseng aku bertanya kepada si kawan ini, untuk apa dia tiba-tiba ingin mengurus sertifikat rumah. "Untuk disekolahkan," jawabnya.

Aha... Aku tertawa mendengar alasan si kawan ini. Sebab, aku pun sudah sejak lama tertarik dengan istilah 'disekolahkan' ini. Sudah banyak info yang aku cari tentang bagaimana mempraktekkannya, dan sudah banyak juga tips-tips yang aku dapat. Dan, hari ini pun aku mendapatkan info baru lagi bagaimana cara 'mensekolahkan' rumah milik kita.

"Ayah, apa sih maksud 'disekolahkan' tadi? tanya istri yang rupanya mendengarkan apa saja yang aku bicarakan dengan kawan tadi. Bisa jadi, tidak hanya istriku ini yang masih bingung dengan istilah itu. Baiklah, aku beri tahu bocorannya. Arti kata istilah 'disekolahkan' tadi adalah 'diagunkan' alias digadaikan alias dijaminkan kredit atau istilah lainnya. "Ah, kirain apaan," celetuk istri sambil tersenyum mesem. Hehehe...

Sudah lama aku mengumpulkan informasi bagaimana 'mensekolahkan' rumah. Syaratnya sebenarnya sederhana saja. Properti yang ingin kita agunkan harus berbentuk hak milik alias ber-SHM (sertifikat hak milik). Memang, ada juga yang mengatakan bangunan berstatus HGB juga mungkin saja diagunkankan. Tapi, aku tidak mendapatkan konfirmasi soal kebenaran pendapat ini.

Info lain yang aku peroleh, bahwa yang bisa memakai properti sebagai agunan untuk memperoleh pinjaman dari bank adalah perusahaan dan bukan perorangan. Lho, kok gitu? Tapi, tenang saja. Hari ini info ini sudah terbantahkan. Perorangan juga bisa mengajukan pinjaman dengan mengagunkan properti kita.

Hari ini, ada stand Bank Mandiri di kantor. Iseng-iseng aku mampir ke stand itu dan melihat apa saja yang mereka tawarkan. Seperti biasa, yang selalu ditawarkan adalah kartu kredit dan pinjaman KTA alias Kredit Tunai Angsuran. Aku pun langsung disodorkan daftar jenis pinjaman yang ada di Bank Mandiri. "Bunganya rendah, lho, Pak," pancing si penjaga stand yang belakangan aku tahu namanya Dhian.

"Kalau mengagunkan rumah, bisa gak?" tanyaku kemudian.

Lalu si penjaga stand yang bernama Dhian ini pun menunjukkan tabel pinjaman untuk yang ingin mengagunkan properti. Hebatnya lagi, ini bisa diajukan oleh perorangan dan bukan perusahaan.

Aku membaca secara detail tabel pinjaman itu dan apa saja syarat-syaratnya. Di situ tertera ada tujuh syarat yang menurut aku cukup mudah. Ketujuhnya adalah:
1. fotokopi KTP, kartu keluarga, surat nikah, dan NPWP
2. fotokopi rekening pribadi 6 bulan terakhir
3. fotokopi surat izin profesi dan kontrak kerja
4. laporan keuangan
5. fotokopi sertifikat, IMB, PBB plus bukti setoran PBB terakhir
6. rumah baru: kwitansi booking fee dan surat pemesanan rumah
rumah second: surat penawaran dari penjual
KPR Take Over: fotokopi PK bank asal, bukti outstanding bulan terakhir
7. biaya appraisal Rp 250rb sd Rp 500rb.

Bunga yang ditawarkan oleh Bank Mandiri juga relatif murah dibandingkan bila kita mengajukan pinjaman KTA, yakni 11,8% (fixed 6 bulan). Artinya, setelah 6 bulan, maka bunga akan mengikusi kondisi suku bunga pasar. Besarnya pinjaman yang tertera di dalam tabel adalah mulai Rp 50 juta sampai Rp 1 miliar rupiah. Jangka waktu pinjaman mulai 3-10 tahun.

Iseng-iseng aku membayangkan berapa pinjaman yang akan aku peroleh seandainya aku memiliki sertifikat rumah yang harga pasar rumahnya sekitar Rp 300 juta. Biasanya, pinjaman yang cair adalah 80% dari nilai rumah. Artinya, dengan harga rumah Rp 300 juta, maka pinjaman yang cair maksimal adalah Rp 240 juta. Seandainya aku mengambil pinjaman Rp 200 juta saja, maka besarnya cicilan per bulan adalah:
3 tahun: Rp 6,6 juta
5 tahun: Rp 4,4 juta
7 tahun: Rp 3,4 juta
8 tahun: Rp 3,2 juta
9 tahun: Rp 2,9 juta
10 tahun: Rp 2,8 juta

Mmmm.... Anda tertarik?
Selengkapnya...

Selasa, 22 Februari 2011

Ingin Ubah Dunia, Ubahlah Diri Sendiri


Jika menyebut nama besar Martha Tilaar, sosok yang akan Anda temukan pertama kalinya adalah pengusaha perempuan yang ramah, istri dan ibu empat anak yang penuh kasih, dengan penampilan yang masih segar di usia 74 tahun. Selanjutnya, Anda akan melihat sosok perempuan "djitu" yang sukses dengan berbagai pencapaian dan kontribusi yang diakui di skala nasional maupun internasional. Takkan cukup waktu membedah deretan prestasi yang diraihnya, baik sebagai pribadi maupun korporasi. Martha, bersama keluarga, terbukti mumpuni dengan fokus menjalani bisnis kecantikan Martha Tilaar Group sejak 41 tahun silam.

Bisnis keluarga yang konsisten bergerak di bidang kecantikan dan perawatan tubuh ini dibangun dengan mimpi sederhana. "Saya pulang dari Amerika, dengan gelar beautician, ingin mempercantik perempuan Indonesia dan dunia. Almarhum ayah saya bilang, have a big dream and start small. Jika ingin mengubah dunia, ubahlah diri sendiri lebih dahulu. Jangan mengeluh dan jangan menyalahkan orangtua karena tak punya banyak uang. Saya punya mimpi besar namun tak punya cukup uang. Namun, saya berpikir bagaimana caranya mengubah diri sendiri untuk mewujudkan mimpi," tutur Dr Martha Tilaar saat bincang-bincang bersama Kompas.com di kantor dan pabrik miliknya di Pulo Gadung, Jakarta, Kamis (17/2/2011) lalu.

Manusia "djitu"

Cara mengubah diri adalah dengan menjadi manusia "djitu", kata perempuan yang memiliki latar belakang profesi sebagai guru ini. Prinsip "djitu" inilah yang menjadi fondasi Martha Tilaar dalam mewujudkan mimpinya mengelola bisnis kecantikan. Sepulang merantau mengambil kuliah kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, dan bekerja di Campes Beauty Salon, Indiana University, Amerika, pada 1970, Martha Tilaar memantapkan hati merintis bisnis dari salon kecil yang diberi nama Martha Salon.

"Djitu", jelasnya, adalah disiplin, jujur, iman atau saat ini lebih relevan diartikan sebagai inovasi, tekun, dan ulet. "Disiplin dengan selalu menepati waktu, jujur, inovatif proaktif dengan mengejar pola dan jangan menunggu pola, tekun dengan selalu bersikap fokus, ulet dengan bekerja keras serta berkomitmen dan gigih untuk terus menggali lagi pekerjaan yang belum selesai," ujar perempuan kelahiran Kebumen, 4 September 1937 ini.

Terbukti, dengan mengaplikasikan "djitu", Martha Tilaar berhasil mengembangkan perusahaan kosmetika dan perawatan tubuh ternama yang dirintisnya dari garasi rumah. "Setelah memulai salon kecil di rumah, teman bapak saya menitipkan rumah yang kemudian saya jadikan salon kedua yang jauh lebih besar dari yang ada di garasi rumah. Dalam setahun, saya bisa membeli sebuah rumah lagi untuk mengembangkan Martha Salon. Ini semua akibat dari menjadi manusia 'djitu' dan trust," lanjut istri Prof Dr Henry Alexis Rudolf Tilaar itu.

Martha Salon yang awalnya hanya berukuran 4 x 6 meter, semakin berkembang dengan banyak cabang. Salon milik Martha menjangkau pasar lebih besar berkat promosi dari mulut ke mulut, juga dengan brosur yang dititipkan melalui loper koran. Sejalan dengan itu, sekolah kecantikan Puspita Martha tak kalah pesat perkembangannya.

"Juga karena trust, saya mendapatkan pinjaman uang untuk memperbesar sekolah kecantikan," tutur Martha yang menikmati suntikan dana senilai Rp 172 juta di era 80-an untuk membangun Puspita Martha. Sejak awal merintis bisnis, Martha Tilaar terbukti konsisten dengan misinya, bahwa kecantikan perempuan tak semata fisik saja, namun juga menambah wawasan dan keterampilan melalui pendidikan.

Siapa menyangka, mimpi besar Martha Tilaar membangun bisnis kecantikan terwujud dari dana yang serba minim. Untuk menyiasati minimnya kondisi keuangan pada awal pendirian usaha, Martha bersinergi bersama keluarga. "Ayah saya bilang, saya punya mimpi besar namun tidak punya uang. Akhirnya, keluarga bergotong royong membangun mimpi ini," tuturnya.

Seluruh anggota keluarga kemudian membagi porsi modal. "Adik saya 30 persen, adik saya yang satunya 10 persen, saya dan ayah masing-masing 30 persen," lanjutnya.

Riset pasar

Setelah kendala modal terselesaikan, muncul lagi tantangan berikutnya. Bagaimana menggunakan modal seadanya ini agar tepat guna. "Saya membaca pesaing, yakni salon yang sudah ada saat itu. Uang saya sedikit, jadi harus bisa menggunakannya dengan baik agar tak terpakai untuk hal yang aneh-aneh," tuturnya sederhana. Kunci sukses Martha dalam memulai bisnisnya adalah mencipta konsep bisnis yang unik dan berbeda. "Yang berbeda itu yang laku," kata lulusan Jurusan Sejarah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta tahun 1963 ini.

Alhasil, dengan dana terbatas namun dikuatkan oleh riset, Martha Salon berdiri di Jalan Dr Kusumaatmaja Jakarta. "Yang saya lakukan adalah membeli hot and cold water, air conditioner dan generator. Meski salon hanya berukuran 4 x 6 meter di garasi rumah, tetapi saya memiliki konsep yang berbeda. Furnitur saat itu menggunakan bambu, karena saya tidak punya cukup uang," kisah Martha.

Meski berukuran mini, Martha Salon hadir berbeda di zamannya. Di era 70-an hanya salon berkelas di Hotel Indonesia yang dilengkapi perlengkapan mewah seperti pendingin ruangan. Bahkan, sejumlah salon ternama di zaman itu tak punya fasilitas yang bikin suasana nyaman. Tak heran jika semakin banyak pelanggan yang kebanyakan adalah para ibu duta besar yang betah berlama-lama di Salon Martha.

Melestarikan kearifan lokal

"Local Wisdom Go Global" menjadi misi Martha Tilaar Group yang terilhami dari petuah leluhur. "Eyang adalah mahaguru bagi saya. Beliau bilang jika ingin berusaha dan menggunakan tanaman, maka harus menanam kembali. Jika ingin sukses bisnis maka harus berbagi. "Tri Hita Karana", juga harus diterapkan. Bahwa hubungan harus harmonis antara manusia dengan pencipta, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan," tutur Martha, menambahkan sejak awal berdirinya perusahaan, kearifan lokal konsisten dijalankan.

Produk kosmetika maupun perawatan tubuh dan spa yang dihasilkan dari pabrik Martha Tilaar Group punya pertanggungjawaban terhadap konsumen. "Riset dan pengembangan produk selalu memerhatikan lingkungan. Gerakan menaman kembali dijalankan melalui Kampoeng Djamoe, yang juga menjadi wadah melatih petani secara gratis, dan pusat tanaman organik," katanya.

Empat pilar Martha Tilaar Group, Beauty Education, Beauty Culture, Beauty Green, Empowering Women adalah juga penerjemahan dari konsep berbagi dan keseimbangan yang melandasi bisnis kecantikan ini. "Sejak awal saya ingin melestarikan budaya, kekayaan alam, untuk mempercantik perempuan Indonesia lahir dan batin," kata Martha yang menilai pelestarian kearifan lokal sebagai kunci keberhasilan bisnis kecantikan miliknya.

Meski mengaku masih mengimpor bahan baku kosmetik dekoratif, Martha juga mengandalkan riset dan pengembangan produk dari bahan baku lokal. Produk skin care, body care spa, hair care berasal dari bahan baku lokal, katanya. Seperti ekstrak beras untuk menciptakan produk perawatan rambut, atau buah langsat untuk produk pemutihan kulit.

Belajar dari "dukun" juga dilakoni Martha untuk melestarikan produk lokal. "Saya melakukan riset dengan mendatangi dukun untuk menyalin resep tradisional yang mereka gunakan, seperti jamu yang bisa diberikan kepada perempuan usai persalinan. Orang menganggap saya mistik, namun saya lebih melihatnya sebagai riset untuk menggali kekayaan budaya bangsa. Suami saya mendukung penuh riset yang saya lakukan. Katanya, jika satu dukun meninggal, satu perpustakaan terbakar," tutur Martha yang bersuamikan profesor pendidikan.

Mengandalkan kekuatan riset dan 37 peneliti di Martha Tilaar's Innovation Center (MTIC), Martha sukses memproduksi merek kosmetika, perawatan tubuh, spa, dan jamu yang dikenal hingga mancanegara. Sebut saja Sariayu, Caring, Belia, Rudy Hadisuwarno Cosmetics, Biokos, Professional Artist Cosmetics (PAC), Aromatic, Jamu Garden, dan Dewi Sri Spa. Sebagai korporasi, Martha Tilaar Group juga berhasil meraih ISO 9001, ISO 14000, dan Sertifikasi GMP di Asia pada 1996.

Prinsip berbagi yang melandasi bisnis kecantikan Martha Tilaar diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan, terutama bagi perempuan. Maklum, 70 persen dari 5.000 karyawan Martha Tilaar Group adalah perempuan. Tak sedikit di antara kaum hawa ini yang mendapatkan kesempatan belajar dan sekolah cuma-cuma untuk mengembangkan dirinya. Mulai pekerja di ranah rumah tangganya hingga ahli seperti peneliti di perusahaannya. Martha tak sungkan mengirim peneliti belajar etnobotany ke Perancis dan medical antropology di Leiden, Belanda. "Pendekatan sains dibutuhkan untuk mengembangkan produk lokal," katanya.

Fokus

Satu lagi kunci sukses bisnis Martha Tilaar, fokus pada satu bidang, yakni kecantikan. "Saya mulai bisnis dari salon, lalu sekolah, pabrik, distribusi yang semuanya bergerak di bidang kecantikan," ujar ibu dari Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Maharani Tilaar, dan Kilala Esra Tilaar.

Konsistensi yang terjaga sejak awal bermimpi mempercantik perempuan Indonesia nyatanya membawa segudang pencapaian bagi Martha, sebagai individu maupun korporasi. Januari 2011 lalu, Martha Tilaar Group terpilih sebagai salah satu perusahaan role model untuk menjalankan platform Global Compact Lead inisasi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. Sebelumnya, 20 Mei 2010, Kementerian Hukum dan HAM menobatkan Dr Martha Tilaar sebagai duta pendidikan dan pelatihan ham. Konsistensinya dalam bisnis kecantikan juga memberikan Martha sejumlah penghargaan entrepreneurship.

Berbagai inovasi, Martha Tilaar Group juga melahirkan prestasi seperti PR Award untuk Kampoeng Djamoe dan sejumlah penghargaan lainnya untuk berbagai produk kosmetika inovasinya. "Bisa menjadi role model yang diakui PBB adalah sebuah pencapaian. Selain juga meyakinkan anak muda bahwa mereka bisa mengembangkan apa saja dari lingkungannya," kata penulis sejumlah buku, yang satu di antaranya berjudul "Kecantikan Perempuan Timur" ini.

Kepedulian Martha dalam menjalankan bisnis dengan melestarikan lingkungan dan kearifan lokal, juga dilirik organisasi lingkungan. Martha berpartisipasi aktif dalam World Wild Fund Indonesia (WWF) dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) sebagai board of trustees.

Mental "djitu" menjawab tantangan

Membangun entrepreneurship harus dibekali mental "djitu", tegas perempuan yang melahirkan anak pertama di usia 42 tahun setelah 16 tahun menikah. Mental "djitu" inilah yang menguatkan bisnis dan dirinya dalam menghadapi berbagai kendala. Bagaimanapun, kesuksesan yang dinikmati saat ini bukan didapati tanpa hambatan dan tantangan. Sepanjang perjalanan, hambatan dari luar lebih menjadi kendala bisnis Martha Tilaar. Keharmonisan hubungan dalam keluarga, profesionalisme dan sikap saling menghargai yang dibangun sebagai budaya kerja melatari kesuksesan Martha Tilaar Group.

Sementara menyambut tantangan di era perdagangan bebas dengan AFTA, Martha sudah bersiap dengan berbagai inovasi. Sistem kerja sama dengan konsep franchise dipilih Martha untuk mempromosikan produk lokal ke tingkat dunia. Melalui Martha Tilaar Shop, produk lokal dari dapur riset Martha diyakini akan mendunia. Kematangan bisnis ini juga lah yang membuat Martha percaya diri memasuki lantai bursa pada akhir 2010 lalu. "IPO Martha Tilaar (PT Martina Berto-RED) over subsrcibe," katanya bangga.

Ke depan dana ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan riset dan pengembangan produk, pembangungan pabrik baru di Cikarang, selain juga mengembangan Martha Tilaar Shop di Asia Pasifik. "R&D perlu terus dikembangkan untuk menghasilkan produk yang bisa memenuhi kebutuhan perawatan kulit Asia. Kita jangan menjadi katak dalam tempurung," jelas Martha yang siap dan yakin dengan bisnis kecantikannya menyongsong era AFTA 2015 nanti.

Sumber: Kompas Edisi 22 Februari 2011

Selengkapnya...

Senin, 21 Februari 2011

Mengendus Mafia Century

Di tengah pengusutan skandal Bank Century yang penuh drama dan kontroversi, muncul sejumlah fakta yang mengejutkan. Seperti pegawai Bank Century yang dituntut 10 tahun penjara. Sedangkan bos-bos mereka yang memiliki peranan dalam kolaps-nya bank itu, hanya dituntut ringan dan akhirnya divonis sangat rendah.

Fakta lain adalah munculnya nama Haposan Hutagalung. Mantan pengacara Gayus Tambunan ini enjadi kuasa hukum perusahaan yang menerima kredit masalah Bank Century. Ppemilik perusahaan itu pun akhirnya divonis ringan, sama seperti ketika Haposan memegang perkara Gayus.

Linda tiba-tiba saja pingsan saat berada di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk mengikuti sidang lanjutan atas dirinya. Wanita bernama lengkap Linda Wangsa Dinata ini adalah mantan Kepala Cabang Bank Century di Senayan, Jakarta Pusat. Linda tak kuasa menghadapi kenyataan yang sedang ia hadapi. Ia baru saja dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Wanita ini ikut dituduh tersangkut dalam kasus skandal Bank Century.

Linda menjadi terdakwa bersama seorang rekannya, Arga Tirta Kirana, yang menjabat Kepala Divisi Hukum Bank Century. Tuntutan 10 tahun ini sangat menyesakkan bagi kedua wanita ini, karena bos-bos mereka saja hanya dituntut ringan. Padahal, tanggung jawab tentu jauh lebih besar di tangan direksi atau bahkan pemilik bank seperti Robert Tantular.

“Saya merasa diperlakukan tidak adil. Bukan hanya soal tuntutan, tapi sejak diperlakukan tersangka, saya merasa diperlakukan tidak adil. Karena dari awal penyidikan, kami bermaksud membantu mengungkap kejahatan yang dilakukan Hermanus Muslim dan Robert Tantular. Tapi sejak April 2009, saya dijadikan tersangka. Saya udah tidak mengerti kenapa saya dijadikan tersangka padahal sudah mengungkap hal-hal yang sebenarnya terjadi,” kata Arga dalam sebuah wawancara dengan tim Metro Realitas

Tuntutan kepada Linda dan Arga memang jauh lebih berat daripada yang diterima oleh para bos mereka di Bank Century. Robert Tantutar, salah satu pemilik Bank Century, hanya dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar. Majelis hakim akhirnya memvonis 4 tahun penjara.
Sedangkan mantan Direktur Utama Bank Century Hermanus Hasan Muslim dituntut hanya 6 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar. Majelis hakim akhirnya memvonisnya hanya tiga tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Mahkamah Agung memang akhirnya memperat hukuman keduanya. Hukuman Robert dan Hermanus akhirnya ditambah menjadi masing-masing 9 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar.
Ada hal menarik lainnya yang terungkap dalam rapat Tim Pengawas Skandal Bank Century dengan dua terdakwa Bank Century/ Linda Wangsa Dinata dan Arga Tirta Kirana, pekan lalu, yakni munculnya nama Haposan Hutagalung.

Munculnya nama Haposan dalam kasus Bank Century sangat mengejutkan. Pasalnya, nama pengacara ini sedang tersandung dalam beberapa kasus mafia hukum.

Haposan adalah kuasa hukum Tariq Khan, pemilik empat perusahaan yang mendapatkan kucuran kredit dari Bank Century sekitar 360 miliar rupiah. Tariq Khan sempat menjadi tersangka dan akhirnya divonis sangat ringan.

Tariq Khan dikabarkan adalah seorang pengusaha asal Inggris keturunan Pakistan. Kabarnya, Tariq memiliki kedekatan dengan pemegang saham Bank Century, sehingga punya kemudahan dalam mendapatkan kredit ratusan miliar.

Hebatnya, Haposan lagi-lagi sukses dalam mendampingi Tariq Khan. Walau berhasil mendapatkan kucuran 360 miliar rupiah dari Bank Century, pengusaha itu hanya divonis delapan bulan.

Entah ada kaitannya dengan posisi Haposan sebagai kuasa hukumnya, namun yang pasti, Tariq Khan mendapatkan keistimewaan ketika diperiksa di Bareskrim Mabes Polri. Pemeriksaan sudah dilakukan dibawah sumpah sehingga ia tidak perlu bersaksi lagi di pengadilan, dan tinggal membacakan BAP-nya saja.

Haposan Hutagalung menjadi kuasa Tariq Khan sebelum menjadi pengacara Gayus Tambunan, dan kasus mafia pajak itu meledak. Yang pasti, kisah sukses Haposan dalam mendampingi pengusaha itu, akhirnya terulang lagi saat membela Gayus dalam kasus pemilikan uang 28 miliar rupiah. Lewat skenario yang disusun Haposan bersama penyidik dan jaksa, Gayus akhirnya divonis bebas di pengadilan negeri tangerang, awal tahun 2009 lalu.

Sebelum itu, nama Haposan bisa jadi tidak pernah dikenal masyarakat. Padahal, haposan ternyata sudah banyak menangani perkara yang sedang disidik Mabes Polri. Celakanya, belakangan terbongkar kalau sejumlah perkara yang ia pegang, ternyata disinyalir penuh dengan permainan para mafia hukum. Haposan bisa jadi adalah seorang pengacara yang sakti di lingkungan Bareskrim Mabes Polri.

(Kisah ini sudah ditayangkan dalam program Metro Realitas di Metro TV, edisi Senin, 21 Februari 2011 pukul 23.05 WIB)
Selengkapnya...

Sabtu, 19 Februari 2011

Selebritis dari Senayan

Layar TV hampir tiap hari selalu disuguhi dengan dialog-dialog. Apalagi kalau sedang ramai pembahasan masalah yang menyangkut negara ini. Misalkan saja tentang mafia pajak, skandal Bank Century, atau penyerangan terhadap kelompok Ahmadiyah. Bisa-bisa sejak pagi hingga tengah malam ada dialog yang membahas salah satu masalah itu.

Nah, kalau memperhatikan dialog-dialog yang ada di TV, sepertinya narasumbernya itu-itu saja ya. Salah satu yang selalu ada adalah narasumber dari anggota DPR RI. Entah mengapa, ada saja anggota DPR yang dimunculkan. Padahal, belum tentu masalah yang tengah dibahas adalah seputar pekerjaan anggota DPR tersebut.

Herannya, kenapa ya, yang muncul kok hanya itu-itu saja orangnya. Kalau bukan Ahmad Yani dari PPP, ya Ruhut Sitompul dari Partai Demokrat. Kalau bukan Bambang Soesatyo dari Golkar, ya Gayus Lumbuun dari PDIP. Pokoknya, orangnya itu-itu aja deh.

Padahal, kan anggota DPR RI ada sekitar 550 orang. Masak, dari jumlah sebanyak itu hanya belasan orang yang layak dijadikan narasumber di layar kaca sih. Lalu, sisa anggota DPR lainnya kemana aja ya?

Setidaknya saya mencatat beberapa nama yang bisa muncul tiap hari di layar kaca. Ini adalah beberapa nama saja.

1. Gayus Lumbuun
2. Nudirman Munir
3. Bambang Susatyo
4. Eva Kusuma Sundari
5. Ruhut Sitompul
6. Akbar Faizal
7. Sarifuddin Sudding
8. Ahmad Yani
9. Priyo Budi Santoso
10. Trimedia Panjaitan
11. Effendi MS Simbolon
12. Maruarar Sirait
13. Ramadhan Pohan
14. Sutan Bhatoegana
15. Anis Matta
16. Marzuki Alie

Kira-kira, ada nama yang terlewat ga ya?
Selengkapnya...

Rabu, 02 Februari 2011

Apakah Reksa Dana Bisa Dihadiahkan?

Judul yang saya pakai di tulisan ini, saya kutip 100% dari judul tulisan Mas Rudiyanto yang muncul di website Kontan. Mas Rudiyanto membuat sebuah tulisan dengan judul "Reksa dana Bisa Dihadiahkan?" yang berisi tentang apakah reksa dana itu bisa dihadiahkan atau tidak.

Lantas, mengapa saya sangat berani mengutip judul tulisan Mas Rudiyanto yang adalah seorang Senior Research Analyst PT Infovesta Utama, sebuah perusahaan riset reksa dana terkemuka di Indonesia? Mmmm..... Jawabannya simpal saja. Karena di tulisan Mas Rudiyanto itu ada pembahasan tentang diri saya. Lho, kok bisa?

Masih ingat dengan sebuah tulisan saya di blog ini yang berjudul Reksa dana sebagai Maskawin Pernikahan. Nah, Mas Rudiyanto memakai tulisan saya itu sebagai salah satu bahan risetnya untuk membuat tulisannya. Senang juga lho, ada pakar investasi reksadana yang mau mengulas pengalaman saya menjadikan reksadana sebagai mas kawin. Hehehe..... Terima kasih banyak, Mas Rudy. :-)
Selengkapnya...