Senin, 21 Februari 2011

Mengendus Mafia Century

Di tengah pengusutan skandal Bank Century yang penuh drama dan kontroversi, muncul sejumlah fakta yang mengejutkan. Seperti pegawai Bank Century yang dituntut 10 tahun penjara. Sedangkan bos-bos mereka yang memiliki peranan dalam kolaps-nya bank itu, hanya dituntut ringan dan akhirnya divonis sangat rendah.

Fakta lain adalah munculnya nama Haposan Hutagalung. Mantan pengacara Gayus Tambunan ini enjadi kuasa hukum perusahaan yang menerima kredit masalah Bank Century. Ppemilik perusahaan itu pun akhirnya divonis ringan, sama seperti ketika Haposan memegang perkara Gayus.

Linda tiba-tiba saja pingsan saat berada di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, untuk mengikuti sidang lanjutan atas dirinya. Wanita bernama lengkap Linda Wangsa Dinata ini adalah mantan Kepala Cabang Bank Century di Senayan, Jakarta Pusat. Linda tak kuasa menghadapi kenyataan yang sedang ia hadapi. Ia baru saja dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Wanita ini ikut dituduh tersangkut dalam kasus skandal Bank Century.

Linda menjadi terdakwa bersama seorang rekannya, Arga Tirta Kirana, yang menjabat Kepala Divisi Hukum Bank Century. Tuntutan 10 tahun ini sangat menyesakkan bagi kedua wanita ini, karena bos-bos mereka saja hanya dituntut ringan. Padahal, tanggung jawab tentu jauh lebih besar di tangan direksi atau bahkan pemilik bank seperti Robert Tantular.

“Saya merasa diperlakukan tidak adil. Bukan hanya soal tuntutan, tapi sejak diperlakukan tersangka, saya merasa diperlakukan tidak adil. Karena dari awal penyidikan, kami bermaksud membantu mengungkap kejahatan yang dilakukan Hermanus Muslim dan Robert Tantular. Tapi sejak April 2009, saya dijadikan tersangka. Saya udah tidak mengerti kenapa saya dijadikan tersangka padahal sudah mengungkap hal-hal yang sebenarnya terjadi,” kata Arga dalam sebuah wawancara dengan tim Metro Realitas

Tuntutan kepada Linda dan Arga memang jauh lebih berat daripada yang diterima oleh para bos mereka di Bank Century. Robert Tantutar, salah satu pemilik Bank Century, hanya dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar. Majelis hakim akhirnya memvonis 4 tahun penjara.
Sedangkan mantan Direktur Utama Bank Century Hermanus Hasan Muslim dituntut hanya 6 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar. Majelis hakim akhirnya memvonisnya hanya tiga tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Mahkamah Agung memang akhirnya memperat hukuman keduanya. Hukuman Robert dan Hermanus akhirnya ditambah menjadi masing-masing 9 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar.
Ada hal menarik lainnya yang terungkap dalam rapat Tim Pengawas Skandal Bank Century dengan dua terdakwa Bank Century/ Linda Wangsa Dinata dan Arga Tirta Kirana, pekan lalu, yakni munculnya nama Haposan Hutagalung.

Munculnya nama Haposan dalam kasus Bank Century sangat mengejutkan. Pasalnya, nama pengacara ini sedang tersandung dalam beberapa kasus mafia hukum.

Haposan adalah kuasa hukum Tariq Khan, pemilik empat perusahaan yang mendapatkan kucuran kredit dari Bank Century sekitar 360 miliar rupiah. Tariq Khan sempat menjadi tersangka dan akhirnya divonis sangat ringan.

Tariq Khan dikabarkan adalah seorang pengusaha asal Inggris keturunan Pakistan. Kabarnya, Tariq memiliki kedekatan dengan pemegang saham Bank Century, sehingga punya kemudahan dalam mendapatkan kredit ratusan miliar.

Hebatnya, Haposan lagi-lagi sukses dalam mendampingi Tariq Khan. Walau berhasil mendapatkan kucuran 360 miliar rupiah dari Bank Century, pengusaha itu hanya divonis delapan bulan.

Entah ada kaitannya dengan posisi Haposan sebagai kuasa hukumnya, namun yang pasti, Tariq Khan mendapatkan keistimewaan ketika diperiksa di Bareskrim Mabes Polri. Pemeriksaan sudah dilakukan dibawah sumpah sehingga ia tidak perlu bersaksi lagi di pengadilan, dan tinggal membacakan BAP-nya saja.

Haposan Hutagalung menjadi kuasa Tariq Khan sebelum menjadi pengacara Gayus Tambunan, dan kasus mafia pajak itu meledak. Yang pasti, kisah sukses Haposan dalam mendampingi pengusaha itu, akhirnya terulang lagi saat membela Gayus dalam kasus pemilikan uang 28 miliar rupiah. Lewat skenario yang disusun Haposan bersama penyidik dan jaksa, Gayus akhirnya divonis bebas di pengadilan negeri tangerang, awal tahun 2009 lalu.

Sebelum itu, nama Haposan bisa jadi tidak pernah dikenal masyarakat. Padahal, haposan ternyata sudah banyak menangani perkara yang sedang disidik Mabes Polri. Celakanya, belakangan terbongkar kalau sejumlah perkara yang ia pegang, ternyata disinyalir penuh dengan permainan para mafia hukum. Haposan bisa jadi adalah seorang pengacara yang sakti di lingkungan Bareskrim Mabes Polri.

(Kisah ini sudah ditayangkan dalam program Metro Realitas di Metro TV, edisi Senin, 21 Februari 2011 pukul 23.05 WIB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar