Jumat, 18 Maret 2011

Bagaimana Menciptakan Gembira dan Sedih

Anda pernah teringat dengan sebuah kenangan di masa lalu setelah kembali mendengar sebuah lagu usang? Atau, Anda pernah kembali terbayang-bayang dengan mantan pacar ke-50 Anda setelah mencium wangi parfum yang dipakai oleh seseorang yang Anda jumpai di mall? Atau, mungkin Anda kembali teringat memiliki utang yang belum dibayar di kantin sekolah SMA Anda dulu, ketika melihat ada orang yang mirip dengan ibu pemilik warung di kantin?

Saya yakin Anda pernah mengalami yang demikian ini. Tiba-tiba saja, Anda teringat dengan sesuatu hal di masa lalu ketika melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu. Bisa jadi, Anda tidak merasakannya sekali saja, namun berulang-ulang setiap kali mengalami hal yang sama. Saya sendiri pun demikian, kok. Saya selalu teringat masa kecil di kampung setiap kali kedinginan setelah mandi. Atau, saya pasti selalu teringat memori di kelas satu SMA begitu mendengar lagu Kangen dari Dewa 19.

Nah, rupanya kondisi seperti ini bisa dimanfaatkan, lho. Kalau biasanya Anda mengalami kondisi seperti yang telah saya jelaskan tadi secara tidak sengaja, maka kita pun bisa membuatnya secara sengaja. Artinya, kita memang menciptakan sebuah pengalaman agar kembali bisa kita panggil lagi pengalaman itu di masa akan datang. Yang paling simpel, misalnya, saat kita sedang sedih, coba dengarkan sebuah lagu. Ulangi beberapa kali dan tentu dengan lagu yang sama ya. Suatu hari nanti, coba Anda kembali dengarkan lagu tersebut. Saya yakin Anda pasti kembali teringat dengan kesedihan Anda itu.

Saya mengetahui sebuah rahasia ini setelah membaca sebuah buku, yang bagi saya, sangat powerful. Judulnya Unlimited Power. Nama pengarangnya Anthony Robbins. Saya sudah pernah mengulas buku ini dalam sebuah artikel. Klik DI SINI saja bila Anda ingin membacanya.

Lewat buku ini, saya akhirnya berkenalan dengan sebuah ilmu yang bernama NLP atau Neuro-Linguistic Programming. Saya merasa, Anthony sudah membuka mata saya terhadap apa yang saya cari selama ini. Saya sampai mencari tahu segala hal tentang NLP, seperti membeli beberapa buku, mengunduh banyak ebook dan audiobook, atau mengumpulkan banyak artikel dari internet. Kalau Anda penasaran dengan makhluk yang bernama NLP ini, silahkan Anda bertanya kepada Om Goggle.

Menurut NLP, bila kita membuat pengalaman seperti yang saya jelaskan di bagian awal tadi, maka kita telah menerapkan salah satu ilmu di NLP, yakni anchor atau jangkar. Lewat metode ini, maka kita membuat jangkar terhadap sebuah pengalaman, agar bisa kembali kita panggil di kemudian hari. Menghubungkan perasaan sedih dengan sebuah lagu seperti yang kita bahas tadi, berarti kita sudah membuat jangkar atau anchor.

Contoh lain, kita ingin membuat sebuah jangkar terhadap perasaan gembira. Caranya adalah dengan memegang salah satu bagian tubuh kita yang khas setiap kali kita sedang gembira yang luar biasa. Misalnya memencet jari kelingking kiri. Kalau sudah dilakukan berulang-ulang, maka di kemudian hari, bila ingin merasakan gembira yang sama, maka tinggal memencet jari kelingking kiri. Tidak percaya? Silahkan Anda coba sendiri.

Kegunaan anchor atau jangkar ini masih banyak lagi. Kapan-kapan saya akan jelaskan lagi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar