Selasa, 08 Maret 2011

Bendera Slank Ada Dimana-mana

Kali ini, saya ingin main teka-teki dengan Anda semua. Pertanyaannya begini; bendera apa yang paling banyak berkibar di republik tercinta ini, setelah bendera Merah Putih? Ah, masak Anda tidak tahu jawabannya? Coba berpikir lagi sejenak. Saya beri Anda waktu lima menit lah untuk memikirkannya. Saya yakin Anda tahu jawabannya karena pasti sering melihatnya. Mungkin Anda tidak menyadarinya saja selama ini. Anda tetap tidak menemukan jawabannya? Baiklah, saya bocorkan jawabannya. Jawaban yang benar adalah bendera Slank. Itu lho, nama salah satu grup musik.

Lho, kok bendera Slank? Coba Anda perhatikan setiap kali ada acara keramaian, mulai konser-konser musik hingga kampanye pilkada. Pasti Anda temukan ada bendera berlogo Slank berkibar di antara kerumunan massa yang hadir. Bahkan, kabarnya bendera berlogo Slank ini juga berkibar di tengah kawasan yang hancur akibat letusan Gunung Merapi, beberapa waktu lalu. Entah siapa yang mengibarkan bendera itu dan meninggalkannya begitu saja.

Pertama-tama, saya ingin menjelaskan mengapa tiba-tiba saya tertarik untuk membuat tulisan ini. Jadi begini ceritanya. Tadi pagi, saya dan istri sedang menonton acara Inbox di SCTV. Saya sebenarnya jarang menonton acara ini. Namun, karena kali ini acara musik ini digelar di Pasar Modern Mutiara Karawaci, yang cukup dekat dengan rumah saya, maka saya penasaran juga akan seramai apa acara ini.

Nah, ketika saya dan istri sedang menonton Rossa sedang mendapat giliran menyanyi di atas panggung, saya nyeletuk kepada sang istri, “Bunda, pasti ada bendera Slank berkibar di antara penonton.” Sang istri sempat meragukan ucapan saya ini, tapi...belum sempat Rossa menuntaskan menyanyikan lagu barunya yang berjudul Ku Menunggu, tiba-tiba saja di layar televisi terlihat sebuah bendera bergambar logo Slank berkibar-kibar di tengah penonton. Sang istri pun tertawa geli ketika melihatnya. “Wah, benar juga ya,” ucap sang istri.

Saya sendiri sudah lama terheran-heran dengan fenomena ini. Rupanya penggemar Slank memang ada dimana-mana. Tidak peduli konser musik jenis apa dan tidak peduli Slank ikut manggung di sana atau tidak, maka bendera Slank pasti ada yang berkibar di antara penonton. Apakah itu konser musik pop, rock, dangdut, atau konser-konser jenis musik lainnya, pasti satu-dua bendera terselib di sana. Sesekali Anda coba perhatikan konser musik dangdut yang biasa tayang di MNC TV (dulu bernama TPI), dan hitung ada berapa bendera Slank berkibar.

Penggemar Slank yang beken dengan sebutan Slankers ini, kabarnya memang penggemar yang sangat fanatik. Karena itu, ketika mereka menonton konser musik atau acara yang penuh keramain lainnya, maka sepertinya sudah wajib bagi mereka untuk turut membawa serta bendera Slank, dan tentu mengibarkannya di tengah acara. Kadang-kadang geli juga sih bila melihat ada bendera Slank berkibar di konser artis musik pop yang mungkin penggemarnya rata-rata perempuan. Tapi, itulah Slank yang sepertinya telah sukses menanam doktrin kepada para penggemarnya.

Barangkali, hanya Iwan Fals yang bisa menyaingi Slank dalam urusan mengibarkan bendera ini. Kalau Anda melihat ada bendera bertuliskan OI yang berkibar di para penonton sebuah konser musik, maka bisa jadi, yang membawa bendera itu adalah penggemar Iwan Fals. Bendera bertuliskan OI ini memang bendera kebesaran para penggemar penyanyi yang beken dengan lagu-lagu kritik itu. Tidak jarang, bendera Slank dan bendera OI berkibar bersamaan di tengah sebuah konser. Namun, dari yang saya perhatikan, masih lebih mudah menemukan bendera Slank di setiap acara kolosal.

Mungkin saya salah satu orang yang begitu terpengaruh dengan lagu-lagu Slank. Saya mengenal kelompok musik yang bermarkas di Potlot, Jakarta Selatan ini, sejak masih SMP pada awal 90-an. Saat itu, personil Slank masih terdiri dari Kaka, Bimbim, Indra, Pay, dan Bongky. Lagu pertama mereka yang ngetop adalah Maafkan dari album pertama yang bertitel Suit Suit Hehehe (Gadis Sexy). Setelah itu, lagu-lagu mereka yang paling ngetop adalah Mawar Merah dan Terlalu Manis, yang berasal dari album kedua mereka, yang bertitel Kampungan.

Ketika itu, semua lagu Slank sepertinya menjadi lagu wajib bagi para anak muda. Dimanapun berada, lagu ini pasti dinyanyikan. Saya sampai gigih belajar main gitar ketika itu, agar bisa memainkan lagu-lagu Slank. Tapi, rupanya saya memang tidak ada bakat main gitar, sehingga sampai hari ini pun saya tidak bisa memainkan satu lagupun dengan alat musik petik itu. Hehehe....

Saking sangat menggemari grup musik yang sering dicap slengean itu, saya sempat mengkoleksi tujuh album Slank, mulai album pertama hingga album ketujuh. Ketujuhnya adalah Suit-suit Hehehe (Gadis Sexy), Kampungan, Piss, Generasi Biru, Minoritas, Lagi Sedih, dan Tujuh.

Ketika kuliah, ada seorang teman yang meminjam ketujuh kaset itu. Celakanya, hingga hari ini, tidak satupun kaset yang kembali kepada saya. Barangkali, dengan saya mengungkapkannya di tulisan ini, teman yang meminjam tadi kembali tersadarkan kalau pernah meminjam tujuh kaset Slank koleksi saya. Hehehe...

Saya lupa mengapa mulai album ke delapan hingga seterusnya tidak lagi saya koleksi. Namun, bisa jadi karena lagu-lagu Slank telah bermetamorfosis menjadi lebih ‘ngepop’. Lagu bertema cinta mulai muncul dan aroma ngerock-nya pun mulai kedodoran. Dan, yang pasti, mulai album ketujuh, personil Slank sudah berganti dengan formasi seperti yang bertahan hingga sekarang, yakni Kaka, Bimbim, Abdee, Ivan, dan Ridho.

Slank sangat rajin menelurkan album. Saya tidak tahu persisnya sudah berapa jumlah album grup musik yang terkenal dengan slogan ‘Piss’ ini. Bisa jadi, jumlahnya sudah 20 album hingga detik ini. Termasuk produktifkan?

Oya, untuk membuktikan kalau Slank pernah begitu saya gemari, hingga hari ini saya masih menyimpan Haiklip Slank. Ini adalah sebuah buku yang mirip majalah yang diterbitkan oleh Majalah Hai tahun 90-an silam. Haiklip ini saya beli dengan menyisihkan uang jajan lho. Harganya ketika itu mungkin Rp 10.000. Cukup mahal untuk tahun 1990-an. Pasalnya, harga majalah Hai saja ketika itu masih Rp 2.500 per-edisi. Kapan-kapan akan saya tunjukkan Haiklip saya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar