Kamis, 24 Maret 2011

Durian Medan Ada Sepanjang Tahun

Datang ke Medan belum lengkap tanpa makan durian. Ya, inilah ungkapan yang pas. Setidaknya pas buat saya yang menjadi penggemar berat si buah berduri ini.

Kenikmatan durian atau duren medan memang sudah kesohor ke mana-mana. Bahkan, ada gerai khusus di sejumlah tempat di Jakarta yang menjual durian Medan. “Durian asli Medan,” begitulah bunyi spanduk yang ada di depan durian-durian yang mereka pajang. Beberapa penjual durian yang mengklaim sebagai durian asli Medan ini, antara lain ada di kawasan Mangga Besar dan di dekat Pasar Puri Indah, Jakarta Barat.

Durian Medan memang sudah terkenal dengan kenikmatannya. Ukurannya memang biasa-biasa saja, namun rasanya sungguh dahsyat. “Nendang banget,” kata seorang teman asal Jakarta yang pernah saya bawa memakan durian di sebuah pusat durian di Medan. Rasa durian Medan umumnya manis, lezat, dan membuat nagih bagi siapa saja. Apalagi, durian ini adalah durian yang matang di pohon, dan bukan hasil peraman dengan karbit.

Hampir semua teman yang saya pernah ajak makan durian di Medan merasa heran ketika saya selalu mengucapkan kalimat yang sama kepada si penjual durian. “Bang, pesan yang paling pahit!,” begitulah kata saya, selalu. Dan, teman-teman saya ini memang akhirnya paham apa arti kalimat saya tadi. Rasa durian yang diberikan si penjual rata-rata memang ‘beda’ dengan durian kebanyakan. Saya sulit untuk menjelaskaan apa arti ‘beda’ ini. Silahkan saja Anda coba sendiri.

Yang unik lagi dari durian Medan adalah tidak pernah mengenal musim. Kapanpun Anda datang ke kota terbesar nomor tiga di Indonesia ini, durian selalu ada sepanjang tahun. Padahal, di daerah lain di Indonesia, musim durian hanya pada saat-saat tertentu. Biasanya, akhir atau awal tahun.

Saya juga awalnya bertanya-tanya mengapa durian bisa ada sepanjang tahun di Medan. Belakangan saya mendapatkan informasi, kalau kota yang dihuni oleh beragam etnis dan agama ini, memang selalu mendapatkan suplai secara rutin buah beraroma khas ini dari daerah-daerah lain di Sumatera Utara. Ya, secara rutin sepanjang tahun.

Musim durian di setiap daerah di sana memang tidak sama. Misalkan saja, di Kabupaten Deli Serdang musim durian sekitar bulan Juni-Juli. Kabupaten Tanah Karo pada Agustus-Oktober, Langkat pada bulan Oktober-November, dan lain-lain. Karena itu, tidak heran kalau akhirnya durian bisa ada sepanjang tahun di Medan. Memang, tetap ada momen dimana durian sedang berlimpah di Medan. Biasanya, pertengahan tahun dan akhir sampai awal tahun.

Nah, dimana pusat-pusat penjual durian di Medan? Cukup banyak tempatnya. Namun, ada tiga tempat yang sudah terkenal. Yakni di Simpang Kuala, Kampung Lalang, dan Pringgan. Di dua tempat pertama, durian biasa dijual sore sampai dinihari di pinggir jalan. Tempatnya memang agak jauh dari pusat kota. Namun, Anda dijamin akan mendapatkan durian yang nomor satu dengan harga murah. Ibarat slogan D'cost, harga kakilima, mutu bintang lima.

Biasanya, durian yang dijual di Simpang Kuala dan Kampung Lalang baru datang dari pusat kebun durian di luar kota. Karena itu, durian terkadang masih ada di dalam bak mobil. Harga durian di sini cukup murah, mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000 perbuah, tergantung kepintaran kita dalam menawar. Karena itu, pintar-pintarlah Anda menawar bila datang ke sini.




Kondisi berbeda dijumpai di Pringgan. Durian yang dijual di sini adalah durian pilihan dan target pembeli mereka adalah golongan menengah-atas. Harga durian di Pringgan memang lebih mahal, antara Rp 20.000 sampai Rp 50.000 perbuah. Durian sudah disusun rapi di papan pajangan, dan penjual juga menyediakan kursi-kursi plastik untuk para pembeli yang ingin menikmati durian dengan santai di sana.

Bahkan, penjual sudah menyediakan wadah-wadah plastik beraneka ukuran, untuk tempat durian. Memang banyak orang yang menjadikan durian sebagai oleh-oleh dari Medan. Membawa durian utuh ke dalam pesawat, tentu dilarang keras. Karena itu, durian lalu sudah dipisahkan dengan kulitnya, lalu disimpan di dalam wadah plastik. Wadah lalu ditutup rapat dengan lakban agar baunya tidak tercium lagi. Bahkan, ada orang yang memberikan bubuk kopi untuk menyamarkan bau durian.

Nah, silahkan Anda mencicipi durian Medan sepuas-puasnya bila datang ke kota ini…

Foto-Foto by EdiGinting

1 komentar:

  1. Numpang tanya. Kalau supplier/agen durian medan yg dikirim ke mangga besar itu di jakarta ada dimana yah?

    BalasHapus