Selasa, 29 Maret 2011

Foto - Foto Jalur Sepeda di Kolombia



Warga Jakarta terus bermimpi untuk memiliki jalur khusus sepeda. Namun, sepertinya, mimpi ini hanya tinggal mimpi saja. Ibarat menggapai bintang di langit. Pasalnya, Pemerintah DKI Jakarta tampaknya kerepotan untuk membangun jalur khusus sepeda di ibukota negara ini.

Hanya satu kendalanya, dan ini adalah kendala yang sudah usang, alias hanya itu-itu saja alasan yang disampaikan pemerintah. Ya, tebakan Anda tepat sekali. Alasan pemerintah selalu mengaku tidak ada lagi lahan yang bisa dipakai untuk membangun jalur khusus sepeda di Jakarta.

Menurut pemerintah, menggunakan sebagian badan jalan yang sudah ada, tentu tidak mungkin. Bisa-bisa nantinya badan jalan akan semakin habis karena sebelumnya juga sudah dikurangi untuk jalur busway. Puih…susah kali ya memiliki jalur khusus sepeda di Jakarta ini. Masa iya tidak ada solusi lain.

Padahal, di negara lain, membuat jalur khusus sepeda sudah lama mereka dilakukan. Nyatanya, mereka sukses, kok. Memang, awalnya juga sulit diwujudkan. Namun, bukannya menyerah, tapi mereka terus mencari solusi. Misalnya saja apa yang terjadi di Bogota, Kolombia. Kini, ada ratusan kilometer jalur sepeda di sana.

Saya sudah pernah berkesempatan untuk melihat langsung jalur sepeda yang ada di ibukota negara Kolombia ini. Saya pun sudah membuat artikelnya di blog saya ini. Silahkan klik DI SINI untuk membaca artikel tersebut.

Untuk melengkapi artikel itu, kali ini saya menyajikan sejumlah foto-foto jalur sepeda yang ada di Bogota. Jangan ngiri ya melihat betapa indahnya jalur sepeda di sana. Kalau masih ngiri, mari kita desak pemerintah agar mau membangun jalur khusus sepeda di Jakarta.


Cara lain Pemerintah Kota Bogota untuk mempopulerkan sepeda yang paling mencengangkan, adalah dengan membuat jalur khusus sepeda di hampir seluruh kota terbesar di Kolombia ini.
Hingga kini saja, sudah dibangun jalur khusus sepeda sepanjang 400 km, dan kabarnya akan terus ditambah. Jalur sepeda di Bogota diklaim sebagai jalur sepeda terpanjang di dunia.

Pemerintah Bogota memang memasukkan sepeda sebagai salah satu sarana transportasi dalam sistem transportasi yang mereka kembangkan. Jangan heran kalau ada sekitar 2.000 tempat parkir sepeda di seluruh Bogota. Bahkan, tempat parkir sepeda juga dibuat menyatu dengan halte utama Trans Milenio. Hebatnya lagi, tarif parkir sepeda sudah termasuk ongkos naik Trans Milenio. Tidak mengherankan kalau sepeda semakin banyak penggemarnya di ibukota Kolombia ini.

Jalur sepeda di Bogota dibangun berdampingan dengan jalur pejalan kaki. Karena itu, acara bersepeda pun dijamin aman karena sudah memiliki jalur sendiri. Dua jalur lagi.

Jalur khusus sepeda, trotoar, dan jalan umum saling berdampingan. Masing-masing pemakainya begitu displin melewatinya. Kira-kira bisa tidak ya seperti ini bakal ada di Jakarta?

Pemerintah Kota Bogota membangun jalur khusus sepeda sebagian besar berdampingan dengan jalan raya dan trotoar. Lebarnya sekitar dua meter untuk dua arah dan dibuat tak ubahnya seperti jalan raya. Pengendara sepeda tidak perlu khawatir jalur mereka diserobot pejalan kaki atau pihak lain karena jalur sepeda dibatasi dengan garis putih. Sedangkan garis putih putus-putus menjadi tanda pemisah kedua jalur sepeda.


Lihat lah, para pejalan kaki begitu tertib. Mereka tidak mau menyerobot jalur khusus sepeda walau hanya ada satu sepeda yang melintas.

Bersepeda di Bogota semakin termanjakan karena begitu banyak rambu-rambu maupun marka jalan yang membuat bersepeda semakin nyaman dan aman. Tidak cukup hanya memasang rambu-rambu bergambar sepeda yang berarti jalur khusus sepeda, Pemerintah Bogota juga mencetak gambar sepeda ukuran besar di badan jalan jalur sepeda tersebut. Rambu larangan sepeda motor atau berjalan kaki sambil membawa hewan melintas, juga banyak dipasang di jalur khusus sepeda ini.

Foto - foto oleh Edi Ginting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar