Senin, 28 Maret 2011

Si Cantik Selly Akhirnya Ditangkap Polisi

Hari ini, hampir semua TV memberitakan kasus penangkapan seorang perempuan (yang katanya) berparas cantik. Namanya Sally Yustiawati. Kalau Anda lupa dengan nama ini, coba Anda ingat-ingat lagi sebuah berita yang sangat hangat dibicarakan baik di TV, koran, majalah, atau di situs jejaring sosial, sekitar setahun lalu.

Saat itu, Sally menjadi tenar bak bintang sinetron karena dicap sebagai seorang penipu kelas ulung alias nomor wahid. Ia selalu berhasil lolos walau sudah dikejar-kejar. Kisah wanita ini sepertinya mirip dengan peran Leonardo Di Caprio di film 'Catch Me If You Can'. Di film ini, bintang film Titanic itu berperan menjadi penipu muda belia yang selalu lolos kejaran FBI.

Setelah berbulan-bulan atau mungkin bertahun-tahun sukses lolos dari kejaran para korbannya dan tentu saja dari kejaran polisi, Sally akhirnya berhasil ditangkap. Kalau dulu orang hanya bisa menikmati foto-fotonya sambil membayangkan betapa lihai dan licinya perempuan ini, maka sejak hari ini orang-orang bisa melihat sosok Selly setelah ditangkap polisi.

Selly ditangkap di Hotel Amaris Kuta, Denpasar, Bali, hari Sabtu 26 Maret 2011. Kabarnya, perempuan beranak satu itu ditangkap saat sedang berduaan dengan kekasihnya yang bernama Bima, seorang mahasiswa PTN ternama di Yogyakarta.

Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugiayar, penangkapan Selly berawal saat Polsek Denpasar Selatan menerima laporan daftar pencarian orang kasus penipuan dari Polresta Bogor. "Kita mendapatkan info, tersangka berada di Hotel Amaris, Kuta Bali. Kemudian ditangkap, dicek identitasnya, ternyata cocok dengan DPO dari Polresta Bogor," kata Sugiayar seperti dikutip oleh Detikcom.

Selly dicari-cari oleh polisi karena diduga telah berhasil menipu ratusan korbannya sejak empat tahun lalu. Entah sudah berapa ratus juta rupiah uang yang berhasil direguknya. Selly memang bak aktris sejati. Dengan gayanya yang luwes, ceria dan supel, dia bisa keluar masuk sebuah institusi dengan berbagai jabatan. Sebut saja kampus, perusahaan, bahkan media massa pernah dia susupi untuk mencari korban.

Sekitar tahun 2009 silam, Selly melakukan aksi yang kesekian kali. Targetnya tidak tanggung-tanggung, Kompas Gramedia. Dengan gaya yang mencuri hati, dia menjadi petugas operator telepon redaksi Kompas. Selama bekerja di Kompas, dengan dalih bisnis pulsa murah, dia mulai menipu karyawan Kompas termasuk para wartawan di sana. Sebanyak Rp 30,6 juta berhasil dia sikat dari hasil cuap-cuapnya. Semua orang terpesona. Entah lah, mengapa begitu banyak orang yang tergoda dengan bujuk rayunya. Apakah karena terbuai oleh parasnya yang ayu atau gaya bicaranya sangat memikat. Atau, jangan-jangan, Selly punya ilmu hipnotis. Entah lah….

Yang pasti, Selly lalu menghilang dengan uang hasil menipunya setelah bekerja tiga bulan di Kompas. Ketika menghilang, barulah para karyawan Kompas sadar sudah dikerjai Selly, si penipu cantik tersebut. Perempuan ini lalu diburu karyawan Kompas selama 6 bulan. Perburuan berhasil dan akhirnya Selly digelandang ke Polsek Tanah Abang. Kantor Kompas Gramedia memang masuk ke dalam wilayah Polsek Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Namun apa yang terjadi di kantor polisi? Selly kembali menunjukan keahliannya bercuap-cuap. Dia berjanji mengembalikan uang dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Dia pun membuat surat perjanjian hitam di atas putih untuk mengembalikan uang. Kasus yang semestinya kriminal malah berujung damai.

Nah, saat itu Selly lalu melenggang meninggalkan kantor polisi. Rupanya, bebas dari jeratan kasus penipuan di Polsek Tanah Abang, Selly tidak kapok juga. Ia pun kembali beraksi lagi, sampai akhirnya tertangkap lagi hari Sabtu kemarin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar