Senin, 11 April 2011

Apa Sih Enaknya Buah Kiwi


Ketika berada di sebuah Hypermarket di Lippo Karawaci, rasa penasaran itu datang saat melihat tumpukan buah Kiwi di salah satu sudut rak buah-buahan. Saya pun melihat, dan kemudian memegang beberapa buah itu secara bergantian. Bulu-bulu yang memenuhi permukaan kulit buah itu, memberikan sebuah sensasi tertentu ketika saya memegangnya. Buah Kiwi tersebut tidak lembek, namun tidak juga keras.

Saya kemudian melihat harganya. Terpampang sebuah angka Rp 5.000/ buah. Saya menatap angka itu dan sesaat kemudian mengalihkan tatapan kepada sebuah buah Kiwi yang ada di genggaman tangan kanan saya. Semahal inikah harga buah ini, pikir saya dalam hati. Apa istimewanya buah yang bentuknya, menurut saya, tidak terlalu bagus ini, sehingga dihargai lima ribu perak untuk satu bijinya.

Untuk menjawab semua rasa penasaran itu, saya akhirnya memasukkan dua buah Kiwi ke dalam plastik. Saya lalu membawanya ke petugas yang biasa menimbang buah-buahan yang dibeli pengunjung. Tidak sampai satu menit, si petugas sudah mencetak harga buah Kiwi yang saya ambil tadi. Tertulis Rp 10.000. Begitulah yang terpampang di secarik kertas yang sudah menempel di plastik.

Sesampainya di rumah, saya pun memotong satu buah Kiwi. Saya lalu memakannya dengan menyendok daging buah Kiwi agar terpisah dengan kulitnya yang penuh bulu-bulu. Saya butuh waktu sesaat untuk menikmati rasanya. Dan, kesimpulan yang saya dapat, buah Kiwi tidak senikmat harganya. Bagi saya, rasa buah Kiwi sangat biasa-biasa saja. Bahkan, bagi saya, lebih nikmat makan buah Jambu Klutuk atau Jambu Bol. Dan, jauh lebih manis buah Sawo, buah yang ukuran dan warnanya sangat mirip dengan buah Kiwi.

Lantas, mengapa harga buah Kiwi begitu mahal? Bayangkan, harga satu buah Kiwi tadi sama dengan harga satu kilo Jambu Klutuk di pasar-pasar tradisional. Saya perkirakan, ada sekitar 10 sampai 15 buah Kiwi untuk satu kilogram. Artinya, harga buah Kiwi 1 kg bisa mencapai Rp 50.000. Wow!

Dugaan saya, buah Kiwi mahal karena masih diimpor. Kalau saya tidak salah, buah ini berasal dari Selandia Baru. Saya belum dapat informasi apakah sudah ada petani buah Kiwi di Indonesia. Mungkin saja sudah ada, namun belum sukses menghasilkan buah.

Katanya, buah Kiwi juga mengandung sejuta khasiat. Sebuah penelitian menyebutkan, buah Kiwi banyak mengandung gizi, dan menjadi sebagai sumber berbagai vitamin, mineral dan antioksidan yang tinggi. Katanya lagi, buah Kiwi juga menjadi sumber asam folat yang baik untuk wanita yang hamil atau tengah mempersiapkan kehamilan. Buah kiwi juga baik untuk untuk mencegah cacat lahir pada otak atau syarat tulang belakang.

Nah, Anda tahu siapa yang paling gencar mengkampanyekan segala macam khasiat buah Kiwi tadi. Namanya Zespri International. Sayangnya, perusahaan asal Selandia Baru itu bukan semacam lembaga penelitian yang khusus meneliti kandungan segala macam makanan. Zespri International juga merupakan perusahaan yang memasarkan buah kiwi ke lebih dari 70 negara di dunia. Pantas saja perusahaan ini mengkampanyekan manfaat buah Kiwi, wong, mereka juga sebagai pengekspor buah itu.

Kabarnya, mereka telah menginvestasikan jutaan dollar dana riset untuk mengetahui manfaat buah kiwi. Hasil penelitian mereka membuktikan bahwa buah kiwi memiliki kandungan serat, vitamin C, vitamin E, potasium, asam folat, carotenoid, kalsium, fosfor, magnesium, selenium, tembaga, zat besi, seng, dan antioksidan lain yang cukup tinggi. Buah dengan rasa manis sedikit asam ini juga memiliki kandungan glycaemik index (GI) dan kandungan lemak dan kolesterol yang rendah.

Buat saya, sah-sah saja perusahaan itu mengklaim buah Kiwi mengandung banyak khasiat. Namun, saya percaya, masih banyak buah-buah lain yang juga mengandung segala macam khasiat yang ada di buah Kiwi itu. Dan, buah-buah itu bisa saya peroleh dengan harga yang jauh lebih murah di Indonesia. Ya, tidak perlu buah impor, buah lokal pun banyak yang mengandung khasiat yang sama, atau bahkan mungkin lebih tinggi, daripada buah Kiwi.

Biar lah hanya para pembuat kue yang menyukai buah Kiwi. Anda tahu mengapa saya mengatakan ini? Karena buah ini memiliki bentuk yang cantik pada bagian dalamnya. Coba Anda iris buah Kiwi ini, maka biji-biji kecel pada bagian dalam dagingnya membuat daging buah ini terlihat cantik dipandang mata. Tidak heran, bila irisan daging buah kiwi biasa digunakan sebagai hiasan kue tart atau minuman.

Hingga hari ini, masih ada satu buah Kiwi lagi di dalam kulkas saya di rumah. Mungkin akan saya habiskan bila tidak ada lagi buah lain di dalam kulkas....

17 komentar:

  1. Anonim12:42 PM

    kiwi asalnya dari cina om... http://id.wikipedia.org/wiki/Buah_kiwi

    BalasHapus
  2. Anonim10:02 PM

    haha
    gw tadinya mau beli
    coz penasaran ma buah satu ni
    tapi skr kayanya ogah dah, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak rugi mencobanya agar tidak penasaran. :-)

      Hapus
  3. Anonim10:36 AM

    aku setuju bangetttttttttttttt

    BalasHapus
  4. Anonim10:06 AM

    saya juga penasaran dgn buah ini
    tp mahal ny tu yg bikin malez
    mangga ajah 1 kg 5000

    hahahhah

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya akan memilih membeli mangga daripada Kiwi. :-)

      Hapus
  5. Anonim9:28 AM

    Sangat di syangkn buah kiwi ini masih sangat mhal hrgax hrgax mhal sperti apel fuji

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena butuh waktu sekitar 1 bulan mengapalkannya dari Selandia Baru. Hehehe....

      Hapus
  6. Pelajaran yang bisa kita ambil adalah pentingnya strategi marketing untuk meningkatkan nilai buah lokal di mata konsumen. Dan saya rasa penelitian tentang kandungan gizi buah kiwi bukanlah omong kosong Zespri. Mungkin kita cemburu dengan buah kiwi, tapi kita sendiri jarang menganggap penting brand image buah lokal.

    BalasHapus
  7. Anonim11:49 PM

    Menurut saya tiap buah memiliki cita rasa tersendiri, tapi pada dasarnya harga buah yang mahal tidak selalu merujuk pada lezatnya buah itu sendiri. Seandainya buah sawo dan alpukat yang menurut saya jauh lebih lezat dari buah kiwi musti kita impor karena tidak tumbuh disini, saya yakin harganya pasti mahal juga, bahkan lebih mahal kayaknya, betul apa bener?

    BalasHapus
  8. Anonim12:11 AM

    Niat mo bikin es mambo pake buah kiwi, jadi males dah ah setelah tau harganya mahal banget. Mending beli kedondong cuma seribu/kg dipetikin ma yang punya, trus dibikin es mambo rujak dah, bikin seger kombinasi asam, pedas dan manis, mana untungnya lumayan, modal 100rb bisa jadi duit 400rb. Menurut sy kagak usah dah beli buah2an impor, mendingan buah2an lokal saja biar petani disini pada semangat, soalnya jual kedondong 1rb/kg aja di daerah saya tasikmalaya susah laku.

    BalasHapus
  9. Anonim4:08 AM

    Kiwi harus ditanam di negara 4 musim, karena itu masih harus diimpor.
    Kalau soal rasa, mungkin tergantung lidah ya. Saya sendiri suka sekali buah kiwi, apalagi yang belum terlalu matang. Asam-asam segar.
    Kalau soal gizinya, banyak kok penelitian yang membuktikan keunggulan buah kiwi.
    Per ons buah kiwi kandungan vit c nya bisa sampai 5x buah jeruk. Vit c bagus untuk immune booster.
    Potassiumnya setara pisang (bagus buat yang darah tinggi)
    Kombinasi flavonoidnya melindungi DNA dari kerusakan (sudah ada penelitiannya)
    Banyak mengandung mineral.
    Kiwi yang belum terlalu matang (masih keras waktu ditekan) bisa membantu pencernaan protein.
    Sebenernya banyak sih, tapi saya nggak terlalu hafal...
    Cuma untuk mendapatkan gizi yang seimbang, tetep harus dikombinasikan bengan sayur dan buah lain.

    BalasHapus
  10. Hey 2 buah kiwi 10.000? Murah bos ane barusan beli 2 buah kiwi di ind**ret 17.000, karena penasaran sama rasa buahnya, pas d belah sih kykny enak apalagi liat isi dlemnya, tp rasanya asem, asem bnget ane taku2 klo maag ane kmbuh karena asamnya..

    BalasHapus
  11. Hey 2 buah kiwi 10.000? Murah bos ane barusan beli 2 buah kiwi di ind**ret 17.000, karena penasaran sama rasa buahnya, pas d belah sih kykny enak apalagi liat isi dlemnya, tp rasanya asem, asem bnget ane taku2 klo maag ane kmbuh karena asamnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  12. Kemarin aku juga baru nyoba kiwi.. Pinisirin banget dari jaman dulu. Soal harga ya wajarlah ya mahal krn import dan di negara kita gak ada yg budidaya.. Soal rasa, aku angkat tangan..assseeeemmmm... Asemnya kayak mangga muda, bahkan rasa asemnya itu gak ilang2 meski udah gak ada buah di mulut..nyerah deh makan buah kiwi. Karena masih ada 1 3/4 buah, ini mau hunting resep kiwi. Barangkali aja kalau diolah jadi lumayan enak rasanya biar kiwinya gak mubadzir.

    BalasHapus