Kamis, 28 April 2011

Apa pun Impor, Indonesia Sebenarnya Kaya Apa?

Film Suster Keramas 2 kini sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Yang menarik dari film produksi Maxima Pictures ini adalah, bintang filmnya. Salah satu artis yang bermain di sini bernama Sola Aoi. Dari namanya, sudah ketahuan ini bukan nama Indonesia. Ya, wanita ini memang bukan orang Indonesia. Wanita yang juga beken dengan nama Sora Aoi ini, adalah orang Jepang. Dan, Anda tahu siapa dia? Di negaranya, Sola Aoi dikenal sebagai salah satu bintang film dewasa papan atas.

Sola Aoi adalah bintang film esek-esek luar negeri yang kesekian yang main di film Indonesia. Sebelumnya, ada nama Maria Ozawa alias Miyabi, Rin Sakuragi, Sasha Grey, dan Tera Patrick. Wuih, banyak sekali ya.

Entah bintang film dewasa mana lagi yang nanti bakal main di film Indonesia. Bersabar saja menunggunya. Sebab, kabarnya, para produser film yang memakai bintang film esek-esek tersebut, mengaku selalu kebanjiran untung. Karena itu, mereka tidak kapok mengimpor bintang film dewasa lain lagi.

Ya, alasan keuntungan selalu menjadi magnet bagi para pengusaha untuk mengimpor apapun. Demi meraup keuntungan jumbo, mereka membeli apapun di luar negeri dan memasoknya ke Indonesia. Padahal, stok serupa belum tentu tidak ada di dalam negeri. Alasan harga lebih mahal selalu mereka pakai untuk menolak produk dalam negeri.

Dan, celakanya, pemerintah yang seharusnya melindungi produk dalam negeri, justru ikut-ikutan memberi izin. Dengan alasan persedian dalam negeri tidak mencukupi, mereka pun berkolusi dengan para pengusaha untuk mengeluarkan izin impor. Saya tidak yakin, Indonesia kekurangan artis cantik, seksi, dan berani tampil vulgar di film. Saya yakin, stok seperti ini berlimpah di sini.

Hal yang sama juga terjadi di sektor lain. Barang-barang yang seharusnya berlimpah di Indonesia, kini telah diimpor dari negara di seluruh dunia. Mulai dari buah-buahan, beras, ikan, tomat, cabai, daging, dan lain-lain, kini mulai diimpor dengan alasan produksi dalam negeri tidak mencukupi. Kalau sudah begini,
Indonesia pantas mendapat julukan baru sebagai ‘negeri serba impor’. Sebab, hampir berbagai kebutuhan hidup rakyatnya bergantung dari impor.

Di bawah ini, saya posting beberapa potongan artikel mengenai hal-hal yang memalukan ini.

Indonesia mengimpor ikan dori dari vietnam 200 ton per bulan atau 2.500 ton per tahun. Selain itu, Indonesia juga mengimpor ikan teri dari Myanmar, ikan lele dari Malaysia dan ikan Kembung dari pakistan. Volume impor tersebut secara keseluruhan mencapai 143.000 ton per tahun atau 2,5% dari kebutuhan ikan nasional. (sumber: bisnis.com)
Sementara menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) impor garam yang pada Oktober 2010 sebanyak 154.782,6 ton (7,9 juta dolar AS) naik menjadi 275.027,2 ton (15,2 juta dolar AS) pada November 2010. BPS juga mencatat selama Januari-November 2010 impor garam sebanyak 1,8 juta ton dengan nilai 96,4 juta dolar AS. Utamanya garam diimpor dari Australia, India dan China. (sumber: tvonenews.com)
Kepala AMARTA (Agribusiness Market and Support Activity) USAID, William Levine mengatakan, sekitar 80% dari buah-buahan yang dijual di pasar Indonesia adalah buah-buahan impor. "Ke-80% dari buah-buahan dan 20% dari sayur-sayuran di Indonesia adalah impor," kata Levine di Jakarta, Rabu (sumber: investor.co.id)
Ratusan petani tomat di wilayah Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, menjerit menyusul harga tomat kini mendadak anjlok hingga Rp 2000/Kg. Buntut dari penurunan itu, tak sedikit petani malas memanen tomat tadi sehingga membusuk di kebunnya. “Kami menduga anjloknya harga tomat diakibatkan banyak beredar tomat luar negeri yang masuk ke Indonesia,” kata seorang petani Mumun,45, asal Desa Langensari, Bandung Barat, Senin (31/5). (sumber: poskota.co.id)
Untuk menutupi kekurangan stok cabai dalam negeri, impor cabai sekitar 15.000 ton dari luar negeri pun menggunakan pesawat. Langkah impor cabai ini, menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Gunaryo, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/2/2011), dilakukan dalam rangka mencukupi stok dan membantu menurunkan harga cabai yang kian meroket di pasar dalam negeri. (sumber: kompas.com)
Saya sangat heran mengapa Indonesia harus mengimpor semua barang di atas. Apalagi, yang namanya garam dan ikan. Bukankah, lautan Indonesia salah satu terluas di dunia. Matahari juga bersinar sepanjang tahun di negeri ini. Tapi, mengapa Indonesia bisa kekurangan garam? Atau, mengapa harus mengimpor ikan dari negara yang justru lautnya kalah luas dari negara kita. Memalukan sekali.

Kalau garam dan ikan saja, sudah diimpor, mana julukan Indonesia sebagai negara yang memiliki kakayaan alam yang luar biasa berlimpah? Saya pikir, pelajaran di sekolah-sekolah sudah saatnya diganti. Kepada para pelajar, tidak boleh lagi diajarkan Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa banyaknya. Mereka harus diajarkan kalau Indonesia adalah negara yang miskin sumber daya, termasuk sumber daya bintang film. Akibatnya, seorang Maria Ozawa maupun Sola Aoi pun harus diimpor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar