Rabu, 20 April 2011

Seharusnya Menjual Unit Reksa Dana pada IHSG Tinggi

reksa dana
Melihat penutupan IHSG hari ini, ada sedikit kekecewaan dalam diri saya. Sebenarnya bukan kekecewaan sesungguhnya, sih. Mungkin hanya perasaan 'keki' saja. Pasalnya, baru kemarin saya mencairkan sebagian reksa dana milik saya. Kalau saja saya baru mencairkannya hari ini, pasti keuntungan yang saya dapat lebih besar. Hehehehe....

"Ah, ayah ga boleh begitu. apapun harus disyukuri," pasti begitu kata istri bila saya ungkapkan kekesalan saya ini. Istri saya memang jagonya memberi semangat. Hehehe....

Hari ini, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin mendekati level 3.800. Hari ini juga, rekor baru akhirnya kembali tercipta lagi. Mengakhiri perdagangan hari ini, IHSG ditutup pada level 3.794,762. Level ini naik 62,112 poin (1,66%) dari level penutupan hari Selasa yang ada di angka 3.732,650.

Posisi IHSG hari ini merupakan rekor baru sepanjang bursa Indonesia berdiri. Rekor tertinggi sebelumnya didapat akhir tahun 2010 lalu. Saat itu, saya berpikir IHSG memang akan mampu mencapai 3.800. Namun, nyatanya begitu begitu berada di level 3.700an, indeks kembali terkoreksi. Barangkali, sepanjang tahun 2011 ini, indeks hanya muter-muter di level 3.500 - 3.700an. Nah, bisa jadi, sekaranglah kesempatan IHSG untuk menembus 3.800 dan akhirnya mencapai 4.000. Semoga saja ini bukan sekadar mimpi di siang bolong.

Kembali ke cerita kekesalan saya tadi.

Jadi, kemarin saya telah mencairkan sebagian reksa dana milik saya yang ada di BNP Paribas Ekuitas dan Manulife Saham Andalan. Pikiran saya, kini adalah saat yang tepat untuk melakukan redempt karena IHSG sudah cukup lama bercokol di angka 3.700an.

Entah mengapa, saya kurang yakin indeks bisa menembus 3.800 dalam waktu dekat ini. Saya malah khawatir, indeks bisa terkoreksi cukup dalam karena sepertinya sudah sekali melalui 3.700an. Apalagi, saya melihat banyak kondisi yang tidak mendukung market. Salah satunya adalah harga minyak dunia dan bayang-bayang inflasi.

Dengan sejumlah alasan itu, akhirnya, saya pun memilih untuk redempt unit reksa dana saya yang ada di kedua produk reksa dana saham (RDS) tadi. Selain memang kondisi pasar yang menurut saya sedang pas, saya memang sedang ada keperluan mendesak sehingga butuh duit cash. hehehe....

Sebenarnya, saya kemarin sempat khawatir indeks akan minus. Pasalnya, pada pembukaan market di pagi hari, IHSG langsung turun begitu dibuka. Namun, saya memaksakan redempt karena jadwal saya memang hanya bisa mengurusnya pada hari Selasa kemarin. Di luar itu, saya disibukkan oleh rutinitas pekerjaan di kantor.

Tapi, rupanya kehawatiran saya ini tidak terjadi. IHSG justru positif walau tipis sekali. Kemarin, indeks ditutup naik tipis 5,577 poin (0,14%) ke level 3.732,650.

Hasilnya memang lumayan. Nilai Aktiva Bersih (NAB) RDS BNP Paribas Ekuitas yang dulu bernama Fortis Ekuitas, naik 0,18% menjadi 13.581,53. Sedangkan NAB RDS Manulife Saham Andalan naik 0,04% menjadi 1.518,55.

Saya dulu membeli unit Fortis Ekuitas saat NAB-nya masih berada di sekitar 9.000an. Sedangkan NAB Manulife Saham Andalan sekitar 1.000an, karena saat itu RDS ini memang baru dilaunching. Sayangnya, sebagian besar unit milik saya di kedua RDS itu, sudah saya jual akhir 2009 untuk modal menikah. Jadi, yang masih ada sekarang, hanyalah sisa-sisa. Padahal, kalau saja dulu tidak ada unit yang saya jual, pasti besar sekali keuntungan yang saya dapat bila saya menjualnya sekarang, ya? Hehehe.... lagi-lagi kekecewaan yang tidak berarti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar